Dosen Gaib

Dosen Gaib
120.Kegagalan dan kekhawatiran Justin


__ADS_3

Happy reading semuaaa 🤗.


Mohon maaf bila masih banyak kekurangan 🙏.Yuk mampir di novel sebelah 😇.


Zan,kok kita berhenti di sini emang udah sampai?” tanya Raisa sambil memperhatikan situasi di luar.


Mobil mereka berhenti di depan komplek perumpahan nama perumahan tersebut adalah perumpahan Kenanga Putri di depannya ada sebuah sekolah SMA Negeri 4 Kota Bogor dan sebuah warung makan khas bogor terdapat cukup banyak orang yang berlalu lalang di sana.Aline,Raisa,Fauzan pun turun dari mobil begitu pula dengan Lili dan Almh.Bu Rossa ikut keluar dari mobil dengan cara menembus  bagian pintu.Aline pun mengecek alamat tersebut dengan sangat teliti.


“Bener kok gyus,ini alamatnya dari segi nama,lokasi,” ucap Aline ambil melihat selembar kertas yang ia pegang.


“Beneran,lin?Jangan sampai kita salah alamat,” ucap Raisa dengan nada sedkit meninggi.


“Bener sa,enggak mungkin Aline bohong,” ucap Fauzan dengan pelan.


“Iya zan,gue percaya kok tadi gue cuma mastiin aja dan setelah gue liat emang bener terus ini kita mau langsung masuk?” tanya Raisa dengan nada pelan.


“Alhamdullilah semoga aja ayah dan kakak tinggal di sini ya bu,” ucap Lili sambil tersenyum bahagia.


“Alhamdullilah iya sayang ibu,juga seneng semoga orang-orang yang kita cari ada di sini,aamiin,’’ ucap Almh.Bu Rossa dengan ekspresi bahagia.


“Aamiin mending aku tanya dulu ya sama hansip atau penjaga yang ada disini ya biar lebih jelas,”ucap Aline yang langsung bergegas menghadap ke belakang.


Di Jakarta Mama Lia dan Papa Lukman sedang duduk di ruang tamu dengan ekspresi  cemas dengan kondisi Aline dan Arine yang belum juga ada kabar bahkan tadi pagi kepala sekolah,beberapa guru berkunjung ke kediaman Mama Lia dan Papa Lukman untuk  menanyakan kabar Arine yang sudah beberapa hari hilang.Mereka selalu mengecek ponsel berharap ada kabar dari Aline atau kepolisian.


“Pa,Aline kok belum ada kabar ya?” tanya Mama Lia sambil mondar mandir dan mengecek ponsel dengan wajah khawatir.


“Mungkin Aline sedang mencari keberadaan Arine ma,kita harus positive thingking insyallah mereka baik-baik saja dan akan kembali dengan kondisi selamat,” ucap Pak Lukma sambil menenang mama Lia dengan nada lembut.


“Iya pa,tapi kalau sudah seperti ini bawaan overthingking terus mau ngelakuin ini mau ngelakui itu tetep enggak bisa,” ucap Mama Lia dengan gerakan masih mondar-mandir.


“Dari pada mama mondar-mandir enggak jelas mending kita sholat ke masjid buat nenangin pikiran dan  hati habis itu papa mau ajak mama makan di luar supaya pikiran mama lebih tenang mama mau kan?” tanya Papa Lukman dengan nada lembut sambil merangkul mama Lia.

__ADS_1


“Ya pa,mama mau makasih ya sudah selalu menenangkan mama,” ucap


Mama Lia sambil tersenyum.


Beberapa makhluk halus yang terdiri hantu bocah laki-laki,perempuan berbaju merah muda,laki-laki bertubuh besar,dll yang


sering  muncul di rumah Aline nampak bersorak gembira mereka senang sosok yang menyebalkan seperti Arine tidak ada di rumah,namun mereka juga sedih karena Aline tidak ada di rumah.Di rumah Luna


Justin dan dua anak buahnya makin tidak nyaman dan panik karena bapak-bapak


tersebut terus menyinggung sosok yang ada di foto tersebut.Bapak-bapak  tersebut enggan pergi dan terus nerocos


seperti mercon.Arine nampak tertawa kecil di dalam melihat ekspresi muka Kak Justin


“Walaupun kamu ternyata jahat,tapi perasaan aku enggak pernah berubah kak,ekspresi wajah mereka lucu banget,” ucap Arine sambil tertawa kecil.


