Dosen Gaib

Dosen Gaib
96.Aline dan mamanya khawatir dengan kondisi Arine


__ADS_3

Happy reading semuaaa 🤗.


Mohon maaf bila masih banyak kekurangan 🙏.


Jam menujukkan pukul 11.00 WIB Aline sudah berada di kampus Bersama Raisa dan Fauzan.Kondisi kampus tampak sepi dan sunyi.Aline,Raisa,dan Fauzan nampak duduk santai di kantin sambil menunggu jam kuliah mereka.Mereka nampak membaca dan memahami materi-materi kuliah yang kemarin di temani minum minuman yang mereka pesan.Aura canggung nampak terasa antara Aline dan Fauzan mereka nampak saling lirik.Sementara Raisa focus pada makalah yang ia baca.


“Kenapa gue jadi canggung gini ya sama Fauzan,”batin Aline sambil melirik Fauzan.


“Kayaknya gue salah udah nyatain perasaan gue sama Aline ini bukan waktu yang tepat ngomongin perasaan,"batin Fauzan sambil melirik Aline.


Raisa nampak menyadari bahwa dari tadi Fauzan dan Aline bersikap aneh.Raisa pun memandang wajah mereka sambil clingak-clinguk dengan tatapan aneh.


“Kalian berdua sebenarnya ada apa,sih?Dari tadinya aneh banget,”ucap Raisa sambil clingak-clinguk.


“Aduh!Gue jawab apa ya?Enggak mungkin


gue terus terang sama Raisa kalau tadi gue nembak Aline,”batin Fauzan dengan wajah panik.


“Kenapa gue jadi kayak gini ya?Gue bingung harus jawab apa,”batin Aline sambil menatap Raisa.


“Eh!Kok pada diem?”tanya Raisa dengan ekspresi agak kesal.


“Enggak papa kok sa,”ucap Aline dan Fauzan secara bersamaan.


“Cie….cie barengan jangan-jangan kalian jodohhhhhh,”ucap Raisa sambil menggoda Aline dan Fauzan.


Mendengar pernyataan Raisa membuat Aline dan Fauzan salah tingkah.Aline izin ke toilet sementara itu Raisa nampak tertawa melihat sikap tersembunyi Aline yang bisa tersipu malu karena dari awal ia bertemu dengan


Aline sikapnya terlihat tegas,cuek,dan sedikit menyeramkan.Sementara Fauzan nampak tersenyum-senyum.Di toilet Aline menatap cermin dengan perasaan campur aduk.


“Jujur sampai saat ini gue masih enggak percaya kalau tadi Fauzan nyatain perasaannya sama gue ya walaupun singkat,”ucap Aline dengan ekspresi tidak percaya.


“Cie….cie ada yang lagi bucin nih,”ucap sosok yang muncul tiba-tiba ternyata sosok itu adalah Lili sambil menggoda Aline.


“kamu tuh ya ngaget-ngangetin aja  siapa yang lagi bucin?Anak kecil enggak paham


arti bucin yang sebenarnya,”ucap Aline


dengan nada pelan.

__ADS_1


“Bucin kan artinya Budak cinta udah kak,enggak usah mengelak kakak cocok lho sama Kak Fauzan ya walaupun mukanya enggak ganteng-ganteng banget,tapi dia baik,”ucap Lili sambil tersenyum.


“Jodoh itu di tangan tuhan bukan di tangan makhluk halus kayak kamu,”ucap Aline sambil tertawa.


Beberapa mahasiswi yang ada di toilet nampak menatap aneh Arine bahkan ada yang bertanya pads Aline dengan siapakah Aline berbicara.Aline nampak bingung harus menjawab apa alhasil dia bilang bahwa dia sedang berbicara pada dirinya sendiri.Aline pun kembali ke kantin.


Di tempat berbeda berita Arine tidak hadir sudah sampai ke wali kelas.Wali kelas  Arine menghubungi Mama Lia untuk menanyakan perihal ketidakhadiran Arine hari ini.


“Hallo apa benar ini dengan ibunya Arine siswa kelas XI Ips 1?”tanya Ibu Wali kelas Arine.


“Iya ini saya ibunya Arine ada apa ya,bu?”tanya Mama Lia.


“Saya mau tanya hari ini Arine tidak hadir tanpa keterangan kira-kira apa yang terjadi dengan Arine?”tanya Wali kelas Arine.


“Astaga,tadi Arine berangkat kok bu,sama kakaknya,”sahut Mama Lia dengan ekspresi kaget.


