Dosen Gaib

Dosen Gaib
91.Aline mengajak Arine ke Kantor Polisi


__ADS_3

Happy Reading semuaaa 🤗.


Mohon maaf bila masih banyak kekurangan 🙏.


Sebelumnya saya mau mengubah Selamat hari raya Idul Adha😊.


Semoga Idul Adha tahun ini mendapat berkah dari Allah SWT Aamiin 🙏.


“Yah,kok akun ignya Almh.Bu Rossa enggak ada ya?”tanya Aline dengan wajah kesal.


Jam menunjukkan pukul 00.30 WIB.Usaha Aline mencari tau soal


keberadaan belum berhasil karena Instagram Almh.Bu Rossa sudah di block dan


tanpa Aline sadari ia malah membuka akun Instagram idol kpop.Aline pun sadar


jam sudah menunjukkan pukul 00.30 WIB.Dia ingat bahwa besok harus ikut ke pemakaman Almh.Bu Rossa dan mengajak Arine ke suatu tempat.Aline pun menutup ponselnya dan tidur.


“Semoga besok pemakaman Almh.Bu Rossa berjalan lancar dan Arine enggak syok waktu tau kalau orang yang selama ini ia cinta ternyata seorang pembunuh,”batin Aline sambil memejamkan matanya.


Jam terus bergerak hingga tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 06.00 WIB matahari bersinar dengan terangnya menyambut hari pagi Aline dan keluarganya.Pagi ini Aline,dan Mama Lia sedang sibuk mempersiapkan menu


untuk sarapan.Aline nampak membantu mamanya di dapur,sementara Arine masih


berada di kamarnya.Dia masih terbaring di Kasur lengkap dengan selimutnya dengan


mata setengah terbuka.Terdengar suara ketukan dari luar  dengan cukup kencang.


“Rin,ayo bangun udah jam 06.00 WIB lho,”ucap Mama Lia dari luar sambil terus mengetuk-ngetuk pintu.


“Ma,si Arine belum bangun?”tanya Aline yang tak sengaja lewat depan kamar Aline.


“Mama enggak tau lin,tumben banget jam segini dia belum bangun”sahut Mama Lia dengan nada suara pelan.


“Lin,ayo bangun udah siang lho nanti kamu telat,”ucap Aline sambil mengetuk-ngetuk pintu dengan sangat keras.


Tidak ada jawaban Arine masih terbaring di kasurnya ternyata dia sedang bermimpi hingga enggan untuk bangun.Di dalam mimpinya Arine sedang bersama seorang laki-laki yang tak lain dan tak bukan adalah Kak Justin keduanya nampak tertawa bahagia di sebuah taman.Kak Justin memberi hadiah sebuah  kalung indah untuk Arine.Wajah Arine


sangat berbinar-binar dan meminta Kak Justin untuk memakaikan.Saat Arine dan


Kak Justin sedang menikmati suasana taman dan asyik bermesraan tiba-tiba hadir


wanita paruh baya berpakaian seragam dosen dengan wajah menyeramkan mendekati


mereka dan mengatakan sesuatu hal.


“Dasarrr pembunuhhh,”ucap wanita itu  sambil menunjuk Justin dengan tatapan sangat tajam.


Saat Aline membuka  matanya tiba-tiba sosok wanita yang ada di mimpinya ada di depan matanya membuat Arine kaget sekagetnya.Sedang enak-enaknya mimpi malah ada setan yang nyasar di mimpinya.

__ADS_1


“Aaaaaaaaaaaaaa,”teriak Arine dengan suara sangat keras.


Ternyata sosok yang nyasar di mimpi Arine adalah Almh.Bu Rossa perlahan Almh.Bu Rossa menghilang dari  hadapan Arine.Bersamaan dengan hilangnya Almh.Bu Rossa Aline dan Mama Lia langsung masuk  ke kamar Arine setelah mendengar teriakan Arine yang begitu kencang.


“Rin,kamu kenapa?”tanya Mama Lia dengan ekspresi khawatir.


“Ta—tadi akuuu liat hantu ma,di sini,”ucap Arine sambil memeluk mamanya dengan sangat erat.


“Hantu?hahahaha mungkin ini karma buat kamu rin,karena enggak bangun-bangun,”ujar Aline sambil menempelkan pinggulnya ke kasur.


“Ini semua gara-gara loe gue yakin loe pasti yang nyuruh hantu-hantu itu buat nakut-nakutin gue karena loe dendam kan sama gue,”gumam Arine  sambil menatap tajam kakaknya.


“Sabar lin,ini adik loe jangan sampai loe kepancing emosi,”batin Aline sambil menahan emosinya.


“Kok diem aja kak,takut?”tanya Arine sambil melepas pelukan hangat mamanya.


“Ma,aku ke kamar dulu ya mau siap-siap  ke rumah sakit,”ucap Aline sambil beranjak


dari kasur dan keluar.


Aline sengaja tidak menghiraukan perkataan Arine dia tidak mau menimbulkan keributan apalagi ini masih pagi.Arine sangat  kesal karena perkatannya tidak di hiraukan.Mama


Lia pun menyuruh Arine untuk mandi dan siap-siap berangkat ke sekolah.


“Ma,mama di sini ya takutnya tuh,hantu muncul lagi,”ucap Arine dengan nada manja.


“Ya udah mama di sini,tapi kamu cepet ya,”ucap Mama Lia dengan nada lembut.


“Kak,yang sabar ya aku tau kakak kesel dan emosi,”ucap Lili sambil memegang pundak Aline.


“kamu ngaget-ngagetin aja makasih ya nyemangatin aku,”ucap Aline sambil tersenyum.


