
"Ya ampun ganteng banget mukanya itu 11 12 sama oppa-oppa korea badannya juga tinggi lagi kayaknya aku naksir,”batin Arine sambil terus menatap wajah Kak Justin.
“Woy,malah bengong kenalin ini kakak senior aku Namanya Kak Justin,”ucap Aline yang langsung membuyarkan lamunan Arine.
“Hai,Kak Justin salam kenal ya namaku Arine,”ucap Arine sambil menjulurkan tangan kearah Kak Justin dengan mata yang terus tertuju ke wajah tampan Kak Justin.
“Hai,salam kenal juga kebetulan aku satu falkutas sama Kakak kamu,”ucap Kak Justin sambil membalas uluran tangan Arine dengan ekspresi tersenyum.
Sepertinya Arine tambah terpesona dengan kegantengan dan senyuman manis Kak Justin.Saat bersalaman ia terus mengenggam tangan Kak Justin dan matanya terus memandang wajah tampan Kak Justin.Namun kejadian itu tidak berlangsung lama karena Aline yang menyudahinya.
“Rin,Kak Justin mau pulang iya kan,kak?”tanya Aline sambil melepaskan salaman mereka.
“Iya soalnya ada urusan jadi harus pulang sekarang,lin aku pamit ya,”ucap Kak Justin.
Belum sempat Aline menjawab.Arine sudah menjawab duluan.
“Yah,kok buru-buru,kak?Tapi ya udah enggak papa kok sering sering main kesini,”ucap Arine dengan begitu semangat.
Kak Justin hanya mengangguk dan tersenyum.Arine makin terpesona hingga dia pun ikut melontarkan senyum padahal senyum itu untuk Aline.Sementara Aline hanya geleng-geleng melihat kelakuan adiknya itu.Kak Justin pun pulang dengan motornya disertai cuaca yang nampak panas dan angin sepoi-sepoi.
“Rin,bisa enggak kamu biasa aja sama Kak Justin?”tanya Aline sambil melepaskan sepatu.
“Kayaknya enggak bisa deh,kak soalnya Kak Justin ganteng,tinggi,baik lagi idaman banget,”ucap Arine sambil tersenyum.
“Kayaknya gue salah ngenalin Arine sama Kak Justin tapi udah terlanjur dan kalau dari muka-mukanya Arine kayaknya dia suka sama Kak Justin,”batin Aline.
“Kak,boleh minta no wa Kak Justin? Kakak pasti punya kan?” tanya Arine dengan ekspresi penasaran.
“Gue punya no nya tapi kalau loe minta enggak akan gue kasih,”ucap Aline yang langsung bangkit dari sofa.
“Kok gitu kak,ayo dong kirimi no nya,”ucap Arine sambil memohon-mohon.
“ENGGAK!Yang ada kalau gue kasih ke loe pasti loe bakal ganggu Kak Justin,”ucap Aline yang langsung masuk ke kamar.
“Kak boleh dong pliss kali ini aja nanti aku traktir sepuasnya,”pinta Arine sambil menggedor-nggedor pintu kamar Aline.
Tidak ada jawaban dari Aline.Aline lebih memilih mandi dan beristirahat.Sementara Arine sangat kesal karena tidak ada jawaban dari Aline.Dia pun masuk ke kamar dengan menutup pintu sangat kencang.
"Kayaknya gue harus mikirin cara supaya bisa dapetin no wa nya Kak Justin tanpa ketahuan Kak Aline," batin Arine yang sedang duduk disamping ranjang.
Tak terasa hari pun sudah malam.Kedua orang tua Aline dan Arine pun sudah pulang.Aline sedang sibuk didepan komputernya.Dia sedang mencari tau sosok Dosen Gaib itu.Dia mencari tau lewat sosmed official Universitasnya.Setelah cukup lama mencari akhirnya dia menemukan.
"Oh jadi ini wajah Bu Rossa cantik juga ya awet muda," ucap Aline terkagum-kagum.
Aline terus mencari-cari foto Bu Rossa di Instagram official Universitas nya.
"Ini bukannya Kak Hanna sama Kak Justin ternyata mereka deket banget ya sama Alm.Bu Rossa," ucap Aline sambil mengescroll foto demi foto.
__ADS_1
Tiba-tiba ada yang menganggetkannya.
"Hayo kepo ya sama Ibu aku," ucap Lili secara tiba-tiba dengan mukanya yang pucat dan wajah tertutup sebagian rambut.
"Ih,kamu bikin aku kaget li, iya ini aku lagi cari informasi soal kematian Alm.Bu Rossa," ucap Aline.
"Coba kakak cek ig aku banyak kok foto aku sama ibu," ucap Lili.
"Kamu ya masih inget sosmed kamu sadar enggak kalau kamu itu setan," ucap Aline.
"Hihihi masih suka enggak sadar kak,berasa masih hidup apalagi semenjak ketemu sama kakak waktu kakak pertama kali tinggal disini," ucap Lili.
"Emang kamu itu berbeda dari yang lain eh,tapi ini ada postingan kalau Bu Rossa meninggal dan jasadnya sampai sekarang belum ditemukan," ucap Aline sambil berpikir.
"Nah itu yang bikin aku enggak tenang kak,aku pengen banget jasad ibu aku dimakamin disamping makamku," ucap Lili dengan ekspresi sendu.
"Jangan sedih li,suatu saat pasti kebongkar kok," ucap Aline.
"Tapi aku masih belum paham kenapa orang-orang kampus enggan untuk menyelediki misteri ini," ucap Aline.
