
Happy reading semua🤗.
Mohon maaf bila masih banyak kekurangan🙏.
085742970337 silahkan hubungi no itu ya jika ada kritikan dan saran😊.
"Pa, kak Lili kangen sama kalian,” ucap Lili sambil menangis tersedu-sedu sembari memeluk ayahnya.
“Walaupun dunia kita sudah berbeda tapi,insyallah hati kita akan tetap menyatu,” ucap Almh.Bu Rossa dengan nada pelan.
“Kenapa aku merasa kalau ibu dan Lili ada di sini Ya Allah SWT sebenarnya aku belum sepenuhnya percaya kalau ibu dan Lili sudah meninggal,” batin Luna dengan air mata yang membasahi pipinya.
“Zan, gue jadi sedih liatnya enggak nyangka kalau mereka itu keluarganya si Dosen Gaib,” ucap Raisa yang tidak sadar kepalanya bersandar di bahu lebar Fauzan.
“Ih!Loe apa-apaan sih sa, pakai nyender-nyender segala kalau Aline liat gimana?” tanya Fauzan yang langsung mendorong kepala Raisa dengan ekspresi kesal.
“Sorry zan, tadi kebawa suasana tenang aja Aline enggak bakalan cemburu kok mungkin kalau sama cewek lain dia bakal cemburu,” ucap Raisa dengan nada pelan.
Malam itu menjadi saksi sedih dan perihnya hati Pak Ali dan Luna setelah mengetahui sebuah fakta yang cukup mengejutkan.Aline berusaha menenangkan Pak Ali dan Luna dengan membuatnya teh manis hangat dan membawa mereka masuk ke rumah.Sekarang mereka sudah berada di ruang tamu dengan suasana sunyi mata Aline terus tertuju pada Pak Ali dan Luna mereka terlihat sudah mulai tenang walaupun rona kesedihan masih ada di wajah mereka.Aline terlihat bersiap membuka pembicaraan.
“Pak,Luna yang sabar ya mungkin ini suatu hal yang enggak bisa di terima begitu saja kematian itu rahasia sang pencipta yang pasti bakal menimpa kita semua habis isya kita langsung berangkat ke Jakarta ya naik mobil ayah saya bagaimana?” tanya Aline dengan nada pelan.
“See-sebenarnya aku masih enggak percaya sama omongan kakak tadi dan aku belum siap menerima kenyataan tapi, insyallah aku siap kak,” ucap Luna dengaan suara terbata-bata.
“Sebenarnya saya juga masih kurang yakin dengan pernyataan neng Aline insyallah kami mau dan siap ke Jakarta,” ucap Pak Ali dengan nada pelan.
“Aku masih enggak paham deh, sama apa yang kalian omongin,” ucap Arine dengan nada pelan.
Sambil menghela nafas panjang dan berpindah tempat duduk Aline berkata,” Next time kakak bakal cerita semuanya intinya ini juga menyangkut Kak Justin.
__ADS_1
“Kak Jutin?Kak Aline selalu bikin orang penasaran,” batin Arine dengan ekspresi kesal.
Aline dan kawan-kawab beserta Pak Ali serta Luna bersiap-siap ke masjid untuk menunaikan sholat maghrib berjamaah sehabis dari masjid mereka makan malam bersama Fauzan dan Raisa berkomesi untuk menghibur Pak Ali dan Luna.Jam terus berjalan hingga tanpa di sadari sudah pukul 19.00 WIB mereka bersiap lagi ke masjid untuk menunaikan sholat Isya berjamaah sehabis itu mereka langsung bersiap-siap karena akan berangkat ke Jakarta.Pak Ali terlihat menyiapkan beberapa pakaian dan beberapa barang di kamarnya.Luna tak sengaja mengintip ayahnya itu dan langsung menghampirinya.
“Yah, Luna takut kalau yang di katakan Kak Aline itu benar dari dulu Luna pengen banget ketemu sama ibu sama Lili tapi, kenyataannya malah enggak pernah ketemu sekalinya dapat kabar malah dapat kabar kayak gini,” ucap Luna dengan mata berkaca-kaca.
“Maafin ayah ya Lun, ini semua memang salah ayah enggak seharusnya ayah nyerain ibu kamu dan pindah ke sini ayah juga bingung waktu itu emosi ayah benar-benar sedang tumpah ruah,” ucap Pak Ali sambil memeluk hangat putri sulungnya.
“Sudahlah yah, jangan menyalahkan diri sendiri ini memang udah garis takdir dari sang maha kuasa cuma di sini Luna nyesel enggak cari keberadaan ibu dan Lili,” gumam Luna dengan air mata yang mulai membasahi pipinya.
“Kasihan mereka harus di pertemukan dengan orang yang tersayang dengan kondisi seperti ini tapi, di sisi lain aku juga lega semua sudah terungkap,” ucap Aline di balik tirai kamar Pak Ali.
Tak perlu menunggu waktu lama sekarang mereka sudah dalam perjalanan menuju Jakarta dan diperkirakan akan sampai di Jakarta malam nanti di perkirakan pada pukul 22.00 WIB -23.00 WIB.Fauzan duduk di bangku sopir,Aline duduk di sebelah Fauzan, Pak Ali dan Luna berada di belakang Fauzan dan Aline sementara Arine dan Raisa duduk di kursi belakang dengan kondisi sudah tertidur pulas.Sepanjang perjalanan suasana tampak hening dan tidak banyak suara mata Aline terus tertuju ke arah belakang terlihat Pak Ali dan Luna yang sedang terdiam dengan wajah datar dan tiba-tiba terlelap tidur.Tiba-tiba ada yang menyentuh tangannya.
