
Happy Reading🤗
Sebelumnya mohon maaf akhir-akhir ini update nya lama karena suatu hal yang tidak bisa saya bicarakan🙏.
Kok gue jadi merinding gini ya,”ujar Kak Justin yang berhenti sejenak di depan pintu kamar kosnya.
Justin pun membuka pintu kamar kosnya secara pelan-pelan.Di luar tidak ada siapa pun yang ada Justin pun keluar untuk memastikan apa ada orang disekitar kos-kosan diiringi hembusan angin yang dingin.Tidak ada hal yang mencurigakan Justin pun kembali masuk ke kamar kosnya.Namun baru saja menginjakkan kaki kearah pintu ada yang menyentuh pundaknya.Justin pun berbalik badan.Betapa kagetnya dia.
“Buuu…Rossaaa maafin saya buu saya udah ngelakuin dosa yang sangat besar saya mohon jangan ganggu saya,”ujar Justin dengan suara terbata-bata.
Almh.Bu Rossa nampak menyeramkan dengan muka pucat penuh dengan darah,rambut berantakan serta berpakaian seragam dosen dengan sorot mata tajam ke arah Justin.
“TIDAK ADA MAAF UNTUK KAMUU.KAMU HARUS MATIII!”Ujar Bu Rossa sambil melayang mendekati Justin yang nampak ketakutan.
“Ampunii saayaa bu,saya mohon,”pinta Justin yang bergerak mundur untuk menghindari Bu Rossa.
“TIDAK AMPUUN KAMU HARUS MEMBAYAR SEMUA YANG KAMU LAKUKAN KEPADAA SAYAA!”Ucap Bu Rossa yang terus bergerak maju.
Justin bingung harus berbuat apa,dia sangat merasa bersalah atas apa yang dilakukannya di masa lalu.Almh.Bu Rossa terus mendekati Justin.Ibu Kos yang kebetulan keluar dari kamar melihat Justin ketakutan dan langsung menghampiri Justin.
“Nak Justin,kamu kenapa?”Tanya ibu kos yang berdiri tepat di belakang Justin.
“Eh,ibu ngaget-ngagetin aja Saya enggak papa kok bu,”ujar Justin yang kaget karena ibu kos tiba-tiba berada dibelakangnya.
“Oh ya udah,terus kamu ngapain ada disini?”Tanya ibu kos dengan suara lembut.
“Saayaa tadi dari luar bu,cari angin,”ujar Justin dengan suara terbata-bata.
“Ya udah buruan tidur sudah jam segini lho,”ucap ibu kos sambil berjalan menuju kamar kosnya.
“Iya bu,selamat malam huff...”ucap Justin sambil menghela nafas panjang.
Almh.Bu Rossa menghilang bersamaan dengan kedatangan ibu kos.Sementara itu Justin masuk ke kamar perassannya campur aduk.Sepertinya malam ini Justin tidak bisa tidur karena kejadian tadi.Di tempaat yang berbeda Aline terus memikirkan cara untuk menjebak Kak Justin.
__ADS_1
“Sebenernya gue pengen ngejebak Kak Justin besok pas ultahnya Arine,tapi gue enggak mau menghancurkan kebahagiaannya.Gimana kalau dugaan gue bener?”Tanya Aline sambil berpikir.
Aline pun terlelap tidur disampingnya ada Lili,hantu yang selalu menemaninya.Jam terus berputar dan sudah menunjukkan pukul 06.00 WIB.Aline dan Arine bersiap-siap untuk ke kampus dan kampus.Arine sudah mulai melunak ke Aline mungkin karena hari ini ultahnya.Dia nampak tersenyum pada Aline dan yang lainnya.Aline nampak senang melihat adiknya sudah melunak dan bersikap biasanya begitu pula dengan mama Lia.Mereka nampak sarapan pagi di meja makan.
“Ma,tau enggak hari ini hari apa?”Tanya Arine pada mamanya.
“Harii ini…Hari kita bayar tagihan air sama listrik,”ujar Mama Lia sambil tersenyum.
“Ih,mama kok gitu apa mama lupa ya hari ini ultahku,”batin Arine dengan ekspresi bete.
“Happy birthday to you-Happy birthday to you-happy birthday happy birthday happy birthday to you selamat ulang tahun anak mama yang paling cantik semoga panjang umur,sehat selalu,sukses selalu,”ucap Mama Lia sambil menghampiri Arine.
“Aaaaaa Mamaa makasih ucapannya aku kira mama lupa sama ultah aku,”ucap Arine yang nampak senang mendapat ucapan mamanya.
Aline hanya diam dan memandang Arine dia sangat bahagia melihat Arine tersenyum.Disamping Aline ada anak Almh.Bu Rossa Lili.Dia nampak sedih melihat kebahagiaan Arine yang mendapatkan pelukan hangat dari ibunya.Aline mengalihkan pendangan ke arah Lili yang nampak sedih ingin rasanya ia memeluk Lili,namun itu tidak mungkin.Dia kembali mengarahkan pandangannya ke Arine dan mamanya.
