
"Si Aline kenapa senyum-senyum gitu ya." ucap Fauzan sambil memperhatikan wajah Aline dari jauh.
"Cie-cie cemburu." ucap salah satu teman seregu Fauzan.
"Gue enggak cemburu kok cuma nanya doang." ucap Fauzan agak kesal.
"Beneran,nih." goda teman seregu Fauzan.
"Terserah loe mau nganggep gue cemburu atau apa." ucap Fauzan kesal.
Teman-temannya pun hanya tertawa melihat kelakuan Fauzan.Sementara Fauzan nampak bosan dan tidak memperhatikan penampilan Kak Justin.Dia malah terkejut melihat sesosok seperti Dosen yang berada di dekat kakak senior dan pikirannya langsung tertuju pada Bu Rossa si Dosen gaib.
"Itu dosen siapa ya? Jangan-jangan Bu Rossa lagi,tapi kalau dilihat-lihat mukanya beda." ucap Fauzan dalam hati.
Fauzan masih saja terus melihat dosen itu.Sementara Aline,Raisa dan teman seregu nya masih menikmati alunan suara merdu Kak Justin.
"Kalian udah ngantuk belum,nih?tanya Kak Justin.
"Kalau ngeliatin Kak Justin enggak bakal ngantuk kak wkwkw." ucap salah satu peserta.
"Beneran,nih jadi kalau ini acara sampai pagi enggak papa dong." ucap Kak Justin.
"Ya jangan sampai pagi juga,kak nanti pulang-pulang kita kayak zombie gara-gara kurang tidur." ucap Raisa sambil tertawa.
Semua yang mendengar perkataan Raisa pun tertawa kecuali Kak Jennie nya nampak tidak nyaman dan terkesan tidak suka dan juga Fauzan yang dari tadi terus melihat Dosen itu.
"Ada-ada aja kamu,sa." ucap Kak Justin sambil tertawa.
Aline yang tadi nya tertawa pun terdiam ketika mengalihkan pandangannya ke arah Fauzan yang sedang sibuk melihat ke arah dosen tersebut.
"Si Fauzan ngeliatin siapa ya?" tanya Aline.
"Loe kenapa,lin?" tanya Raisa.
"Loe liat,deh si Fauzan lagi ngeliatin apa ya?" tanya Aline.
"Fauzan?" tanya Raisa.
Raisa pun mengalihkan pandangannya ke arah Fauzan.
"Eh iya,lin tuh anak lagi ngeliatin apa ya nyampek bengong gitu?" tanya Raisa.
"Samperin aja yuk." ajak Aline.
"Jangan,lin nanti kalau ketawan sama kakak senior gimana?" tanya Raisa agak panik
"Cupu banget cuma gara-gara ketawan kakak senior aja panik." ucap Aline santai.
"Aduh coba loe pikir gimana kalau kita ketawan ke regu yang bukan regu kita,kita mau ngomong apa,lin kalau kita dapet alesan pun mereka enggak akan percaya apalagi Kak Jennie tapi bukan Jennie blackpink ya." ucap Raisa panjang lebar.
Aline rupanya tidak menghiraukan omongan Raisa dan langsung pergi menghampiri Fauzan.
"Loe ngomong sama siapa,sa?" tanya Karina.
"Ya sama Aline lah." jawab Raisa.
"Ha? Aline? mana orangnya aja enggak ada." ucap Karina.
"Haa..enggak ada." ucap Raisa dengan volume yang lumayan keras.
Raisa pun menengok ke arah sebelah.
__ADS_1
"Ihh jadi dari tadi gue ngomong sendiri emang ya si Aline udah mulai ketawan sifat aslinya." ucap Raisa dalam hati dengan perasaan geram.
"Yang sabar ya,sa btw Aline kemana ya?' tanya Karina.
"Mana gue tau." ucap Raisa kesal.
Fauzan masih saja melihat Dosen itu dari kejauhan dengan perasaan penasaran dan juga takut.
"Apa gue samperin aja ya?" tanya Fauzan.
"Cie-cie mau nyamperin si Aaa siapa itu ya pokoknya itu lah." jawab salah satu teman seregu Fauzan.
"Apaan,sih loe enggak usah sok tau." ucap Fauzan.
Fauzan pun bergegas mengampiri Dosen itu.
"Eh loe mau kemana,zan main pergi aja?" tanya teman Fauzan yang tadi.
Aline pun sampai ke regunya Fauzan.
"Fauzan mana kok enggak ada?" tanya Aline.
"Eh ada Aaa..." ucap teman Fauzan yang tadi tapi terpotong.
"Nama gue Aline." sambung Aline.
"Oh iya Aline namanya agak susah." ucap teman Fauzan.
"Fauzan mana?" tanya Aline khawatir.
"Gue enggak tau,gue kira dia ke tempat loe." ucap teman Fauzan.
Aline pun menanyakan keberadaan Fauzan ke teman-teman seregu Fauzan,namun tidak ada yang tau.
