Dosen Gaib

Dosen Gaib
127.Pertemuan Aline dan Arine


__ADS_3

Happy reading semuaaa 🤗


Mohon maaf bila masih banyak kekurangan 🙏


Jika kesalahan akan saya revisi besok😉.


Aline langsung melangkah masuk melewati pagar tanpa mengucapkan permisi di ikuti Raisa.Betapa kagetnya Aline melihat sosok yang ada di depannya hanya berjarak beberapa langkah saja adik yang ia cari-cari dari kemarin.Arine tak kalah kaget ia pun langsung menghampiri kakaknya.


"Kak Aline," ucap Arine yang langsung memeluk Aline dengan sangat erat dengan air mata bercucuran.


"Arine ini beneran kamu kan?Kakak kangen banget sama kamu," ujar Aline sambil memeluk Arine dengan sangat erat.


"Iya ini aku kak, Aku juga kangen banget sama kakak," ucap Aline sambil melepas pelukannya.


"Kamu baik-baik saja kan?Kakak khawatir banget sama kamu," ucap Aline sambil lembut adiknya.


"Alhamdulillah aku baik-baik aja kak, maafin aku ya akhir-akhir ini sering jahatin kakak dan enggak mau denger nasehat kakak," ucap Arine nada pelan dengan wajah masih bercucuran air mata.


"Alhamdulillah akhirnya ketemu setelah abad," ucap Raisa yang ikut senang.


Pak RT dan Luna menghampiri Aline dan Arine yang sedang melepas rindu.Pak RT mengajak mereka duduk di teras di depan rumah rupanya sebuah acara di tunda karena sesuatu hal karena itu Pak RT mengajak berbincang-bincang.


"Pak, perkenalkan saya Aline Dwi Sanjaya kakaknya Arine terima kasih ya pak, sudah mengaja adik saya dengan baik," ucap Aline dengan nada pelan.


"Oh iya neng, saya Pak Badrun ketua RT di komplek ini sebenarnya saya enggak tau kalau adik neng di sini jadi,orang yang pertama kali menemukan adik neng itu si neng Luna anaknya Pak Ali," ucap Pak Badrun dengan nada pelan.


"Luna?Pak Ali?Apa jangan-jangan mereka...," batin Aline,tapi terpotong.


Luna tampak tersenyum ke arah Aline Raisa.Senyuman Luna di balas Aline dan Raisa.


"Iya kak, aku yang menemukan Arine ceritanya panjang kak, tapi pada intinya aku menemukan Arine dalam kondisi di sekap sama penjahat ganteng hihi," ucap Luna dengan nada pelan.


"Penjahat ganteng?Udah jelas pasti itu Kak Justin," batin Aline dengan wajah kesal.

__ADS_1


"Luna ini anaknya baik banget kak, dia udah nyelamatin aku dan nampung aku di rumahnya sampai keadaan aman padaht kita enggak saling kenal," ucap Arine sambil mendekati Luna dan tersenyum.


"Kata hati ku berkata kalau dia adalah anak Almh.Bu Rossa semoga aja emang bener apa aku tanya aja ya?" tanya Aline dalam hati sambil terus menatap wajah Luna.


"Loe kenapa,lin?" tanya Raisa dengan nada sangat pelan.


"Gue rasa dia anak sulung Almh.Bu Rossa dan Pak Ali adalah mantan suami Almh.Bu Rossa soalnya namanya sama," ucap Aline dengan nada pelan tepat di telinga Raisa.


"Oh iya ya namanya sama," ucap Raisa dengan nada cukup kencang.


"Siapa yang namanya sama?" tanya Arine dengan wajah penasaran.


"Enggak papa kok rin, gini pak, saya pengen ngajak bapak buat liat penjahat yang di maksud Luna sekarang juga apa bapak bisa?" tanya Aline dengan nada pelan.


"Wah!Maaf ya neng,hari ini saya enggak bisa," ucap Pak RT dengan nada pelan.


Tiba-tiba Aline teringat Fauzan yang sedang bersama dengan Kak Justin.Bersamaan dengan itu muncullah Lili dan Almh.Bu Rossa.


"Kak Fauzan dalam bahaya kak," ucap Lili dengan nada pelan.


"Kok aku ngerasa kayak ada yang ngeliatin aku ya," batin Luna sambil memperhatikan situasi.


