Dosen Gaib

Dosen Gaib
67.Arine sedang bahagia.


__ADS_3

Happy Reading semuaa🤗.


“Yes!Kak Justin mau datang ke pesta ulang tahun gue,”teriak Arine secara tiba-tiba membuat siswa dan siswi yang ada di kelas kaget.


“Loe kenapa,rin?” tanya salah satu siswi berkerudung yang duduk di pojok sebelah kanan.


“Gue enggak papa kok,”jawab Arine sambil tersenyum manis ke arah siswi itu.


Arine pun keluar dari kelas untuk memberitahu teman-temannya dengan ekspresi sangat gembira.Sementara di perjalanan pulang Aline mampir sebentar ke minimarket untuk membeli sesuatu.Aline membeli beberapa makanan ringan dan es cream kesukaan Arine.


“Semoga aja dengan ini Arine enggak marah lagi sama gue,”ucap Arine sembari memegang sebuah es cream rasa strawberry disertai senyuman.


Tiba-tiba es cream yang dipegang Aline jatuh secara tiba-tiba.Sepertinya ada yang menjatuhkan es cream tersebut.Aline pun menoleh ke kanan dan ke kiri lalu mengambil es cream tersebut.Ada sebuah tangan yang ingin mengambil es cream tersebut.Saat Aline mendongak ke atas ternyata sosok itu adalah Lili.


“Hai kak,maaf nganggetin ini es cream kesukaan aku boleh enggak es creamnya buat aku?” tanya Lili sambil tersenyum pada Aline.


Aline pun berdiri dan mengecek apa masih ada es cream kesukaan adiknya tersebut.Ternyata es cream nya tinggal satu.Dengan berat hati Aline mengatakan hal tersebut pada Lili yang nampak ingin sekali es cream tersebut.


“Li,es cream cuma tinggal satu maaf kakak enggak bisa ngasih soalnya ini buat Arine,”lirih Aline dengan suara pelan.


Seluruh pengunjung minimarket memperhatikan gerak-gerik Aline dengan tatapan aneh.Bahkan ada berbisik-bisik.Aline berusaha biasa saja seolah-oalah tidak ada apa-apa karena hanya dia yang bisa melihat Lili.Wajah Lili nampak masam karena mendengar pernyataan Lili tadi.


“Gitu ya kak,padahal aku pengen banget ice cream itu soalnya ibuku sering banget beliin ice cream itu,”ujar Lili dengan ekspresi sedih.


“Kasihan banget Lili kematian ibunya belum juga terungkap eeee aku beliin yang ini aja deh,”batin Aline sambil memegang ice cream bentuk cup rasa coklat.


“Ini buat kamu li,”ucap Aline sambil tersenyum manis pada Lili sembari menyodorkan ice cream tadi.


Lagi-lagi pengunjung minimarket memperhatikan Aline bahkan ada yang berani mendekati Aline dengan tatapan aneh dan bertanya sesuatu pada Aline.Seorang ibu-ibu bertubuh gemuk dan mengenakan hijab sambil membawa beberapa belanjaan yang menghampiri Aline.

__ADS_1


“Neng,dari tadi saya liatin kamu kayak lagi ngomong,ngomong sama siapa?” tanya ibu-ibu itu.


“Saayaaa enggaaak ngomoong sama siapa-siapa bu tadi saayaa latihan buat pesta drama kampus,”ujar Aline dengn suara terbata-bata.


“Ohh gitu ya saya kira kamu lagi stress terus ngomong sendiri,”ucap ibu itu dan langsung pergi meninggalkan Aline.


“Hahahahaa…Kak Aline dikatain stress,”ujar Lili sambil tertawa.


Tangan Lili tidak sengaja menyambar beberapa barang hingga barang tersebut jatuh dan membuat beberapa pengunjung serta kasir terkejut dan mengira bahwa di mini market tersebut ada hantunya.Lili hanya tertawa melihat kejadian tersebut dan memutuskan n.Baru saja dia merebahkan tubuhnya di Kasur kamarnya tiba-tiba ponselnya berdering.Aline pun mengangkat telefon itu.


“Fauzan?Ngapain dia telefon,”gumam Aline dan langsung mengangkat telefon dari Fauzan.


“Halo lin,gimana soal rencana kitaa ngejebak Kak Justin?”tanya Fauzan.


Aline menyuruh Fauzan untuk bersabar.Dia tidak mau gegabah karena ini menyangkut kematian seseorang.Aline pun mengingatkan Fauzan tentang keputusan kemarin bahwa dia akan meminta Kak Justin untuk mengajarinya sesuatu lalu menjebaknya.Fauzan nampak berpikir dan mengingatkan keputusan mereka bertiga waktu di rumah Aline.


