
"Kok kayak ada yang menjanggal ya?" tanya Aline keheranan.
Aline pun meraba-raba tempat duduknya.Ada benda kecil dan ringan tepat dibawah tempat duduknya.Aline pun langsung mengambil barang itu.Betapa tercengangnya dia menemukan sebuah flashdisk.
"Flashdisk?Ini pasti punya Kak Justin," gumam Aline sambil mengamati flashdisk itu.
Terdengar suara langkah kaki dari luar rumah dan ternyata itu adalah Arine.
"Mending gue simpen aja daripada nanti ketahuan Arine malah ribet urusannya," ucap Aline yang langsung menuju kamarnya.
Raut wajah Arine sangat bahagia.Dia pun merebahkan tubuhnya ke sofa sambil tersenyum-senyum.
"Yeessss gue seneng banget bisa sedekat itu sama Kak Justin walaupun gue enggak paham apa yang dia ajarkan," ucap Arine sambil tersenyum-senyum sendiri.
Saat Arine masih tersenyum dan membayangkan kejadian tadi.Rupanya ada memperhatikannya dari tadi.Ternyata itu adalah Lili.Lili berada di balik tirai jendela.Dia pun berpindah.Sekarang posisi nya berada di samping Arine.
"Kok kayak ada yang aneh ya?Mending gue masuk ke kamar ajalah," ucap Arine yang langsung bangkit dari sofa.
Saat ia ingin beranjak tiba-tiba kakinya merasa menginjak sesuatu.Arine pun melihat bagian kakinya.
"Kok ada kaki ya?" tanya Arine yang kaget melihat kakinya menginjak sebuah kaki.
Arine pun mendongakkan kakinya.Betapa kaget nya Arine melihat sosok yang ada dihadapannya.
"AAAAAAAAAAAA!" teriak Arine yang langsung lari menuju kamar.
" Gitu aja takut gimana kalau ketemu Dosen Gaib alias ibuku pasti langsung pingsan," ucap Lili sambil tertawa dan langsung menghilang.
Ditempat berbeda Aline nampak sibuk membereskan barang-barang yang ada dikamar nya.Saat ia duduk di meja belajar nya dia kembali melihat barang-barang yang ia temui tadi dan mengamatinya.
"Kalung dan name tag ini udah fiks punya Almh.Bu Rossa sedangkan name tag ini namanya enggak terlalu jelas besok gue coba tanya Raisa sama Fauzan atau enggak Kak Hanna siapa tau mereka tau," ucap Aline sambil memegang benda itu.
Aline teringat akan flashdisk yang ia temui tadi.Dia pun mengeluarkan flashdisk tersebut dari dalam tasnya karena tadi ia menyimpan ke dalam tasnya.
"Gue penasaran banget sama ini flashdisk ini,tapi kalau ini privacy nya Kak Justin gimana ya?" tanya Aline sambil memandang flashdisk itu penuh keraguan.
Tiba-tiba ada suara tepat di telinga hingga membuat Aline kaget.
"Udah liat aja daripada penasaran," bisik suara.
Aline pun clingak-clinguk mencari sumber suara itu.Aline pun tau kalau suara itu adalah suara Lili.
"Astaga...bisa enggak kalau enggak ngangetin omong-omong akhir-akhir kamu ada dimana?" tanya Aline.
__ADS_1
"Maaf habisnya dari tadi bengong akhir-akhir ini aku ada dikamar Arine," ucap Lili.
"Bagus kalau gitu sekalian kamu bisa ngawasin kekakuan Arine," gumam Aline.
" Nanti aku balik lagi kesini kok enggak betah aku disana mending disini damai," ucap Lili.
Aline hanya tertawa dan geleng-geleng melihat omongan Aline tentang Arine tanpa menanggapi nya sama sekali.Dia pun fokus pada flashdisk yang dipegangnya.
"Daripada mending penasaran,"ucap Aline.
Aline mempersiapkan laptop untuk melihat isi flashdisk milik Kak Justin walaupun terkesan lancang.Saat Aline ingin membuka isi flashdisk itu.
Tok-tok...
Terdengar suara ketukan yang cukup nyaring.
"Kak,lagi ngapain?" tanya Arine yang masih menggedor-nggdor pintu kamar Aline dengan cukup keras.
"Aduh,ni anak ngapain ke sini," batin Aline.
