
Happy reading semuaaa 🤗.
Maaf ya kemarin tidak update 🙏.
Mohon maaf juga masih banyak kekurangan 🙏.
“Kak,gue enggak mau,”ucap Arine sambil terus membrontak.
Aline,Raisa,dan Fauzan terus menarik Arine hingga sekarang mereka berada di dalam kantor polisi.Kondisi di sana sangat sepi dan sunyi terlihat hanya ada beberapa polisi yang berjaga-jaga.Aline pun menghampiri
salah satu polisi untuk bertanya apakah
bisa bertemu Justin apa tidak.Sementara Raisa dan Fauzan terus menjaga Arine
agar tidak kabur.
“Permisi pak,saya Aline apakah bisa bertemu Kak Justin?”tanya Aline dengan nada suara
pelan.
“Ada keperluan apa ya?”tanya polisi bertubuh atletis dengan wajah dan tatapan tajam.
“Kebetulan kami ini temannya Kak Justin dan ada sesuatu yang ingin kami bicarakan,”sahut Aline dengan nada tegas.
“Baik,silahkan duduk di sebelah sana,”ucap polisi tersebut sambil menyuruh Aline dkk duduk di tempat yang di sediakan.
“Baik pak,terima kasih,”sahut Aline sambil tersenyum.
Polisis tersebut bergegas menghampiri Justin di sel tahanan.Aline pun menghampiri
Raisa,Fauzan,dan adiknya.Aline pun mengajak mereka duduk di tempat yang sudah di sediakan.Arine nampak tidak mau dan berusaha untuk kabur,namun karena
paksaan kakaknya akhirnya dia mau duduk dengan perasaan campur aduk ya bingung,panik,dan khawatir.
“Katanya loe pengen ketemu sama Kak Justin di sini tempatnya,”ucap Fauzan dengan nada cukup nyaring sambil terus memegang tangan Arine.
“Ih,lepasin gue kak,lepasin aku dong lagian mau kalian bawa aku ke kantor polisi,ke pengadilan kalian pikir gue bakal percaya ya enggak lah,”ucap Arine dengan nada songong.
“Sumpah adiknya Aline nyebelin banget untung loe adiknya Aline kalau enggak udah gue santet,”batin Raisa dengan wajah kesal.
“Untung loe adiknya Aline ya kalau enggak udah ruqiah,”ucap Fauzan denga nada emosi.
“Terserah kamu ya rin,kakak udah capek kalau kamu mau percaya ya syukur kalau enggak ya enggak masalah intinya kamu harus tetep di sini kakak udah izin sama wali kelas kamu,”gumam Aline dengan nada pelan.
“Nyebelin banget Kak Aline gimana kalau Kak Justin bener-bener di penjara gimana ya?”tanya Arine dengan wajah panik dalam hati.
__ADS_1
Di sel tahanan Justin nampak termenung dengan ekspresi muka datar dan pandangan kosong.Justin pun kagat dengan kehadiran polisi secara tiba-tiba.Polisi itu berkata bahwa ada yang ingin bertemu dengan
Justin.Seseorang itu adalah perempuan berparas cantik dengan pipi cukup
cubby.Wajah Justin berubah menjadi sumringah dia berpikir perempuan itu adalah
Aline.Justin pun berpikir Aline masih
peduli dengannya.Justin pun keluar dari sel tahanan Bersama dengan polisi untuk
menemui Aline.Saat Justin sampai di sana dia tercengan melihat Aline tidak sendiri.
“Ini dia orang yang di tunggu-tunggu,”ucap Aline sambil membuang muka dan melihat se keliling ruangan.
“Kak Justin?Enggak mungkin loe bukan Kak Justin kan?”tanya Arine sambil bangkit dari tempat duduknya dengan wajah tidak percaya.
“Ini gue Justin,”ucap Kak Justin dengan wajah menunduk dan tanpa ekspresi.
“Sekarang loe udah percaya kan bahwa orang yang selama ini loe suka itu adalah pembunuh?”tanya Raisa dengan nada cukup keras.
“Enggak-enggak ini bukan Kak Justin dia pasti bohong,”ucap Arine dengan mata berkaca-kaca.
“Rin,ini Kak Justin kakak tau kamu syok
berat,tapi jangan sampai kayak gini,”ucap Aline sambil menyadarkan adiknya.
“Enggak mungkin Kak Justin pembunuh enggak mungkin,”ucap Arine dengan mata
berkaca-kaca dan langsung kabur meninggalkan kantor polisi.
Aline,Raisa,dan Fauzan nampak kaget melihat Aline kabur.Mereka pun menyusul Arine karena takut Arine akan berbuat yang
tidak-tidak. Namun tiba-tiba pergelangan tangan Aline dipegang Kak Justin.Sepertinya Kak Justin ingin Aline tetap berada di sini.
