Dosen Gaib

Dosen Gaib
66. Arine mengundang Kak Justin ke Pestanya


__ADS_3

Happy Reading semuaa🤗


Sebelumnya Selamat hari raya idul fitri 1442 hijriah Minal Aidzin Wal Faidzin mohon maaf lahir dan batin.Maaf selama penulisan novel ini masih banyak kekurangan.Terima kasih yang sudah setia baca cerita ini dari awal dan memberikan kritikan serta semangat🙏.


Di saat bersamaan Dosen pun masuk ke dalam kelas.Aline pun memasukkan ponsel ke dalam tasnya dan mulai memperhatikan Dosen yang sedang mempersiapkan materi kuliah hari ini.


“Selamat pagi semuaa,”sapa Dosen tersebut.


“Selamat pagi pak,”sahut mahasiswa dan mahasiswi di kelas tersebut.


Setelah selesai menyapa Dosen itu menjelaskan materi apa yang akan dipelajari hari ini.Selama Dosen menjelaskan Aline nampak gelisah.Dia masih memikirkan kejadian tadi pagi.Arine begitu cuek dan dingin padanya padahal biasanya sering bertengkar dengannya.Aline pun izin ke toilet untuk menenangkan dirinya.


“Permisi pak,saya izin ke toilet sebentar,”ucap Aline yang langsung melangkah ke depan kelas.


“Silahkan.”sahut Dosen tersebut sambil menuliskan beberapa materi di papan tulis dengan ekspresi datar.


Aline pun keluar dari kelas.Sementara dua orang temannya Raisa dan Fauzan penasaran apa yang dipikirkan Aline.Mereka juga izin ke toilet dengan waktu yang berbeda selang 2 menit agar Dosen dan yang lainnya tidak curiga.Di wastafel toilet dengan cukup sepi Aline mengecek jam apakah ini masih jam pelajaran Arine atau tidak.Ternyata masih jam pelajaran Aline.Aline pun mengirimkan pesan whatsapp ke Arine berharap Arine memberikan respon.Aline pun bergegas keluar dari toilet.Namun dia merasa aneh karena sesuatu di belakangnya.Perlahan dia membalikkan badan ke arah cermin wastafel.


“Gue yakin tadi ada orang di belakang gue,tapi ya udah lah mending sekarang gue balik ke kelas,”ucap Aline sambil bergegas pergi.


Saat Aline keluar ada bayangan hitam muncul di depan cermin.Bayangan itu berubah wujud menjadi sosok wanita berusia 50 an dengan wajah cukup hancur berlumuran darah.Sepertinya dia penunggu toilet tersebut.Dia menatap kepergian Aline dengan tatapan tajam dan langsung menghilang.Aline bergegas ke kelas.Saat dia membenarkan lengan bajunya ada orang yang menabraknya.


Brukk..


Seseorang itu ternyata Kak Justin.Aline nampak sedikit canggung bertemu dengan Kak Justin.Dibalik tembok tangga sebelah toilet ada dua orang yang mengintip dua orang itu adalah Raisa dan Fauzan.Aline dan Kak Justin beradu pandang cukup lama suasana saat itu cukup canggung karena Kak Justin adalah orang yang dicurigai Aline dalam misteri pembunuhan Almh.Bu Rossa(Dosen Gaib) hingga akhirnya Kak Justin memulai obrolan agar suasana cair.


“Maaf ya lin,aku enggak sengaja,”ucap Kak Justin dengan suara lembut dan halus.


“Eeeee,enggak papa kok kak,aku permisi dulu ya,”ucap Aline penuh kecanggungan dan bergegas pergi.


Tiba-tiba Kak Justin memegang pergelangan tangan Aline seolah-olah mencegah Aline pergi.Aline pun kaget.


“Tunggu dulu lin,aku mau nanya besok malam kamu sibuk apa enggak?” tanya Kak Justin yang lagi-lagi dengan suara lembutnya.


