Dosen Gaib

Dosen Gaib
71.Pesta Ulang Tahun Arine


__ADS_3

Happy Reading semua 🤗


"Selamat ulang tahun Rin" ucap salah satu tamu yang datang.


"Makasih ya selamat datang dipesta gue silahkan masuk," ucap Arine sambil tersenyum.


Arine nampak cantik mengenakan gaun berwarna merah terang dengan rambut yang digerai.Suasana disana cukup ramai banyak anak-anak muda yang tampil fashionable dan kekinian disertai music yang menambah kemeriahan.Namun sosok yang ditunggu Aline belum menampakkan batang hidungnya.


"Kak Justin kok belum datang ya?" tanya Arine dalam hati.


"Rin,ini udah banyak yang datang loe mau nunggu siapa lagi?Kak Aline?" Tanya Santi yang nampak kece mengenal dress berwarna putih.


"Ngapain gue nunggu Kak Aline enggak penting banget gue itu lagi nunggu Kak Justin cowok yang bikin gue kesemsem," ujar Arine sambil tersenyum-senyum.


"Oalahh,tapi loe yakin dia beneran datang takutnya cuma prank doang," ucap Santi.


"Jangan ngomong kayak gitu dong.Gue yakin dia beneran datang," ucap Arine dengan nada sewot.


Di dalam rumah tepatnya di ruang tamu Aline,Raisa,dan Fauzan nampak berbincang-bincang soal rencana mereka.Sesekali Aline mengecek situasi pesta ulang tahun Arine ke-17.


"Lin,yuk kita ke sana perut gue udah keroncongan," ujar Fauzan sambil memegang perutnya.


"Ngapain loe ajak-ajak kita? Loe aja sana kita disini punya kepentingan bukan buat foya-foya kaya mereka," ujar Raisa dengan nada sedikit meninggi.


"Kalau loe laper tuh,disana ada makanan di atas rak meja paling atas didepan lukisan," ucap Aline sambil menunjuk ke suatu Arah.


"Dari tadi dong lin,bilang disitu ada makanan btw rumah loe serem," ucap Fauzan sedikit ketakutan.


"Ya loe aja enggak nanya zan,oh ya tadi gue liat Kak Justin belum datang," ucap Aline dengan suara tegas.


Fauzan langsung berjalan menuju tempat yang ditunjukkan Aline karena tidak kuat menahan rasa lapar.SuasanaAline benar-benar berbeda 180 derajat dengan suasana pesta Arine.Banyak lilin-lilin yang sengaja dipasang Aline karena suatu hal.


"Jangan-jangan dia enggak dateng Lin," ujar Raisa sambil menghampiri Aline yang sedang mengamati situasi pesta Arine.

__ADS_1


"Gue juga enggak tau sa,tapi kalau Kak Justin enggak datang Arine pasti sedih banget dan ujung-ujungnya dia bakal nyalahin gue," ujar Aline dengan mata terus menatap ke arah pesta Arine.


Fauzan nampak clingak-clinguk mengamati situasi sekitar.Dia pun sampai ke tempat yang dimaksud Aline.Fauzan nampak tercengang melihat lukisan besar yang terpampang di depan mukanya.Di dalam lukisan itu nampak beberapa orang berdiri setengah badan,namun aura lukisan itu sangat menyeramkan.


"Gilakk!Rumah Aline nyeremin banget astagfirullah ini lukisan kok nyeremin banget ya" ujar Fauzan sambil menelan ludahnya.


Mata Fauzan tertuju pada beberapa makanan yang tersaji di atas rak meja depan lukisan.Fauzan sangat senang ada makanan yang bisa dimakan.


"Ini makanan yang dimaksud Aline lumayan lah buat menghilang kan rasa lapar yang meronta-ronta," ujar Fauzan.


Fauzan nampak antusias memilah dan memilih,namun matanya tertuju pada air kembang yang berada di kendi dan bau sesuatu yang menyengat.


"Bau apa niiii kok nyengat banget," ucap Fauzan sambil mengendus-endus.


Aline dan Raisa masih mengamati situasi pesta Arine yang saat ini sangat ramai.Namun batang hidung Kak Justin belum kunjung kelihatan.Terlihat ekspresi Arine yang nampak gelisah.


"Lin,si Fauzan kok lama banget ya?Emang di sana ada makanan apa?" tanya Raisa penasaran.


Sambil tertawa Aline pun berkata" sebenarnya enggak ada apa-apa adanya sesajen sa,gue pikir dia enggak percaya ternyata dia percaya.


"Sekali-kali lah ngerjain dia habisnya dari tadi ribet soal makanan," ujar Aline


Dilain tempat setelah cukup lama mengendus akhirnya Fauzan mengetahui ini aroma pas yang endus.


