
Lin,kamu udah balik?” tanya Kak Justin yang tiba-tiba menghampiri Aline di depan kelas.
“Udah kak,”ucap Aline singkat.
“Syukurlah kamu udah balik jujur saya khawatir banget sama kamu,”ucap Kak Justin.
“Lebay banget,”ucap Fauzan dengan suara pelan.
“Kak Jus,maaf ya tadi kita tiba-tiba ilang soalnya tadi kita buru-buru ke kelas,”ucap Raisa.
“Enggak papa kok santai aja,” ucap Kak Justin.
“Ya udah gue duluan ya soalnya disuruh jemput Arine,”ucap Aline yang langsung bergegas pergi.
Kak Justin mengiyakan dan tidak merasa curiga dengan sikap Aline.Aline pun berlalu pergi rupanya dia berbohong pada Kak Justin dia tidak menjemput Arine.Dia memiliki rencana untuk mengikuti Kak Justin.
“Kak Jus,kita juga duluan ya,”ucap Raisa.
“Saya juga ya kak,”ucap Fauzan.
Raisa dan Fauzan pun ikut bergegas pulang mereka sudah tau rencana Aline.Sementara Kak Justin bergegas pergi tanpa menaruh rasa curiga terhadap Aline,Fauzan,dan Raisa.
“Lin,loe serius mau ngikutin Kak Justin?” tanya Raisa yang nampak berlari mendekat Aline.
“Gue serius sa zan dan kalian berdua enggak usah ikut ya,”ucap Aline.
“Kok gitu lin,kita juga pengen tau,”ucap Fauzan.
“Sumpah gue penasaran banget soal misteri kematian Bu Rossa,”ucap Raisa.
Disela-sela pembicaraan mereka.Aline melihat Arine dan teman-temannya berada di gerbang kampus.Mereka nampak masih mengenakan seragam sekolah.Aline pun menghampiri Arine dan teman-temannya.Fauzan dan Raisa pun mengikuti Aline.Wajah mereka nampak panik.
“Kalian kok ada disini?”tanya Aline sambil menatap tajam kearah mereka.
“Wah,pada bolos ya,”sambung Fauzan.
“Kenapa bisa ketemu Kak Aline padahal aku berharap banget enggak ketemu Kak Aline,”batin Arine.
“Ini kok pada diem aja jawab dong,”ucap Raisa dengan nada agak tinggi.
“Iya rin,jawab pertanyaan kakak tadi,”ucap Aline.
Tiba-tiba ada suara laki-laki yang langsung membuat wajah Aline merah merona dan senang.
“Mereka ada janji sama aku,”ucap sosok laki-laki itu yang ternyata Kak Justin.
__ADS_1
Aline,Raisa,dan Fauzan nampak heran dengan kehadiran Kak Justin secara tiba-tiba di tambah lagi dengan suasana siang itu yang nampak sangat panas namun terasa segar karena ada angin sepoi-sepoi.
“Jadi gini ceritanya kak,”ucap Arine.
Aline pun menceritakan perihal bagaimana dia bisa mendapatkan no whatsaap Kak Justin.Aline nampak biasa saja dan terkesan cuek.Arine pun melanjutkan ceritanya dengan ekspresi malu-malu karena ada Kak Justin.Dia menceritakan bahwa dia menawari Kak Justin untuk menjadi guru les mereka dan Kak Justin pun menyetujuinya.Baru tadi pagi Kak Justin menyetujui.
“Tunggu dulu terus kalian ngapain ke sini ini kan masih jam sekolah?” tanya Aline.
“Kita disini mau cari Kak Justin kak, soalnya kita mau les sama Kak Justin dan soal saat ini masih jam sekolah kita itu pulang lebih awal hehehe” ucap Arine sambil cengengesan.
“Kayaknya mereka ini bohong masak jam segini udah pulang anak sd aja jam segini belum pulang,”bisik Fausan pada Raisa.
“ Bener zan,Modus cewek zaman sekarang ngeri-ngeri tau tuh,contohnya kayak adiknya si Aline,”bisik Raisa pada Fauzan.
“Bener bener ya Arine demi ketemu sama Kak Jusin dia rela bolos gue takut kalau Arine bakal kecewa atau bahkan sakit hati sama perilaku Kak Justin,”ucap Aline dalam hati.
"Mending sekarang aja ya lebih cepat lebih baik," ucap Kak Justin sambil tersenyum manis.
"Siap kakkkkkk," ucap Arine dan teman-temannya dengan semangat.
