
Diperkemahan teman-teman Aline nampak khawatir padahal acara masih berlanjut.
"Aduh,kok gue jadi khawatir gini ya sama Aline," ucap Tania.
"Sama gue gue khawatir,tan kalau dia diapa-apain sama Fauzan gimana," ucap Sovia.
"Kita doain aja semoga mereka enggak kenapa-kenapa," ucap Karina.
Raisa tidak ikut berbincang-bincang dia hanya terdiam dan melamun ,rupanya dia juga sangat khawatir dengan Aline dan Fauzan.
"Kalian kemana sih apa kalian lagi nyelidiki soal Dosen gaib itu? gue berharap kalian enggak kenapa-kenapa," ucap Raisa dalam hati.
Raisa melihat sekelebat bayangan yang langsung membuyarkan lamunannya.
"Eh,apaan tu," ucap Raisa spontan.
"Ada apa,sa?" tanya Sovia.
"Tadi gue liat sekelebat. bayangan," ucap Raisa.
"Bayangan? orang enggak ada apa-apa kok," ucap Tania.
"Iya sa,enggak ada apa-apa kok mungkin loe salah liat," ucap Karina.
"Mungkin iya gue salah liat maaf ya jadi ganggu kalian," ucap Raisa.
"Santai aja," ucap Tania.
Raisa kembali termenung,namun disisi lain ia penasaran bayangan apa yang ia lihat tadi.Bayangan itu tiba-tiba muncul lagi dan membuat Raisa kaget.
"Hei,siapa kamu?" tanya Raisa yang langsung menghampiri bayangan itu yang kali ini sangat jelas.
"Eh sa, loe mau kemana?" teriak Karina.
Raisa mengejar bayangan itu dan hasilnya nihil dia tidak menemukan apa pun.
"Kok enggak ada apa-apa ya padahal tadi ada bayangan dan itu jelas banget," ucap Raisa.
Raisa pun berniat untuk kembali ke perkemahan,namun ada sesosok wanita paruh baya bermuka pucat dan menatapnya datar berdiri tepat di hadapannya.
"Maaf ibu siapa ya"tanya Raisa agak ketakutan.
Dosen itu hanya diam dan pandangannya lurus kedepan membuat Raisa terheran-heran,dia pun menggerakkan telapak tangannya tepat dimuka wanita itu.
"Ibu..ibu dengar saya enggak?" tanya lagi Raisa.
Aline dan Fauzan masih ada di belakang kampus.Mereka masih berpikir soal misteri ini.
"Zan,kayaknya gue harus panggil Lili," ucap Aline.
__ADS_1
"Ya terserah loe lah mau panggil siapa asal yang baik-baik aja," ucap Fauzan.
"Iya zan, tenang aja," ucap Aline.
Aline berencana memanggil Lili yang merupakan anak dari Almh.Bu Rossa yang meninggal lebih dulu.Dia ingin mencari petunjuk melalui Lili.Aline pun bertepuk tangan satu kali dan memejamkan mata dan mengucapkan kalimat yang membuat Fauzan terheran-heran.
"Ngapain pakai tepuk segala dasar aneh," ucap Fauzan.
Sesosok bayangan muncul dan itu adalah Lili.
"Ada apa,kak?" tanya Lili.
Bersamaan dengan munculnya Lili,rupanya Kak Justin sudah berada di belakang kampus.
"Dugaan aku bener ternyata mereka ada disini ini enggak bisa dibiarin," ucap Kak Justin.
Kak Justin ingin langsung menghampiri Aline dan Justin,namun langkah nya terhenti karena dia melihat penampakan gadis kecil yang sedang berkomunikasi dengan Aline.Dia pun memutuskan untuk mengintip dari balik pohon.
"Li,aku mau tanya kenapa kamu sering muncul dirumah aku?" tanya Aline.
"Sebenarnya dulu aku sering ngikutin ibu aku ke kampus ini waktu aku masih hidup, walaupun aku udah enggak ada duluan aku sering banget ngikutin ibu aku ya walaupun ibu aku enggak bisa liat aku," ucap Lili.
"Ohh gitu ya berarti kamu tau dong siapa aja yang deket sama ibu kamu dikampus ini?" tanya Aline.
"Yang deket itu Kak Hannaaa kak,dia deket banget sama Ibuku," ucap Lili dengan muka pucat dan sedikit lesu.