Mendengar tidak ada tanggapan dari Aline.
"Aku masuk ya kak," ucap Arine disertai tangannya yang langsung membuka pintu kamar Aline.
Aline pun kaget saat Arine ingin masuk.Dia pun memutuskan untuk tidak jadi melihat isi flashdisk milik Kak Justin dan langsung memasukkan kembali ke tas.Arine sudah masuk ke dalam kamar Aline.Untung saja Arine tidak tau.
"Ya maaf kak,eh aku mau tanya kakak tau rumahnya Kak Justin?" tanya Arine.
"Enggak tau," ucap Aline singkat,padat,dan jelas.
"Ih,enggak mungkin kakak enggak tau pasti Kakak sengaja kan enggak mau kasih tau," ucap Arine penuh kecurigaan.
"Gunanya apa gue bohong sama loe? Lagian loe mau ngapain ke rumah Kak Justin?" tanya Aline dengan nada pelan dan tegas.
"Mau ketemu camer dong kak," jawab Arine sambil tersenyum genit.
"Genit banget,"gumam Lili yang ada disebelah Aline.
"Ya ampun Arine bener-bener bucin banget sama Kak Justin gue jadi takut karena hal ini bisa mengancam keselamatannya dia," batin Aline.
"Kak,besok cari tau ya alamat rumahnya Kak Justin," pinta Arine sambil memasang muka melasnya.
"Mending sekarang loe keluar ya dari pada gue undang setan buat ngikutin loe," ucap Aline dengan nada tinggi.
__ADS_1
"Ih,jangan dong iya aku bakal keluar,tapi kakak cari tau ya," pinta Arine.
Tiba-tiba lampu yang ada dikamar Aline kelap-kelip sendiri.Arine pun langsung berlari ketakutan.Aline hanya geleng-geleng kepala dan menarik nafas panjang melihat kelakuan adiknya yang bucin parah sama Kak Justin.
Hari Sudah malam jam menunjukkan pukul 20.00 WIB.Di kos-kosan Kak Justin nampak mengecek barang-barang untuk ke kampus besok.
"Semua udah ada,tapi kok gue ngerasa ada yang kurang? Tapi apa ya?" tanya Kak Justin sambil berpikir.
Setelah cukup lama berpikir.Dia pun teringat.
"Astaga flashdisk ku dimana ya? tanya Kak Justin sambil membongkar kembali isi tasnya.
Dia pun mencari di balik bantal, guling,dalam lemari, kantong baju,saku celana,namun tetap tidak ada.
"Apa jangan-jangan ketinggalan di rumah Aline?Wah,kalau sampai ketinggalan bahaya banget di dalam flashdisk itu ada curhatan gue," gumam Kak Justin.
Kak Justin sangat khawatir kalau Aline atau pun Arine tau soalnya curhatan itu.Dia mencoba berpikir positif walaupun tidak bisa.
Drtttt...
Terdengar bunyi telepon milik Justin ternyata itu dari Jennie.
"Jennie ngapain malem-malem nelepon," ucap Kak Justin raut mukanya berubah menjadi kesal karena menerima telepon dari Jennie.
Dia pun menerima telepon Jennie dengan muka terpaksa.
"Malam jus,kamu besok bisa enggak jemput aku," ucap Jennie dengan suara lembut.
"Maaf ya gue bukan supir loe besok itu gue njemput Aline," ucap Kak Justin
"Kok kamu gitu jus,kamu tega ya sama aku," ucap Jennie.
"Terserah loe," ucap Kak Justin yang langsung menutup telepon.
"Tunggu jus ih,kok malah dimatiin bener-bener ya enggak akaknya enggak adiknya sama-sama nyebelin," ucap Jennie penuh kekesalan.
Aline termenung dan memikirkan rencana besok digelapnya malam dan sunyi nya suasana.Dia berencana untuk berangkat pagi dan mengajak kedua temannya untuk ke ruangan tadi dan melihat isi flashdisk milik Kak Justin.
Wah, kira-kira apa ya curhatan Kak Justin dan bukti-bukti apa lagi yang akan ditemukan Aline dan kawan-kawan?
Tunggu terus kelanjutannya β€οΈ.
Jangan lupa like dan Vote π.
__ADS_1
Ditunggu kritik dan sarannya.
Mohon maaf belum bisa update setiap hari dan masih banyak kekurangan π.