Dosen Gaib

Dosen Gaib
39.Malam Api Unggun


__ADS_3

"Kita langsung ke lokasi api unggun aja yuk buat kegiatan api unggun," ucap Justin sedikit ketakutan sambil mengarahkan pandangannya ke arah Dosen itu.


Jenne merasa bingung dengan ekspresi wajah Justin yang nampak ketakutan.Dia pun mengalihkan pandangannya ke arah yang dituju Justin.Jennie pun nampak ketakutan.


"Bener ken,kita langsung ke sana aja yuk," ucap Jennie sambil menarik tangan Niken.


Justin pun langsung mengikuti Niken dan Jennie dengan ekspresi ketakutan.Dosen Gaib Bu Rossa pun mengikuti mereka.


Peserta pun sudah berkumpul di lokasi api unggun tepat pada pukul 19.30 WIB.


"Jus, giliran loe sekarang," ucap Petter.


"Oke," ucap Justin sambil memegang mic.


Petter pun pindah posisi dan posisinya diganti Justin.


"Selamat malam semuaa mohon maaf tadi saya tidak ikut senam karena ada urusan jadi kegiatan kita hari ini adalah renungan malam sekaligus malam ini juga malam terakhir kita kemah disini jadi saya mohon kalian semua tertib," ucap Kak Justin dengan suara lantang.


"Baik kak," ucap peserta secara serentak.


"Kira-kira nanti kita bakal nonton apa ya?" tanya Karina.


"Dulu waktu SMA gue nonton kayak film edukasi gitu tapi kalau kuliah kayak gini gue enggak tau,' ucap Raisa.


"Semoga aja berbau-bau korea entah drakor atau apa gitu" ucap Sovia penuh harap.


"Loe mikir kita lagi nobar sov, kita ini lagi renungan malam," ucap Tania dengan nada ngegas.


"Ya santai dong tan, gue cuma bercanda," ucap Sovia.


"Udah-udah jangan berdebat apa pun yang ditanyangin kita harus siap buat nonton," ucap Aline.


Mereka pun terdiam mendengar perkataan Aline.Sementata Fauzan nampak ngantuk berat.Tak henti-hentinya dia menguap.Tiba-tiba dia mengarahkan pandangannya ke Aline dan ngantuk nya pun mulai agak berkurang.


"Lin,Lin loe emang beda dari cewek lain selain loe gadis indigo kalau gue liat-liat loe itu juga gadis yang keras kepala," batin Fauzan sambil tersenyum.


Kegiatan pun dimulai.Peserta diberi tayangan mengenai gambaran siksa kubur yang nanti mungkin bisa mereka rasakan tergantung apa yang mereka lakukan selama ini didunia.Mereka sedikit ketakutan ada yang menangis,ada yang hanya terdiam,ada yang berkaca-kaca,dll.


"Kok gue jadi kepikiran sama Dosen gaib itu dan Lili mereka kasihan banget pasti sekarang mereka enggak tenang di alam kubur," batin Aline sambil berkaca-kaca.


Kak Justin nampak meneteskan air mata sebenarnya dia tidak setuju jika video itu ditayangkan namun mau bagaimana lagi.Dia pun mengingat kejadian itu.


"Gue bener-bener manusia jahat dan bodoh enggak seharusnya gue egois cuma gara-gara cinta sesaat," batin Kak Justin dengan air mata yang makin deras.

__ADS_1


Aline nampak memperhatikan Kak Justin dari jauh.Dia terheran-heran melihat air mata Kak Justin yang sangat deras membasahi pipi.


"Kak Justin kok nangis ada apa ya?" tanya Aline dalam hati.


"Hey lin, loe kenapa?" tanya Raisa.


"Enggak papa kok," jawab Aline.


"Yakin?" tanya Raisa dengan ekspresi kurang yakin.


"Iya sa,yakinnnnn," ucap Aline.


Jennie hanya terdiam dan menunduk berbeda sekali dengan Justin yang meneteskan air mata.


"Kok gue jadi takut gini ya kalau semisal hal ini menimpa gue gimana," batin Jennie sambil ketakutan,


Jennie memperhatikan Justin dari jauh.Namun dia memutuskan untuk menghampiri Justin.Justin masih meneteskan air matanya sambil membayangkan sesuatu.