"Justinnn kamu mau kemana?" tanya Jennie yang sedang berjalan mendekati mereka.
"Bukan urusan loe," ucap Justin singkat.
Arine dan teman-temannya nampak tertawa karena Kak Justin begitu cuek dengan Kak Jennie.
"Siapa yang ketawa kakak salah liat kali,"ucap salah satu teman Aline.
"Lin,saya duluan ya kebetulan ini lesnya dirumah kamu kok," ucap Kak Justin.
"Iya kak," balas Aline.
Kak Justin dan Arine beserta teman-temannya pun pergi meninggalkan lokasi untuk ke rumah Aline.Sementara Kak Jennie nampak penasaran dengan perkataan Justin tadi.
"Les?"Ngapain Justin buang-buang waktu nya buat ngajari cewek-cewek Alay itu," tanya Kak Jennie dalam hati.
"Guys,gue balik dulu ya,oh ya duluan ya Kak Jennie," ucap Aline sambil tersenyum ke arah Kak Jennie.
Kak Jennie hanya tersenyum kecut ke Aline.Sementara Fauzan dan Raisa pun ikut pulang.
"Si Aline sok baik banget pakai senyum-senyum segala lagi dia pikir gue bakal respect gitu sama dia yang ada gue makin sebel sama dia," ucap Kak Jennie sinis.
Kak Jennie pun memilih balik untuk pulang saat dia berbalik badan ada yang melemparinya dengan kertas.Lemparan itu tidak hanya satu atau dua tapi banyak.
"INI SIAPA YANG NGELAMPARIN GUE PAKAI KERTAS!" ucap Jennie kesal sambil melihat ke segala arah.
__ADS_1
Tidak ada jawaban yang ada hanya orang yang berlalu-lalang dan hembusan angin sepoi-sepoi.Jennie pun membuka kertas itu.
Betapa kagetnya dia melihat tulisan yang ada dikertas itu.
"DASAR PEMBUNUH KAMUU HARUS MATIII!" ucap suara misterius yang tiba-tiba terdengar ditelinga Jennie.
"AAAAAAAAAAAA!" teriak Jennie sambil menutup telinganya.
"KAMUU HARUS MATIII KAMUU HARUS MATII!" ucap suara itu lagi dengan volume lebih keras.
"BERHENTIII," ucap Jennie yang nampak sangat histeris.
Didepan nya sudah ada sosok yang tak asing dan membuatnya tambah takut dan histeris.Sosok itu sangat menyeramkan dengan wajah penuh darah dan luka tusukkan pada perut.
"BU ROSSA," ucap Jennie dengan tatapan takut.
"KAMU HARUS BERTANGGUNG JAWAB ATAS APA YANG KAMU LAKUKAN TERHADAP SAYA,!" ucap Almh.Bu Rossa sambil mendekati Jennie.
Jennie nampak histeris dan ketakutan.
"AAAAAAAAAAAA PERGI KAMUUU!" teriak Jennie yang langsung kabur.
Almh.Bu Rossa menatap tajam Jennie.Sepertinya Bu Rossa akan melakukan sesuatu.Dia pun menghilang.Sementara itu Aline memilih pulang karena orang yang akan diikuti nya malah ke rumahnya.Fauzan dan Raisa nampak membuntuti Aline dari belakang.Namun dengan jarah tidak terlalu dekat.
"Gue harus bener-bener pantau gerak-gerik Kak Justin," ucap Aline diperjalanan.
Kak Justin dan Arine beserta teman-temannya pun sudah sampai di rumah Aline.Kebetulan rumah Arine dan Aline sedang tidak ada orang karena kedua orang tua Aline sedang bekerja.
"Silahkan masuk Kak Justin," ucap Arine sambil tersenyum manis ke arah Justin.
"Makasih rin," ucap Kak Justin yang langsung masuk ke rumah Aline.
"Eh rin,loe pinter juga ya bisa kenal sama kakak ganteng kayak Kak Justin," ucap salah satu teman Arine.
"Iya rin,mana baik lagi," sambung salah satu teman Arine.
"Gue gitu,ya udah yuk masuk mumpung dirumah gue enggak ada siapa-siapa," ucap Arine antusias.
Kira-kira kenapa ya Kak Justin tiba-tiba jadi baik banget sama Arine,adiknya Aline?🤔
Tunggu terus kelanjutannya ❤️.
Happy Reading semua 🤗.
Jangan lupa like dan coment 🙏.
__ADS_1
Mohon maaf belum bisa update setiap hari.