“Saya benar-benar tidak habis pikir bisa-bisanya ada pemuda yang seperti itu mana mukanya kasep kalau aja saya nemuin dia sudah saya seret ke kantor polisi biar di hukum seberat-beratnya seharusnya sebagai generasi muda itu harus memberikan contoh yang baienggak habis mikir saya,” ucap bapak-bapak tersebut dengan nada sedikit emosi.


“Yess,Kak Justin pergii makasih ya Allah sudah mengirimkan bapak-bapak itu,” ucap Arine yang ada di dalam dengan ekspresi gembira.


“Etdah!Malah pergi padahal lagi asik-asik ngobrol ya udah lah mending saya pergi tapi,kok saya jadi curiga sama orang yang pakai masker itu dari tadi mukanya kayak orang ketakutan,” ucap Bapak-bapak itu dan langsung berlalu pergi meninggalkan rumah Pak Ali dan Luna.


Setelah bertanya Aline mendapatkan informasi bahwa memang benar alamat tersebut adalah alamat yang tertera di selembaran kertas tersebut.Dua orang satpam penjaga komplek menanyakan ada kepentingan apa Aline,Raisa,Fauzan datang ke komplek tersebut.Aline pun menjelaskan semuanya hingga kedua satpam


tersebut percaya.Mereka pun di perbolehkan masuk ke dalam komplek Kenangan Putri kedua satpam itu pun menghantar Aline dkk ke rumah Ibu Romlah warga Rt 04 Rw 07 rumahnya tidak jauh dari pos jaga satpam.


“Firasat aku mengatakan bahwa orang-orang itu ada di sini sebaiknya aku harus cari tau terlebih dahulu,” batin Aline sambil melihat-lihat kondisi komplek.


“Aline kenapa lagi ya?Kok kayak mikirin sesuatu,” batin Fauzan sambil melirik wajah Aline.


Justin sangat kesal dan tidak henti-hentinya menendang-nendang bebatuan yang ia lewati niatnya ingin menangkap Arine gagal begitu saja karena bapak-bapak sok kenal sok dekat itu kedua anak buah Justin hanya diam memantung melihat kekesalan Justin.Saat berpapasan dengan beberapa warga Justin

__ADS_1


memperlihatkan wajah ramahnya seolah-olah tidak ada apa-apa.


“Kenapa tadi kalian enggak ngusir bapak-bapak itu?Seharusnya kalian tadi usir,” ucap Justin dengan nada sangat pelan.


“Ya kalau kita usir bisa-bisa dia curiga boss dan kalau dia curiga bahayaa buat bos,” sahut salah satu anak buah bertubuh kurus dengan nada pelan.


“Tapi tadi setidaknya kalian itu mikir gimana caranya ngusir bapak-bapak itu secara halus kalau kayak gini sia-sia kita ke rumah itu,” gumam Justin dengan nada pelan.


“Yang penting sekarang kita tau kalau anak itu ada di rumah Pak Ali dan anaknya,” ucap anak buah bertubuh gemuk dengan nada cukup kencang.


“Ssttt... jangan kenceng-kenceng intinya besok kita harus ke rumah itu lagi,” ucap Justin dengan nada pelan.


Mereka bertiga melanjutkan jalan mata Justin tertuju pada satu arah sosok perempuan yang nampak tidak asing  di pandangan matanya perempuan itu akan berbelok ke kanan dengan  satu perempuan,satu laki-laki dan dua satpam penjaga.Justin langsung memberhentikan langkahnya secara tiba-tiba pandangannya tidak bisa lepas dari  perempuan itu.


“Kenapa,bos?” tanya salah satu anak buah yang bertubuh kurus yang ikut berhenti mendadak.


“Aline?Enggak mungkin itu Aline pasti gue salah liat,” ucap Justin sambil mengucek-ngucek matanya.


“Aline itu siapa,boss?” tanya salah satu anak buah yang  bertubuh gemuk dengan ekspresi bingung.


“Tapi itu beneran kayaknya beneran Aline kok dia bisa ada di sini?Bisa gawat kalau dia nemuin gue di sini,”  ucap Justin yang langsung melangkah tanpa memperdulikan omongan kedua anak buahnya.


“Percuma ya kita ngomong sama si boss di kacangin melulu,” ucap salah satu anak buah bertubuh gemuk yang  langsung mengikuti langkah Justin.


Almh.Bu Rossa dan Lili melihat ada sesuatu yang aneh mereka sempat melihat 3 orang laki-laki yang sedang berdiri di jalanan lurus.Mereka memberi tatapan yang tajam.


Akankah Aline bertemu dengan Justin?Atau malah ia bertemu dengan Pak Ali dan Luna serta Arine?


Tunggu terus kelanjutannya ❤️.


Jangan lupa like dan vote thank you 😊.

__ADS_1


__ADS_2