Dosen Gaib

Dosen Gaib
110.Teringat Masa lalu


__ADS_3

Happy reading semuaaa 🤗.


Mohon maaf bila masih banyak kekurangan 🙏.


Jangan lupa mampir di novelku yang lain," Dear Jaka"thank you 🤗.


"Lin,nanti kalau kita sampai ke Bogor jangan lupa beli oleh-oleh," ucap Raisa sambil memainkan ponselnya.


"Loe pikir kita mau holiday?Pakai acara beli oleh-oleh segala kita itu mau menjalankan misi," sahut Fauzan dengan nada cukup


kencang.


"Yang bilang kita holiday tuh,siapa?Cuma beli oleh-oleh doang apa salahnya sih," ucap Raisa dengan nada kesal.


"Ya kan loe bisa bahasnya nanti baru-baru udah bahas oleh-oleh ketawan banget kalau kurang  piknik,"ucap Fauzan sambil menatap tajam Raisa sambil menyetir.


"Udah-udah kenapa jadi ribut soal oleh-oleh gampang sa, sekarang yang terpenting kita harus bisa menemukan mereka,"ucap Aline


dengan nada pelan dan menatap lembut Raisa.


"Oke lin,ya sebenarnya gue nganggep ini sebagai holiday juga kapan lagi coba bisa ke Bogor di sela-sela kesibukan kuliah,”ucap Raisa sambil tersenyum.


“Huuu….dasar aji mumpung  aku


kerjain deh,”ucap Lili dengan nada suara cempreng.


“Lili enggak boleh kayak gitu,”ucap Almh.Bu Rossa dengan sorot mata tajam.


“Iya buk,maaf habisnya gemes sama Kak Raisa,”ucap Lili dengan ekspresi gemas.


Mereka pun sampai ke kampus dan memarkirkan mobil papa lukman di


parkiran khusus mobil dan langsung masuk ke kampus untuk menerima materi kuliah


hari ini.Almh.Bu Rossa mengajak Lili untuk jalan-jalan di sekitar kampus untuk


mengingat kembali moment-moment saat masih menjadi dosen di kampus


tersebut.Almh.Bu Rossa terkenal sebagai dosen yang baik hati,murah senyum,dan

__ADS_1


ramah terhadap semua orang.Aline,Raisa,dan Fauzan sudah memasuki ruangan kelas yang terletak di lantai 2 sebelah perpustakaan  5 menit lagi kelas akan di mulai.Fauzan terlihat tersenyum kearah Aline yang sedang mempersiapkan peralatan-peralatan.Raisa memandang wajah Fauzan yang tersenyum-senyum sambil menyindir.


“Udah enggak usah di liatin terus nanti matanya gue di colok lho,”ucap Raisa dengan nada suara cukup keras.


“Siapa yang liat-liat orang gue ngeliatin arah jendela kok,”ucap Fauzan dengan nada pelan.


“Keliatan banget bohongnya eh,btw kabarnya Kak Justin gimana ya?”tanya Raisa dalam hati.


“Gyus nanti kita ke ruang dekan ya sama rektor,”ucap Aline dengan nada pelan dan menatap lembut teman-temannnya.


Dosen pun masuk ke ruang kelas dan siap memulai materi kuliah pagi ini.Semua mahasiswa dan mahasiswi terlihat semangat dan serius menerima materi kuliah pagi ini.Di koridor kampus lantai 1 Almh.Bu Rossa dan Lili sedang berjalan-jalan dengan langkah pelan sambil memperhatikan situasi sekitar yang terlihat cukup banyak orang berlalu Lalang.Almh.Bu Rossa dan Lili berhenti


sejenak di kelas yang sedang ada pembelajaran di ketahui sedang ada kelas prodi Ekonomi tingkah 2 yang merupakan prodi Justin dan Hanna salah satu mahasiswa dan mahasiswi yang di kenal baik dan cukup berprestasi di prodi tersebut,namun itu semua berubah saat Justin menghianati Hanna.Almh.Bu Rossa  menyamakan posisi berdirinya agar sama dengan putri bungsunya.


“Ngeliat dosen-dosen sedang mengajar ibu jadi,kangen mengajar mahasiswa


dan mahasiswi di sini dulu ibu sering bagi-bagi hadiah buat mahasiswa atau


mahasiswi yang aktif di kelas ibu,metode pembelajarannya pun berbeda dari dosen


lain ibu suka metode yang lebih santai,”ucap Almh.Bu Rossa dengan nada lembut.


“Banyak waktu itu ibu ngasih hadiah voucher makan gratis di kantin,pulsa,buku,dll alhamdullilah mereka semua senang dan antusias selama mendapat materi dari ibu jujur ibu kangen sama mereka walaupun ada satu orang yang ibu benci,”ucap Almh.Bu Rossa dengan nada pelan sambilberkaca-kaca.


“Ibu jangan sedih ya,aku yakin mereka semua enggak akan ngelupain ibudan akan selalu mengingat ibu,”ucap Lili sambil memeluk hangat ibunya.


