Dosen Gaib

Dosen Gaib
88. Reward untuk Aline,Raisa,dan Fauzan


__ADS_3

Happy reading semuaaa 🤗.


Maaf masih banyak kekurangan 🙏.


Mohon maaf kemarin tidak update karena badan saya kurang fit🙏.


Semua orang di sana nampak kaget melihat kondisi jenazah Almh.Bu Rossa yang sangat memprihatikan dengan kondisi terbungkus kain korden dan dipenuhi dengan


binatang-binantang melata seperti cacing,lintah,dll  serta mengeluarkan bau busuk yang cukup menyengat.Tak


sedikit dari mereka yang merasa terganggu dengan bau tersebut.Jenazah Almh.Bu


Rossa pun di masukkan ke dalam kantong jenazah.


“Gila bau banget,”ucap Fauzan sambil menutup hidungnya.


“Ya  kan udah kekubur hampir 1 tahun pasti bau lah,”ucap  Raisa yang juga menutup hidungnya.


“Nanti kalian mau ikut gue enggak ke rumah sakit buat liat jenazah Almh.Bu Rossa sama Almh.Jennie,”ucap Aline sambil menutup hidungnya.


“Enggak dulu ngeri lin,pas waktu itu ngeliat jenazah Kak Jennie aja nyeremin banget,”ucap Raisa dengan ekspresi jijik.


“Tenang aja lin,gue pasti ikut kok,tapi gue tunggu di luar ya,”ucap Fauzan sambil cengengesan.


“Uuuuuuuu bilang aja loe takut,’ucap Raisa sambil menyenggol tubuh Fauzan.


Pihak polisi dibantu satpam kemballi merapikan tanah yang berhamburan.Sementara itu mahasiswa dan mahasiswi di sana nampak mengunjing


Justin dan Jennie bahkan beberapa dari mereka masih tidak percaya kalau mereka


berdua pelaku sebenarnya.Namun tak sedikit yang percaya dan menyuruhkan rektor


untuk mengeluarkan Justin dari kampus walaupun Justin salah satu mahasiswa yang


berprestasi dan cukup popular.


“Gyus siapa yang setuju kalau Justin di drop out dari kampus,”teriak salah satu mahasiswa yang posisinya ada di depan.


Beberapa mahasiswa dan mahasiswi nampak setuju dan mengacungkan tangan tak terkecuali Fauzan yang ingin sekali Justin dikeluar kan dari kampus.Sementara itu Aline dan Raisa serta beberapa mahasiswa dan


mahasiswi lainnya tidak mengacungkan tangannya.Kericuhan mulai terjadi ketika

__ADS_1


beberapa mahasiswa dan mahasiswa yang setuju bersorak ramai menuntut agar


Justin di drop out dari kampus.


“Justin di drop out,”ucap beberapa mahasiswa dan mahasiswi dengan sangat kompak termasuk Fauzan.


“Lin,ini kenapa pada kayak gini?”tanya Raisa dengan ekspresi panik.


“Gue juga enggak tau,”ucap Aline sambil memperhatikan kondisi.


Rektor pun memberi pengumuman dan meminta mahasiswa dan mahasiswi untuk lebih tenang.Rektor menjelaskan bahwa keputusan mendrop out Justin akan di bahas di rapat khusus yang akan di adakan besok pagi sekarang yang terpenting bisa mengurus jenazah Almh.Bu Rossa dengan layak dan memakamkan jenazah Almh.Jennie dan menunggu putusan polisi dan hakim.Mahasiswa dan mahasiswi nampak kesal dan kecewa mendengar intruksi Rektor termasuk Fauzan.


“Kenapa pakai nunggu-nunggu pak,udah tau dia salah langsung drop out aja  apa susahnya sih,”ucap Fauzan dengan nada kesal.


“Ya enggak segampang itu zan,tapi kalau rektornya loe mungkin bisa,”ucap Aline sambil tersenyum.


“Kalau rektornya loe ni kampus bakal di tutup,”sambung Raisa sambil tertawa.


Semua sudah selesai dan jenazah Almh.Bu Rossa sudah di bawa ke rumah sakit. Rektor memberi penjelasan bahwa setiap jurusan wajib mengirimkan dua perwakilan untuk hadir di permakaman Almh.Bu Rossa.Mahasiswa dan mahasiswi termasuk dosen di bubarkan dan kembali ke ruang kelas untuk menerima materi.Namun tidak dengan Aline,Raisa,dan Fauzan mereka di minta menemui rektor diruangannya sekarang juga.Mereka pun beranjak dari belakang kampus.Di perjalanan Fauzan nampak senang dan tak henti tersenyum.


“Kayaknya  kita bakal dapet komisi guys  gara-gara kita udah jadi pahlawan,”ucap Fauzan penuh percaya diri.


“Sok tau loe zan,duit mulu pikirannya,”ucap Raisa dengan nada santai.


“Dari pada kita menerka-nerka mending sekarang kita masuk aja,”ucap Aline dengan nada pelan.


