
Happy reading semuaaa 🤗.
Mohon maaf bila masih banyak kekurangan 🙏.
Yuk mampir ke novel sebelah" Dear Jaka" tinggalkan like, vote,dan coment thank you 🙏.
“Bisa-bisanya kalian berdua enggak nemuin mereka gue yakin mereka masih ada di sekitar kampung ini,” ucap Justin dengan nada emosi sambil mondar-mandir.
“Maa-maaaf boss,tadi kita udah nyari kesana kemari tep aja enggak ketemu belum lagi banyak warga sini yang curiga,” ucap salah satu anak buah bertubuh kurus dengan nada pelan sambil menunduk.
“Iya boss,maafin kita ya,”sambung anak buah bertubuh gemuk dengan nada pelan sambil menunduk.
“Maaf-maaf oke kali ini gue maafin,tapi malam ini juga enggak ada jatah makan dan besok pagi-pagi kalian harus cari mereka sampai ketemu,” ucap Justin dengan nada ketus.
“Yah!Kok gitu boss,jangan gitulah boss kita laper banget nih,” ucap anak buah tubuh bertubuh kurus dengan ekspresi memohon.
“Iya boss ganteng jangan gitulah,” sambung anak buah bertubuh gemuk dengan ekspresi memohon.
“Keputusan gue udah bulat ini masih mending ya bisa-bisa gue habisin kalian berdua hari ini juga ini karena gue masih ada rasa kemanusiaan,” ucap Justin dengan nada ketus sambil melangkah pergi meninggalkan mereka.
“Lama-lama nyebelin juga ya si boss kalau bukan karena uang enggak mungkin gue mau jadi anak buah bocah kayak dia,” ucap anak buah bertubuh kurus dengan ekspresi kesal.
“Iya dia masih muda ya ganteng juga kok malah jadi penjahat kayak gini jujur aku kasihan sama dia,” ucap anak buah bertubuh gemuk sambil geleng-geleng kepala.
Justin meluapkan segala emosinya dengan minum-minuman alkohol dengan kadar yang cukup tinggi.Dia tidak peduli dengan semuanya yang ada di pikirannya adalah bagaimana ia bisa membalas dendamnya dengan Aline yang sudah membuatnya di penjara belum lagi ia juga menolak cintanya.Ia pun sebuah pesan singkat untuk Aline melalui no nya yang baru agar tidak di kenali.
“Hallo Aline cantik pasti sekarang kamu lagi cari adik kamu kesana kemari ya heheheh kamu tenang aja ya cantik adik kamu baik-baik aja kok kalau kamu mau adik kamu selamat caranya gampang kok kamu tinggal terima cinta dari seseorang,tapi kalau kamu enggak mau nerima siap-siap aja kamu akan
kehilangan adik kamu untuk selama-lamanya aku tunggu kabarnya ya,” ucap Justin
dalam pesan singkat tersebut sambil tersenyum licik.
Tak terasa hari sudah berganti pagi yang sangat cerah dengan sinar matahari yang begitu apik dan suara-suara ayam berkokok
menyambut semangat dan antusias Aline,Raisa,Fauzan,Lili,dan Almh.Bu Rossa di Bogor.Mereka sudah siap dan sekarang sedang breakfast di ruangan yang sudah di sediakan.Mereka nampak
sangat lahap menikmati hidangan yang ada terutama Raisa dan Fauzan sudah
__ADS_1
seperti tidak makan satu bulan.
"Gilaa enak banget," ucap Raisa sambil menikmati kuyahan demi kuyahan.
"Iya sa,parah besok-besok kalau gue ke Bogor bakal nginep di sini lagi," ucap Fauzan sambil menyantap makanan dengan lahap.
"Kalian ini ya kayak orang enggak makan 1 bulan," ujar Aline sambil tertawa kecil.
Lili dan Almh.Bu Rossa duduk di kursi sebelah Aline sambil mengobrol dan memperhatikan mereka makan.Aline nampak mengecek ponselnya matanya langsung tertuju pada sebuah pesan singkat dari nomor yang tidak di kenal.Aline pun langsung membaca pesan singkat tersebut wajah Aline
berubah setelah membaca pesan singkat tersebut sandwich yang di makannya
tiba-tiba jatuh.
“Kamu kenapa,lin?” tanya Fauzan yang sontak bangkit dari kursinya.
“Ini aku dapet kiriman pesan singkat dari orang yang enggak di kenal dan di bilang kayak gini,” ucap Aline dengan muka cemas sambil menyodorkan ponselnya ke Fauzan.
“Gila!Fiks dia penculik Arine,tapi maksud dia apa nerima cinta dari seseorang?” tanya Fauzan dengan muka kaget.
“Ha?Penculik Arine?Mana zan,gue mau liat?” tanya Raisa yang langsung bangkit dari kursinya dan menghampiri Fauzan.
