
Happy reading semuaaa 🤗.
Mohon maaf bila masih banyak kekurangan 🙏.
Enggak papa kok sa,ini kita jadi nyari Arine sama mantan suami Almh.Bu Rossa?”tanya Fauzan sambil tersenyum.
“Jadi dong,mumpung hari ini kita enggak ada kelas jadi,ada waktunya lebih panjang,”ucap Aline sambil tersenyum.
“Dari kemarin mereka berdua aneh banget apalagi Fauzan tumben dia peduli sama adiknya Aline yang super duper nyebelin,”batin Raisa sambil sesekali melirik Aline dan Fauzan.
Mereka pun bersiap-siap untuk menuju lokasi pertama,namun sebelum itu mereka berpamitan dulu dengan Mama Lia.Terdengar suara anak-anak yang terlintas di telinga Aline saat ia bersiap-siap menuju lokasi
pertama.Aline pun clingak-clinguk melihat situasi luar rumahnya.Saat matanya
menuju arah depan Aline terkejut karena Lili sudah ada di depan matanya.
“Lili kebiasaan ngaget-ngagetin,”ucap Aline dengan wajah kesal.
“Aku mau ikut kak,boleh kan?”tanya Lili sambil tersenyum manis.
“Gimana ya?Ya udah kamu boleh ikut,tapi jangan usil ya karena yang bisa liat kamu
cuma aku,”ucap Aline dengan nada sediki tea
“Loe kenapa,lin?Siapa yang nganget-ngangetin?”tanya Raisa sambil memakai helm.
“Iya lin,kamu kenapa?”tanya Fauzan sambil menghampiri Aline.
“Gue enggak papa kok,tadi ada yang iseng biasa si Lili,”ucap Aline sambil memakai helm.
“Oh,ya udah lin,gue kira apa btw tadi gue denger loe panggil Aline kamu tumben biasanya loe gue,”ucap Raisa sambil menatap Fauzan.
“Si Raisa belum tau kalau gue suka sama Aline apa gue jujur ya?”tanya Fauzan dalam hati.
Fauzan ingin jujur pada Raisa soal perasaannya pada Aline,namun Aline mengalihkan pembicaraan mengenai pencarian yang akan lakukan hari ini.Niat Fauzan untuk menceritakan perasaannya dengan Aline harus diurungkan.Mereka pun sudah tancap gas menuju lokasi dengan kondisi yang masih pagi.Sementara itu terlihat Almh.Bu Rossa mengikuti mereka juga dengan membonceng Aline Bersama dengan Lili.Di tempat berbeda Arine nampak tertidur pulas dengan kondisi rambut acak-acakan dan baju seragam yang sudah kotor.Dua laki-laki yang kemarin menculiknya tiba-tiba menguyurkan air yang cukup banyak
ke badan Arine sesuai permintaan boss
mereka yang sampai saat ini belum di ketahui identitasnya.Arine pun terbangun dengan ekspresi kaget dan kedinginan dengan kondisi mulut di beka dan rambut,baju basah kuyup.Sapu tangan yang ada di mulut Arine dibuka salah satu laki-laki bertubuh kurus.
“Apaan-apaan ini kemarin diciprat sekarang di guyur mau kalian apa?”tanya Arine sambil berusaha menahan dingin.
__ADS_1
“Ini perintah dari boss gue lagi pula ini udah hampir siang malah enak-enakan tidur,”bentak laki-laki bertubuh besar.
“Sebenarnya boss kalian itu siapa?”tanya Arine dengan suara cempreng.
“Suatu saat loe bakal tau siapa boss kita ni,sarapan buat loe,”ucap laki-laki bertubuh kurus sambil melempar nasi bungkus ke arah Arine.
“Kok nasi bungkus lagi yang lain dong,”ucap Arine dengan nada suara tinggi.
“Banyak ngomong cepet makan sebelum kita ngelakuin kekerasan,”ucap laki-laki bertubuh besar dengan nada tinggi.
Dengan terpaksa Arine pun mau makan nasi bungkus tersebut di awasi dua orang yang sejak kemarin,namun ia punya rencana untuk kabur dengan modus izin ke toilet karena kebelet pipis.Setelah selesai makan Arine pun berakting kebelet pipis agar dua orang tersebut melepaska semua ikatan di kaki dan tangan.
“Aduh!Gue kebelet pipis izin ke toilet ya,”ucap Arine sambil berakting kebelet.
“Halah!Gue enggak percaya ini pasti modus buat kabur dari sini,”ucap laki-laki bertubuh besar sambil menatap tajam Arine.
“Ih!Siapa yang bohong?Ini beneran pliss izinin ya,”pinta Arine sambil berkaca-kaca.
“Enggak gue yakin loe bohong sorry kita bukan orang bodoh yang bisa di bohongi,”ucap laki-laki bertubuh kurus penuh keyakinan.
“Astaga,gimana caranya bikin mereka percaya?Tapi kalau gue ketahuan bohong gimana ya?”tanya Arine dalam hati.
