Dosen Gaib

Dosen Gaib
41.Kepanikan Kak Justin


__ADS_3

Justin nampak tergesa-gesa dan merasa ketakutan saat melihat Tania berubah menjadi Bu Rossa Dosen gaib itu.


"Jus,kamu kenapa?" tanya Jennie yang tiba-tiba datang menghampiri Justin.


Senior lain pun ikut menghampiri Justin untuk bertanya karena mendengar teriakan Tania.


"Tadi gue dengerin teriakan teriakan siapa,jus?" tanya Niken


Sambil menghela nafas panjang Justin berkata" Tania teman seregu Aline kesurupan.


"Astaga ada-ada aja kemarin ngilang sekarang kesurupan emang di cewe aneh itu pembawa sial," ucap Jennie dengan nada cukup keras.


"Loe bisa enggak jaga omongan ini bukan salah Aline," ucap Justin dengan nada cukup keras.


"Udah lah jangan saling menyalahkan sekarang kita pikirkan cara supaya Tania enggak kesurupan," ucap Petter.


"Ya udah kita liat kondisi Tania aja," ucap Niken.


Kakak senior pun bergegas menghampiri regu Aline diikuti Justin dan juga Jennie.


Sesampainya di sana mereka sangat terkejut melihat kondisi Tania yang masih terus berteriak-teriak mengucap kata pembunuhhhh seakan-akan dia sedang sedang menuduh seseorang.


"Ini kenapa bisa kayak gini?" tanya Niken.


"Kita juga enggak tau kak,awalnya Tania cuma bercanda eh tiba-tiba malah kesurupan beneran," jawab Karina.


"Kayaknya Bu Rossa bener-bener marah sama gue sekarang apa yang harus gue lakuin," batin Kak Justin.


"kok dia terus bilang pembunuh ya jangan-jangan arwah yang masuk ke tubuh Tania itu Bu Rossa," bisik Jennie.


Fauzan melirik ke arah Kak Justin dan mendapatinya sedang berbisik-bisik dengan Kak Jennie.


"Mereka kok bisik-bisik gitu ya? jadi curiga," batin Fauzan.


"Emang Bu Rossa yang masuk ke tubuh Tania,"bisik Justin.


"Gila! maksud dia apaan coba ngerasukin tubuh orang biar kita ketahuan gitu," bisik Jennie.


Fauzan sengaja berpindah tempat hingga saat ini posisinya tepat berada di samping Kak Justin dan Kak Jennie.


"Hai kak,enggak papa kan saya disini," ucap Fauzan sambil tersenyum.


"Fauzan denger enggak ya obrolan gue sama Jennie semoga aja enggak," batin Kak Justin.


"Ayo dong bisik-bisik lagi gue juga pengen tau apa yang kalian omongin," batin Fauzan sambil terus melirik ke arah Kak Justin dan Kak Jennie.

__ADS_1


Rupanya Kak Justin berpindah tempat dia menyadari bahwa niat Fauzan berpindah tempat hanya untuk menguping pembicaraan nya dengan Jennie.


"Gimana kalau Tania sama saya dulu yang lainnya istirahat saja dan untuk kesan dan pesan bisa kalian kumpulkan besok," ucap Kak Justin.


"Kayaknya Kak Justin sadar kalau niat gue disini cuma mau buat nguping ya udah lah gagal," batin Fauzan.


"Sebenarnya loe itu mau ngapain?" tanya Kak Jennie dengan muka judes dan sadis.


"Eeeenggakkk ngapain-ngapain kok kak,saya ke sana dulu ya kak, permisi," ucap Fauzan dengan gaya kocak.


Fauzan pun kembali ke posisi semula dia sangat takut melihat wajah Kak Jennie yang sadis dan judes walaupun parasnya cantik.


"Mohon maaf kak,kenapa enggak kita undang ustadz aja ya? apa orang pinter gitu kasian ngeliat Tania kayak gini," ucap Karina.


"Iya kak,sambung Sovia.


"Yang dikatakan Karina benar kak,mending kita ngundang Ustadz kalau enggak orang pinter," ucap Aline.


"Gue harus jawab apa ya? mereka bener seharusnya gue ngundang ustadz kalau enggak orang pinter," batin Kak Justin.


"Lin,loe bisa kan ngeluarin arwah yang ada di tubuh Tania?" tanya Raisa.


