Dosen Gaib

Dosen Gaib
72.Arine menungggu kedatangan Kak Justin


__ADS_3

Happy Reading semuaaa πŸ€—


Maaf masih banyak kekurangan πŸ™.


Dilokasi pesta Arine mondar-mandir sambil mengigit jarinya dengan ekspresi gelisah.Beberapa tamu yang datang nampak memperhatikan Arine dengan tatapan keheranan,namun Arine terlihat cuek dan terus mondar-mandir tidak jelas.Salah satu teman Arine menghampiri Arine untuk memastikan kondisi Arine dengan langkah perlahan perempuan bergaun warna merah muda berambut pendek.


"Rin,loe kenapa mondar-mandir kayak gitu? Bukannya opening acara ini tamu-tamu udah banyak lho yang dateng?" Tanya salah satu teman Arine.


"Aduh!Loe kepo banget sih,ini acara kan acara gue suka-suka gue dong mau mulai kapan," ujar Arine dengan nada tinggi.


"Santai dong rin,kan gue nanyanya baik-baik untung loe yang punya acara kalau enggak udah gue usir," ujar salah satu teman Arine.


Sepertinya Arine tidak terima dengan perkataan temannya itu apalagi sekarang perasaan dan emosinya sedang tidak stabil.Tangan Arine mendorong tubuh temannya itu dengan sangat kasar hingga temannya itu hampir saja jatuh.Perempuan itu nampak sangat kesal dan mendorong balik Arine,namun tak sekasar Arine.


"BERANI LOE YA DORONG-DORONG GUE!"ucap Arine dengan nada emosi.


"EH RiN,LOE YA DORONG GUE DULUAN SEBENARNYA LOE KENAPA?" Tanya teman Arine dengan nada emosi sambil mendorong balik Arine dengan kasar.


Terjadi adu dorong antara Arine dan salah satu temannya hingga membuat tamu panik dan khawatir.Santi berusaha memisahkan mereka berdua,namun tenaga Santi tidak sebanding dengan tenaga Arine dan perempuan itu.


"Pergi loe dari pesta gue," ujar Arine sambil mendorong tubuh temannya itu.


"Seharusnya loe itu menjadikan tamu sebagai raja bukan malah kayak gini," ujar teman Arine dengan nada tinggi.


"Udah dong jangan berantem rin,ini kan acara ulang tahun loe seharusnya loe happy," ucap Santi sambil melerai kedua rekannya.


Perkataan Santi tidak dihiraukan akhirnya Santi mundur dan memlih memberitau Kak Aline karena hanya Kak Aline yang bisa melerai pertengkaran tersebut.Dengan langkah terburu-buru dan gugup Santi menghampiri Aline,Raisa,dan Fauzan yang sedang berbicara serius.Setelah sampai disana Santi langsung to the point dan tidak berbasi-basi walaupun ada perasaan takut ketika masuk ke rumah kak Aline.


"Kak Aline ini gawat," ucap Santi dengan nafas tersengal-sengal.

__ADS_1


Aline,Raisa,dan Fauzan nampak kaget dengan kemunculan Santi secara tiba-tiba.Mereka pun bangkit dari sofa dan mengajak Santi untuk duduk.Santi pun duduk di sofa dan mulai menjelaskan semuanya.


"Kamu kenapa?" Tanya Aline sambil menatap tajam Santi.


"Habis dikejar-kejar setan loe?" Tanya Fauzan spontan.


"Arine sama salah satu tamu terlibat pertengkaran kak,dan aku enggak bisa misahin mereka," ucap Santi sambil menghela nafas.


Tanpa pikir panjang Aline pun langsung menghampiri Aline dengan ekspresi khawatir diikuti kedua rekannya dan Santi.Dia berpikir sepertinya Arine gelisah karena Kak Justin tak kunjung datang.Sesampainya disana Aline melihat Arine masih bertengkar dengan satu tamu.Dengan sigap Aline langsung melerai mereka berdua.


"Astaga rin,udahhh kakak tau kamu lagi gelisah,tapi jangan melampiaskan kegelisahanmu itu sama orang lain," ucap Aline dengan suara tegasnya.


"Kakak enggak usah ikut campur urusan aku lagi pula ini semua salah kakak kalau Kak Justin enggak datang," ucap Arine dengan nada tinggi.


"Kakak sama sekali enggak tau soal Kak Justin rin,kakak enggak habis pikir sama kamu cuma masalah Kak Justin kamu jadi kayak gini," ucap Aline sambil menatap tajam adiknya.


