
Kak Justin nampak berkeliling kampus untuk mencar Aline.Namun tak kunjung ketemu juga.Dia pun berhenti di depan tangga lantai 3.
“Aline sebenarnya kamu dimana?” Kok gue jadi curiga kalau Aline lagi nyelidikin sesuatu,tapi kalau emang bener gue harus cari dia,”ucap Kak Justin.
Aline yang hendak turun mengetahui ada Kak Justin didepan tangga.
“Aduh,ada Kak Justin gimana ni,kalau gue nekat turun pasti dia nanya ngapain gue dari atas kayaknya gue harus disini dulu sampai Kak Justin pergi,”ucap Aline yang sedang bersembunyi dibalik pegangan tangga.
Kak Justin nampak melirik ke lantai 3.
“Apa Aline ada dilantai 3 ya ?”tanya Kak Justin sembari mendekatkan dirinya ke tangga lantai 3.
Di balik pegangan tangga Aline nampak khawatir Karena mengetahui Kak Justin akan naik.
“Gue harus gimana dong,mana udah jam segini pasti gue kena hukum,”batin Aline disertai perasaaan khawatir sembari mengintip dari balik pegangan tangga.
Kak Justin pun memutuskan untuk naik ke lantai 3 dengan perasaan tidak karuan.
"Jujur setiap gue mau ke tangga ini gue selalu diliputi rasa bersalah andai aja waktu bisa diputa lagi mungkin gue enggak akan ngelakuin hal sejahat itu ,”batin Kak Justin dengan mata berkaca-kaca.
Saat ia menaiki tangga lantai 3 tiba-tiba ada sosok perempuan paru baya berpakaian dosen dengan wajah bersimbah darah dan sosok itu adalah Almh.Bu Rossa.Dia menatap tajam Justin.Aline juga melihat sosok itu.
“Buuu Rosssaaa,”ujar Kak Justin dengan nada gemetar dan tatapan kaget.
Bu Rossa nampak mendekati Justin dan mendekatkan wajahnya yang seram ke wajah tampan Kak Justin dan membuat Kak Justin ketakutan.
“KAMUUU HARUSSS MATIIIIII!” ucap Bu Rossa dengan nada lirih sembari menjauhkan wajahnya dari wajah tampan Kak Justin.
Kak Justin menelan ludahnya dan menatap wajah Bu Rossa dengan wajah ketakutan.Dia pun langsung turun dan lari dengan perasaan takut.Bu Rossa pun menghilang,namun dia menatap Justin dengan tatapan kebencian.
“Lho,kok Kak Justin enggak ada?”Eh,tadi Bu Rossa ngomong apa ya?” tanya Aline yang langsung keluar dari sarang pernyembunyiannya.
Aline pun duduk di lantai dan memutar otak dan ilusinya.
“Gue yakin orang-orang sini yang udah ngebunuh Bu Rossa entah itu mahasiswa/mahasiswi atau bahkan sesame dosen jujur nyelidikin kasus ini lumayan susah apa lagi gue masih tergolong baru disini,”ucap Aline sembari melihat sebuah kalung,name tag dan sebuah pisau yang ditemuinya tadi.
Di ruang kelas Dosen nampak sedang memberikan kuis.Sementara mahasiswa dan mahasiswi memahami soal kuis yang diberikan dosen.Di sela-sela memberikan kuis.Dosen itu bertanya sesuatu.
“Saya denger-denger kemarin kalian melihat penampakan apa itu benar?” tanya dosen itu.
“ Iya pak,nyeremin banget”jawab mahasiswa dan mahasiswi secara kompak kecuali Fauzan dan Raisa
.
“Anggap saja itu kejutan untuk kalian karena kalian mahasiwa dan mahasiswi baru dikampus ini,”ujar Dosen itu.
“Kalau kejutannya enggak nyeremin enggak papa pak,lha ini kayak gini,”ucap salah satu mahasiswa dengan ekspresi kesal.
__ADS_1
“Apa penampakan itu penampakan Almh.Bu Rossa?” batin Dosen itu.
Tok-tokk…
Terdengar bunyi ketukan pintu dari luar dengan suara cukup nyaring rupanya itu adalah Aline.Perasaaan kala itu sangat campur aduk.Dosen pun langasung menyuruhnya masuk.Aline memasuki ruang kelas.
“Mohon maaf sekali pak,saya jam segini jam segini baru masuk,”ucap Aline dengan kepala menunduk.
Dosen itu menatap Aline dengan tatapan dingin sementara Raisa dan Fauzan menampakkan wajah lega karena Aline sudah kembali.
“Kamu itu dari mana?” tanya dosen itu dengan ketus sambil menurunkan kacamatanya dengan tatapan tajam.
“Saayaa taadi adaa urrusaan pak,”jawab Aline dengan nada terbata-bata.
“Seharusnya kamu konfirmasi dulu sama saya,”ucap Dosen itu dengan nada tinggi.
“Saya bener-beneer minta maaf pak,lain kali saya enggak akan ngulangi,”ucap Aline.
Sambil menghela nafas panjang dosen itu pun berkata”Ok saya maafkan tapi kamu tetap dapat hukuman dan hukuman itu berupa penambahan jumlah kuis dan nanti saya kan perpanjang waktu kuis,”ucap Dosen itu.