“Iya nak,kita ke ruang kelasnya Aline yuk ibu pengen liat,”ucap Almh.Bu Rossa sambil bangkit dari posisinya.


Lili pun mengangguk mereka  pun melangkah kaki ke lantai 2,namun saat


mereka melangkahkan kaki ke langkah kedua kaki Lili tidak sengaja tersandung


kursi yang ada di depan kelas hingga menimbulkan sebuah suara kecil.Suara


tersebut di dengar oleh beberapa mahasiswa dan mahasiswi beberapa dari mereka


memutuskan untuk keluar begitu pula dengan dosen.Lili dan Almh.Bu Rossa langsung melangkah menuju lantai 2 dengan langkah terburu-buru.


“Enggak ada siapa-siapa,tapi tadi ada suara jadi,merinding gue,”ucap salah satu mahasiswa sambil clingak-clinguk mengamati situasi.

__ADS_1


“Sebenarnya saya juga denger suara dan melihat bayangan di depan kelas,namun saya punya pikiran kalau itu Almh.Bu Rossa,”ucap Dosen bertubuh kurus berkacamata.


“Jadi keinget Almh.Bu Rossa dia salah satu dosen favorit saya pak,sayang beliau udah enggak ada," ucap mahasiswa tersebut dengan nada pelan.


"Ini bukan waktu untuk curhat ini masih jam pembelajaran ayo masuk jangan cari kesempatan dalam kesempitan,"ucap Dosen tersebut dengan nada suara tinggi.


"Iya pak,galak banget beda banget sama Almh.Bu Rossa," gumam mahasiswa tersebut dan langsung melangkahkan kakinya ke dalam.


Almh.Bu Rossa berjalan menaiki tangga kali ini Almh.Bu Rossa di buat flash back ke masa lalunya yang penuh perjuangan dan air mata.Di tangga tersebut ada sebuah kenangan yang di ingat Almh.Bu Rossa di tangga ini lah kali pertama Almh.Bu Rossa berjalan bersama dengan Justin dan Hanna.


"Kalau lewat sini jadi,teringat Hanna dan orang itu dulu kita sangat akrab layaknya seorang teman tangga ini menjadi saksi Ibu mengenal mereka berdua," ucap Almh.Bu Rossa sambil memegang pegangan tangga.


"Sayang banget ya Kak Justin sekarang sifatnya udah berubah apa ibu benci banget sama Kak ganteng tapi jahat dan Almh.Kakak Jutek dan jahat itu?"tanya Lili sambil memperhatikan ibunya.


"Sebenarnya ibu sudah memaafkan mereka,namun rasa sakit hati tetap ada sayang," ucap Almh.Bu Rossa dengan nada lembut.


Mereka pun sudah sampai di atas dan menuju kelas Aline dan teman-temannya.Almh.Bu Rossa dan LiLi menunggu Aline dan teman-temannya selesai kelas.Tak terasa kelas sudah selesai mereka pun keluar dari kelas dan langsung menuju ruang dekan dan rektor untuk meminta izin perihal misi mereka di Bogor.


"Buk,ayo kita ikutin mereka,"ajak Lili sambil menarik tangan ibunya.


Awalnya rektor dan dekan nampak ragu-ragu dengan perkataan mereka,namun mereka tidak menyerah begitu saja mereka terus menyakinkan rektor dan dosen bahwa mereka ada di Bogor akhirnya mereka mendapatkan izin juga,namun dengan beberapa persyaratan.


"Jika dalam waktu 3 hari belum menemukan saya harap kalian pulang ya karena kalian harus ikut kelas jangan jadikan hal seperti ini untuk di jadikan momentum untuk bolos," ucap rektor dengan nada tegas.


"Iya benar sekali jika kalian melanggar siap-siap ada hukuman yang menanti," ucap Dekan dengan suara berat dan tegas.


"Siap pak, insyaallah kita bakal usaha terus dan mengingat perkataan bapak tadi," ucap Aline dengan nada suara tegas.


Mereka pun berpamitan kepada Rektor,Dekan,dan beberapa dosen dan langsung keluar dari kampus menuju parkiran mobil.Sementara itu Luna izin keluar di jam istirahat dengan alasan ingin membeli sesuatu padahal ia ingin mencari tau tentang orang yang di culik di bangunan itu serta mengecek kondisinya


Kira-kira bagaimana ya kondisi Arine? Bagaimana juga lika-liku perjalanan mereka selama mencari keberadaan Justin,Arine, mantan suami serta anak sulung Almh.Bu Rossa?


Tunggu terus kelanjutannya ❤️.


Sebelumnya mohon maaf ya semua beberapa hari ini tidak update karena tidak ada sinyal 🙏.


Mohon maaf untuk chapter ini banyak narasinya insyaallah besok saya revisi


Jangan lupa like dan vote ya thank you 🙏.

__ADS_1


__ADS_2