“Kalau dia berangkat seharusnya dia hadir bu,”ucap Wali kelas Arine.


“Astaga,ini Arine kemana?”tanya Mama Lia dalam hati.


“Ya udah bu,saya tunggu konfirmasinya ya,”ucap Wali kelas Arine.


“Astaga,Arine kok enggak bisa di hubungi,”ucap Mama Lia dengan ekspresi khawatir.


Mama Lia berusaha untuk positive thingking dan terus menghubungi Arine.Setelah berulang kali mencoba,hasilnya sama tidak ada jawaban.Mama Lia makin gelisah dan memutuskan untuk menghubungi Aline dengan mata berkaca-kaca.Terdengar bunyi ponsel rupanya itu ponsel milik Aline.Aline


pun mengangkat telefon itu dengan perasaan bingung karena tumben mamanya telefon.Saat ini posisinya sudah di kantin


“Hallo ma,ada apa?”tanya Aline dengan nada suara pelan.


“Lin,tadi kamu sama Aline kan?”tanya Mama Lia dengan ekspresi khawatir.


“Aduh!Gue jawab apa ya?Tadi Arine kan kabur entah kemana,”batin Aline dengan wajah panik.


“Lin,iya kan?”tanya Mama Lia dengan nada suara tinggi.


“Eeee iya ma,emangnya ada apa?”tanya Aline dengan terbata-bata.


“Ini kata wali kelas dia enggak hadir ke sekolah kira-kira kemana ya dia?”tanya Mama LIA.

__ADS_1


“Aline enggak masuk ke sekolah?Mama yang tenang ya nanti habis kelas aku cari dia,”ucap Aline sambil berusaha menenangkan mamanya.


“Iya lin,sebenarnya ada apa kenapa adik kamu tiba-tiba enggak masuk sekola?”tanya Mama Lia.


“Ceritanya panjang ma,ya penting mama yang tenang Arine pasti baik-baik aja kok,”ucap Aline dengan nada pelan.


Mama Lia pun menutup telefon begitu pula Aline.Ekspresi Aline berubah menjadi khawatir.Raisa dan Fauzan bertanya siapa yang menelefon dengan ekspresi khawatir.Aline pun menceritakan bahwa adiknya tidak masuk sekolah dan mengkhawatirkan   keadaan Arine apalagi sekarang posisi batin Arine sedang terguncang karena Kak Justin.


“Adik loe nyusahin banget lin,kemarin marah sekarang ngilang,”ucap Raisa dengan nada ketus.


“Kasihan Aline perkara kematian dosen gaib aja belum kelar,Kak Justin yang masih ngejar-ngejar dia sekarang adiknya tiba-tiba


menghilang rasanya pengen banget peluk dia,”batin Fauzan yang nampak terdiam.


“Gue juga bingung kira-kira dia kemana ya?Gue takut dia kenapa-napa,”ucap Aline dengan ekspresi khawatr.


“Lin,nanti kita cari adik loe bareng-bareng habis kelas dan soal mantan suami dan anak sulung Almh.Bu Rossa kita bahas besok aja,”ucap Fauzan dengan nada pelan.


“Si Fauzan kesambet apa ya?Tiba-tiba jadi kalem,”batin Raisa keheranan.


“Loe gimana,sa?”tanya Aline sambil menatap Raisa.


“Kalau gue udah pasti milih cari mantan suami dan anak sulung Almh.Bu Rossa," ucap Raisa dengan suara cempreng.


"Kasian juga jenazah Almh.Bu Rossa kalau harus nunggu kayaknya gue harus cari mereka di waktu yang bersamaan," batin Aline sambil berpikir.


"Gimana,lin?"tanya Raisa penasaran.


"Gue udah mutusin buat nyari mereka dalam waktu yang bersamaan,tapi kita harus cari petunjuk dulu,"ucap Aline dengan nada tegas.


Raisa nampak kesal atas keputusan Aline sementara Fauzan nampak biasa saja hal itu yang membuat Raisa heran kenapa Fauzan biasa saja.Mereka pun berjalan menuju kelas untuk menerima materi kuliah hari ini.


Di tempat berbeda Justin benar-benar terpuruk.Harapannya sudah pupus untuk mendapat gelar sarjana yang ia impikan selama ini.Namun tiba-tiba wajah Justin tersenyum sepertinya ada yang membuat ia senang.


Apa yang akan dilakukan Aline dkk?Lalu apa yang membuat Justin tersenyum?


Tunggu terus kelanjutannya ❤️.


Jangan lupa like dan vote 🙏.

__ADS_1


__ADS_2