“Sama-sama nak,ya udah kita lanjut makan yuk,”ucap Mama Lia.
Mama Lia kembali ke posisi semula.Arine pun melanjutkan makan sambil sesekali melirik Aline.Namun lirikan Arine putus karena tiba-tiba gelas goblet milik kakaknya yang berisi air putih jatuh dan pecah dengan sendirinya.Aline nampak terkejut begitu pula Mama Lia.Rupanya Lili yang menyenggol gelas milik Aline hingga pecah dengan sigap Aline pun membereskan pecahan-pecahan gelas itu.
“Tadi enggak sengaja aku senggol maaf ma,rin,kalau tiba-tiba ngagetin,”ujar Aline.
“Aduh!Ada-ada aja Lili,untung mama sama Arine enggak curigaa,”batin Aline.
“Kak Aline kayaknya bohong deh,pasti makhluk halus yang bikin gelas itu pecah,”batin Arine sambil melirik Aline yang sedang membersihkan pecahan-pecahan gelas.
Setelah selesai membersihkan Aline dan Arine pun berangkat.Seperti biasa Aline yang menghantarkan Arine ke sekolah.Namun Arine menolak karena sudah memesan ojek online.Aline pun merasa sepertinya Arine masih marah dengannya.Dengan sigap ia menarik tangan Arine untuk berangkat bareng dengannya.
“Kak Loe apaan sih,narik-narik?”Tanya Arine disertai suara lantang.
“Gue enggak jadi jalan sama Kak Justin jadi,loe enggak perlu marah lagi pula Kak Justin nanti bakal datang ke pesta loe,”ucap Aline dengan suara tegas.
“Oh,bagus dong ya udah aku mau bareng sama kakak btw makasih buat ucapannya kak,tapi loe jangan geer dulun awas aja kalau Kak Justin enggak datang kakak akan tau akibatnya,”ucap Arine sambil menatap kakaknya dengan sorot mata tajam.
__ADS_1
“Astaga,Arine bener-bener udah tergila-gila sama Kak Justin gimana coba cara bikin Arin ilfill sama Kak Justin,”batin Aline.
Mereka pun berpamitan.Tak butuh lama untuk sampai ke sekolah Arine hanya perlu waktu 5-10 ment.Disana Aline dan Arine disambut teman-teman Arine yang heboh dan cerewet.Aline pun nampak cuek dan pergi menuju kampus.Sesampainya di kampus dia langsung menuju kelas.Di kelas dia langsung dihampiri dua rekannya.
“Lin,terus gimana rencana loe?”Tanya Raisa yang langsung duduk di kuris kosong samping kursi Aline.
“Iya loe setuju sama gue apa sama Raisa?”Tanya Fauzan yang nampak berdiri di samping kanan Aline.
“Jangan pada rebut dong lagian kalau kalian terus nanya gue bakal enggak ngajakin kalian,”ujar Aline pada dua rekannya.
“Kok gitu lin,jangan dong kita penasaran banget siapa yang bunuh Dosen Gaib itu,”Ujar Raisa.
“Intinya nanti kita datang ke pesta ultahnya Arine soalnya Kak Justin ada disana,”ucap Aline yang terkesan cuek pada dua rekannya.
“Apa?Kak Justin datang ke pesta ultah adik loe kok dia mau ya?”Tanya Raisa tidak percaya.
“Halah!palingan mau tebar-tebar pesona atau enggak caper sama Aline,”Ujar Fauzan dengan suara khas.
“Enggak sok tau za,terus rencana loe apa?”Tanya Raisa sambil menatap Aline.
Di kelas sudah ada dosen yang datang sekitar 1 menit yang lalu,namun Raisa dan Fauzan tidak menyadari.Mereka masih saja menatap Aline sementara Aline memandang ke depan hingga suatu saat ada yang menyadarkan mereka.
“Raisa itu bukan tempat duduk kamu ngapain kamu duduk disitu dan kamu Fauzan ini sudah jam kulian ngapain masih berdiri duduk!”perintah Dosen tersebut.
Raisa dan Fauzan kompak memandang ke arah depan dan sekeliling.Mereka kaget karena sudah ada dosen.Dengah ekspresi malu mereka pun duduk di tempat duduk mereka.Sementara mahasiswa yang duduk disebelah Aline langsung duduk karena sudah berdiri sudah cukup lama.Dosen pun memulai materi kuliah hari ini.Sementara itu Kak Justin yang sedang duduk di kelas masih merasa ketakutan karena kejadian kemarin.Dia terus melihat sekeliling ruang kelas yang nampak cukup ramai.
“Sumpah perasaan gue enggak enak banget apa gue ngaku aja ya,tapi kalau gue ngaku gue pasti dipenjara dan di keluarin dari kampus,”batin Kak Justin.
Gimana ya pesta ultahnya Arine?Terus sebenarnya rencana Aline apa ya?
Tunggu terus kelanjutannya❤
Jangan lupa like dan vote🙏
__ADS_1
Maaf kalau masih banyak kekurangan insyallah setelah tamat akan saya revisi.