Dosen Gaib

Dosen Gaib
63.Rencana Menjebak Kak Justin part 3


__ADS_3

Happy Reading semuaa🤗


"Oh Bu Rossa saya tau dosen itu ,tapi tidak terlalu kenal memangnya ada apa?"tanya Dosen itu.


"Saya mau tanya kira-kira bapak tau enggak penyebab pasti kematian Bu Rossa?" tanya Aline pada Dosen.


"Kalau soal penyebab kematian Bu Rossa masih menjadi misteri karena sampai  sekarang belum ada yang tau kalaupun ada yang tau masih simpang siur belum ada bukti signifikan," ujar Dosen itu.


"Lin,percuma loe tanya semua orang disini enggak ada yang tau," bisik Raisa.


"Sssttt... namanya juga usaha gue yakin pasti ada yang tau," bisik balik Aline.


"Pak, sering liat penampakan Almh.Bu Rossa disekitar sini?" tanya Fauzan spontam.


Aline dan Raisa tak habis pikir dengan Fauzan yang bisa menanyakan hal seperti itu pada Dosen.Sementara Dosen tersebut  nampak bingung dengan pertanyaan nyeleneh Fauzan.Semua pun terdiam sejenak hingga Aline membuka pembicaraan lagi.Fauzan pun ikut bingung apa yang salah dengan pertanyaannya.


"Pak,kita permisi dulu soal pertanyaan teman saya yang tadi enggak usah dijawab," ucap Aline yang langsung  bangkit dari tempat duduknya.


" Kita juga permisi ya pak," ucap Raisa dan Fauzan yang langsung menyusul Aline.


"Aneh sekali mereka jarang-jarang ada mahasiswa dan mahasiswi baru yang menanyakan hal seperti ini apalagi soal kematian Almh.Bu Rossa,tapi semoga dengan adanya mereka teka-teki kematian Bu Rossa bisa terungkap,"ucap Dosen langsung meninggalkan tempat tersebut.


Disekolah Arine tidak bisa menyembunyikan kebucinannya dengan Kak Justin.Wajahnya memerah setiap kali melihat foto Kak Justin. Dari awak istirahat hingga menjelang masuk matanya terus saja memandang wajah tampan Kak Justin.Namun dia teringat sesuatu bahwa besok lusa adalah  ulang tahunnya yang ke-17.


"Si Arine bucin banget banget sama Kak Justin padahal menurut pandangan gue Kak Justin biasa-biasa aja sama dia," ujar teman Arine.


" Gue juga mikirnya kayak gitu,tapi ya udah lah biarin aja nanti  kalau sakit hati dia  juga kan yang ngerasain," ucap  teman Arine.


" Loe berdua sirik ya sama gue," ucap Arine sambil  memandang kedua temannya itu dengan tatapan tajam.


"Enggak  kok rin,gue cuma takut loe sakit hati aja," ujar teman Arine.


"Besok lusa kan gue ulang tahun gimana kalau gue ngadain party huhuhu pasti seru banget terus nanti potongan pertama gue kasih ke Kak Justin," ucap Arine dengan antusias.


"Terus Kak Aline gimana?Loe enggak mau ngomong dulu sama dia?" tanya teman Aline.


"Bodoamat gue enggak perduli sama dia yang terpenting itu gue bisa deket sama Kak Justin," ucap Arine yang langsung bergegas pergi meninggalkan kedua temannya.


Sepertinya niat Arine sudah bulat untuk mengadakan party tanpa sepengetahuan kakaknya.Padahal teman-temannya sudah mengingatkan Arine agar tidak gegabah.Namun Arine tetap keke untuk mengadakan party  tersebut.Sekarang dia malah menelpon Kak Justin untuk datang ke brithday party nya yang ke-17.Namun telefonnya tidak diangkat.


"Yah,enggak diangkat mungkin Kak Justin lagi sibuk ya udah nanti aku telefon lagi," ucap Arine.


" Ayo buruan masuk ngapain masih disitu jam istirahat sudah habis!"  ucap seorang guru dengan nada tinggi.

__ADS_1


Dengan muka panik Arine pun masuk ke dalam kelas.Sementara itu Aline dan temannya sepakat untuk membicarakan jebakan apa yang akan dilakukan mereka dirumah Aline.Sekarang mereka sedang bersiap-siap untuk kelas sore nanti.


Jam terus berjalan hari pun sudah mulai gelap.Aline dan teman-temannya pun pulang.Seperti yang sudah direncanakan malam ini mereka ingin membicarakan kembali tentang cara menjebak Kak Justin.Sekarang mereka berada di parkiran motor.


"Akhirnya selesai juga," ucap Fauzan sembari memakai helm.


"Iya zan,capek banget," sambung Raisa menggerakan kedua tangannya.


"Kalian jadi kan malam ini nginep di rumah gue?" tanya Aline sambil menaiki motornya.


Raut muka Fauzan dan Raisa nampak ketakutan sepertinya mereka ragu menginap dirumah Aline apalagi Aline.Mereka juga kebingungan menjawab pertanyaan Aline.


"Kok pada diem aja?" tanya lagi Aline.