Mereka bertiga pun masuk ke dalam dengan perasaan campur adukDi dalam sana sudah ada beberapa dosen dan dekan yang membuat Aline dan kawan-kawan makin salah tingkah.Rektor pun menyuruh mereka duduk di kursi yang sudah disediakan.Rektor pun memulai pembicaraan dengan wajah sumringah.


“Saya dengar dari pihak kepolisian kalau kalian  terutama Aline yang mengungkap pelaku sebenarnya?”tanya Rektor dengan nada santun.


“Iya pak,kami sengaja ngelakuin hal ini karena kami kasihan sama Almh.Bu Rossa dan anaknya,”ucap Aline dengan nada sopan.


“Iya pak,kami ngelakuin ini karena Aline kalau benar karena Aline kita enggak akan cari tau kejadian ini,”sambung Raisa sambil tersenyum.


“Wah!Dugaan gue bener moga-moga aja beneran dapat komisi,”batin Fauzan sambil tersenyum-senyum.


“Apa pun alasan kalian saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya karena berkat kalian akhirnya misteri kematian Almh.Bu Rossa terungkap walaupun saya dan yang lainnya masih tidak menyangka,”ucap Rektor sambil tersenyum.


“Iya pak,sama-sama saya mau tanya kira-kira pemakamannya Almh.Bu Rossa di lakukan hari apa ya?”tanya Aline dengan nada sopan.


“Pemakaman akan dilaksanakan besok kalau tidak ada halangan,”ucap Rektor tanpa ekspresi.

__ADS_1


Saat mereka berbincang-bincang  Lili tiba-tiba muncul dan berjalan-jalan menyusuri ruang Rektor sambil clingak-clinguk.Aline nampak tidak tenang dia takut Lili bisa membuat orang-orang seisi ruangan menjadi ketakutan.Aline pun memberi kode pada Lili untuk tidak menyentuh barang-barang yang ada di sana,namun kode dari dia tidak di hiraukan Lili.


“Li,kamu ngapain ada di sini?”tanya Aline dengan sorot mata


kearah Lili.


“Kamu kenapa,lin?Kayak lagi ngomong sama seseorang,”ucap Rektor sambil melihat arah mata Aline.


"Eeeeee saya enggak ngomong sama siapa-siapa kok pak,"ucap Aline dengan suara terbata-bata.


"Si Aline kayaknya lagi ngeliat penampakan," batin Raisa sambil melirik wajah Aline.


"Oh ya ini saya mau ngasih reward buat kalian ini nanti ada beasiswa untuk kalian," ucap Rektor dengan nada tegas.


Seketika wajah Fauzan berubah masam dia pikir akan mendapatkan komisi berupa uang,dll ternyata hanya beasiswa saja.Berbeda dengan Aline dan Raisa yang nampak senang menerima reward tersebut.Mereka pun keluar dari ruang Rektor dengan wajah sumringah.


"Yess lin, kita dapat beasiswa siapa tau beasiswa kuliah ke luar negeri," ucap Raisa dengan wajah sumringah.


"Iya sa,gue juga seneng banget,tapi gue masih penasaran siapa mantan suami sama anak sulung Almh.Bu Rossa," ujar Aline dengan ekspresi datar.


"Gue kira bakal dapat komisi ternyata cuma dapat beasiswa doang," ujar Fauzan dengan ekspresi kesal.


"Eh zan,seharusnya loe bersyukur dapat reward kayak gitu," ucap Raisa dengan nada sewot.


"Ya sa,cuma setidaknya ngasih komisi kek,makanan kek," ujar Fauzan yang masih kesal.


"Kalau menurut gue kalau nolong orang itu harus ikhlas jangan mengharapkan pamrih," ucap Aline dengan nada santai.


Mereka bertiga pun masuk ke kelas untuk menerima materi kuliah hari ini.Sementara di kantor polisi Justin nampak termenung.Dia tidak henti menyalahkan dirinya sendiri dan pasrah menerima hukuman atas perbuatannya di masa lalu.


"Hidup gue sekarang bener-bener hancur sekarang orang-orang udah ngangep gue kayak sampah mungkin ini akibat yang harus gue terima," ucap Justin dengan ekspresi penyesalan.


Di sekolah Arine nampak masih termenung dan menyendiri.Saat itu dia sedang duduk di kursi depan kelas.Dia sedang memainkan ponselnya karena sedang jam istirahat.Mata Arine terbelalak melihat postingan di media sosial bahwa ada mahasiswa dari Universitas Merah Putih di tangkap polisi karena kasus pembunuhan.


Akankah Arine membenci Justin?Terus bagaimana kelanjutan misi Aline dalam mencari Mantan Suami dan anak sulung Almh.Bu Rossa?


Tunggu terus kelanjutannya ❤️.


Jangan lupa like dan vote 🙏.


Jaga lupa jaga kesehatan terus semua 😘

__ADS_1


Mohon doanya ya teman-teman ku keluarga ku lagi pada sakit🙏.


__ADS_2