
Happy reading semuaaa 🤗.
Terima kasih atas dukungan kalian jujur pengen banget kenal kalian lebih jauh lagi boleh banget kirim no wa kalian ya supaya kita bisa ngobrol lebih banyak😉.
_______________*****__________________
“Permisi,” ucap Aline sambil terus mengetuk pintu rumah Luna dan Pak Ali dengan suara cukup lantang.
“Kak Aline kenapa mukanya khawatir kayak gitu ya?Ngebet banget lagi ke rumah Luna?” tanya Arine dalam hati sambil menatap kakaknya dengan tatapan heran.
“Lin, kayaknya enggak ada orang deh,” ucap Raisa dengan nada pelan.
“Iya sepi banget lin, apa kita tanya orang aja?” tanya Fauzan dengan nada pelan.
Tiba-tiba keluaran bapak-bapak berusia sekitar 50 tahunan dengan baju santai dari dalam rumah ternyata itu adalah Pak Ali ayah Luna yang baru saja pulang kerja.Aline menatap wajah Pak Ali dengan tatapan sangat intens sambil sesekali membuka ponselnya untuk melihat foto keluarga Almh.Bu Rossa dan Lili.Sementaar Pak Ali langsung menanyakan sesuatu hal pada mereka.
“Ini ada apa ya?” tanya Pak Ali dengan suara pelan.
“Alhamdullilah iya bener ini mantan suami Almh.Bu Rossa dari segi wajah,postur tubuh sangat mirip tapi, gue harus ngomong apa ya?” tanya Aline dalam hati sambil terus memandang wajah Pak Ali.
“Kak Aline itu di tanya,” ucap Arine sambil menyenggol pelan kakaknya dan membuat Aline tersadar.
“Eh, maaf pak, kalau kedatangan kita menganggu istirahat bapak sebelumnya perkenalkan ini saya Aline Dwi Sanjanya kakak kandung Arinegadis yang jadi korban penculikan ini teman-teman saya Raisa dan Fauzan kedatangan kami ke sini untuk mencari Luna apa dia ada di rumah?” tanya Aline dengan nada gugup.
“Oh iya salam kenal saya Ali….ayah dari Luna dia lagi enggak ada di rumah bukannya tadi sama Arine ya?” tanya Pak Ali dengan ekspresikeheranan.
Ada sosok gadis seumuran dengan Arine tampak berjalan menuju rumah Pak Ali dengan langkah sangat pelan dan wajah masam ternyata itu adalah Luna .Luna tampak menunduk tanpa memperdulikan orang-orang yang ada ada di depan rumahnya bahkan Pak Ali pun tidak ia perdulikan.Luna langsung nyelonong
masuk.Namun, ada tangan yang berusaha
__ADS_1
mencegahnya untuk masuk.
“Lun, aku perlu bicara sama kamu soal masalah yang tadi,” ucap Aline sembari memegang tangan Luna.
“Aku rasa enggak ada yang perlu di bicarakan lagi sebelum kakak buktikan omongan kakak tadi,” ucap Luna sambil melepas tangan Aline dari pergelangan tangannya.
“Sebenarnya ini ada apa?Luna ayo jawab!” perintah Pak Ali dengan nada meninggi.
“Yah, Kak Aline bilang kalau ibu dan adik udah enggak ada maksud dia omong kayak gitu apa?” tanya Luna dengan air mata yang mulai mengucur di kelopak matanya yang indah.
Semua orang yang ada di sana tampak tercengang dan kebingungan apalagi Pak Ali ia sangat-sangat shock mendengar perkataan putri sulungnya dan saat ini di temani sinar matahari yang mulai tenggelam bersamaan
dengan heningnya suasana semua mata tertuju pada Aline.Aline berusaha tenang
dan menarik nafas dalam-dalam ia belum mengucapkan sepatah kata pun yang ada di pikirannya adalah bagaimana ia menjelaskan semuanya pada Pak Ali dan Luna.Saat ia sedang dalam kebingungan tatapannya tertuju pada sesuatu ternyata ada Almh.Bu Rossa dan Lili di teras Pak Ali.
“Lin, ceritakan saja semuanya ibu tau ini berat buat kamu insyallah ibu dan Lili akan tenang,” ucap Almh.Bu Rossa sambil tersenyum sembari merangkul Lili.
“Gue juga enggak tau sa, kita nyimak aja lah enggak usah banyak omong,” bisik Fauzan.