Aline pun keluar dari  kamarnya  untuk segera bergegas ke permakaman Almh.Bu Rossa.Di meja makan sudah ada Mama Lia dan Arine.Terdengar  bunyi motor di depan rumah Aline.Aline,Arine,dan mamanya pun keluar untuk mengecek siapa yang datang.Ternyata suara itu berasal dari motor Raisa dan Fauzan.


"Yah,aku kira Kak Justin ternyata pengikutnya Kak Aline," ucap Aline dengan nada suara cukup keras.


"Wah! Ngadi-ngadi lho ya,"ucap Fauzan dengan nada sedikit emosi dan mencoba mendekati Arine.


"Sabar zan,ini ada nyokapnya Aline," bisik Raisa sambil mencegah Fauzan mendekati Arine.


"Ternyata kalian berdua yuk masuk dulu kalian berdua pasti belum sarapan ya?"tanya Aline sambil tersenyum.


Raisa, Fauzan,dan Aline pun duduk di teras rumah Aline sambil mengobrol.Sementara Mama Lia masuk dan Arine nampak mengintip dari Jendela karena ingin tau apa yang mereka bicarakan.


"Kita udah sarapan kok lin, langsung aja yuk ke rumah sakit,"ucap Raisa sambil cengengesan.


"Iya lin,btw loe kemarin jadi ke rumah sakit?"tanya Fauzan dengan nada santai.


"Kemarin gue ngebut ngerjain tugas sama ngebahas masalah pesta ultah nya Arine alhasil enggak jadi," ucap Aline sambil menatap sekeliling halaman rumahnya.

__ADS_1


"Ohhh gitu ya,sumpah gue kesel banget sama adik loe eh sorry bukan sama adik loe,tapi mulutnya adik loe," ujar Fauzan dengan nada emosi.


"Sabar zan,namanya juga remaja gue yakin kalau dia tau yang sebenarnya bakal nangis senangis-nangisnya," ujar Raisa yang ikut tersulut emosi.


Dari balik jendela Arine nampak kesal dan mengumpat dalam hati sambil menatap tajam mereka bertiga dari kejauhan dengan tatapan tajam.


"Enggak Kak Aline enggak temennya sama aja sama-sama nyebelin," ujar Arine dengan nada emosi.


Setelah mengumpat dan mengintip Arine pun kembali ke meja makan untuk menghabiskan makanannya.Di luar mereka bertiga masih asyik mengobrol dan membahas berbagai macam hal.


"Sebelum ke permakaman gue pengen ngajak Aline ke kantor polisi menurut kalian gimana?" tanya Aline sambil bangkit dari tempat duduknya.


"Wah!Gue setuju lin, biar tau rasa adik loe," ucap Fauzan sambil tersenyum licik.


"Gue juga setuju nanti gue mau live di ig biar viral wkwkwkwk," ucap Raisa sambil tertawa.


"Ide bagus tumben otak loe encer," ucap Fauzan sambil mengusap kepala Raisa.


"Ya jangan sampai segitu ya juga ya udah gue masuk dulu ya minuman di minum awas kalau enggak di minum," ucap Aline sambil melangkah masuk ke rumah nya.


Aline pun masuk ke rumahnya dan langsung menarik tangan Arine yang sedang membenarkan jam tangan berwarna merah muda.Arine nampak terkejut dan memberontak agar di lepaskan.


"Loe apa-apaan,sih?"tanya Arine sambil berusaha melepaskan genggaman tangan Aline yang begitu kuat.


"Dari kemarin gue udah sabar ngehadapi sikap loe sekarang kesabaran gue udah habis ikut gue!"perintah Aline dengan tatapan tajam.


"Gue mau berangkat sekolah lepasin gue," ucap Arine sambil terus memberontak.


Usaha Arine untuk kabur berakhir sia-sia akhirnya dia pasrah.Aline pun berpamitan dengan mamanya begitu pula dengan Raisa dan Fauzan.Mereka pun tancap gas menuju kantor polisi


"Kenapa perasaan gue enggak enak ya?"tanya Arine dengan ekspresi khawatir.


Di RS Citra Medika tepatnya di ruang jenazah terlihat jenazah Almh.Bu Rossa sudah tidak utuh lagi dan sudah terbungkus kain kafan.Almh.Bu Rossa(Dosen Gaib) tiba-tiba muncul di samping jenazahnya seperti nya ada hal yang masih menjanggal yang membuat arwah Almh.Bu Rossa(Dosen Gaib) belum tenang.


"Mereka belum tau yang sebenarnya," ucap Almh.Bu Rossa(Dosen Gaib) dengan nada pelan.


Di tempat berbeda Aline,Arine,Raisa,dan Fauzan sudah berada di kantor polisi.Perasaan Arine campur aduk saat itu dia mulai berpikir yang tidak-tidak.Mereka pun masuk ke kantor polisi.Namun saat mereka mau masuk.


"Ini Maksudnya apa, sih?"tanya Arine dengan ekspresi kebingungan.


"Udah deh,loe enggak udah banyak tanya intinya loe ikut aja," sahut Fauzan dengan nada pelan.


"Gue enggak mau,jadi jangan paksa gue," ucap Arine menolak untuk masuk.


Aline,Raisa,dan Fauzan tidak memperdulikan omongan Arine dan menarik tangan Arine walaupun Arine terus memberontak dan menolak.


Kira-kira gimana ya ekspresi Arine ketika tau Kak Justin di penjara?Terus gimana juga pemakaman Almh.Bu Rossa(Dosen Gaib) akankah berjalan lancar?


Tunggu terus kelanjutannya ❤️.

__ADS_1


Jangan lupa like dan vote 🙏.


Terima kasih 🙏.


__ADS_2