"Eeeee..gimana ya lin,perasaan gue enggak enak kalau nginep di rumah loe," jawab Raisa dengan terbata-bata.


"Sama lin,gue juga ragu nginep dirumah loe," sambung Fauzan.


"Haduh!Enggak usah banyak alasan kalau kalian emang kalian enggak mau ngungkap kasus ini ya enggak papa gue bisa sendiri ko.Gue duluan ya," ucap Aline yang langsung tancap gas untuk pulang.


Tiba-tiba Fauzan dan Raisa mencegah Aline agar tidak langsung pergi.


"Eeeee lin,kita mau kok nginep dirumah loe," ucap Raisa.


Tidak ada balasan dari Aline.Dia langsung tancap gas dan akan meninggalkan parkiran.Fauzan dan Raisa pun mengikuti dari belakang.Sesampainya di rumah Aline.Fauzan dan Raisa merasakan merinding yang luar biasa.


"Kok diem aja ayo masuk," ucap Aline dengan nada tinggi.


Raisa dan Fauzan pun masuk ke rumah Aline dengan kondisi masih merinding.


"Iya lin,jujur gue ngerasa merinding," ucap Raisa.


"Gue juga padahal hawanya biasa aja," ucap Fauzan sambil melihat tiap sudut rumah Aline.


"Silahkan duduk,udah enjoy aja paling-paling nanti habis dari sini ada yang ngikutin," ucap Aline sembari menggoda kedua rekannya.


"Jangan mgomong kayak gitu dong takut nih," ucap Raisa.


Diruang tamu tidak hanya ada mereka,tetapi ada Arine yang sedang sibuk dengan ponselnya.Sepertinya dia sedang menghubungi seseorang.


"Ini Kak Justin kok enggak angkat-angkat telefon gue ya sebel deh," ucap Arine dengan suara cemprengnya.


"Adik loe kenapa,lin?" tanya Fauzan sambil melirik Arine.

__ADS_1


"Enggak tau zan,coba gue tanya," ucap Aline yang langsung bergegas mendekati adiknya.


Aline pun bertanya pada Arine sebenarnya ada masalah apa.Arine nampak salah tingkah dan tidak tau harus menjawab apa karena tidak mungkin dia mengatakan yang sebenarnya.Arine pun mengalihkan pembicarabian.


"Eh,ada Kak Fauzan sama Kak Raisa tumben jam segini ke rumah Aline?" tanya Arine yang langsung mendekat diri ke arah Fauzan dan Raisa.


"Aneh banget Arine kayaknya ada yang disembuyiin," batin Aline.


Fauzan dan Raisa nampak enggan menjawab pertanyaan Arine yang secara tiba-tiba menanyakan  hal tersebut.


"Lin,mending sekarang aja yuk biar bisa cepat selesai," ucap Raisa.


Aline pun mengiyakan permintaan Raisa dan sekarang hanya Arine yang berada di ruang tamu dengan muka bete dan kesal.


"Ih,kok gue dicuekin,tapi mereka mau ngapain ya?Apanya yang cepat selesai?Kayaknya gue harus nguping supaya tau apa yang mereka bicarakan," ucap Arine sambil mengangguk-ngangguk.


Aline mengajak kedua rekannya ke dalam kamarnya.Ini adalah kai pertama Aline mengajak seseorang untuk masuk ke kamanya.Sebelumya dia tidak pernah mengajak siapa pun untuk masuk ke kamarnya.Raisa dan Fauzan makin merasa merinding saat masuk kamar Aline.Kamar Aline tidak terlalu besar hanya saja agak menyeramkan karena bernuana warna gelap dan minim cahaya.


"Lin,kita cari tempat lain aja yuk," pinta Raisa sambil memegang lengannya.


"Kamar loe estetik juga ya walapaun agak nyeremin," ucap Fauzan yang langsung melihat sudut demi sudut ruangan kamar Aline.


"Ada sih,kamar sebelah cuma ya itu ada sesajinya kalian mau?" tanya Aline pada kedua rekannya.


"Hah!sesaji?" ucap Raisa dan Fauzan secara bersamaan.


"Iya,gue serius," ucap Aline.


Akhirnya Raisa dan Fauzan setuju walaupun dengan berat hati.Mereka pun berencana tidak jadi menginap di rumah karena takut.Mereka  duduk di lantai dekat ranjang tidur Aline.


"Sekarang loe punya rencana apa,lin?" tanya Fauzan.


Aline pun terdiam sejjenak memikirkan rencana apa untuk menjebak Kak Justin.Raisa pun ikut berpikir.


"AHA!Gimana kalau loe dinner aja sama Kak Justin ya semacam kencan," ucap Raisa dengan suara lumayan keras dan penuh antusias.


Aline setuju enggak ya sama rencana Raisa?Terus gimana ya kelanjutan pesta sweet seventeen?Akankah berjalan lancar atau malam sebaliknya?🤔


Tunggu terus kelanjutannya❤


Jangan lupa like dan vote🙏


Mohon maaf kalau ceritanya terkesan muter-muter dan banyak kekurangan disini saya masih belajar.

__ADS_1


Semoga cerita ini bisa menghibur kalian semua😁


__ADS_2