Tak terasa jam menunjukkan pukul 15.00 terdengar suara pintu terbuka dan terdengar suara langkah kaki ternyata itu adalah Arine yang baru saja pulang sekolah dengan rona wajah bahagia karena Kak Justin mau datang di pesta ulang tahunnya.Aline tiba-tiba mematikan ponselnya dan menghampiri Arine adiknya.


Arine nampak merebahkan ke sofa sambil senyum-senyum sendiri.Aline nampak mengambil sesuatu di di kulkas rupanya Aline mengambil es cream yang dibelinya tadi dan langsung menghampiri Arine.


“Adik kakak udah pulang ini buat kamu,”ucap Aline sambil menyodorkan sebuah es cream untuk adiknya.


Arine nampak diam saja dan focus pada ponselnya tanpa memperdulikan kakaknya dan bergegas menuju kamar,namun langkah Arine dihalangi oleh kakaknya.


“Sebenarnya kamu kenapa,rin?Kok kamu cuek banget sama kakak kalau kakak ada salah kakak minta maaf,”ucap Aline sambil memegang tangan Arine.


“Kakak itu enggak usah sok baik sama aku pakai ngasih ice cream segala kalau kakak suka sama Kak Justin bilang kak enggak usah nutup-nutupin,”ucap Arine dengan suara ketus.


“Maksud kamu apa?Kakak enggak suka sama Kak Justin,”ujar Aline penuh kebingungan.

__ADS_1


“Halah!Enggak usah mengelak kakak mau dinner kan sama Kak Justin,”ucap Arine penuh emosi.


Aline nampak berpikir dan menduga bahwa Arine salah paham.Ingin sekali dia menjelaskan yang sebenarnya,namun ini masalah kampusnya.Arine nampak berusaha melepaskan genggaman tangan kakaknya.


“Rin,kamu salah paham,”ujar Aline sembari menyakinkan adiknya itu.


Arine nampak bodoamat dengan perkataan kakaknya dan mengatakan bahwa Kak Justin akan datang ke pesta ultahnya ke-17 besok malam.Dia yakin kalau Kak Justin akan datang dan berjalan menuju kamrnya.Aline nampak khawatir dengan kondisi adiknya yang nampak tergila-gila dengan Kak Justin.


“Arine bener-bener tergila-gila sama Kak Justin gimana kalau dugaan gue bener Kak Justin adalah dalang dari kematian Almh.Bu Rossa gue enggak nyangka kalau Arine bakal kayak gini,”batin Aline dengan suara pelan.


Aline kembali ke kamarnya.Waktu cepat berlalu matahari yang nampak bersinar dengan terangnya perlahan menenggelamkan dirinya dengan begitu cantik.Aline sedang mengerjakan tugas kuliahnya begitu pula dengan Arine yang masih berbunga-bunga karena Kak Justin.Terdengar bunyi ponsel yang cukup keras.Rupanya ponselnya Aline yang berbunyi.Aline pun mengangkat telefon itu dilihat dari Namanya ternyata Kak Justin


“Kak Justin?Pasti dia mau tanya soal ajakannya tadi males banget harus jalan sama dia,”ucap Aline dengan muka bete.


Dengan terpaksa Aline pun mengangkat telefon dari Kak Justin.Dugaan Aline benar Kak Justin menanyakan hal yang tadi.


“Hai lin,sorry ganggu gimana soal ajakan aku kemarin?” tanya Kak Justin.


“Maaf ya kak,kayaknya aku enggak bisa besok kakak kan datang ke pesta ulang tahunnya Arine juga kan?”tanya Aline pada Kak Justin dengan suara tegas.


“Iya,kok kamu bisa tau,lin?”tanya Kak Justin.


Aline pun mengatakan kalau Arine yang menceritakan hal itu.Kak Justin nampak kecewa karena gagal jalan sama Aline.Terpaksa Aline menyetujui Kak Justin datang ke pesta ulang tahun Arine yang ke-17.Siapa tau dengan cara itu Arine tidak marah lagi dengan Aline.Aline pun menutup telefonnya.


“Nyebelin banget jujur gue males banget harus datang ke pesta adiknya Aline yang alay itu,tapi gue punya ide gue kerjain aja si Arine biar dia itu ilfeel sama gue jadi,dia enggak akan deket-deket gue lagi,”batin Kak Justin sembari tersenyum sinis.


Terdengar suara ketukan dari luar.Awalnya Justin cuek dan mengira kalau itu adalah Jennie mantan kekasihnya.Namun suara itu terdengar makin keras dan membuatnya terganggu.Kak Justin pun memeriksa suara ketukan itu dengan perasaan campur aduk.


Jangan lupa like dan vote🙏.

__ADS_1


Maaf akhir-akhir ini jarang update dan masih banyak kekurangan.


__ADS_2