Dosen Gaib

Dosen Gaib
123.Aline berhasil menemukan Justin.


__ADS_3

Happy reading semuaaa 🤗.


Mohon maaf bila masih banyak kekurangan 🙏.


“Lin, loe ngapain di sini?Kita kan mau ke pos satpam,” ucap Raisa dengan muka kebingungan.


“Kamu kenapa liatin rumah ini?Ada yang aneh ya?” tanya Fauzan sambil menatap Aline dengan tatapan lembut.


“Gue rasa ada sesuatu di rumah ini kita harus masuk ke rumah ini.”Aline mengucapkan kalimat itu dengan nada pelan.


“Ngapain masuk ke rumah ini buang-buang waktu aja lin, mending kita sekarang cari keberadaan Arine,Pak Ali, dan Luna,” ucap Raisa dengan nada pelan.


“Aku enggak masalah lin, siapa tau kita dapat petunjuk tapi,kayaknya rumah ini kosong.” ucap Fauzan dengan nada pelan.


Aline pun melangkah mendekat ke arah pagar besi untuk masuk ke rumah itu.Pagar besi itu tampak terkunci.Namun,matanya melihat ada dua orang berbadan kurus dan gemuk sedang tergeletak di lantai dengan kondisi tidak sadar alias pingsan.Aline pun menghampiri Fauzan dan Raisa untuk memberitahu bahwa


ada orang di dalam.


“Pintu pagarnya di kunci dan gue liat ada dua orang pingsan di teras rumah ini kita harus tolongin,” ucap Aline dengan nada pelan.


“Ha? Dua orang pingsan udah lah lin, enggak penting ngurusin mereka,” ucap Raisa dengan nada cukup keras.


“Kita panjat aja lin, kalau emang di kunci kita harus nolongin dua orang itu,” ucap Fauzan sambil menggandeng tangan mungil Aline.


“Ih!Kok gue di tinggalin tungguin dong.”Aline mengucapkan kalimat itu dengan nada kesal.


Aline,Fauzan,dan Raisa pun nekat memanjat pagar besi tersebut.Mereka langsung menghampiri dua orang yang tergeletak tak sadarkan diri di lantai.Aline pun berusaha membangunkan dua orang tersebut.Namun, mereka tak kunjung sadar.Aline merasakan aura aneh di dalam rumah itu,tapi dia memilih menyadarkan dua orang ini dulu baru masuk ke rumah tersebut.


“Ini mereka sebenarnya kenapa?Kok bisa kompakan gini pingsannya?” tanya Raisa dengan nada pelan.


“Gue juga enggak tau eh zan,kamu tadi beli  minum kan?Boleh minta enggak buat nyemburmereka,” ucap Aline dengan nada pelan.


“Ya boleh dong lin,apa sih,yang enggak buat kamu ini.”Fauzan tersenyum ke arah Aline sambil menyodorkan botol berisi air mineral.


“Makasih ya,zan.”Aline mengucapkan kalimat tersebut dengan sambil tersenyum.


Aline pun menyemburkan air mineral ke arah dua orang itu.Mereka tampak kaget karena ada air di wajah mereka.Aline,Raisa,dan Fauzantampak lega melihat dua orang itu sudah sadar.Dua orang itu tampak kaget dan


bingung dengan kehadiran Aline,Raisa,dan Fauzan.

__ADS_1


“Syukurlah kalian udah sadar apa yang terjadi kok kalian bisa pingsan?” tanya Aline dengan nada lembut.


“Mereka ini siapa ya?Gue harus jawab apa enggak mungkin gue jujur,” batin anak buah Justin bertubuh kurus.


“Kok malah diem?Ayo jawab,” ucap Fauzan dengan nada meninggi.


“Udahlah lin, mending kita pergi aja ya penting mereka udah  sadar,” ucap Raisa dengan nada cukup kencang.


“Eeeee sebenarnya  tadi kita pura -pura pingsan,” ucap anak buah bertubuh gemuk dengan nada terbata-bata.


“Ha?Pura-pura pingsan?” tanya Aline dengan nada tidak percaya.


Justin masih diliputi rasa ketakutan di dalam rumah.Almh.Bu Rossa masih terus mengintainya sekarang posisi Justin berada  di dapur rumah tersebut.Justin tampak membuang peralatan-peralatan dapur untuk mengusir sang dosen gaib.Lili tampak tertawa melihat ekspresi Kak Justin.


“Pergiii….pergi…” teriak Justin dengan ekspresi ketakutan.


“Tidak ada ampun untuk orang seperti mu,” ucap Almh.Bu Rossa dengan nada menyeramkan.


“Ampunnn” ucap Justin dengan wajah penuh keringat.