“Sebelumnya saya mohon maaf ya pak, datang-datang membawa berita seperti ini tapi, memang benar kalau mantan istri bapak dan anak bungsu bapak sudah meninggal dunia satu tahun yang lalu soal penyebab saya belum siap cerita pada intinya saya enggak bohong pak, demi Allah SWT kalau Luna dan Pak Ali belum percaya sekarang saya bisa berkomunikasi dengan mereka,” ucap Aline dengan nada pelan.
“Astagfirulllah,” ucap Pak Ali dengan nada pelan dan langsung merebahkan diri di kursi teras.
“Astagfirullah enggak-enggak mungkin ini aku pasti mimpi mana buktinya kak.sekarang kakak ceritain sebenarnya apa yang terjadi ibu,lili enggak mungkin kalian udah enggak ada," ucap Luna dengan air mata bercucuran di pipi.
“Ya Allah SWT enggak tega liat ekspresi mereka harus kehilangan orang yang mereka sayangi dan orang itu harus meninggal dengan cara mengenaskan,” batin Aline dengan mata berkaca-kaca.
"Gue paham-paham jadi, Luna dan Pak Ali adalah orang yang selama ini kita cari turut berduka cita ya pak, kita juga enggak nyangka bakal jadi kayak gini," ucap Fauzan dengan nada pelan.
__ADS_1
"Iya pak, saya juga turut berduka cita," sambung Raisa dengan nada pelan.
"Lun, pak aku turut berduka cita walaupun aku enggak paham apa yang sebenarnya terjadi yang kuatnya yang tabah," ucap Arien sambil memeluk erat sahabat barunya dengan mata berkaca-kaca.
Sesaat kemudian Arine melepaskan pelukannya.Aline menatap Pak Ali dan Luna dengan tatapan tak tega.Aline terdiam sesaat dan memikirkan sesuatu.
"Besok aku harus membawa Pak Ali dan Luna ke Jakarta dan soal menceritakan semuanya aku harus menunggu momentum yang pas," batin Aline dengan penuh keyakinan.
Almh.Bu Rossa terlihat tersenyum ia sangat sedih melihat kondisi Luna dan Pak Ali
Di tengah suasana yang masih di hantui rasa kesedihan yang begitu mendalam Aline membawa Pak Ali dan Luna yang masih shock masuk ke rumah di bantuan Raisa,Fauzan,dan Arine dan memutuskan untuk menginap.
"Enggak nyangka kalau bakal seperti ini ibu sangat menyayangi kamu Lun, seandainya ibu masih ibu ingin sekali ibu memeluk tubuh mungil mu,mencium pipi dan kening mu dan untuk mantan suamiku terimakasih kasih sudah merawat Luna," ucap Almh.Bu Rossa sambil tersenyum dan menitikkan air mata.
"Hiks..Kak Luna....Papaaa Lili kangen banget pengen peluk kalian," ucap Lili sambil menangis.
Semalamam Pak Ali dan Luna sama sekali tidak menunjukkan senyuman mereka sangat terpukul dengan kepergian Almh.Bu Rossa dan Lili.Tak terasa hari pun pagi marahi bersinar dengan sangat terang dan cerah dengan suara riuh burung-burunf merpati dan beberapa ayam sekarang posisi mereka berada di meja makan sederhana untuk breakfast.Pak Ali dan Luna terlihat kasih sedih dan terpukul.
"Pak,Luna mungkin ini memang berat buat kalian tapi, percayalah ini semua sudah garis takdir jujur saya juga enggak nyangka dan sedih oh ya hari ini saya mau balik ke Jakarta rencananya saya mau membawa kalian bagaimana?" tanya Aline dengan nada pelan.
"Saya mau-mau saja semua tergantung Luna," ucap Pak Ali dengan nada pelan.
"Aku kangen sama mama kak, jadi aku mau walaupun aku harus ngeliat mama dengan kondisi sudah meninggal," ucap Luan dengan air mata yang bercucuran deras di pipi manisnya.
Pak Ali memeluk putri sulungnya dengan sangat erat mereka terlihat menguatkan satu sama lain.Almh.Bu Rossa dan Lili tak kuasa menitikkan air mata saat melihat Luna dan Pak Ali berpelukan.Mereka tampak memeluk Pak Ali dan Luna walaupun pelukan dan raga mereka sudah tidak terlihat.
Pak Ali dan Luna sudah tau semuanya.Selanjutnya apa yang akan terjadi?Akan seperti apakah?
Tunggu chapter terakhirnya ya❤️.
__ADS_1
Jangan lupa like dan vote 🙏.
Mohon maaf update nya lama sedang ada kesibukan lain jadi,nulisnya agak di kurangi.