"Ngapain Justin ada disitu?" tanya Jennie yang langsung menghampiri Justin.
"Jus,kamu ngapain disini?" tanya Jennie.
"Loe ngapain ada disini mending sekarang loe balik," ucap Justin dengan suara pelan-pelan.
"Ya aku penasaran aja makanya aku ikutin kamu," ucap Jennie.
Jennie pun mengalihkan pandangannya ke arah gundukkan,dia nampak emosi.
"Dugaan aku bener kan zan,mereka itu pasti ada disini kita labrak aja mereka sekarang," ucap Jennie emosi dan langsung berniat untuk melabrak Aline dan Fauzan.
"Eeh tunggu dulu," ucap Justin yang langsung menarik tangan Jennie.
Mendengar jawaban Lili,Aline pun berpikir apa mungkin Kak Hanna tau soal hal ini dan dia sengaja menyembunyikan dari Aline.
"Selain Kak Hanna ada yang lain?" tanya Aline.
"Loe banyak tanya lin,tanya itu yang sewajarnya apa lagi yang loe tanyain makhluk halus," ucap Fauzan.
"Gue enggak banyak tanya zan,cuma siapa tau dengan kita nanya hal ini bisa dapet petunjuk," bisik Aline.
"Soal itu aku kurang tau kak,dan seinget aku cuma Kak Hanna doang," ucap Lili.
__ADS_1
Dibalik pohon yang rimbun ada kemarahan yang tidak tertahan dan sakit hati yang pastinya membekas Jennie pun memutuskan untuk mengampiri Aline dan Fauzan.
"Ini enggak bisa dibiarin gue harus ngelabrak mereka," ucap Jennie dalam hati.
Dia pun langsung menghampiri Aline dan Fauzan tanpa menunggu persetujuan dari Justin.
"Eh loe mau kemana?" tanys Justin.
"Wah..wah bagus banget ya kalian udah pergi enggak izin eh tau-tau malah ada disini dan ini pasti biang kerok ya loe kan Aline," ucap Kak Jennie penuh emosi.
Lili pun menghilang karena ada kedatangan Kak Jennie.Sementara Aline dan Fauzan kaget dengan keberadaan Kak Jennie.
"Kak..Kak Jennie kok bisa ada disini?" tanya Aline gugup.
"Yah ketauhan deh," ucap Fauzan panik.
Kak Justin rupanya juga ikut menghampiri Aline dan Fauzan.Disana mereka ibarat maling yang tertangkap basah tidak bisa berkutik.
"Saya udah bilang kalian enggak boleh ada disini sekarang saya tanya ngapain kalian ada disini?" tanya Kak Justin.
"Eeee kita enggak sengaja kak, sumpah,"ucap Aline sambil menyakinkan Kak Justin.
"Iya kak,dan sebenarnya ini salah saya," sambung Fauzan.
"Saya enggak peduli mau itu sengaja atau tidak sengaja sekarang jawab jujur ngapain kalian ada disini?" tanya Jennie yang pandangannya kearah gundukkan misterius itu.
"Sebenarnya kita penasaran sama gundukkan itu dan kita mau tanya sebenarnya itu gundukkan apa?" tanya Aline gugup dan langsung menundukkan wajah manisnya.
Justin pun terdiam mendengar alasan Aline dan Fauzan ada disini.Dia bingung harus menjawab apa, sementara Jennie ikut bingung seketika wajah judes dan emosi berubah menjadi wajah kebingungan.
"Kak Justin kok diam aja ya? Kak Jennie juga tadi dia emosi banget kenapa sekarang jadi diem?" tanya Aline dalam hati.
"Mereka kok jadi diem gini ya? jadi curiga gue," ucap Fauzan dalam hati.
"Eeeeee gundukan ini sebenarnya gundukkan..."ucap Kak Justin tapi terpotong.
"Ini gundukkan barang bekas," ucap Kak Jennie secara spontan.
"Ha? gundukkan barang bekas," ucap Aline dan Fauzan secara bersamaan dengan ekspresi kaget.
Happy reading semua🤗.
Happy new year juga buat semua❤️.
Jangan lupa like dan vote ya🙏.
Mohon maaf masih banyak kekurangan 🙏.
Terima kasih 😊.
__ADS_1