Di luar Aline,Raisa,dan Fauzan di buat  bingung dengan perkataan dua orang tersebut.Dua orang itu tampak ikut bingung dan panik.Melihat dua orang itu ikut panik dan bingung Aline menjadi semakin curiga bahwa ada sesuatu di rumah tersebut.Namun,mia tidak gegabah Aline memiliki inisiatif sendiri.


“Astaga!Di dalem kan ada boss gimana kalau mereka sampai ngeliat bisa berabe urusannya,” batin anak buah bertubuh kurus.


“Nah!Iya  pak, kita  boleh ya nginep di sini ini badan


rasanya pegel banget mau rebahan,” ucap Raisa sambil menggerakkan badannya.


Almh.Bu Rossa tiba-tiba menghilang begitu juga dengan Lili meninggalkan Justin di dapur.Justin tampak lega karena Almh.Bu Rossa sudah tidak ada.Justin mendengar suara orang di luar padahal tadi anak buahnya


pingsan.Justin pun mengecek teras rumah untuk memastikan apakah ada orang di  luar.Saat ia melangkah di ruang tamu Justin sangat kaget dan panik ternyata orang itu adalah Aline,Raisa,dan Fauzan.


“Alinee?Kok dia bisa di sini?Jangan-jangan dia mau nginep di sini habislah riwayat gue,” batin Justin dengan muka panik.


Justin pun bersembunyi di balik sofa dengan muka panik dan khawatir.Aline memutuskan untuk masuk dan melihat-lihat dalam rumah tanpa mendengar persetujuan dua orang tersebut.


***


Di rumah Luna Arine masih di saja

__ADS_1


khawatir dengan nasibnya sekarang.Dia duduk di pinggir ranjang kamar Luna sang pemilik rumah ternyata sedang berada di dapur.Perlahan air mata Arine tumpah dengan sendirinya di tengah hari yang sudah malam.


“Mungkin ini karma buat aku karena selama ini udah jahat sama kak Aline dan enggak mau denger kata-kata dia maafin aku ya kak, aku bener-bener nyesel aku kangen banget sama omelan kakak,pelukan kakak”Arine


mengucapkan kalimat itu dengan air mata yang seras.


“Jangan sedih rin, semua orang pasti pernah melakukan kesalahan yang penting sekarang kamu udah ngakuin kesalahan kamu, " ucap Luna dengan nada lembut.


"Iya nak,apa yang di kata Luna itu benar oh ya tadi tadi Luna sudah bilang sama om soal kejadian tadi besok kamu ke Pak RT yang buat laporan soal penculikan di temani Luna biar orang-orang itu segera di tangkap." Pak Ali kebetulan lewat di depan kamar Luna.


"Iya om, terima kasih ya om sudah mau nampung saya di sini," ucap Arine dengan nada pelan.


"Santai aja rin, aku seneng kok kamu ada di sini jadi,aku enggak kesepian," ucap Luna sambil tersenyum.


****


Kedua anak buah Justin masuk ke rumah dan menyuruh Aline untuk keluar.Namun,Aline enggan untuk keluar dari rumah tersebut.Raisa dan Fauzan pun ikut masuk ke rumah mereka berdua terlihat duduk di sofa.Wajah Justin sangat panik melihat kehadiran Akine,Raisa,dan Raisa.


"Kenapa mereka malah masuk? Pokoknya mereka enggak boleh liat gue di sini," batin Justin.


"Gimana nih, cara bikin mereka keluar dari sini kalau kita nekat nyeret mereka yang ada mereka malah curiga," ucap anak buah bertubuh kurus dengan nada pelan.


Lili mempunyai ide yang cukup berlian.Dia muncul di belakang Justin agar Justin ketakutan.Almh.Bu Rossa pun ikut menemani anaknya.Dengan wajah cukup menyeramkan mereka pun muncul di belakang Justin.


"Mereka kok malah diem aja seharusnya mereka itu bertindak biar Aline enggak makin ke sini dasar anak buah enggak berguna kok gue ngerasa ada yang aneh ya," batin Justin dengan nada ketakutan.


Justin pun menengok ke belakang dengan ekspresi ketakutan.Wajah Justin langsung ketakutan saat melihat sosok yang ada di belakang nya.


"Aaaaaaaaaa!" teriak Justin dan langsung keluar dari tempat persembunyiannya.


"Kak Justin ?Ternyata Kak Justin ada di sini." Aline mengucapkan kalimat itu dengan ekspresi kaget.


"Kak Justin," ucap Fauzan dan Raisa dengan nada bersamaan.


"Mati Gue! Sekarang mereka udah tau keberadaan gue," batin Justin dengan ekspresi panik.


Wah!Aline dkk sudah berhasil menemukan Justin.Lantas apa yang akan mereka lakukan?


Tunggu terus kelanjutannya ❤️.

__ADS_1


Jangan lupa like dan vote thank you 🙏.


__ADS_2