Dosen Gaib

Dosen Gaib
109.Kesedihan Luna


__ADS_3

Happy reading semuaaa 🤗.


Mohon maaf bila masih banyak kekurangan 🙏.


Jangan lupa mampir ke Novel"Dear Jaka" tinggalkan like,vote,dan coment ya thank you 😍.


Ya udah pa,kasihan mama takutnya nanti kondisinya drop gara-gara mikirin kondisi Arine,”ucap Aline sambil bangkit dari sofa diikuti Raisa dan Fauzan.


Papa Lukaman pun membawa mama Lia ke kamar sementara Aline,Raisa,dan Fauzan memilih masih stay di sofa untuk membuat sebuah keputusan.Lili dan Almh.Bu  Rossa serta makhluk halus yang lainnya juga ikut berpikir.Sambil mereka berpikir Fauzan


merasa gelisah dan ketakutan jika harus tidur di kamar kosong kamar Aline,namun


dia enggan berbicara pada Aline karena nanti ia pasti akan di ledekin habis-habisan sama Raisa belum lagi hancurnya imagenya di depan Papa dan Mama Aline.Aline nampak sudah menemukan ide.


“Gyuss,besok kita ke kampus buat ikut makul sekalian kita ngomong sama dosen soal misi kita ke Bogor,”ucap Aline dengan nada tegas.


“Kenapa  enggak langsung aja sih,pakai ikut-ikut kelas segala menurut loe gimana,zan?”tanya Raisa dengan suara pelan sambil menahan kantuk.


“Gue setuju sama Aline kita harus tetep ikut kelas biar enggak ketinggalan habis itu kita ke Bogor untuk misi kemanusiaan,”ucap Fauzan


dengan nada pelan.


“Tumben banget loe setuju sama idenya Aline cie…cie yang lagi bucinn,”ucap Raisa sambil tertawa dan melirik Aline.


“Gue ngomong loe jawab apa udahlah sa,mending kita nurut sama Aline,”ucap Fauzan dengan nada kesal.


“Kok malah pada ribut?”tanya salah satu  sosok anak laki-laki bertubuh gemuk dengan


wajah pucat dan luka di bagian kaki posisinya di samping kanan Aline.


“Sssttt….diLem kamu enggak tau masalahnya apa,”ucap Lili dengan nada sewot.


“Apaan sih,orang Cuma nanya,”ucap sosok anak laki-laki tersebut sambil menatap tajam Lili.


“Keputusan gue udah bulat kita besok ikut kelas dulu baru kita izin samadosen dll untuk ke Bogor gue yakin posisi mereka enggak berjauhan ya udah kita sekarang ke kamar buat istirahat Raisa loe satu kamar sama gue dan loe Fauzan tidur di kamar sebelah kamar gue selamat istirahat semua yang terlihat maupun yang tak terlihat semoga besok diberikan kelancaran,aamiin”ucap


Aline sambil tersenyum dan bangkit dari sofa.

__ADS_1


“Aammin ya udah yuk kita ke kamar,”ucap Raisa sambil menggandeng tangan Aline.


“Lin,aku pengen ngomong empat mata sama kamu bisa?”tanya Fauzan dengan nada pelan sambil menahan Aline dan Raisa untuk ke kamar.


“Bisa ya udah sa,loe duluan ya enggak usah takut kalau ada yang mencurigakan loe tinggal teriak aja,”ucap Aline sambil melepas genggamantangan Raisa.


“Ini mereka mau ngomong apa ya?Jiwa kekepoan gue mulai meronta-ronta,”batin Raisa dengan tatapan curiga.


Fauzan mengajak Aline ngobrol di tepi kolam renang dengan suasana malam yang sangat indah disertai desiran angin malam yang dinginnya hingga menusuk ke tulang,rembulan dan bintang-bintang nampak bersinar dengan amat terang.Fauzan menatap lembut mata Aline sementara Aline sendiri terlihat salah tingkah dan bingung matanya menatap ke arah yang lain.Fauzan masih terdiam dan belum mengucapkan sepatah kata pun beberapa detik kemudian dia malah tersenyum ke arah Aline alhasil Aline lah yang memulai pembicaraan.


“Zan,sebenarnya loe mau ngomong apa?”tanya Aline sambil menatap tajam wajah Fauzan.


“Ooh iya aku lupa maaf  ya lin,dari tadi aku liat  muka kamu terus eh jadi,lupa gini boleh enggak aku jangan tidur di kamar sebelah


kamar kamu tidur di kamar kamu aja mau di bawa apa di mana terserah,”ucap Fauzan dengan nada pelan.


“Haahhahahah ya ampun jadi,kamu ngajakin aku ketemuan buat ngomong ini udah enggak papa tidur di kamar itu aman kok,”ucap Aline sambil tertawa dan memegang pundak Fauzan.


“Kok malah ketawa lin,aku serius kalau hantu-hantu di rumah kamu gangguin aku gimana?Kecuali kalau kamu mau nemenin aku tidur”ucap Fauzan dengan ekspresi kesal,namun seketika berubah tersenyum.


“Ya enggak mungkin lah aku nemenin kamu tidur kecuali kalau kita udah nikah udah zan,percaya sama aku enggak akan terjadi apa-apa kok,”ucap  Aline sambil menatap Fauzan dengan jarak dekat  dengan tatapan


“Nikah?Apa ini kode ya dari Aline ya,”batin Fauzan sambil menatap lembut Aline dan tersenyum.