Ditempat berbeda Arine nampak memikirkan strategi agar bisa mendapatkan no wa Kak Justin tanpa ketahuan Aline.
"Kayaknya aku harus diem-diem masuk ke kamar Kak Aline terus ambil deh hpnya tapi jangan sampai ketahuan," Arine sambil mengangguk-nganggukkan kepala.
Arine pun bergegas menuju kamar Kakaknya,namun seperti biasa kamar kakaknya tertutup rapat.
Rupanya Mama Lia melihat Arine sedang menguping dikamarnya Aline.Mama Lia pun menghampiri Arine.
"Rin,kamu ngapain nguping-nguping kayak gitu?" tanya Mama Lia.
"Sstt ma,jangan kenceng-kenceng tadi aku denger Kak Aline lagi ngobrol," jawab Arine sambil berbisik-bisik.
"Ya ampun mama kira apa kakak kamu itu lagi ngobrol sama penunggu rumah ini," ucap Mama Lia.
"Oh iya ya ma,kak Aline kan bisa liat setan," ucap Arine.
"Ada-ada aja kamu ya udah mama ke kamar dulu good night," ucap Mama Lia sambil mencium pipi Arine.
"Good night juga," balas Arine.
Mama Lia pun masuk ke kamar.Sementara Arine melanjutkan misinya untuk mendapatkan no wa Kak Justin.Tiba-tiba dia mendengar bahwa supaya langkah kaki dan langkah kaki itu adalah langkah Aline yang hendak ke dapur.
"Waduh Kak Aline mau keluar gue harus ngumpet," ucap Arine panik.
Aline pun keluar dari kamarnya tanpa ada rasa curiga.Sementara Arine masuk ke kamar Aline untuk mengambil handphone Kak Aline.
"Yes,gue udah masuk ke kamarya Kak Aline sekarang gue harus cari handphonennya Kak Aline," ucap Arine sambil mencari-cari handphone Kak Aline.
__ADS_1
Lili masih ada dikamar Aline dan berniat untuk mengerjai Arine.Rupanya dia sering mengerjai Arine,Mama Lia dan Papa Lukman.
"Ngapain dia ada disini?Aku kerjain aja lah," ucap Lili yang tiba-tiba muncul dibelakang Arine.
"Kok gue merinding gini ya," ucap Arine sambil melihat sekeliling kamar Kak Aline.
Tiba-tiba ada suara barang jatuh dan membuat Arine ketakutan.Barang yang jatuh adalah foto Kak Aline yang tergantung di dinding.Bukan itu saja buku-buku milik Kak Aline nampak berjatuhan.
"Aaaaaaaaa kok bisa jatuh sih, ampun-ampun!" teriak Aline
Selain benda berjatuhan ada pula suara seram yang terdengar dikamar Aline.
"Aaaaaaaaaaaa!" teriak Arine.
Suara Arine pun terdengar hingga ke dapur.Aline pun penasaran dengan suara teriakan itu.Dia pun buru-buru menghampiri suara ituBetapa terkejutnya dia melihat Arine berada dikamarnya.Dia nampak ketakutan.
"Loe ngapain dikamar gue?pasti loe mau ambil hp gue kan?" tanya Aline.
"Kak,tolongin aku tadi foto kakak jatuh terus buku-buku kakak juga jatuh terus tadi ada suara serem," ucap Arine ketakutan.
"Makanya jadi orang itu jangan nekat dikerjain kan loe mending sekarang loe tidur besok sekolah kan," ucap Aline.
"Kak,pliss kirimi no nya Kak Justin dong," pinta Arine dengan muka memohon.
"Sekali enggak tetep enggak ya rin,sekarang balik ke kamar terus tidur daripada loe disini dikerjain terus," ucap Aline.
"Kayaknya gue harus cari cara lain supaya bisa ndapetin no nya Kak Justin," batin Arine
Arine keluar dengan perasaan sangat kesal bisa-bisanya dia gagal mendapatkan no nya Kak Justin.Hari pun terus berlalu hingga tiba saatnya Aline berkuliah untuk pertama kalinya. Dia nampak semangat apalagi rasa penasarannya soal kematian pun Bu Rossa semakin menjadi-jadi.Namun saat ia berjalan menuju kampus dia hampir tertabrak.Dan orang yang mau menabraknya adalah Kak Jennie.
"Kalau jalan itu pakai mata kalau ketabrak gimana," ucap Kak Jennie dengan muka judesnya.
"Maaf kak,bukannya aku lancang tapi tadi kakak ngendarain motor sambil main hp jadi ini bukan salah aku," ucap Aline.
"Malah nyalain balik loe udah jelas-jelas yang salah itu loe," ucap Kak Jennie sambil menunjuk-nunjuk muka Aline.
Kak Jennie pun langsung pergi tanpa memperdulikan Aline.Sementara Aline hanya geleng-geleng kepala dan menarik mart panjang.Dia pun langsung menuju ke kelas untuk menerima pelajaran dari Dosen.Namun baru saja ia sampai ke kelas.Rekan-rekan Aline nampak heboh.
"Ini kok pada diluar? tanya Aline kebingungan.
"Ini lin,di ruang kelas kita ada bercak-bercak darah misterius gitu lumayan banyak," ucap Raisa.
Happy Reading🤗.
Jangan lupa like dan vote ya🙏
Maaf banget ya teman-teman belum bisa update setiap hari 🙏.
__ADS_1
Tunggu terus ya kelanjutannya❤️.