Dosen Gaib

Dosen Gaib
125.Duel maut Fauzan dan Justin serta melapor ke Pak RT


__ADS_3

Happy reading semuaaa 🤗.


Mohon maaf bila masih banyak kekurangan 🙏.


“Iya yah, habis ini kita langsung ke rumah Pak RT Semoga aja Pak RT segera mengambil tindakan,” ucap Luna sambil menyantap nasi goreng buatannya.


“Makasih ya om,lun sudah mau membantu aku padahal sebelumnya kita enggak saling kenal jujur aku enggak nyangka cara balas kebaikan kalian dengan apa,” ucap Arine dengan nada pelan.


“Om dan Luna ikhlas kok membantu kamu kami hanya meminta doa semoga Luna bisa ketemu sama ibu dan adiknya udah lama mereka tidak bertemu,” ucap Pak Ali dengan nada  pelan.


“Memang mama dan adiknya Luna kemana om?Sebelumnya maaf  kalau saya kepo,” ucap Arine dengan nada sungkan.


“Biar aku aja yang njelasin ya yah, Ayah dan ibukku sudah berpisah lama hati ku benar-benar hancur ketika tau semua itu  aku ikut ayah dan adikku ikut ibu sejak


perceraian itu aku sudah jarang ketemu ibu dan adik sampai sekarang aku enggak


tau keadaan ibu dan adik bagaimana,” ucap Luna dengan mata berkaca-kaca.


“Maafin aku ya lun, jadi bikin kamu sedih,” ucap Arine sambil menatap lembut Luna.


“Iya enggak papa rin, ini foto nya rin,” ucap Luna sambil menyodorkan sebuah foto pada Arine.


Arine menatap foto tersebut  dengan tatapan tajaam  yang berisi seorang laki-laki dan tiga wanita mereka tampak berbusana formal  sangat begitu manis dan elegan.Namun, seperti tidak asing dengan foto tersebut ada sosok yang ia kenali.Arine pun


mengembalikan foto tersebut pada Luna.


“Iya nak, sebenarnya itu keputusan yang berat,tapi itu adalah jalan terbaik sekarang om sangat khawatir dengan kondisi mereka apalagi saat  ini kita sudah beda kota,” ucap Pak Ali dengan nada tegas.


“Maaf lun, kalau aku lancang nama ibu sama adik kamu siapa?” tanya Arine dengan nada pelan.


“Nama ibu ku Rossa fatmawati,sedangkan adikku namanya Lili,” ucap Luna dengan nada pelan.


“Kok aku enggak asing ya sama nama itu, nama itu sering di ceritakan Kak Aline,tapi aku kok lupa,” batin Arine sambil berpikir.


Tak terasa sarapan pun selesai Arine dan Luna pun bergegas ke rumah Pak RT sementara Pak Ali sudah bersiap berangkat kerja.Di tempat berbeda Aline,Raisa,dan Fauzan terlihat duduk di ruang tamu dengan sorot mata tajam bersama dengan Kak Justin dan dua anak buahnya.Aline tampak memulai


pembicaraan.

__ADS_1


“Kesabaran aku udah habis kak, sekarang cepat kasih tau keberadaan Arine di mana?Atau kita bakal kumpulin warga di sini buat hajar kakak dan dua anak buah kakak,” ucap Aline dengan nada tegas.


“Aku udah pernah bilang sama kamu lin, kalau kamu mau tau kamu harus terima cinta ku dulu gampangkan?” tanya Kak Justin sambil tersenyum.


“Ternyata Kak Justin masih suka sama Aline sabar zan, gue yakin Aline enggak akan nerima orang KakJustin,” batin Fauzan dengan wajah sedikit kesal.


Wajah Fauzan tampak menahan emosi yang menggebu-nggebu saat mendengar perkataan Kak Justin,sedangkan Raisa tampak bodo amat dan fokus pada


ponselnya.Aline terdiam dan tidak menghiraukan perkataan Kak Justin.


“Percuma kita ngomong sama orang ini lebih baik kita cari Arine sekarang.”Aline bangkit dari sofa di ikuti Raisa dan Fauzan.


“Kalian mau kemana?Jangan harap gue bakal ngebiarin kalian keluar dari sini terutama kamu lin, kamu harus di sini,” ucap Kak Justin sambil memegang tangan Aline.


“Lepasin Aline!Jangan berharap apa-apa lagi ya sama Aline,”ucap Fauzan sambil melepaskan tangan Kak Justin yang terlihat memegang


pergelangan tangan Aline.