“Maaf sebelumnya emang kenapa ya,kak?” tanya balik Aline sambil melepaskan genggaman tangan Aline.

__ADS_1


“Rencanannya aku mau ngajak kamu makan kira-kira kamu mau apa enggak?” tanya Kak Justin pada Aline.


Aline tercengang mendengar ajakan Kak Justin.Berbeda dengan respon Raisa yang nampak antusias dengan pernyataan Kak Justin.Sementara Fauzan nampak tidak suka dengan ajakan Kak Justin.


“Wah!Ini kesempatan kita buat njebak Kak Justin jadi,kita enggak perlu capek-capek ngatur strategi,”ucap Raisa penuh antusias dibalik tembok tangga sebelah toilet.


“Apaaan sih!Kak Justin sok deket banget pakai ngajak-ngajak makan segala,”ucap Fauzan dengan ekspresi kesal.


“Zan,ini itu kesempatan Aline buat ngejebak Kak Justin gue yakin Aline punya rencana dibalik ajakan Kak Justin mending loe diem aja deh,kita enggak tau keputusan Aline itu apa,”ucap Raisa dengan suara cukup keras.


Aline menengok ke arah tangga karena mendengar suara.Begitu pula dengan Kak Justin yang juga mendengar suara dibalik tembok tangga sebelah toilet.Namun mereka melanjutkan pembicaraan.Sepertinya Aline masih mempertimbangkan ajakan Kak Justin.


“Aku kabari nanti ya kak,soalnya aku enggak tau bisa apa enggak ya udah aku permisi dulu kak,”ucap Aline yang langsung pergi menuju kelas.


“Oke lin,aku tunggu,”ucap Kak Justin dengan muka berbinar-binar.


Di balik tembok tangga sebelah toilat nampak suara kegaduhan.


“Sstt…bisa enggak ngomongnya enggak kenceng-kenceng kalau kedengeran gimana?” tanya Fauzan dengan suara pelan.


Mereka pun kembali ke kelas.Kak Justin nampak belum beranjak dari tempat itu.Wajahnya nampak berseri-seri disertai senyum dibibir manisnya.Kak Justin benar-benar suka dengan Aline.Dia berencana untuk menyatakan perasaannya pada Aline.Walaupun itu rasanya tidak mungkin untuk diterima karena perbuatannya pada masa lalu.Kak Justin pun melanjutkan perjalanan ke kelasnya.


Aline dan teman-temannya pun ke kelas.Aline curiga terhadap Raisa dan Fauzan dengan memberi tatapan curiga.Sementara Raisa dan Fauzan berusaha biasa aja seolah-olah tidak terjadi apa-apa.Jam menunjukkan pukul 10.00 WIB.Aline dan teman-temannya sudah selesai pembelajaran dan diperbolehkan untuk pulang.Seperti biasa Aline,Raisa,dan Fauzan mampir ke kantin dulu untuk merenggangkan pikiran.Mereka memesan beberapa minuman dan camilan pada ibu kantin.Kondisi kantin saat itu cukup ramai banyak mahasiswa dan mahasiswi yang makan dan minum,mengerjakan tugas,atau pun sekedar nongkrong apalagi dikantin tersebut dilengkapi wifi gratis.Aline,Raisa,dan Fauzan nampak menyantap pesanan mereka.Saat menyantap makanan dan minuman Fauzan bertanya sesuatu pada Aline.


“Lin,sebenarnya ada apa?” tanya Fauzan dengan muka serius.


“Jadi,gini ini bukan soal Bu Rossa,tapi ini soal adik gue Arine tadi pagi dia judes ,cuek,dan ketus sama gue padahal besok dia ulang tahun.Jujur gue bertanya-tanya kenapa dia kayak gitu,”ucap Aline sambil menyeruput minuman soda dihadapannya.


“Udah cuekin aja lin,nanti juga baikan lagi santuyy,”ucap Fauzan dengan santainya.