“Baik pak,terima kasih sudah mengizinkan saya ikut kuis,”ucap Aline.
Dosen itu pun menyuruh Aline duduk dan meneruskan materi kuis.Waktu menunjukkan pukul 08.30 WIB seperti pernyataan Dosen itu tadi waktu akan diperpanjang hingga pukul 09.00 WIB,namu itu hanya berlaku untuk Aline sementara yang lain mempersiapkan materi kuliah hari ini.
“Ini soalnya waktu mengerjakannya 30 menit,”ucap Dosen sambil menyerahkan beberapa lembar soal.
“Baik pak,terima kasih,’ucap Aline sambil memperhatikan soal-soal kuis yang diberi Dosen itu.
“Eh sa,Aline kenapa ya?”Kayak banyak pikiran,”tanya Fauzan sambil melirik kearah Aline.
Sambil melirik Aline ia berkata,”Mana gue tau zan,nanti coba kita tanya,”jawab Raisa yang juga melirik ke arah Aline.
Selama mengerjakkan kuis Aline masih dengan perasaan tidak karuan.Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 09.00 WIB.Aline pun mengkumpulkan kuis dengan penuh ketidakyakinan.Kuis pun selesai.Kelas akan dimulai pukul 09.15 WIB.Mahasiswa dan mahasiswi yang ada dikelas itu diminta untuk beristirahat.
“Lin,loe dari mana sih?” tanya Raisa yang langsung mendekati Aline.
“Loe tau enggak dari tadi kita muter-muter kampus ketemu senior judes buat apa coba buat cariin loe,”sambung Fauzan.
Aline hanya terdiam dan focus memainkan ponselnya hingga membuat dua temannya geram.
“Lin,kok diem aja jawab dong,”ucap Raisa sambil menepuk meja dengan cukup keras.
Seketika orang-orang yang ada di kelas melihat ke arah Aline,Raisa,dan Fauzan dengan tatapan keheranan.
“Enggak ada apa-apa kok kita lagi bercanda,”ucap Fauzan.
“Jangan emosi dulu sa,mungkin Aline lagi mikir mau jawab apa,”ucap Fauzan denga nada santai.
__ADS_1
Aline mengeluarkan sebuah kantong kresek berisi benda dari tasnya tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.
“Wih,apaan ni lin,makanan apa minuman?”tanya Fauzan dengan nada antusias.
“Enggak jelas banget loe lin,ditanya enggak jawab sekarang malah ngeluarin kayak gini,”ucap Raisa sedikit kesal.
“Mungkin kantong kresek ini adalah jawaban dari pertanyaan kita mending kita buka aja,” ucap Fauzan sambil menunjuk-nunjuk tas kresek itu.
“Terserah loe zan,males gue,”ucap Raisa dengan ekspresi bete.
Fauzan pun membuka kantong kresek itu secara perlahan-lahan.Betapa kagetnya dia melihat benda apa yang ada didalam kantong kresek itu.
“Lin,loe habis mulung ya?”tanya Fauzan sambil menahan tawa dan melihat isi kantong kresek tesebut.
“Ha?Mulung emang isinya apa,zan?” tanya Raisa sambil melirik dan iku melihat isi kantong kresek itu
.
Sebuah kalung misterius yang nampak kotor,dua name tag yang juga nampak kotor dan sebuah pisau berkarat ada dalam kantong kresek itu.
“Eh,jangan dikeluarin kalian cukup liat aja,”ucap Aline yang langsung dengan sigap mencegah tangan Fauzan untuk mengeluarkan benda itu.
“Astaga,cuma barang kayak gini doang btw barang-barang kayak gini loe mau apain?” tanya Fauzan.
“Iya dasar aneh,”sambung Raisa.
“Sembarangan aja kalau ngomong gue bukan habis mulung,jadi enggak usah sok tau,”ucap Aline.
“Terus ini apa,lin?’’ tanya Raisa yang terlihat semakin geram.
Aline pun menceritakan hal apa saja yang terjadi saat ia berada diruangan misterius dilantai 3 secara bisik-bisik agar orang-orang yang ada dikelas tidak curiga.
“Gitu ya lin,maaf kalau gue kira loe habis mulung,”ucap Fauzan.
“Berarti benda-benda ini bisa jadi petunjuk siapa yang udah ngebunuh Almh.Bu Rossa,”ucap Raisa.
“Iya dan gue harap kalian jangan ember atau keceplosan,”ucap Aline sambil mentap tajam kedua temannya.
“Siap lin,gue enggak akan ember,”ucap Fauzan.
“Oke lin,tapi next time loe ajak kita ya ke ruangan misterius itu," ucap Raisa.
Aline pun mengangguk tanda dia setuju dan percaya atas perkataan teman-temannya itu.Dosen sudah memasuki ruang kelas dan itu tandanya kelas akan segera dimulai.Selama kelas berlangsung Aline masih saja gelisah.Kelas hanya berjalan selama 2 jam setengah dan sekarang kelas sudah selesai.Seluruh Mahasiswa dan mahasiswi diperbolehkan untuk meninggalkan ruangan.
Happy Reading semua🤗.
Jangan lupa like dan vote🙏.
__ADS_1
Mohon maaf untuk minggu besok bakal jarang update karena lagi USBN.
Tunggu terus kelanjutannya❤.