"Fauzan kemana ya?" tanya Aline.
Sementara itu Fauzan terlihat semakin penasaran dengan sosok dosen yang ada didekat kakak senior.Mukanya sedikit mucat dan datar.
"Aduh perasaan gue kok enggak enak gini ya yang lain kok kayak biasa aja." ucap Fauzan.
Dia pun akhirnya sampai ke tempat Dosen itu berada.
"Selamat malam,Bu ibu dosen kan kok ada disini ya?" tanya Fauzan.
"Ibu emang ikut acara ini." ucap Dosen tersebut dengan kaku.
"Ohhh gitu ya soalnya biasanya yang ikut itu kakak senior aja dosen enggak pernah ikut." ucap Fauzan agak heran.
Rupanya Fauzan sudah mulai bisa berkomunikasi dengan dosen itu.Walaupun agak sedikit merinding.
"Enggak,kamu ngapain disini bukannya gabung ke regu kamu." ucap Dosen itu dengan muka datar tanpa ekspresi dan memandang ke arah depan.
"Ini Dosen aneh banget dari tadi ngadep ke depan terus padahal gue enggak ada didepannya tapi ya udah lah yang penting dia bukan dosen gaib itu." ucap Fauzan yang mulai lega.
Sementara itu Aline melihat ke sekeliling sudut lapangan,hingga membuat Tania, Karina,Sovia kaget, sedangkan Raisa masih sangat kesal dengan Aline.
"Si Aline kok tiba-tiba ada di regu cowok,sih?" tanya Tania.
"Ada apa,tan?" tanya Sovia.
"Itu,si Aline kok ada diregu cowok ngapain coba?" tanya Tania.
__ADS_1
"Gue kira ada apa loe ganggu aja gue lagi menikmati ketampanan Kak Justin tau." jawab Sovia.
"Eh iya lho ngapain ya Aline disana?" tanya Karina.
Saat matanya melihat sekeliling lapangan,dia pun menemukan keberadaan Fauzan dan bergegas menghampirinya.
"Ngapain Fauzan disitu? gue samperin aja lah ." ucap Aline.
"Lho ..lho si Aline mau kemana lagi?" tanya Tania sambil memperhatikan arah Aline pergi.
"Tuh anak emang aneh ya dikit dikit ngilang." ucap Sovia.
"Ada apa ya sama mereka kok gue jadi khawatir gini." gumam Raisa.
Fauzan masih asik mengobrol dengan Dosen itu.Rupanya dia tidak curiga sama set terhadap dosen itu.
"Bu,kenal enggak sama tuh yang lagi didepan." ucap Fauzan sambil menunjuk seseorang.
Dosen itu masih menghadap ke depan dan tidak menatap wajah Fauzan.Dia menatap Kak Justin dengan tatapan tajam
"Saya sangat mengenal dia." ucap Dosen itu dengan singkat.
"Wah berarti dia mahasiswa yang berprestasi ya,bu sampai ibu aja kenal banget cuma sayang orang nya suka tebar-tebar pesona apalagi sama mahasiswi baru." ucap Fauzan.
Sepertinya dosen itu tidak menanggapi apa yang dikatakan oleh Fauzan,dia langsung pergi tanpa mengatakan sepatah kata pun.
"Yah..Kok malah langsung pergi padahal pengen denger tanggapan dia gimana." ucap Fauzan agak kesal.
"Apa gue ikutan aja ya daripada gue disini ngeliatin Kak Justin tebar-tebar pesona." ucap Fauzan pada dirinya sendiri.
Fauzan pun bergegas mengikuti Dosen itu.Namunnn....
"Zan,loe ngapain disini?" tanya Aline.
Fauzan nampak kaget dengan kehadiran Aline.
"Kok loe ada disini,lin?" tanya balik Fauzan.
"Kok malah nanya balik cepet jawab pertanyaan gue yang tadi." ucap Aline.
"Iya-iya tadi gue ketemu dosen disini." ucap Fauzan.
"Ha? Dosen?acara kayak gini dosen enggak mungkin ikut." ucap Aline.
"Ya awalnya gue mikirnya kayak gitu tapi setelah gue tanya dia bilang emang ikut." ucap Fauzan.
"Terus dosen itu ada dimana?" tanya Aline.
"Tadi kan gue lagi ngomong eh dia malah langsung pergi niatnya gue mau ngikutin tapi malah loe dateng." ucap Fauzan agak kesal dengan kehadiran Aline yang tiba-tiba.
"Siapa ya dosen itu apa dia dosen gaib itu?" tanya Aline dalam hati.
"Malah diem loe mau ikut enggak soalnya gue penasaran banget?" tanya Fauzan.
Happy Reading semuaaa 🤗
Jangan lupa like dan vote
Ditunggu kritik dan sarannya 🙏
Sekali lagi mohon maaf tidak bisa upt setiap hari,harap bersabar ya teman-teman ❤️
__ADS_1