“Ih!Fauzan!Bikin kaget aja kenapa?” tanya Aline dengan ekspresi kesal dan melepaskan tangannya dari Fauzan.
“Maaf lin, habisnya kamu fokus banget tapi, sekali-kali boleh lah pengang tangan kamu,” ucap Fauzan sambil tersenyum.
“Iya btw kamu enggak ngantuk lin, ini masih jauh perjalanannya lho,” ucap Fauzan sambil fokus menyetir.
“Aku belum ngantuk zan, lagi pula kalau aku tidur nanti kamu sendirian dong,” ucap Aline dengan nada pelan.
“Oh jadi, kamu enggak tega ngeliat aku clingak-clinguk sendirian tapi, kalau kamu udah ngerasa ngantuk tidur aja jangan di paksa karena suatu hal yang di paksa itu enggak enak tapi kalau soal cinta ku ke kamu enggak ada unsur paksaan kok” ucap Fauzan sambil tersenyum dan sesekali melirik Aline.
“Kamu ya masih sempet-sempetnya ngenggombal,” ucap Aline dengan ekspresi salah tingkah.
Mendengar kata Aline barusan Fauzan hanya tersenyum di saat kondisi yang seperti ini ia bisa mengembalikan senyum manis di wajah cantik Aline.Sementara itu Luna terlihat sangat pulas tertidur di pelukan Ayahnya.Namun, saat ia tertidur ia bermimpi sesuatu pada mimpinya itu ia bertemu dengan Ibu dan adiknya,Lili.Mereka sangat cantik dengan pakaian serba putih disertai cahaya yang sangat indah.Mereka tersenyum ke arah Luna.
“Ibu,Lili akhirnya Luna bisa bertemu dengan kalian,kalian cantik sekali pokoknya Luna kangen banget sama kalian,” ucap Luna dengan wajah antusias dan tersenyum lebar.
__ADS_1
“Ibu juga kangen banget sama kamu nak, sekarang kamu sudah besar tambah cantik,”ucap Almh.Bu Rossa sambil tersenyum di ikuti senyum Lili.
Luna berlari mendekati ibu nya dengan perasaan bahagia.Namun, sayang perlahan Ibu dan adiknya menghilang tanpa jejak dan membuat Luna bingung.Luna terus berteriak memanggil nama ibu dan adiknya dengan suara sangat lantang hingga ia terbangun dari tidurnya.
“Ibuuu…..Lili…..” teriak Luna yang tiba-tiba terbangun dari tidurnya dengan nafas terengah-engah.
Aline dan Fauzan kaget mendengar teriakan Luna terutama Pak Ali yang tiba-tiba terbangun dari tidur pulasny Raisa dan Arine juga terbangun dari tidurnya.Fauzan menghentikan mobil di pinggir jalan dekat sebuah sekolah Aline tampak memberikan air putih pada Luna agar ia tenang semua orang tidak memberikan respon apa pun Raisa dan Arine hanya terdiam sepertinya mereka masih mengantuk sementara Fauzan ikut menenangkan Luna setelah kondisi mulai stabil ia pun bertanya sesuatu pada Luna.Pak Ali tampak khawatir dengan kondisi Luna.
“Kamu mimpi apa,lun?” tanya Aline dengan nada lembut.
“Iya,kamu mimpi apa?” tanya Pak Ali dengan nada pelan.
“Aku mimpi ketemu ibu sama Lili kak,yah di suatu tempat yang sangat bagus mereka juga cantik banget pakai baju serba putih di penuhi cahaya awalnya aku seneng banget tapi, mereka tiba-tiba ilang begitu aja aku berusaha cari tapi enggak ketemu,” ucap Luna dengan nada pelan.
“Sedih banget liat mimpi Luna enggak kebayang ekspresinya besok liat kondisi ibunya yang udah meninggal,” batin Aline yang tidak sadar air matanya mulai turun membasahi pipi.
“’Itu cuma mimpi nak, jangan di bawa serius mohon maaf ya semua jadi pada kebangun,” ucap Pak Ali sambil membelai rambut putri sulungnya.
“Ibu ingin sekali memeluk kamu nak, tapi apalah daya dunia kita sudah berbeda dan juga ingin mengucapkan terima kasih pada Papa mu karena sudah membesarkan mu dengan sangat baik,” ucap Almh.Bu Rossa dengan nada pelan.
Perjalanan pun kembali di lanjutkan tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 21.00 WIB itu artinya sebentar lagi mereka akan sampai di Jakarta.Pak Ali dan Luna yang tiba-tiba terbangun dari tidurnya memutuskan untuk tidak tidur,sedangkan Arine dan Raisa melanjutkan lagi tidur mereka sepertinya mereka sedang bermimpi sesuatu.
“Pak,Luna rencananya besok saya akan ajak kalian ke rumah sakit jadi, malam ini kalian menginap di rumah saya kalian juga ya,” ucap Aline dengan nada pelan.
Luna dan Pak Luna sangat sedih mendengar kabar itu.Selanjutnya apa yang akan terjadi?Seperti apa kah reaksi Luna dan Pak Ali ketika melihat kondisi jenazah Almh.Bu Rossa?
Tunggu terus kelanjutannya ya❤ .
Jangan lupa like,vote,dan comentnya🙏.
__ADS_1
Yuk yang mau gabung ke grup supaya kita bisa berkomunikasi lebih dekat🤗.
hari ini aku up 3 chapter sekaligus😉.