
Happy reading semuaa🤗.
Mohon maaf bila masih banyak kekurangan🙏.
Menyadari kepalanya bersandar di bahu lebar Fauzan dengan sigap Aline pun mengangkat kepalanya wajahnya terlihat salah tingkah.Sementara Fauzan hanya membalas dengan senyuman begitu pula dengan Aline.Namun, sesaat kemudian ia melangkah menghampiri Luna yang sedang menangis histeris dan Pak Ali yang sedang menenangkan putri sulungnya itu.
“Luna,Pak Ali yang sabar ya mungkin enggak pernah terbayang di benak kalian kalau kejadiannya akan seperti ini,” ucap Aline dengan nada pelan.
“Iya neng, terima kasih sudah memberitahu saya dan Luna mungkin kalau neng Aline enggak temui saya,saya enggak tau kalau kejadiannya akan seperti ini jujur saya belum percaya kalau mantan istri dan anak bungsu saya sudah tiada Sebenarnya apa yang terjadi,neng?” tanya Pak Ali dengan nada pelan.
“Ibu….ibu bangun ini Luna sama Ayah,” tangis Luna sambil memeluk kain yang menutupi jenazah ibunya itu.
“Sebenarnya saya juga baru-baru ini tau pak, soal kematian Almh.Bu Rossa karena saya mahasiswi baru kematian Almh.Bu Rossa di bunuh oleh salah satu mahasiswa di sana pak, kejadiannya hampir satu tahun yang lalu untuk motifnya karena sakit hati maaf saya enggak bisa jelasin secara rinci jenazah Almh.Bu Rossa di kubur di belakang kampus dan baru saat ini jenazahnya di temukan dan selama ini jenazah nya belum di temukan beliau sering meminta tolong pada saya,” tutur Aline dengan nada pelan.
“Di bunuh?Jahat orang itu bunuh ibu ku sekarang orangnya mana,kak?Dia harus mempertanggung jawabkan semuanya,” ucap Luna dengan nada penuh emosi.
“Astagfirullah!Benar-benar orang yang enggak punya hati bisa-bisanya dia membunuh dosennya sendiri kenapa enggak ada satu orang pun yang memberitau saya terus Lili apa dia di bunuh juga?” tanya Pak Ali dengan nada emosi.
“Orang yang membunuh ibu kamu itu adalah orang yang menculik Arine dan orang yang di cintai Arine soal kematian Lili itu bukan karena dia pak, sepertinya dia kecelakaan dan Lili meninggal terlebih dahulu baru Almh.Bu Rossa,” ucap Aline dengan nada tegas.
“Maksud Kak Aline itu Kak Justin?” tanya Luna dengan ekpresi penasaran.
“Ha?Kak Justin?Kak Justin yang ngebunuh ibunya Luna?” tanya Arine dengan ekspresi tidak percaya.
“Iya dia pembunuhnya dia sekarang sudah mendapat balasan yang setimpal dia sudah meninggal dunia kemarin karena kecelakaan,” ucap Aline dengan nada pelan.
Luna dan Arine sangat tercengang mendengar perkataan tadi mereka sangat tidak menyangka jika Kak Justin adalah pelaku pembunuhan Almh.Bu Rossa.Arine terlihat tidak bisa menyembunyikan rasa sedih sekaligus rasa marahnya ketika mendengar nama Kak Justin di sebutkan oleh kakaknya.Sementara itu luna semakin sedih mendengar perkataan Aline tentang sosok Kak Justin yang sebenarnya.
__ADS_1
“Apa dia ngelakuinnya sendiri,neng?Apa ada pelaku lain?” tanya Pak Ali sembari terus menenangkan putri sulungnya.
“Ada dua pelaku pak, Kak Justin dan Kak Jennie mantan pacar Kak Justin,tapi dia sudah meninggal terlebih dahulu,” ucap Aline dengan nada pelan.
“Ya Allah SWT saya benar-benar enggak habis pikir neng, seandainya mereka masih hidup pengen banget liat muka mereka dan pengen ngasih pelajaran,"ucap Pak Ali sambil geleng-geleng kepala.
“Pak, ini jenazah akan di makamkan sekitar jam 09.00 WIB ini kita akan melakukan proses pengafanan,” ucap salah satu perawat di rumah tersebut.
Seluruh orang di sana pun di minta keluar,tapi Luna ia enggan untuk keluar ia masih ingin melihat jenazah wanita yang selama ini ia rindukan walaupun wajahnya sudah tidak jelas.Pak Ali terus membujuk Luna untuk keluar.Namun, kali ini Luna benar-benar tidak mau alhasil Pak Ali pun menggandeng tangan Luna agar ia keluar dari ruang jenazah.
“Lepasin aku yah, aku pengen liat ibu,” ucap Luna sambil melepaskan tangan ayahnya di pergelangan tangannya.
“Luna jangan seperti ini kamu harus ikhlas supaya ibu tenang di alam sana kalau kamu kayak gini arwah ibu pasti enggak akan tenang,” ucap Pak Ali dengan nada sedikit emosi.
“Apa yang di katakan ayah kamu benar lun, kasihan ibu sama adik kamu,” ucap Aline dengan nada pelan.
“Lin, loe keren banget bisa nyelidiki kasus ini sampai ke akar-akarnya terus si Justin gimana?Dia masuk penjara lagi,” ucap Kak Petter rekan Justin di kampus.
“Makasih kak, ini sepenuhnya bukan karena aku tapi, karena Allah SWT soal Kak Justin dia udah meninggal kak, karena kecelakaan," ucap Aline dengan nada pelan.
