Dosen Gaib

Dosen Gaib
129.Kak Justin meninggal dunia


__ADS_3

Happy reading semuaaa 🤗.


Moho maaf ya semua kalau terkesan bertele-tele akan saya usahakan untuk versi cetaknya tidak akan bertele-tele.


“Ya ampun Kak Justin,” ucap Arine dengan syok dan tidak percaya.


“Wah!Ini kan buronan yang sedang di cari  polisi akhir-akhir in,” ucap salah satu orang yang ada di lokasi kejadian.


“Iya pak, dia emang buronan  yang sedang di cari polisi ini kenapa pada diem aja seharusnya di bawavke rumah sakit atau telefon ambulance,” ucap Aline dengan nada pelan.


“Aline Aline kenapa kamu masih aja khawatirsama Kak Justin padahal dia kan orang jahat,licik,” batin Fauzan sambil menatap tajam Aline.


Almh.Bu Rossa terlihat tersenyum sepertinya dia senang danvlega akhirnya ia bisa balas dendam pada Justin dan Jennie.Perlahan padangan beralih pada Luna ia yakin bahwa gadis itu adalah anak sulungnya yang ia


cari-cari selama ini.Sementara itu Kak Justin masih tergeletak di jalanan aspal


dengan kondisi sangat mengenaskan.Orang-orang terlihat tidak berbuat apa pun mereka hanya melihat dan menggunjing.


“Lin, dari pada kita buang-buang waktu mending sekarang kita balik ke komplek biarin dia di sini orang-orang ini enggak akan bantuin buroban kayak dia,” ucap Fauzan dengan nada pelan.


“Kita enggak bisa kayak gitu zan, bagaimana pun kita harus tolong Kak Justin walaupun dia udah ngelakuin kesalahan yang fatal


sebenci-bencinya kita sama dia kita harus tetap tolong dia,” ucap  Aline dengan nada pelan.


Aline pun mendekati Kak Justin dengan langkah pelan dengan sorot mata berkaca-kaca.Aline memang sangat kecewa pada Kak Justin dia cukup terpukul dengan kondisi Kak Justin.


“Ya Allah Kak Justin kenapa nasib kakak kayak gini jujur aku enggak nyangka Kak Justin terkapar kayak gini,” batin Aline sembari memeriksa kondisi Kak Justin.


“Itu si Aline ngapain sih, ngecek-ngecek kondisi Kak Justin?” tanya Fauzan dengan nada ketus.


“Ya mungkin Aline pengen ngecek kondisi Kak Justin positif


thingking zan,” sahut Raisa dengan nada dan ekspresi datar.


Aline pun mengecek nadi Kak Justin dengan tangan gemetar.Setelah cukup lama mengecek ternyata nadi Kak Justin sudah tidak berdetak itu pertanda bahwa Kak Justin sudah meninggal beberapa saat yang

__ADS_1


lalu.Aline sangat syok dan tidak percaya sekujur tubuhnya mendadak kaku.


“Innallilahi wainnallilahi ro’jiun Kak Justin udah meninggal dunia,” ucap Aline dengan nda gemetar dan pelan.


Beberapa orang yang ada di lokasi tampak kaget mendengar pernyataan Aline bahwa  Kak Justin sudah meninggal dunia.Begitu pula dengan Fauzan yang dari tadi tidak peduli dengan kondisi kak Justin mendadak ikut kaget.Akhirnya Aline menelefon ambulance untuk membawa jenazah Kak Justin ke rumah sakit untuk di otopsi di lokasi Kak Justin tidak ada polisi sama sekali sehingga tidak ada orang yang membantu proses evakuasi jenazah Kak Justin.Saat ini jenazah Kak Justin sedang dalam perjalanan


ke rumah sakit terdekat.Aline dan teman-temannya mengikuti dari belakang dengan mengendarai mobil.


“Ini kita harus gimana,lin?” tanya Raisa dengan nada pelan.


“Gue akan telefon pihak kepolisian biar  mereka aja yang urus pihak kampus juga bakal gue telefon,” ucap Aline sambil  mengotak-atik hpnya.


Aline pun menelefoan Pihak kepolisian dan pihak kampus untukbmemberitahu kondisi Kak Justin saat ini.Pertama ia menelefon pihak kepolisianbsesaat kemudian ia menelefon Pihak Kampus.Rektor sangat terkejut mendengar perkataan Aline ia sempat tidak percaya dengan perkataan Aline.Namun, ia berhasil menyakinkan Rektor.Jenazah Kak Justin sampai di Rumah Medika Sari.Aline dan teman-temannya ikut masuk ke rumah sakit.


“Akhirnya masalah ini selesai juga sesuai harapan gue emang pantes dapet balasan kayak gitu nyawa harus di balas dengan nyawa,” ucap Fauzan sambil tersenyum tipis.