“Dari pada loe pusing mikirin Arine mending loe mikirin rencana buat ngejebak Kak Justin gue denger-denger loe diiajakin jalan ya sama Kak Justin?” tanya Raisa sambil mencolek-colek French fries pada saus sambal.


“Kok Raisa tau ya kalau tadi Kak Justin ngajakin gue jalan?huff…Pasti tadi dia nguping” tanya Aline dalam hati sambil menghela nafas panjang.


Raisa nampak menyantap French friesnya dengan begitu lahapnya.Sementara Fauzan menghela nafas panjang karena perkataan Raisa tadi.

__ADS_1


“Si Raisa ember banget ngapain coba dia nanya kayak gitu,”batin Fauzan dengan muka betenya sambil melirik Raisa.


Aline pun menjawab pertanyaan Aline bahwa dia sedang mempertimbangkan ajakan Kak Justin tadi.Raisa nampak memberi masukan untuk Aline untuk menerima ajakan Kak Justin tadi karena bisa dijadikan kesempatan untuk menjebak Kak Justin.Sementara Fauzan nampak tidak setuju dengan masukan yang diberikan Raisa karena itu bukan ide yang tepat dan hanya membuang-buang waktuPertengakaran pun tak dihindarkan.Aline nampak pusing menghadapi kedua temannya itu.Raisa dan Fauzan masih saja beradu mulutt hingga banyak mahasiswa dan mahasiswi yang memperhatikan mereka dengan tatapan aneh.


Tanpa pikir panjang Aline langsung menarik tangan kedua temannya supaya kondisi tidak makin menjadi-jadi.Aline membawa Raisa dan Fauzan ke parkiran dan langsung menyuruh mereka pulang.


“Lin,kok loe nyuruh kita pulang?” tanya Raisa sambil


melepaskan genggaman tangan Aline.


“Nanti malem gue bakal mutusin apakah gue setuju sama ide loe atau ide loe,”sambil menunjuk Raisa dan Fauzan.


Aline pun langsung melesat dengan motornya meninggalkan Raisa dan Fauzan diparkiran.Sepertinya mereka sudah mereda mendengarkan perkataan Aline tadi.Mereka pun pulang.Namun dijok motor Raisa nampak ada sosok tak kasat mata.


Disekolah Arine.Arine nampak sedang beristirahat di kelas.Kondisi kelas saat itu nampak sepi hanya ada beberapa orang. Dia memutuskan untuk menelepon Kak Justin untuk datang ke pesta ulang tahunnya.sebelumya dia mengecek pesan whatsapps yang ia kirim apakah sudah dibaca ternyata belum.Berulang kali dia menelepon.Akhirya diangkat juga.Arine sangat senang akhirnya telefonnya diangkat.


“Hallo,Kak Justin,”ucap Arine dengan suara pelan agar tidak ada orang yang mendengar.


"Arine?Ngapain coba dia nelefon gue kira Aline.Ada apa,lin?" tanya Kak Justin dengan suara pelan.


“Ini kak,besok kan aku ulang tahun nah,aku mau ngundang kakak kira-kira kakak bisa enggak?Acaranya jam 19.00.”tanya Arine penuh harap.


“Males banget harus datang ke pesta alay kayak gitu buang-buang waktu doang apalagi sama Arine jujur males banget,”batin Kak Justin dengan ekspresi kesal.


“Gimana kak bisa kan?” tanya Arine penuh harap.


“Kalau gue nolak enggak enak sama Aline terpaksa gue harus nerima mudah-mudahan besok ada Aline,”batin Kak Justin.


Kak Justin pun mau datang ke pesta ulang tahun Arine walaupun terpaksa.Arine pun sangat senang mendengar pernyataan Kak Justin.


Kak Justin bener-bener datang ke pesta ulang tahun ke-17nya Aline enggak ya?Lalu bagaimana dengan Rencana Aline?


Tunggu terus kelanjutannya❤


Jangan lupa like dan vote

__ADS_1


Maaf updatenya lama dan masih banyak kekurangan.


__ADS_2