"Kakak itu enggak pernah ngerti perasaan aku pokoknya pesta ini enggak akan dimulai sebelum Kak Justin dateng," ucap Arine dengan nada suara lantang dan meninggalkan lokasi pesta.


Aline nampak menghela nafas dan terdiam sejenak tanpa menghiraukan pertanyaan Raisa.Suasana nampak canggung dan sepi musik yang tadi dihidupkan untuk meramaikan suasana dimatikan oleh Aline.Semua orang terdiam termasuk perempuan yang tadi ribut dengan Arine.Aline nampak mendekati perempuan itu.


"Filling gue rencana Aline bakal gagal karena Kak Justin enggak dateng," bisik Raisa pada Fauzan.


"Mending kita langsung labrak aja Kak Justin enggak usah rencana in apa-apa," ucap Fauzan.


"Sebelumnnya saya minta maaf atas perlakuan Arine kamu mau kan maafin Arine," ucap Aline pada perempuan itu.


"Sebenarnya aku masih kesel sama Arine,tapi ya udah lah kak aku maafin," ujar perempuan itu sambil tersenyum dan kembali ke tempat semula.


"Ini Kak Justin kemana ya?Gue harus hubungi dia," ujar Aline sambil memasukkan tangan ke saku celananya untuk mengambik ponsel.

__ADS_1


Aline pun menjauh dari kerumunan orang dibelakang tumbuh-tumbuhan agar bisa mendengar suara Kak Justin dengan jelas.Suasana pesta kembali ramai Fauzan nampak antusias menyantap hidangan yang tersaji dengan begitu lahap.Sementara Raisa hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan temannya itu sambil memperhatikan Aline dari kejauhan.Aline mencoba menelepon Kak Justin namun tidak diangkat.Aline terus berusaha menelepon Kak Justin untuk memastikan apakah Kak Justin benar-benar datang atau tidak.


"Kak Justin kenapa enggak angkat telefon gue ya?Apa dia udah tau kalau mau ngejebak dia?" Tanya Aline pada dirinya sendiri.


Aline masih berusaha menelefon Kak Justin dalam hatinya dia juga khawatir dengan kondisi Arine.Sambil menahan tangis Arine berlari menuju kamar,namun tangisnya pecah saat tubuhnya dihempaskan ke kasur empuk miliknya.Dia sangat sedih jika memang benar Kak Justin tidak datang ke pesta ulang tahunnya.


"Hiks...Kak Justin kenapa belum dateng?Pasti ini semua gara-gara Kak Aline yang mempengaruhi Kak Justin supaya enggak dateng ke pesta ulang tahun ku," ujar Aline sambil menangis.


Terlihat ada sosok tak kasat mata berada di samping Arine yang sedang menangis.Sosok memasang muka kesal dan tidak suka pada Arine rupa-rupanya dia adalah Lili yang suka mengerjai Arine.Lili nampak kesal dengan sikap Arine yang semena-mena pada orang lain walaupun Lili tau Arine itu gadis yang baik.


"Huuu...kesel banget aku sama kamu cuma gara-gara Kak Justin itu kamu jadi semena-mena sama orang lain apa lagi Kak Aline aku aja yang bukan adik kandungnya enggak kayak gitu," ucap Lili dengan ekspresi kesal.


Lili pun mengerjai Arine dengan keluar dari kamar Arine dengan sangat cepat.


Brukkk.....


Terdengar bunyi yang cukup kencang hingga membuat Arine terkejut dan memandang ke arah pintu dengan tatapan aneh dan ketakutan.


"Kok pintu nya ketutup sendiri padahal tadi kebukak jangan-jangan AAAAAAAAAAAA," teriak Arine yang langsung keluar dari kamarnya.


Ditempat berbeda Kak Justin duduk termenung di luar kos bersama seorang perempuan yang tak lain tak bukan adalah Jennie yang nampak cantik dengan mini dress berwarna abu-abu dengan rambut digerai.


Kak Justin lagi ngapain ya sama Jennie?Apakah dia bakalan dateng ke pesta Arine?Terus bagaimana kelanjutan misi Aline dan kawan-kawan dalam membongkar kejahatan Kak Justin dan Kak Jennie


Tunggu terus kelanjutannya ❀️.


Jangan lupa like dan vote.


Terima kasih buat teman-teman yang masih setia baca cerita ini,

__ADS_1


😁.


__ADS_2