“Ya ampun lin,ini orang mau loe nerima cinta dari seseorang dan orang itu pasti Kak Justin terus ini mau gimana?Loe mau balas pesan ini?” tanya Raisa dengan muka kaget.
“Bentar sa,gue masih syok liat pesan ini kalau lagi kayak gini gue enggak bisa mikir,” ucap Aline sambil memandang pesan singkat itu.
“Ini minum buat kamu lin,biar agak tenang,” ucap Fauzan sambil menyodorkan satu gelas berisi air putih dengan nada lembut.
“Makasih zan,” sahut Aline sambil menerima minuman dari Fauzan lalu meminumnya.
Aline sudah merasa tenang ia pun berpikir langkah selanjutnya apa.Setelah cukup lama berpikir ia memutuskan untuk tidak memikirkan hal itu sekarang ia harus focus mencari adiknya dan soal membalas pesan singkat itu ia memutuskan untuk tidak membalas pesan itu karena bisa saja pesan itu dari orang iseng.Sekarang ia dan lainnya langsung mencari alamat yang di berikan ibu-ibu korban kecelakaan kemarin.
"Gue yakin pesan ini dari Kak Justin bener-bener ya dia di penjara malah makin menjadi-jadi," batin Fauzan dengan muka kesal sambil fokus menyetir.
Di rumah Luna mereka nampak sedang breakfast dengan lauk dan pauk sederhana.Pak Ali dan Luna nampak lahap menyantap makanan tersebut karena mereka sudah biasa memakan makanan tersebut berbeda dengan Arine yang selalu di turuti keinginannya oleh kedua orang tuanya.Dia terlihat tidak ***** makan.
"Kalau buka karena Luna enggak mungkin aku makan makanan ini biasanya kan makan bubur, sandwich dll," batin Arine sambil mengunyah makanan dengan pelan seperti tidak berselera.
__ADS_1
"Tempat tinggal kamu di mana?" tanya Pak Ali dengan nada pelan.
"Saya tinggal di Jakarta om, kebetulan saya seumuran sama Luna," ucap Arine sambil tersenyum.
"Jauh ya nekat banget mereka bawa kamu ke Bogor dengan motif seperti itu," ucap Pak Ali sambil geleng-geleng kepala.
"Iya om,saya juga kaget begitu tau di bawa ke Bogor,tapi saya bersyukur bisa di selamatin Luna," ucap Arine sambil tersenyum.
"Aku juga senang bisa nyelamatin kamu rin,oh ya yah,ini Arine gimana enggak mungkin kan kita tinggalin dia sendirian di rumah?" tanya Luna sambil menatap Arine.
"Ya dia harus di rumah sendirian kalau dia di luar nanti ketemu sama pejahat itu gimana?Nanti dia ketangkep lagi," ujar Pak Ali dengan nada pelan.
"Iya juga ya bahaya buat kamu rin,kamu mau di rumah sendirian?" tanya Luna dengan nada pelan sambil menatap mata Arine dengan kelembutan.
"Kalau gue di luar nanti gue ketemu sama dia,tapi kalau gue di rumah sendirian gue takut," batin Arine dengan muka bingung.
"Yah, kayaknya Arine takut gimana kalau aku nenemin Arine di rumah?" tanya Luna sambil tersenyum.
"Terus sekolah kamu gimana?Kamu mau bolos lagi? Kemarin kamu udah bolos di jam istirahat sekarang mau bolos lagi?" tanya Pak Ali dengan nada tinggi.
"Eeeee ya enggak gitu yah,niat aku kan baik mau nemenin Arine ya udah aku tetep sekolah aku ngikut ayah aja," ucap Arine dengan muka sedikit kesal.
"Aku di rumah sendirian enggak papa kok," ucap Arine sambil tersenyum.
"Beneran enggak papa?" tanya Luna dengan muka khawatir.
"Iya enggak papa lun,om," ucap Arine dengan nada pelan.
"Luna pulangnya cepet kok anggap saja rumah sendiri dan jangan keluar-keluar ya," ucap Pak Ali dengan nada tegas.
Arine pun mengangguk pelan.Luna dan Pak Ali pun berangkat meninggalkan Arine sendirian di rumah.Arine terlihat sedikit cemas karena sekarang ia sendirian,namun ia tetap berpikir positif bahwa dia aman di rumah Luna.
"Pokoknya aku harus cepet-cepet ninggalin kampung ini aku enggak mau lagi ketemu sama Kak Justin walaupun aku masih suka sama dia," ucap Arine dengan nada pelan sambil memantau suasana.
Aline,Raisa,Fauzan,Lili,dan Almh.Bu Rossa masih menyusuri jalanan untuk mencari alamat yang di berikan ibu korban kecelakaan kemarin.
Arine di tinggal sendirian?Apa ya yang akan terjadi?Lalu bagaimana kelanjutan perjalanan Aline dkk?
__ADS_1
Tunggu terus kelanjutannya ❤️.
Jangan lupa like dan vote thank you 🙏.