"Iya ini Luna masyallah kamu udah besar nak, seandainya ibu masih hidup pengen banget meluk kamu," ucap Almh.Bu Rossa dengan air mata menetes di pipi.


Sekilas Aline melihat Almh.Bu Rossa meneteskan air mata.Namun, pikiran Aline terfokus pada keadaan Fauzan.Lili tampak


"Astagfirullah sa, kita harus segera balik ke rumah itu gue takut Fauzan kenapa-kenapa," ucap Aline dengan ekspresi khawatir.


"Kak, aku ikut ya aku pengen banget ngasih pelajaran ke Kak Fauzan," ucap Arine dengan nada pelan.


"Kayaknya jangan dulu rin, kakak takut kamu Kenapa-kenapa," ucap Aline dengan wajah serius.


"Ayolah Kak, izinin aku ya," pinta Arine dengan nada pelan

__ADS_1


Aline pun berpikir sejenak Aline setelah cukup lama berpikir Aline pun mengizinkan Arine untuk ikut. Raisa,Lili,Arine,dan Almh.Bu Rossa melangkah menuju lokasi penyekapan Arine dengan langkah terburu-buru.Sementara itu nyawa Fauzan benar-benar terancam Kak Justin masih saja menodongkan pisau ke arahnya dengan tatapan tajam.


"Zan, gue mau ngasih loe pilihan kalau loe masih mau hidup jauhi Aline dan jangan deketin dia lagi," ucap Kak Justin dengan nada pelan.


"Sorry ya kak, lebih baik gue nyerahin nyawa gue daripada gue harus liat orang yang enggak punya hati nurani kayak loe masih ada di sini," ucap Fauzan dengan nada emosi.


"Bener-bener loe ya enggak ada takut-takutnya," ucap Kak Justin dengan nada emosi dan langsung mengangkat pisau yang di tangan ke arah Fauzan.


Tangan Fauzan menahan tangan Kak Justin dengan sekuat tenaga padahal pisau tersebut nyaris menusuk perut nya.Setelah cukup lama menahan Fauzan berhasil menjauhkan pisau tersebut hingga membuat Kak Justin terjatuh Fauzan ingin sekali meninggalkan tempat tersebut,tapi dia tidak ingin Kak Justin kabur dari tempat tersebut.


"Udah ya Kak aku capek dari pada Kakak buang waktu kakak mending sekarang ikut aku ke Kantor polisi jujur aku capek dari tadi di ajak mainan terus," ucap Fauzan dengan gaya santai.


"Songong banget loe ya," ucap Kak Justin dengan ekspresi wajah emosi dan langsung mengambil vas bunga dan meleparkannya ke arah Fauzan.


Tiba-tiba ada orang yang mendorong tubuh Fauzan hingga mereka berdua terjatuh alhasil Fauzan pun selamat.Sosok itu ternyata Aline yang datang bersama Arine,Raisa,Almh.Bu Rossa,Lili dan Luna.Kak Justin kaget melihat Arine yang sudah bertemu dengan kakaknya.


"Sial!Aline udah ketemu sama Arine sekarang gue harus gimana ?Ni anak buah gue juga pada kemana? Sekarang gue bener-bener terpojok kenapa gue mesti takut gue habisin aja mereka semua," batin Kak Justin di sertai senyuman licik.


"Zan, kamu enggak papa kan?" tanya Aline dengan ekspresi khawatir sambil bang


"Aku baik-baik kok lin, makasih ya udah nyelamatin aku," ucap Fauzan sambil menatap lembut Aline.


"Wah!Keren ya kalian mainnya keroyokan kalau gitu mungkin hari ini akan menjadi hari terakhir kalian hidup di dunia," ucap Kak Justin sambil memegang kembali pisau yang tadi.


"Kak, gimana ini Arine takut," ucap Arine dengan ekspresi ketakutan.


Kejadian selanjutnya apa ya?Akankah mereka selamat atau malah sebaliknya?


Tunggu terus kelanjutannya ❤️.


Mohon maaf yang sebesar besarnya kalau ceritanya bertele-tele jujur aku baru belajar dan ini novel pertama yang aku tulis dengan jumlah bab yang cukup banyak 🙏.


Jangan lupa like dan vote.

__ADS_1


Untuk masalah update mohon maaf hari ini sedang sibuk🙏.


__ADS_2