
Happy reading semuaaa đ¤.
Selamat bermalam mingguđ.
Mohon maaf bila masih banyak kekurangan đ.
âRin, k.amu ngapain ada di sini?âtanya Aline dengan ekspresi khawatir.
âKak Aline ngapain ada di sini?Udah mending kakak ngurusin urusan kakak enggak ngurusin aku,â sahut Arine dengan nada emosi.
âKakak tau kamu syok,tapi dengerin kata-kata kakak lupain Kak Justin dia bukan orang yang baik,âucap Aline sambil memegang tangan Arine.
Raisa dan Fauzan melihat Aline dan Arine dari
kejauhan.Mereka enggan menghampiri mereka berdua karena masalah privasi.Terdengar bunyi sesuatu seperti bunyi dering ponsel ternyata ponsel Raisa yang berbunyi.Raisa nampak ragu mengangkat telefon itu karena nomornya tidak di kenal.Ponsel tersebut terus berdering.
âSa,kok enggak di angkat?âtanya Fauzan sambil melirik ponsel yang di pegang Raisa.
âNomornya enggak gue kenal makanya gue ragu zan,takut orang jahat atau dedemit,âsahut Raisa dengan ekspresi takut.
âTuh,bunyi terus mending loe angkat siapa tau penting,âucap Fauzan menyarankan Raisa untuk mengangkat telefon itu.
âIya-iya gue angkat hallo ada yang bisa di bantu,âucap Raisa sambil mengangkat telefon tersebut.
âHallo ini gue Petter kalian lagi sama Aline enggak?âtanya Petter yang terlihat masih di rumah sakit.
âOalah Kak Petter aku kira siapa iya kak,kita lagi sama Aline ada apa,kak?âtanya Raisa dengan ekspresi lega.
âDari tadi Aline gue telefon enggak bisa apa dia lupa kalau hari ini pemakaman Almh.Bu Rossa dan Alm.Jennie?âtanya KakR Petter dengan nada suara tinggi.
âOh iya hari ini pemakaman Almh.Bu Rossa sama Almh.Kak Jennie maaf kak,ini kita lagi ada urusan,tapi secepatnya kita bakal ke rumah sakit kok,âucap Raisa sambil menepuk jidatnya.
âOh iya hari ini pemakaman Almh.Bu Rossa sama nenek lampir bisa -bisa nya gue lupa,âbatin Fauzan sambil menepuk jidatnya.
âSecepatnya soalnya rektor sama degan pengen tanyain sesuatu,âucap Kak Petter.
Kak Petter pun menutup telefonnya.Sementara itu Raisa dan
__ADS_1
Fauzan bergegas menghampiri Aline dan juga Arine.Aline dan Arine terlihat masih di jembatan situasi makin tidak kondusif karena Arine mengacuhkan perkataan kakaknya.Almh.Bu Rossa nampak menatap tajam Arine sepertinya dia tidak suka
dengan sikap Arine yang keras kepala.
âKak,mending kakak pergi aku mau sendiri tolong jangan ganggu aku,âucap Arine dengan nada emosi.
âIni masih jam sekolah rin,sekarang kamu pergi ke sekolah belajar yang bener,âucap Aline sambil menggandeng tangan adiknya.
âEnggak usah sok nasehatin aku kak,aku bisa ke sekolah sendiri,âketus Arine sambil menatap sungai yang ada di sekitar jembatan.
âLin,kita ke rumah sakit yuk,hari ini pemakaman Almh.Bu Rossa sama Almh.nenek lampir eh Kak Jennie,âucap Raisa sambil berlari menghampiri Aline dan Arine.
âOh iya hari ini pemakaman Almh.Bu Rossa dan Almh.Kak Jennie,tapi gue mau ngaterin Arine dulu ke sekolah kalian duluan aja,âucap Aline yang masih saja mengutamakan adiknya padahal adiknya sudahsemena-mena.
âSekarang aja lin,soalnya rektor sama degan mau nanya sesuatu sama loe ini dari Kak Petter tadi dia nelefon Raisa,âucap Fauzan dengan nada keras.
Melihat kakaknya sedang berbicara dengan Raisa dan Fauzan ini kesempatan Arine untuk melarikan diri.Arine melangkah secara pelan-pelan agar tidak ketahuan menjauhi jje
jembatan.Alinesikeras untuk mengantarkan adiknya terlebih dahulu.Akhirnya Raisa dan Fauzan pun mau saat Aline memanggil Aline.Dia kaget adiknya sudah tidak ada.
âAduh!Arine malah kabur dia kabur kemana ya?Semoga aja dia ke sekolah,âucap Aline dengan ekspresi khawatir.