Berkat Aline yang terus menyakinkan Fauzan ia pun mau tidur di kamar tersebut walaupun perasaanya campur aduk.Di tempat berbeda Luna sedang termenung di meja belajar sambil memegang sebuah pencil rupanya dia habis belajar untuk pelajaran esok tiba-tiba mata Luna tertuju pada sebuah foto yang


terletak di pinggir kamar di atas rak.Luna pun langsung menghampiri foto tersebut lalu memegang dan memandangi foto tersebut tak terasa perlahan air mata Luna bercucuran dengan sendirinya  dalam foto tersebut ada 4 orang nampak berpose dengan gaya ,baju yang kompak sambil tersenyum bahagia.


“Bu,dek,gimana kabar kalian?Luna kangen banget sama kalian udah lama kita enggak ketemu semoga kalian baik-baik aja,”ucap Luna sambil menangis dan mengusap-ngusap foto tersebut.


Malam itu langit terasa ikut menangis melihat  air mata yang jatuh di pipi Luna yang rindu seorang ibu dan seorang adik apalagi dia sekarang sudah pindah ke Bogor akses


untuk bertemu dengan ibu dan adiknya pasti makin sulit.Pintu kamar Luna tidak


tertutup rapat Pak Ali yang kebetulan lewat langsung terhenti langkahnya ketika


tau putri sulungnya menangis dan langsung masuk saja ke kamar Luna dan melihat

__ADS_1


benda apa yang di lihat Luna.


“Jadi,foto ini yang membuat kamu menangis?”tanya Pak Ali sambil memeluk putri sulungnya dengan hangat


“Luna kangen yah,sama ibu sama adik secepatnya kita ke Jakarta ya pa,buat ketemu sama ibu sama adik,”Pinta Luna sambil menyeka air matanya dan melepaskan pelukan ayahnya.


“Iya udah lama kita enggak ketemu sama mereka walaupun ayah sama ibu bercerai karena suatu masalah,tapi jujur ayah juga kangen banget sama mereka apa lagi sama adik kamu insyallah kalau enggak ada halangan secepatnya kita ke Jakarta,”ucap Pak Ali sambil menyeka air mata wulan dengan ekspresi tersenyum.


“Yeeee…makasih ya yah,Luna sayang banget sama ayah,”ucap Luna sambil memeluk ayahnya dengan ekspresi gembira.


“Iya nak,sama-sama apa pun ayah akan lakukan demi kebaikan kamu,”ucap Pak Ali sambil tersenyum.


“Yah,soal orang ada di bangunan itu gimana,yah?Luna pengen banget selamatin dia walaupun Luna enggak kenal sama orang itu,”ucap Luna sambil melepas pelukan ayahnya.


“Kamu ya ambius banget soal kayak gini giliran soal ujian kadang enggak semangat ya udah nanti ayah pikirin caranya ini udah jam segini jangan kayak kelelawar suka begadang,”ucap Pak Ali sambil tersenyum.


“Hehehe namanya juga manusia yah,makasih ya yah,udah mau bantu orang itu ya udah habis ini Luna pasti tidur good night yah,”ucap Wulan sambil tersenyum.


“Good  night juga,”sahut Pak Ali sambil mencium kening putri sulungnya.


“Semoga aku bisa ngebantu orang itu besok pagi aku akan ke bangunan itu lagi,”batin Luna sambil membereskan buku-buku pelajarannya lalu memutuskan untuk tidur.


Jam terus berputar hingga sang mentari sudah mulai menunjukkan sinarnya menyambut semangat Aline,Raisa,dan Fauzan untuk ke kampus.Semalam mereka tidur dengan cukup nyenyak walaupun mereka merasa ketakutan.Mereka juga sudah prepare beberapa barang untuk di bawa ke Bogor.Mama Lia sudah menyiapkan menu special untuk breakfast pagi ini di bantu Aline wajah Mama Lia sudah sedikit lebih segar daripada semalam.Semuanya sudah berkumpul di meja makan untuk breakfast bersama sudah beberapa hari meja makan terasa sepi dari suara cempreng Arine dan suara ribut Aline dan Arine.Mereka pun mulai menyantap hidangan yang ada.


"Lin,kamu hati-hati ya kalau di Bogor kalian juga semoga kalian dapat informasi soal keberadaan Aline," ucap Mama Lia sambil menatap lembut Aline,Raisa,dan Fauzan.


"Iya ma,pokoknya kita akan berusaha semaksimal mungkin," ucap Aline sambil tersenyum manis.


"Kalau ada apa-apa harus kabarin papa ya," ucap Papa Lukman dengan nada tegas.


"Siap!" ucap mereka bertiga secara bersamaan.


Mereka pun menyelesaikan breakfast dan mereka pun berpamitan dan langsung ke kampus.Rencananya mereka akan ke Bogor mengendarai sebuah mobil milik Pak Lukman agar lebih nyaman dan aman selama perjalanan Lili dan Almh.Bu Rossa terlihat masuk ke mobil tersebut.


Akan seperti apakah perjalanan mereka ke Bogor?Akankah mereka menemukan mereka secara cepat dan tepat?


Tunggu terus kelanjutannya ❤️.

__ADS_1


Jangan lupa like dan vote 🙏.


Thank you🙏.


__ADS_2