
Mereka pun ikut masuk menyusul Kak Justin.Disana Kak Justin terlihat sedang duduk dan melihat sekeliling ruang tamu Rumah Aline.
"Kak Justin mau minum apa?" tanya Arine sambil tersenyum.
"Apa aja boleh," ucap Kak Justin dengan suara lembut dan halus.Dilubuk hatinya paling dalam dia mencari keberadaan Aline padahal ini adalah rumahnya.
"Ya udah minumnya jus aja ya kak mau jus apa?" tanya Arine.
"Seadanya aja," ucap Kak Justin singkat
"Cuma Kak Justin doang yang ditawari?" tanya salah satu teman Arine.
"iya nih rin,gue haus banget gue mau minum lemon tea ya es banyak," sambung salah satu Arine yang langsung request minumannya.
"Eh iya,loe lemon tea ya kalau loe apa?" tanya Arine sambil tersenyum kecut ke arah temannya.
"Gueee apa aja boleh biar sama kayak Kak Justin,"ucap salah satu teman Arine.
Arine hanya mengangguk dan berusaha tersenyum padahal dia sangat kesal dengan ulah teman-temannya itu,tapi karena ada Kak Justin dia harus menjaga image nya agar terlihat baik didepan Kak Justin.Arine pun menuju ke dapur.Sementara dua teman Arine nampak berusaha mendekati Kak Justin.
"Kak, perkenalkan nama aku Santi," ucap salah teman Aline yang diketahui bernama Santi sambil menyodorkan tangannya.
"Salam kenal juga san," ucap Kak Justin sambil membalas jabatan tangan santi.
Rupanya teman Arine itu sangat terpesona dengan Kak Justin hingga dia tidak mau melepaskan jabatan tangannya.Dia malah tersenyum-senyum memandang wajah tampan Kak Justin.Teman Arine yang satunya tidak terima ,dia pun melepaskan jabatan yang tangan santi.
"Kak,Justin perkenalkan nama aku Bella," ucap teman Arine yang diketahui bernama Bella sambil menyodorkan tangannya.
"Salam Kenal ya bel," ucap Kak Justin membalas sodoran tangan Kak Justin.
Santi nampak sangat kesal dengan ulah Bella.Sama seperti kasus Arine dan juga Santi,dia juga tak kunjung melepaskan tangannya.
"Iniii minumannya," ucap Arine sambil meletakkan nampan dengan cukup kera ke meja dan menatap tajam ke arah dua temannya.
Sontak Bella yang masih menggenggam tangan Kak Justin langsung melepaskan tangan Kak Justin.
"Makasih ya rin,jadi ngrepoti," ucap Kak Justin.
"Sama-sama kak,enggak ngrepoti kok kak,aku malah seneng," ucap Arine sambil tersenyum.
"Makasih ya rin,loe emang temen gue palingggg baik," ucap Santi.
"Gue minum ya,ayo kak diminum minumannya," ucap Bella sambil tersenyum.
"Oke," ucap Arine singkat,padat,dan jelas.
Mereka pun memulai kegiatan mereka walaupun diselingi dengan modus-modus.Sementara itu Aline nampak sudah sampai di depan gerbang rumahnya,namun dia memarkirkan motornya di depan gerbang.Raisa dan Fauzan juga sudah sampai dirumah Aline.
__ADS_1
"Lin,loe ngapain parkir motor disini?" tanya Raisa sambil membuka helmnya.
"Iya,kenapa enggak parkir didalam aja?" tanya Fauzan.
Aline membuka pintu gerbang secara pelan-pelan dan langsung masuk tanpa menjawab pertanyaan Raisa dan Fauzan.
"Lin, bukan nya njawab malah langsung masuk ," ucap Raisa yang langsung masuk ke rumah Aline.
"Eh,tungguin dong," sambung Fauzan yang buru-buru turun dari motornya hingga helm yang ia pakai masih terpasang di kepalanya.
Aline berjalan pelan-pelan diikuti Raisa dan Fauzan.Sekarang posisi mereka ada di depan jendela ruang tamu rumah Aline.
"Lin,ngapain kita disini bukannya masuk?" tanya Raisa.
"Iya nih,loe itu udah kayak mau maling," ucap Fauzan.
"Ssttt...Kalian bisa diem enggak? Gue itu lagi mengawasi mereka," ucap Aline.
"Ohhh lagi ngawasin ngomong dong," ucap Raisa.
Sambil melihat Arine dan teman-temannya serta Kak Justin Fauzan berkata," Kayak nya adik loe suka sama Kak Justin," ucap Fauzan.