“Astaga! Mungkin ini balasan yang pas buat dia lin, enggak nyangka gue terus jenazahnya di makamin di mana?” tanya Petter dengan ekspresi syok.
“Soal itu aku enggak tau kak, mungkin dia di makamin di kampung halamannya ya udah aku permisi dulu ya,” ucap Aline sambil melangkah pergi meninggalkan Kak Justin.
Petter tampak tidak bisa menyembunyikan kesedihannya saat tau bahwa Justin sudah meninggal dunia walaupun dia adalah otak dari pembunuhan Almh.Bu Rossa menurut ia Justin adalah sosok yang baik dan ramah pada semua orang.Ambulance yang membawa jenazah Almh.Bu Rossa pun melaju ke arah pemakaman di dalamnya ada Aline,Pak Ali,Luna,Raisa,Fauzan,dan Arine.Tak perlu waktu lama untuk sampai ke lokasi pemakaman hanya perlu waktu 5-10 menit saja.Almh.Bu Rossa pun di keluarkan dari ambulance.
“Kak, aku pengen ngomong sesuatu sama ibu apa kakak bisa pertemukan ku dengan ibu untuk terakhir kalinya?” tanya Luna dengan nada suara serak.
__ADS_1
“Insyallah aku bisa lun, aku akan membuka mata batin kamu ini ibu juga ada di sini sama adik kamu juga tapi, kita harus menjauh dulu dari sini,” ucap Aline sambil menggandeng tangan Luna agar menjauh dari lokasi pemakaman.
Sekarang mereka sudah cukup jauh dari kerumunan orang Aline pun langsung menyuruh Luna untuk memejamkan matanya dan melafalkan apa yang ia ucapkan setelah itu ia menyuruh Luna untuk membuka matanya secara perlahan-lahan.Luna tampak kaget dan syok melihat sosok yang ada di sekitarnya matanya tertuju pada sosok yang sudah tidak asing lagi baginya siapa lagi kalau bukan Almh.Bu Rossa ibunya.Luna sangat kaget melihat kondisi ibunya ada bekas tusukkan di perutnya dengan baju seragam penuh dengan darah wajah ibunya tidak terlalu seram selain melihat ibunya ia juga melihat gadis kecil kesayangannya yaitu Lili.Luna sangat senang sekaligus gemetar ini kali pertama ia melihat makhluk halus.
“Ini beneran kalian aku bener-bener enggak tau mau ngomong apa intinya Luna kangen banget sama kalian,” ucap Luna dengan air mata yang membasahi pipinya.
“Kamu liat ibu nak, ibu juga kangen banget sama kamu sekarang kamu sudah besar,cantik sudah jangan menangis nanti ibu dan Lili enggak tenang maafin ibu selama ini enggak ngasih kamu kabar ini bukan keinginan ibu sayang,tapi ini memang sudah menjadi takdir ibu,ibu mau kamu ikhlas menerima semua ini,” ucap Almh.Bu Rossa dengan nada pelan.
“Kak Luna Lili juga kangen sama kakak,” ucap Lili dengan suara cemprengnya.
“Sulit untuk menerima ini semua tapi, Luna akan mencoba pelan-pelan ibu li, supaya kalian juga tenang Luna akan doain kalian agar kalian di tempatkan di tempat yang terbaik doain Luna supaya Luna jadi, anak yang sukses dunia dan akhirat I Love you ma,li.”Tangis Luna makin menjadi-jadi sehingga nada suaranya sedikit tidak jelas.
“Iya nak, jaga ayahmu baik-baik ya turuti perintahnya jangan membangkang I love you too nak, terima kasih ya Aline atas usaha kamu dalam mengungkap semua ini semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian soal Justin dan Jennie insyallah saya sudah memaafkan mereka semoga kita di pertemukan di surga nanti,” ucap Almh.Bu Rossa sambil tersenyum ke arah Luna dan Aline.
“Sama-sama bu, saya juga senang dan lega bisa mengungkap ini semua aamiin,” ucap Aline sambil membalas senyuman Almh.Bu Rossa.
Almh.Bu Rossa dan Lili pun menghilang dari hadapan Aline dan Luna.Aline pun menutup kembali mata batin Luna kejadian barusan sedikit mengurangi rasa sedih Luna.Aline dan Luna pun kembali ke lokasi pemakaman.Jenazah Almh.Bu Rossa pun di masukkan ke liang lahan.Aline melihat arwah Almh.Bu Rossa menghilang dan masuk ke liang lahan begitu pula dengan Lili mereka tampak melambaikan tangan ke arah Aline.Makam pun di taburi bunga dan di bacakan doa.
"Bu,li selamat jalan semua nasihat ibu akan aku ingat walaupun ini masih berat buat aku semoga kita di pertemukan di surga kelak,aamiin," batin Luna sambil memegang batu nisan ibu dan adiknya.
"Berat rasanya mengikhlaskan kepergian kalian tapi,ini adalah kenyataan yang harus aku dan Luna terima aku janji akan menjaga Luna hingga dia dewasa," batin Pak Ali sambil memegang batu nisan mantan istrinya dan anak bungsunya.
Aline,Fauzan,Raisa,dan Arine memandang dari kejauhan dengan wajah datar untuk menghormarti Luna dan Pak Ali.Fauzan dan Aline terlihat semakin dekat.Arwah Almh.Bu Rossa dan Lili sudah tenang di alam sana secara tidak langsung misteri dan hawa menyeramkan di Universitas Merah Putih sudah hilang dan berangsur normal.
Jangan lupa like,vote,dan coment ya🙏.
Thank you semua🥰.
__ADS_1
Besok aku bakalan up sesuatu😊.