“Lin,aku seneng banget kamu mau nemui aku aku pengen ngomong sesuatu hal kamu,”ucap Kak Justin sambil tersenyum.
Sambil melepaskan genggaman tangan Kak Justin Aline berkata,”Maaf kak,aku ke sini
bukan buat nemuin kakak aku cuma pengen nyadarin Arine kalau orang yang selama
ini ia cinta bukan orang baik.
Aline pun pergi meninggalkan Kak Justin untuk menyusul adiknya.Wajah Kak Justin kembali murung melihat Aline yang ilfeel berat padanya.Sementara itu di RS Citra Medika sudah banyak orang dari pihak
kampus.Mereka sedang mengurus pemakaman Almh.Bu Rossa(Dosen Gaib) yang rencananya di makamkan siang hari ini.Namun terdapat beberapa kendala yang menghambat proses persiapan
__ADS_1
pemakaman.
“Peter coba kamu hubungi Aline,”ucap Rektor dengan nada suara tegas di depan ruang jenazah.
“Baik pak,”sahut Peter sambil menjauh dari ruangan jenazah dan mencoba menghubungi Aline
Aline tidak mengangkat telefon dari Kak Peter,namun Kak Peter terus menelepon Aline.Setelah cukup lama mencoba Pete pun kembali ke depan ruang jenazah untuk memberitahu Rektor dan yang lainnya bahwa Aline tidak bisa di hubungi.
“Maaf pak,saya sudah mencoba berulang kali,tapi tidak di diangkat,”ucap Petter dengan nada pelan.
“Kemana ya si Aline tumben tidak di angkat?Ya sudah terima kasih ya Petter,”ucap Rektor sambil mengecek hpnya.
“Baik pak,permisi,”ucap Petter sambil mendekat ke arah mahasiswa yang lain.
Petter pun menghampiri teman-temannya.Tak sedikit dari mereka yang membicarakan Justin dan Jennie perihal kematian Almh.Bu Rossa.Mereka masih tidak menyangka orang yang selama ini terlihat baik dan menjadi panutan ternyata seorang pembunuh.Mereka juga menyayangkan sikap Justin dan Jennie yang egois.
“Gue masih enggak nyangka kalau pelakunya Justin sama Jennie eh Almh.Jennie,”ucap Niken sambil menutup mulutnya.
“Sama ken,gue juga enggak nyangka,tapi gue kasihan sama Almh.Jennie dia meninggal dengan tidak wajar,”sambung Petter.
“Iya,padahal dia belum sempat minta maaf emang ya zaman sekarang banyak banger orang bermuka dua,”’ucap mahasiswa yang lainnya.
Di tempat berbeda Arine nampak berlari tidak terarah sambil menangis.Dia tidak percaya bahwa laki-laki yang di hadapannya adalah Kak Justin.Di belakang terlihat Raisa dan Fauzan kompak mengejar Arine di ikuti Aline.Arine berlari menuju jembatan yang ada di daerah tersebut.
“Rin,aduh larine kencang banget,”ucap Raisa dengan nafas tersengal-sengal.
“Iya atlet aja kalah,”sambung Fauzan yang nampak kelelahan dan menghentikan laju larinya.
“Arine di mana?”tanya Aline yang memberhentikan langkah karena melihat Raisa dan Fauzan berhenti.
"Kayaknya di lari ke arah jembatan lin,"ucap Raisa sambil mengelap keringat yang bercucuran.
Aline pun melangkah kan kakinya ke arah jembatan untuk menyusul adiknya.Arine menghentikan langkahnya tepat di depan jembatan sambil menangis.Arine masih tidak percaya bahwa orang yang ia temui tadi adalah Kak Justin.
"Hikss....Enggak mungkin itu Kak Justin," ucap Arine sambil menyapu air mata yang bercucuran.
Suasana di sekitar jembatan nampak ramai kendaraan.Tiba-tiba muncul sosok misterius di samping Arine.Sosok itu berbaju dosen dengan luka tusukkan di bagian perut dengan wajah pucat memandang Arine dengan tatapan tajam.
"Kok aku jadi merinding gini ya?"tanya Arine sambil memperhatikan sekitar jembatan.
"Dia jahattt," bisik Almh.Bu Rossa (Dosen Gaib).
Melihat adiknya bersama Almh.Bu Rossa Aline pun menghampiri Arine dengan langkah yang sangat cepat.
Apa ya yang akan terjadi setelah Arine mengetahui yang sebenarnya?
__ADS_1
Tunggu terus kelanjutannya ❤️.
Jangan lupa like dan vote 🙏.