"Bukan kayaknya lagi,tapi emang bener Arine emang suka sama Kak Justin," ucap Aline sambil melihat gerak-gerik mereka di balik jendela.
"Cie-cie cemburu ya," goda Raisa.
"Kok gue lega ya ternyata Aline enggak ada perasaan apa-apa sama Kak Justin," batin Fauzan.
Di dalam Kak Justin nampak mengajari mereka tentang ekonomi karena mereka anak ips.Bukannya memperhatikan apa yang diajarkan Kak Justin,mereka malah senyum-senyum sambil melihat wajah Kak Justin.
"Ya ampun,ini manusia apa bukan kok ganteng nya kelewatan," batin Bella yang matanya terus saja memperhatikan Kak Justin.
"Kalau senior nya modelan kayak gini tiap pasti betah banget," sambung Santi sambil tersenyum ke arah wajah Kak Justin.
"Fiks,gue suka sama Kak Justin,tapi dia udah punya pacar belum ya?Apa jangan-jangan Kak Aline pacarnya Kak Justin?Ah enggak mungkin Kak Aline kan masih Mahasiswi baru," ucap Arine sambil terus memandang wajah Kak Justin.
Dibalik jendela Aline,Raisa,dan,Fauzan masih memantau gerak-gerik Kak Justin,Arine,dan teman-temannya.
"Lin, mereka genit-genit banget," ucap Raisa.
"Iya,apalagi adik loe berbeda seratus delapan puluh derajat samaa loe," sambung Fauzan.
"Ya pastinya beda dong,tapi gue mendadak khawatir sama Arine gimana kalau dia sampai tergila-gila sama Kak Justin," ucap Aline.
Kak Justin nampak sangat sabar mengajari Arine dan teman-temannya.Jujur dalam hatinya dia khawatir karena Aline belum kunjung pulang.
"Aline kemana ya?Kok jam segini belum pulang," tanya Kak Justin dalam hati sambil melihat ke arah jam dinding milik Aline
__ADS_1
"Rin,saya mau tanya boleh kan?" tanya Kak Justin pada Arine yang tengah menyalin apa yang sudah diajarkan Kak Justin.
"Ya boleh dong kak,mau tanya apa?" tanya Arine sambil tersenyum genit.
"Ini Aline kok belum pulang ya?" tanya Kak Justin.
"Yaelah,ternyata nanyain Kak Aline,batin Arine,namun dia langsung menjawab" mungkin Kak Aline lagi dirumah temennya kak," ucap Arine.
"Ohhh gitu ya," ujar Kak Justin.
"Kasian banget si Arine," batin Santi sambil tertawa.
Arine nampak tersenyum kecut dan sedikit kesal karena Kak Justin malah menanyakan Kakaknya.Les pun sudah selesai dan tidak ada hal menjanggal saat les sedang berlangsung.
"Lesnya udah selesai kita harus cepet-cepet mindahin motor supaya enggak ada yang curiga," ucap Aline.
Aline,Raisa,dan Fauzan pun buru-buru memindahkan motor mereka yang terparkir di depan gerbang.Kak Justin sudah berada diluar.
"Makasih ya Kak Justin sudah meluangkan waktunya buat ngajarin kita," ucap Arine.
"Iya sama-sama semoga ilmu yang saya ajarkan bisa bermanfaat buat kalian," balas Kak Justin sambil tersenyum manis.
"Aduh,manis banget senyum nya," ucap Bella secara spontan.
Kak Justin pun pulang.Sementara Aline,Raisa,dan Fauzan bersembunyi di lompetan samping rumah Aline.
"Untung kita enggak ketawan," ucap Raisa.
Aline pun pulang ke rumahnya.Raisa dan Faizan memutuskan untuk pulang.
"Eh,Kak Aline baru pulang,kak?" tanya Santi teman Arine.
Aline nampak cuek dan langsung masuk tanpa menjawab pertanyaan teman Aline.
"Yeee,malah langsung masuk bukannya jawab," ucap Santi.
"Biasa lah Kak Aline orang nya emang kayak gitu," ucap Arine.
Aline pun merebahkan tubuhnya di atas sofa.Saat tubuh nya menyentuh sofa ,dia merasa ada sesuatu yang menjanggal.
Wah,kira-kira apa ya yang menjanggal?
Tunggu terus ya kelanjutannya ❤️.
Jangan lupa like dan Vote 🙏.
Ditunggu kritik dan sarannya.
__ADS_1
Mohon maaf belum bisa update setiap hari.