Aline pun keluar dari rumah itu bersama dengan Raisa sementara Fauzan dan Kak Justin terlibat perkelahian yang cukup sengit di dalam rumah.Dua anak buah Justin terlihat mengikuti Aline dan Raisa.Aline dan Raisa


berjalan terburu-buru sebenarnya mereka bingung harus mencari keberadaan Arine


“Lin, kita mau cari Arine di mana?Enggak mungkin kan kita keliling satu kampung?” tanya Raisa dengan wajah setengah panik.


“Kalau kita perlu keliling satu kampung akan gue lakuin sa karena gue rasa Arine dan orang-orang yang kita cari ada di sini,”ucap Aline dengan nada pelan.


Mereka terus berjalan menyusuri jalanan kampung dengan langkah terburu-buru.Di belakang mereka dua anak buah Justin masih mengikuti langkah Aline dan Raisa.Arine dan Luna sedang berjalan menuju rumah Pak RT


setempat sambil memperhatikan situasi.


“Semoga aja aku enggak ketemu Kak Justin lagi dan bisa ke Jakarta secepatnya,” batin Arine dengan penuh harap.


“Rin, bentar lagi kita sampai kok nanti kamu  ceritain sedetail-detailnya biar pada percaya


kalau perlu kamu tunjuin bukti,” ucap Luna dengan nada pelan.


Arine mengangguk pelan tanda bahwa dia mengerti perkataan Luna.Aline dan Raisa tampak bertanya pada warga setempat mengenai keberadaan Arine dengan memperlihatkan foto Arine.Beberapa warga tidak melihat Arine di sekitar komplek ini.Namun, Aline tidak patah semangat ia terus mencari keberadaan adiknya saking khawatirnya dengan kondisi Arine ia sampai lupa dengan mantan suami dan anak bungsu Almh.Bu Rossa serta Fauzan.

__ADS_1


“Lin, loe enggak khawatir sama Fauzan?” tanya Raisa sambil mengelap keringat yang ada di dahi.


“Astagfirullah gimana ya kondisi dia?Semoga dia baik-baik aja gue yakin dia bisa ngatasi Kak Justin” ucap Aline dengan muka khawatir.


“Aamiin lin, istirahat yuk capek banget dari tadi jalan terus,” ucap Raisa dengan nada pelan.


Aline dan Raisa pun beristirahat di sebuah warung kopi dekat masjid.Kondisi warung cukup lengan dan tidak banyak orang.Sementara itu Fauzan dan Justin saling meluapkan emosi satu sama lain.Keduanya adu kebolehan satu sama lain apalagi saat ini tidak ada orang satu pun.Justin terkena pukulancberkali-kali di bagian perut dan kaki dan tersungkur berkali-kali.Namun, ia


tetap berusaha menyerang balik Fauzan.Fauzan tidak lengah begitu saja ia ingin meluapkan emosinya pada hari ini juga setelah beberapa waktu yang lalu di


pendam.Lagi dan lagi Justin tersungkur di lantai dengan ekspresi menahan rasa


sakit.


“Orang kayak loe enggak pantes hidup kalau hari ini gue bisacngabisin loe keren sih,” ucap Fauzan dengan nada ketus.


“Sial!Bisa-bisanya gue kalah dari dia tenang jus, selagi loe masih ada tenaga loe pasti bisa ngalahin dia,” batin Justin dengan muka kesal.


“Ternyata muka doang ganteng,tapi nyali kecil hhahahahah,” ucap Fauzan sambil tertawa terbahak-bahak.


Merasa secara tidak langsung di permalukan Justin pun bangkit dan melayangkan pukulan tepat di wajah Fauzan.Namun, Fauzan berhasil menghindari pukulan Kak Justin alhasil tawa Fauzan makin bertambah


kencang.Justin makin di buat kesal dan malu,tapi dia tetap berusaha menyerang


Fauzan apa pun caranya.Justin langsung bangkit dari lantai dan menyerang kembali Fauzan.


"Wah!Pada berantem ayo semangat jangan kasih kendor," ucap Lili dengan nada antusias.


Lili sudah cukup lama melihat duel maut Fauzan dan Justin.Luna dan Arine sudah berada di rumah Pak RT setempat.Mereka tampak mengetuk pintu dengan cukup kencang.Keluarlah laki-laki paruh baya dengan kumis cukup tebal memakai peci dan berpakaian formal.


"Eh,neng Luna ada apa,neng?Pagi-pagi sudah ke sini," ucap Pak RT dengan nada ramah.


Akankah Justin tertangkap?Atau dia berhasil kabur?Lalu setelah ini akankah Aline bertemu dengan orang-orang yang mereka cari?


Tunggu terus kelanjutannya ❤️ .


Minggu besok akan saya usahakan untuk tamat terima kasih untuk kalian yang sudah mengikuti cerita ini dari awal🙏😘.

__ADS_1


Jangan lupa like dan vote 🙏.


__ADS_2