Dua orang tersebut melangkahkan kaki mereka untuk keluar dari rumah.Namun Arine tiba-tiba memanggil mereka bermaksud untuk menyakinkan mereka bahwa dia benar-benar kebelet.Dua orang tersebut memberhentikan langkah
“Ini gue beneran pliss nanti kalau gue ngompol di sini gimana kalian juga yang repot,”pinta Arine dengan ekspreis wajah melas.
“Ini gimana?Kita izinin?”tanya laki-laki bertubuh besar.
“Kayaknya dia beneran ya udah kita izinin dengan satu syarat kita antar jadi,loe enggak pergi sendiri,”ucap laki-laki bertubuh kurus dengan nada tinggi.
“Sial!Kenapa harus di anter,tapi gue boleh menyia-nyiakan kesempatan ini,”batin Arine sambil berpikir.
Arine pun menyetujui dan sekarang ia sudah terlepas dari ikatan di awasi dengan ketat oleh dua orang tersebut.Sementara Aline,Raisa,dan Fauzan sudah sampai di jembatan yang kemarin.Suasana di sana nampak cukup ramai kendaraan dan pejalan kaki berlalu-lalang.Aline,Raisa,dan Fauzan pun bertanya pada pejalan kaki yang sedang berlalu-lalang mengenai keberadaan Arine.Aline nampak bertanya-tanya pada seorang ibu-ibu Bersama anaknya.
“Permisi ibu,apa ibu pernah ngeliat adik saya perempuan di sekitar sini ini fotonya,”ucap Aline sambil memperlihatkan wajah adiknya yang sedang berselfie.
“Maaf neng,saya enggak pernah liat ,”ucap ibu-ibu itu yang nampak membawa beberapa barang.
“Kak,itu yang di sebelah adik kakak juga terus ada perempuan tua ibu kakak,”ucap anak-anal laki-laki berusia 11 tahun sambil menunjuk
sebelah Aline.
__ADS_1
“Dek,kamu jangan ngaco orang enggak ada apa-apa,”ucap Ibu dari bocah laki-laki tersebut.
Aline pun nampak melirik ke arah sebelah memang benar ada sosok anak kecil yaitu Lili dan perempuan paruh baya yaitu Almh.Bu Rossa yang dari tadi mengikuti Aline.Aline pun mendekati anak-anak laki-laki tersebut.
“Di sini aku cuma sendiri kok kayaknya kamu salah liat,”ucap Aline sambil tersenyum dan menyamakan posisi bocah laki-laki tersebut.
“Maaf ya neng,anak saya emang akhir-akhit ini perilakunya aneh saya permisi dulu ya,”ucap ibu-ibu itu sambil menggandeng tangan anaknya.
“Ternyata anak tadi sama kayak aku,"batin Aline sambil tersenyum.
"Kok kakak bohong?"tanya Lili penuh keheranan.
"Enggak papa li,biar enggak heboh kan niatnya cuma nanya soal Arine," ucap Aline dengan nada pelan.
"Terus rencana kamu apa?"tanya Almh.Bu Rossa dengan wajah datar.
"Ini saya lagi mikir bu,ibu ada ide enggak?"tanya Aline secara spontan.
Raisa,dan Fauzan menghampiri Aline hasilnya zonk tidak ada orang yang pernah melihat Arine di sekitar sini.Aline pun mulai putar otak kembali.
"Lin,mending kita cari mantan suami dan anak sulung Almh.Bu Rossa aja soal adik loe biat polisi yang nyari," ucap Raisa dengan nada agak tinggi.
"Sa,enggak bisa gitu gue tau loe enggak suka sama adik gue,tapi bagaimana pun gue harus memprioritaskan dia soal mantan suami dan anak sulung Almh.Bu Rossa gue pasti cari kok," ucap Aline dengan nada tegas.
"Iya-iya gue minta maaf habisnya gue kesel banget sama adik loe,tapi gue enggak benci kok," ucap Raisa dengan nada pelan.
"Iya gue maafin gue juga minta maaf tadi gue emosi,"ucap Aline dengan nada pelan.
"Udah-udah enggak usah diperpanjang sekarang kita lanjut aja yuk," ucap Fauzan dengan nada serius.
Mereka pun lanjut mencari misi mereka.Lili dan Almh.Bu Rosaa(Dosen Gaib)tidak mengikuti Aline dan kawan-kawan.Di tempat berbeda Kak Justin nampak memikirkan sesuatu hal.Sepertinya dia belum sepenuhnya mengakui kesalahannya di masa lalu dan memperbaiki diri.Baru beberapa hari saja dia sudah terlibat cekcok dan perkelahian dengan narapidana yang lain.
"Semua orang enggak ada lagi yang peduli sama gue pokoknya gue harus bisa keluar dari tempat ini," batin Kak Justin dengan wajah penuh luka.
Apakah Arine bisa melarikan diri dan apakah dia bisa bertemu dengan kakaknya?Lantas,apa yang sedang di pikirkan Kak Justin?
Tunggu terus kelanjutannya ❤️.
Jangan lupa like dan vote 🙏.
Yuk mampir ke novel terbaru ku"Dear Jaka"
__ADS_1
Di tunggu ya teman-teman 😍.
Terima kasih.