"Astaghfirullah ini kan bau menyan berarti ini... bener-bener ya si Aline malah ngasih gue sasajen kayak gini," ujar Fauzan dengan ekspresi kesal.


Dibelakang Fauzan muncul sosok misterius yang tidak asing.Sosoknya berwujud anak kecil berusia sekitar 9 tahun dengan rambut panjang terurai berwajah manis dengan ekspresi muka pucat,namun tidak menyeramkan seperti beberapa sosok yang ada di lukisan itu.Ternyata dia adalah Lili anak kecil yang selalu menemani Aline.Lili mengatakan sesuatu pada Fauzan.


"Itu aku,Mama Rossa,Papa Ali sama Kakak Lisa waktu itu kita lagi foto keluarga kak," ujar Lili si hantu kecil itu sambil menyentuh pundak Fauzan.


Fauzan merasakan hawa aneh seperti ada yang menyentuh pundaknya.Tanpa pikir panjang Fauzan langsung kabur menuju ruang tamu dengan ekspresi ketakutan.


"Yah,kok malah pergi ma,pa,kak, Lili kangen coba aja keluarga kita masih utuh kayak keluarga Kak Aline pasti kita bahagia," sambil menatap lukisan yang berada di depan wajah nya lalu perhalan menghilang.

__ADS_1


Dengan ekspresi ketakutan sekaligus kesal Fauzan menghampiri kedua rekannya yang sedang memantau situasi pesta ulang tahun Arine.Aline dan Raisa tidak menyadari bahwa ada Fauzan.


"Lin,loe gilakk!!"ujar Fauzan sambil menghempaskan badannya ke sofa empuk berwarna coklat muda.


"Eh,Fauzan sejak loe udah ada disini?Pasti loe udah kenyang kan?" tanya Raisa yang langsung menggoda Fauzan.


"Kenyang apaan yang ada disana gue ngeliat lukisan gedhe banget sama sesajen loe pikir gue setan,Lin?" tanya Fauzan dengan ekspresi sangat kesal.


"Ya maaf zan, habisnya loe dari tadi enggak sabar,tapi loe enggak papa kan?" tanya Aline khawatir sambil menghempaskan tubuhnya ke sofa.


"Ya deh,gue maafin gue enggak papa,tapi gue penasaran lukisan yang gedhe banget itu lukisan siapa Lin?" tanya Fauzan yang jiwa kepo nya meronta-ronta.


"Gimana ya jelasinnya intinya itu keluarga pemilik asli rumah ini sebelum rumah ini di beli sama ayah gue dan itu keluarga Lili," ujar Aline dengan nada pelan.


"Ohh hantu yang sering ngikutin loe ya?Tapi kemana yang lainnya mama,papanya?" Tanya Fauzan sambil mendekatkan diri ke Aline begitu pula dengan Raisa.


"Lili pernah cerita kalau Ayah dan ibunya udah cerai dan rumah ini ditempati Lili sama ibunya sedangkan ayah dan kakaknya pindah dan gue baru tau kalau ibunya itu Dosen gaib yang sering kita liat waktu di kampus selama gue disini gue enggak pernah liat ayah atau kakaknya Lili datang ke sini," ucap Aline dengan nada suara tegas.


"Kasian banget Lili sama Bu Rossa berarti Suami dan anak Bu Rossa masih hidup ya,lin?" tanya Raisa sambil menatap ke atas dan berpikir.


"Soal itu gue enggak tau sa,karena mereka enggak pernah datang ke sini untuk melihat keadaan Lili dan Almh.Bu Rossa," ujar Aline pada dua rekannya.


"Gue enggak nyangka kalau cerita sebenarnya kayak gini,tapi gue enggak peduli soal Suami dan anaknya Bu Rossa yang masih hidup ya gue enggak habis pikir kok ada ya orang tega ngebunuh Bu Rossa," ujar Fauzan sambil geleng-geleng kepala.


"Kayaknya suami sama anaknya Bu Rossa belum tau kalau Lili sama Bu Rossa udah meninggal," ucap Raisa dengan suara pelan.


"Soal itu kita pikir belakangan yang terpenting sekarang kita harus benar-benar cari siapa pembunuh keji Almh.Bu Rossa," ujar Aline sambil bangkit dari tempat duduknya.


Kira-kira kemana ya Kak Justin?Apa dia bener-bener enggak dateng?


Tunggu terus kelanjutannya ❤️


Jangan lupa like dan vote🙏.

__ADS_1


Maaf update nya lama kondisi badan lagi kurang fit.


__ADS_2