“Ya mungkin ini udah takdir aku yakin sebenarnya Kak Justin udah mau ngakuin kesalahannya,tapi malah jadi kayak gini,” gumam Aline dengan nada pelan.


“Lin, ibu ingin  bicara dengan kamu sebentar,” ucap Almh.Bu Rossa yang tiba-tiba muncul di samping Aline.


Aline berpindah ke tempat lain untuk berkomunikasi dengan Almh.Bu Rossa.Di saat yang bersamaan Luna melihat ada sesuatu yang aneh pada Aline ia pun mengikuti langkah Aline secara diam-diam.Ia pun berhenti di sebuah tembok untuk mengintip Aline yang tampak berbicara dengan seseorang.Namun, tidak ada satu pun orang di sana seolah-olah Aline.


“Lin, gadis yang bersama kamu itu adalah anak sulung saya namanya Luna,” ucap Almh.Bu Rossa dengan nada pelan.


“Apa Ibu yakin kalau dia anak sulung ibu?” tanya Aline dengan nada pelan.


“Ibu yakin lin, walaupun ibu udah lama enggak ketemu dia ibu mohon kamu omong yang sebenarnya sama dia,”  ucap Almh.Bu Rossa dengan raut wajah berkaca-kaca.


“Ya udah nanti saya akan bicara sama dia sekarang bagaimana bu, apa ibu sudah lega dan tenang?” tanya Aline dengan nada sangat pelan.


“Ibu sudah cukup tenang lin, walaupun sebenarnya ibu ingin mendengarkan kata maaf yang tulus dari mulut Justin dan Jennie tapi, mungkin itu sudah menjadi takdir mereka,” ucap Almh.Bu Rossa dengan air mata yang mulai bercucuran.


“Itu Kak Aline lagi ngobrol sama siapa ya?Enggak mungkin dia ngomong sendiri mana pelan gitu ngomongnya aku kan enggak bisa denger dengan jelas,” ucap Luna sambil terus memperhatikan gerak-gerak Aline.


“Woyy di  cari-cari eh ternyata di sini lagi liatin siapa,sih?” tanya Arine yang tiba-tiba muncul

__ADS_1


di  belakang Luna.


“Sssttt kamu ini ya bikin kaget aja kalau nanti ketahuan gimana?Bisa ribet urusannya,” ucap Luna dengan nada pelan.


“Kayak orang hilang tau berdiri di sini sendirian lagi ngapain loe ada di sini?” tanya Arine dengan nada cukup kencang.


Almh.Bu Rossa pun menghilang dan Aline kembali ke lokasi awal bersama teman-temannya.Luna terkejut melihat Aline sudah tidak ada ia tampak kesal terhadap Arine yang tiba-tiba muncul di belakangnya dan menganggetkannya.


“Yah!Kak Aline udah pergi kamu sih,tiba-tiba muncul kayak setan,” ucap Luna sambll memanyunkan bibirnya.


“Kak Aline?Ngapain loe ngintipin Kakak gue?” tanya Arine dengan ekspresi penasaran.


“EE—enggak papa kok rin, ya udah kita balik ke lobi aja yuk,” ucap Luna sambil menggandeng tangan Arine.


Mereka berdua kembali ke lokasi awal Luna masih di selemuti rasa penasaran.Hari semakin siang tak terasa adzan ashar berkumandang dengan cukup kencang.Mereka sedang menuju masjid untuk menunaikan sholat ashar berjamaah.Aline dan Luna sedang tidak sholat mereka berdua terlihat sedang ngobrol di kursi lobi.


"Lun, aku boleh tanya sesuatu?" tanya Aline dengan nada pelan.


"Boleh kak,tanya aja selagi aku bisa jawab akan aku jawab," ucap Luna sambil tersenyum.


"Ini aku cuma menerka-nerka ya apa benar ibu kamu seorang Dosen?" tanya Aline dengan nada yang masih pelan.


"Kok Kak Aline bisa tau?Kalau ibu aku seorang dosen beliau dosen di Kampus seinget aku Universitas yang ada di Jakarta Arine aja enggak tau lho kak," ucap Luna yang raut mukanya berubah menjadi masam.


"Ini sudah jelas kalau gadis ini adalah Anak sulung Almh.Bu Rossa gue harus gimana ya? Enggak tega jelasin yang sebenarnya," batin dengan wajah kebingungan.


Gimana ya perasaan Luna ketika mengetahui sebuah fakta dari Aline?Akankah arwah Dosen Gaib dan Lili tenang?


Tunggu episode terakhirnya ya gyus❤️.


Jangan lupa like dan vote 🙏.


Terima kasih buat kalian yang setia mengikuti novel ini dari awal i love you guys😘.


Jika ada kesalahan insyalallah akan di revisi besok😉.

__ADS_1


__ADS_2