
"Ini ruangan yang gue maksud," ucap Aline.
"Nyeremin banget Lin," ucap Raisa ketakutan.
"Kayaknya ini bekas ruang kelas," sambung Fauzan sambil berdiri.
"Bukan kayaknya lagi,tapi emang ini dulunya kelas," ucap Aline.
"Terus kita mau ngapain disini,Lin?" tanya Raisa.
"Kalian cari sesuatu di ruangan ini ya kemarin gue baru nemu beberapa," ucap Aline sambil melihat-liat tumpukkan kursi dan meja kampus yang berserakan.
Tiba-tiba ada bunyi yang cukup nyaring hingga membuat Raisa dan Fauzan kaget ternyata jendela diruangan itu terbuka dengan sendirinya.
"Kayak nya penunggu di ruangan ini enggak suka deh,sama kehadiran kita," ucap Raisa sambil melihat-lihat isi ruangan.
"Iya lin, jangan lama-lama ya filling gue enggak enak," ucap Fauzan.
"Aduh,kalian ini kemarin kepo banget sekarang nyuruh cepet-cepet," ucap Aline.
Mereka sibuk mencari barang-barang yang bisa dijadikan bukti atau petunjuk.
"Ini tempat kotor banget enggak pernah dibersihin kali ya," ucap Raisa sambil memilah dan memilih reruntuhan tembok.
Prak......
Vas bunga yang ada di meja tiba-tiba jatuh dengan sendirinya seolah-olah ada yang menjatuhkannya.
"AAAAAAAAAAAA!" teriak Raisa.
Aline dan Fauzan yang mendengar teriakan Raisa langsung menghampiri Raisa.
"Loe kenapa,sa?" tanya Aline khawatir.
"Jangan-jangan loe kesurupan ya?" tanya Fauzan.
"Sembarangan aja kalau ngomong itu vas yang ada dimeja jatuh sendiri," ucap Raisa yang masih ketakutan.
"Astaga,gue kira kenapa udah cuekin aja," ucap Aline santai.
"Cuma vas jatuh aja takut dasar penakut," ucap Fauzan dengan pedenya.
"Oh gitu ya,ya udah gue tantang loe disini sendirian selama satu malam berani enggak loe," ucap Raisa dengan ekspresi kesal.
__ADS_1
"Ya eenggak gitu juga konsepnya sa," ucap Fauzan.
"Uuuu katain penakut padahal dirinya aja penakut," ucap Raisa sambil menjulurkan lidah.
Aline melerai Raisa dan Fauzan agar tidak saling mengejek satu sama lain secara terus-menerus apa lagi kondisi lagi genting seperti ini.
"Udah-udah dari pada kalian berantem terus-menerus mending kalian cari sesuatu diruangan ini,"ucap Aline dengan suara agak meninggi
Mereka pun kembali mencari sesuatu di ruangan itu.Aline nampak sangat teliti dan hati-hati.Sementara Fauzan dan Raisa nampak tidak betah diruangan itu.Setelah cukup lama mencari Aline menentukan sesuatu yang menarik perhatiannya.
"Guys,gue nemuin sesuatu," ucap Aline sambil mendekat ke teman-temannya.
Aline menemukan sebuah gelang wanita.Gelang sangat cantik berwarna ungu dengan hiasan mote dam mutiara.Raisa nampak terpukau melihat gelang itu.
" Menurut kalian ini gelang siapa ya,lin?" tanya Aline
"Ini pasti gelang pembunuh Alm.Bu Rossa," jawab Fauzan secara spontan.
"Kayaknya enggak mungkin deh,soalnya bagus banget gue suka sama gelang ini,"ucap Raisa yang langsung merebut gelang itu dari tangan Aline.
"Jangan sampai ilang sa,Kita belum bisa memutuskan apa pun karena enggak ada bukti yang kuat untuk membuktikan siapa pembunuh Almh.Bu Rossa yang sebenarnya," ucap Aline dengan suara tegas
"Bener Lin,gue setuju sama kata-kata loe," ucap Fauzan.
"Jadi rencana selanjutnya apa,Lin?" tanya Raisa.
"Udah lah lin,kita udah memilah dan memilih udah enggak ada," ucap Fauzan.
"Kita keluar aja yuk gue udah enggak betah," ucap Fauzan Raisa.
Aline pun mengangguk tanda ia setuju untuk keluar dari ruangan itu.Mereka pun sudah berada di depan pintu.Tiba-tiba ada kekuatan yang menarik mereka keluar.
"Gila,kayak ada yang magnet yang narik kita," ucap Fauzan takjub.
"Lebay loe," ucap Raisa sambil tertawa.
"Biarin suka-suka gue,"sahut Fauzan.