"Ya bisa sih,arwah yang masuk ke tubuh Tania itu Bu Rossa Dosen gaib itu tapi gue enggak mau semua orang tau," bisik Aline.


"Haaa!" ucap Raisa secara spontan.


"Maaf-maaf bikin kaget gue enggak kesurupan kok," ucap Raisa.


"Uuuuuu bikin kaget aja loe," ucap Fauzan.


"Wah,kok bisa ya arwah Bu Rossa masuk Ke tubuh Tania? heran gue," bisik Raisa.


"Aline sama Raisa ngapain ya bisik-bisik gitu? 11 12 sama kayak Kak Justin," batin Fauzan.


"Jadinya gimana,kak?" tanya Aline sambil menggenggam pergelangan tangan Tania dengan sangat kuat.


Tania terus memberontak bahkan genggaman tangan Aline dan Karina pun lepas.Sekarang tidak ada lagi genggaman tangan yang ada arwah Bu Rossa yang makin menggila walaupun hanya Aline,Raisa,Kak Justin,dan Kak Jennie yang tau.


"Tannn,loe mau ngapain?" tanya Sovia ketakutan.


"Tan,loe jangan gini dong," ucap Karina dengan ekspresi ketakutan juga.


"Siapa pun kamu tolong keluar dari tubuh temen saya," ucap Aline.


Semua orang disana panik.Kak Justin sangat khawatir jika semua akan terbongkar begitu pula dengan Jennie.Namun Aline nampak tenang rupanya dia sedang memikirkan cara untuk mengeluarkan arwah Bu Rossa dari tubuh Tania.

__ADS_1


"Pembunuhhhh diaaaa pembunuh!" teriak Tania.


"Kak Justin ini gimana,kak?" tanya Raisa panik.


Semua orang disana panik karena Tania yang terus memberontak.Disaat yang bersamaan Aline tiba-tiba menyeret Tania untuk menjauhi lokasi.


"Tan,ikut gue!" perintah Aline sambil menggenggam pergelangan tangan Tania.


"Lepasin sayaaaa!" teriak Tania sambil berusaha melepaskan genggaman tangan Aline.


"Udah ayo ikut gue," ucap Aline sambil menarik tangan Tania.


"Eh,lin Tania mau dibawa kemana?" teriak Karina dengan suara luamayan kencang.


"Lho?Tania sama Aline kemana?" tanya Kak Justin.


"Enggak tau kak,tapi kayaknya Aline berusaha menenangkan Tania,jawab Raisa.


"Aduh kalau Aline diserang sama arwah yang ada ditubuh Tania gimana dong," ucap Sovia.


"Iya sa,kalau dia kenapa-kenapa gimana?" tanya Karina sedikit khawatir.


"Udah gyus jangan khawatir si Aline itu kannnn orang indd.." tiba-tiba ada suara lain yang memotong perkataan Fauzan.


"Aline itu gadis yang kuat pasti dia bisa ngatasi itu semua iya kan,zan?" tanya Raisa sambil melirik Fauzan.


"Eh,iya bener banget dia strong girls," ucap Fauzan sambil tersenyum.


"Tapi sama aja kalau dia ikutan-ikutan kesurupan gimana?" tanya Karina


"Udah lah kita nyusul Aline dari pada disini enggak ngapain-ngapain kita susulin Aline kan,Kak?" tanya Sovia.


"Kak Justin nampak berpikir sesuatu.


"Kira-kira Aline mau ngelakuin apa ya?" tanya Kak Justin dalam hati.


"Gimana,kak?" tanya Raisa.


"Eh,maaf-maaf eeemm mending kita disini aja dulu," ucap Kak Justin.


Aline nampak terus menarik tangan Tania agar terus menjauhi area perkemahan,hingga sampailah mereka berdua di area samping kampus dekat toilet dan ruangan kelas untuk mahasiswa/mahasiswi disana juga terdapat pohon-pohon yang tidak terlalu tinggi dan tanaman-tanaman hias.Aline menyuruh Tania untuk duduk di kursi yang biasa digunakan untuk duduk mahasiswa/mahasiswi.


Happy Reading semuaaa 🤗.


Jangan lupa like dan vote🙏.

__ADS_1


Mohon maaf ya kelanjutan episode ini baru hari ini🙏


Tunggu terus kelanjutannya ❣️.


__ADS_2