"Ya Tuhan sampi kapan gue kayak gini pura-pura gak tau apa-apa sok suci jujur gue udah enggak sanggup," batin Justin.


"Jus,kok kamu nangis? kalau mereka curiga gimana," bisik Jennie.


"Loe enggak ngerasa bersalah atas apa kita lakuin waktu itu?" tanya Justin dengan wajah serius.


"Jawab!" ucap Justin dengan nada tinggi.


"Ya kematian itu udah takdir jus,dan aku rasa kita enggak sengaja ngelakuin itu," ucap Jennie santai.


"Jujur gue nyesel banget pernah kenal dan jatuh cinta sama cewek kayak loe yang ternyata busuk sampai gue harus ninggalin orang yang gue sayang,"ucap Justin yang langsung bergegas pergi meninggalkan Jennie.


"Kita sama-sama busuk Jus,jadi kamu jangan sok ngatain aku busuk," ucap Jennie sambil memegang tangan Justin.


"Itu Kak Jennie sama Kak Justin lagi ngobrolin apa ya?" tanya Aline.


Aline pun menundukkan kepalanya sambil membuka daun telinga nya siapa tau dia bisa mendengarkan apa yang dibicarakan Kak Justin dan Kak Jennie.


"Kayaknya serius banget ya lin,mending loe samperin Kak Justin," ucap Raisa.


Aline tidak mendengar perkataan Raisa.Dia tetap fokus mendengarkan apa yang dibicarakan Kak Justin dan Kak Jennie.


"Lin,loe dengerin gue ngomong enggak?" tanya Raisa sambil menepuk pundak Aline.


"Eh sorry sa,emang loe ngomong apa?" tanya Aline.

__ADS_1


"Gue ngomong mending loe samperin Kak Justin," ucap Raisa sedikit kesal.


"Gue enggak enak sa,apalagi itu ada Kak Jennie oh iya dia kayaknya lupa ngasih gue hukuman," ucap Aline.


"Bagus dong jadi loe enggak jadi dihukum," ucap Raisa.


"Tadi gue sekilas ngedenger mereka ngomong soal kejadian itu kejadian apa ya?" tanya Aline dalam hati.


Jennie dan Justin masih beradu pandang dengan tatapan sangat tajam.Tangan Justin pun masih digenggam Jennie.


"Lepasin gue," ucap Justin sambil melepaskan genggaman Jennie dan bergegas pergi.


Justin pun pergi sementara Jennie nampak sangat kesal dengan sikap Justin tadi.Diapun kembali ke tempatnya semula.


Jam menunjukkan pukul 20.00 WIB itu artinya kegiatan akan selesai dan setiap peserta diminta untuk menulis kesan dan pesan selama ospek.


"Selamat malam semua, kegiatan renungan malam akan segera selesai sekarang setiap peserta menulis kesan dan pesan selama kegiatan ospek untuk kertas nya dari panitia terima kasih," ucap Petter dengan suara lantang.


"Wah,kira-kira nulis apa ya?" tanya Sovia.


"Ya terserah loe sov, yang penting jangan menyinggung Kakak Senior," jawab Karina.


"Lin,loe mau nulis apa?" tanya Raisa


"Rahasia dong," ucap Aline.


"Wah jangan-jangan loe mau ngomong sesuatu ya sama Kak Justin," goda Raisa.


"Ih Apa sih,enggak ya jadi orang itu enggak usah sok tau," ucap Aline.


"Ya kan gue cuma menerka-nerka," ucap Raisa.


Tania nampak termenung dan diam.Dari awal kegiatan dia hanya diam sambil memikirkan sesuatu.


"Sebenarnya maksud Aline apa ya?" sambil memegang kepala nya." Dosen Gaib? jangan-jangan dikampus ini ada setan," ucap Tania dalam hati


"Tan,kok loe dari tadi diem aja?" tanya Aline


"Eh,gue enggak papa kok cuma lagi pengen diem," ucap Tania dengan ekspresi kaget.


Happy Reading semua 🤗.


Jangan lupa like dan vote🙏.

__ADS_1


Tunggu terus kelanjutannya ya❣️.


__ADS_2