âGue yakin si Arine bakal baik-baik aja sekarang kita ke rumah sakit aja yuk,âajak Raisa sambil memandang wajah Aline dan Fauzan.
âYa udah sekarang kita ke rumah sakit aja lagi pula gue lagi di cariin enggak enak sama pihak kampus,â ucap Aline dengan nada pelan.
Aline pun memutuskan untuk ke rumah sakit dan tidak mencari adiknya yang melarikan diri Bersama Raisa dan Fauzan.Sementara itu Arine nampak berlari cukup jauh.Arine memberhentikan langkahnya di sebuah warung kecil di pinggir jalan dengan ekspresi kelelahan.
âUntung gue gercep kalau enggak bakal diikuti terus sama Kak Aline,âucap Arine
sambil tersenyum.
Arine pun melihat jam yang ada di ponselnya tepat pukul 07.30Â WIB.Arine nampaktersenyum dan mempunyai keinginan untuk membolos.Dia pun membeli minuman di warung yang ada di sampingnya.Sementata itu Aline,Raisa,dan Fauzan nampak sudah sampai di rumah sakit.
"Maaf pak,saya tadi ada urusan jadi,agak telat,"ucap Aline dengan ekspresi panik.
"Enggak masalah lin,ada hal yang ingin saya tanyakan sama kamu?"tanya rektor dengan suara cukup berat.
__ADS_1
"Silahkan pak,mau tanya apa?"tanya Aline dengan ekspresi lega.
"Bagaimana mana kamu bisa tau hal ini padahal kamu mahasiswi baru?"tanya Rektor masih dengan nada suara yang berat.
"Astaga!Njawab apa ya?Enggak mungkin gue bilang kalau gue bisa liat Almh.Bu Rossa(Dosen Gaib)sama anaknya,"batin Aline dengan ekspresi bingung.
Tiba-tiba ada suara seseorang yang menjawab pertanyaan dari rektor dengan nada lantang dan membuat orang-orang yang ada di sekitar kaget dan mengarahkan pandangan mereke ke arah sumberd suara.
"Aline ini kan orangnya ambisius pak,jadi berkat keambisiusannya dia bisa tau semua," ucap Fauzan dengan sangat percaya diri.
"Iya pak,terus Aline i--ini orangnya fokus jadi bisa tau kasus ini lebih cepat dibandingkan lainnya," sambung Raisa dengan nada terbata-bata.
"Maaf pak, sebelumnya saya cuu--ma penasaran aja enggak ada maksud apa-apa kok," ucap Aline sambil tersenyum.
"Iya enggak papa kok lagi pula kami malah sangat berterima kasih sama kalian," sahut Degan yang berada di samping rektor.
"Iya lin,kami juga berterima kasih berkat kamu Justin bisa ketangkep walaupun sekarang masih enggak percaya," ucap Kak Niken yang merupakan teman se prodi Kak Justin.
"Oh ya Almh.Bu Rossa pernah bilang kalau dia sudah bercerai dengan suaminya dan itu sudah cukup lama dan sepertinya mantan suami dan anak sulungnya Almh.Bu Rossa belum tau kalau beliau sudah meninggal," ucap rektor panjang lebar.
"Iya benar pak,bahkan setahu saya beliau sudah cerai dengan suaminya sebelum mengajar di Universitas Merah Putih," sambil Degan dengan nada pelan.
"Gimana kalau biar saya dan teman-teman saya yang nyari keberadaan mantan suami dan anak sulung Almh.Bu Rossa?" tanya Aline dengan nada sopan.
"Aduh!Si Aline ngapain dia nawarin diri," batin Fauzan dengan ekspresi kesal.
"Gue kira udah selesai ternyata masih ada,tapi gue juga penasaran sama mantan dan anak sulung Almh.Bu Rossa," batin Raisa dengan ekspresi muka datar.
"Boleh lin, terima kasih ya kalau bisa dalam 1-2 hati kamu harus bisa menemukan mantan suami dan anak sulung Almh.Bu Rossa," ucap Rektor sambil tersenyum.
Arine benar-benar memutuskan untuk bolos.Dia asyik minum dan makan di warung makan yang ada di dekatnya.Bersamaan dengan itu ia teringat akan sosok Kak Justin.
"Kok gue enggak bisa nerima kenyataan kalau orang yang tadi itu Kak Justin?"tanya Arine pada dirinya sendiri.
Apakah misi Aline dkk berhasil dalam mencari keberadaan mantan suami dan anak sulung Almh.Bu Rossa(Dosen Gaib)?Lantas apa yang selanjutnya terjadi pada Arine?
Tunggu terus kelanjutannya â¤ď¸.
__ADS_1
Jangan lupa like dan vote đ.