Mereka pun menuju kantin untuk melihat benda yang ditemukan sekaligus sarapan.
"Eh,gue takut kalau disini ada Kak Justin," ucap Raisa saat akan duduk di kursi kantin kampus.
"Takut?Emang Kak Justin setan,"ucap Fauzan sambil meletakkan tasnya di atas meja.
__ADS_1
"Guys,jadi kemarin itu ada barang milik Kak Justin yang ketinggalan dirumah gue dan barang itu sebuah flashdisk dan untungnya gue yang nemuin," ucap Aline.
"Wihh,coba gue liat flashdisknya,"ucap Raisa antusias dengan ekspresi penasaran akan bentuk dan isi flashdisk itu.
"Sekalian aja kita liat isinya siapa tau ada bukti atau petunjuk,"bisik Fauzan.
Aline clingak -clingak memastikan tidak ada Kak Justin atau Kak Jennie dikantin karena kalau sampai ada merek pasti akan curiga dan berpikir yang tidak-tidak.Setelah cukup lama mengamati kantin yang kebetulan hari ini cukup sepi dan hening ditambah suasana yang cukup dingin.
"Kayaknya aman guys oke kita liat isi flashdisk ini."ucap Aline lega karena menilai kondisi aman.
Aline pun mengeluarkan sebuah laptop berwarna hitam hadiah dari ayahnya ketika ia berulang tahun ke 17 tahun.Aline pun memasukkan flashdisk milik Kak Justin dengan perlahan-lahan.Betapa kagetnya Aline,Fauzan apa lagi Raisa melihat isi flashdisk milik Kak Justin.
"Astagfirlullah,ternyata semua cowok sama aja,"ucap Raisa sambil menutupi matanya sambil mengintip.
"Gila ternyata Kak Justin suka nonton ha;-hal kayak gini enggak nyangka gue,"ucap Fauzan heran.
Aline nampak diam saja melihat isi flashdisk milik Ka Justiin yang berisi konten video dewasa walaupun hanya beberapa.
"Lin,loe cabut aja flashdisknya gue enggak sanggup liatnya," ucap Raisa.
"Tunggu guys kita enggak boleh terfokus sama hal-hal kayak gini coba kalian liat ini ada tulisan yang menarik perhatian gue,"ucap Aline sambil menunjuk salah satu file berbentuk word.
Aline pun melihat judul file,namun tidak da judul yang tertera.Aline pun berpikir bahwa file itu adalah curhatan Kak Justin.
"Ini privacy Kak Justin loe yakin mau buka?" tanya Raisa sambil menatap hangat Aline.
"Gue yakin sa,"ucap Aline penuh keyakinan.
"udah cepetan buka keburu ada Kak Justin,"ucap Fauzan yang tidak sabar melihat isi file itu.
Dengan penuh keyakinan Aline pun mengeklik dua kali file itu dan munculah beberapa kata dan kalimat yang tidak terlalu panjang dan tidak terlalu pendek.Aline,Fauzan,dan Raisa mulai membaca dan menganalisis isi dari file itu.
Isi file itu:
Aku tidak pernah menyangka hal ini akan terjadi padaku rasanya seperti mimpi disiang bolong.Mungkin ini adalah dosa terbesar dan terindah dalam hidupku.Karena cinta dan nafsu gilaku ini aku bisa melakukan hal bodoh,keji terhadap orang yang sudah aku anggap seperti ibuku sendiri dan kekasih terbaik dalam hidupku.Aku tega menghilangkan senyumannya dari hidupku demi cinta sesaat.Sekarang yang ada hanya penyesalan yang sia-sia ingin rasanya aku kembali ke masa lalu memperbaiki semuanya.Berbulan-bulan aku bersikap seolah-olah tidak ada apa-apa dan baik-baik saja padahal kenyataan tidak seperti itu.Aku benci diriku sendiri ingin rasanya aku mengakhiri hidupku.
Raisa nampak meneteskan air mata melihat dan memahami isi curhatan Kak Justin.Sementara Aline sangat tidak percaya melihat dan memahami isi curhatan Kak Justin.Dia berpikir memang Kak Justin dalang dari semua ini.Berbeda lagi dengan Fauzan yang nampak tidak paham dengan isi curhatan Kak Justin.
Sepertinya Aline sudah tau kalau Kak Justin adalah pembunuh Alm Bu Rossa walaupun belum ada bukti yang kuat terus gimana ya nasib Kak Justin setelah Aline mengetahui semuanya?
Tunggu terus kelanjutannya❤️
Happy Reading semuaa🤗.
__ADS_1
Jangan lupa like dan vote🙏.
Mohon maaf tidak bisa update setiap hari dan masih banyak kekurangan🙏.