Dosen Gaib

Dosen Gaib
81.Penjelasan Kak Justin


__ADS_3

Happy reading semuaaa 🤗.


Maaf masih banyak kekurangan 🙏.


Ohhhh jadi,selain Kak Jennie ternyata Kak Hanna juga mantan pacar kakak  juga,”ujar Raisa dengan nada


suara  cukup kencang.


“Bukan hanya seorang pembunuh ternyata loe juga seorang playboy,”sambung Fauzan dengan nada ketus.


“Ssstttt…mending kalian diem dulu silahkan Kak dilanjut sebelum kesabaran kita habis,”ujar Aline sambil menahan emosi.


“Sebelum aku pacaran sama Jennie memang aku  jalin hubungan sama Hanna dan kalung yang kamu temuin di ruangan itu adalah kalung Almh.Bu Rossa pemberian Hanna waktu kita masih pacaran dulu gue sama Hanna menjalin hubungan udah cukup lama kurang lebih satu tahun,tapi itu semua berubah setelah Jennie hadir dalam kehidupan  gue,”ucap Kak Justin dengan muka yang masih menunduk.


*Flash back*


Terlihat Almh.Bu Rossa sedang berbincang-bincang dengan satu mahasiswa dan satu mahasiswi di koridor lantai 3 sebelum ruangan itu mendadak dikosongkan.


“Bu Rossa terima kasih ya bu atas bimbingan ibu selama ini kalau bukan karena  ibu saya  enggak  akan bisa dapat juara 2,”ucap Justin sambil tersenyum.


“Sama-sama nak justin,ibu juga bangga melihat kamu pencapaian kamu selama menjadi mahasiswa disini apalagi sekarang kamu dekat dengan Hanna asisten saya,”ucap Almh.Bu Rossa dengan wajah sumringah.


“Selamat ya jus,kamu kemarin keren banget,”ujar Kak Hanna sambil tersenyum.


“Makasih han,ini kan berkat dukunganmu juga ,”sahut Fauzan sambil tersenyum ke  arah Hanna.


“Gimana hubungan kalian?”Tanya Almh.Bu Rossa sambil memandang wajah Justin dan  Hanna.


“Eeeeee kami sudah jadian bu,”sahut Kak Justin dengan malu-malu.


“Wah,kalau itu benar selamat ya ibu turut senang kalian berdua memang cocok sama-sama berprestasi,”ucap Almh.Bu Rossa dengan wajah bahagia.


Hanna ikut tersipu malu dan mengeluarkan sebuah kalung cantik dari dalam tasnya.Rupanya kalung itu diberikan untuk  Almh.Bu Rossa yang sudah ia anggap seperti ibunya sendiri.Wajah senang nampak dari wajah cantik Almh.Bu Rossa karena mendapat sebuah  kalung cantik dari Hanna.Terlihat Justin juga sangat bahagia melihat Almh.Bu Rossa melisenyum tersenyum bahagia.


“Ternyata dulu kakak sedekat itu ya sama Almh.Bu Rossa,”ujar Aline sambil memahami penjelasan Kak Justin.


“Udah deh,enggak bertele-tele to the point aja apa alasan loe ngebunuh Almh.Bu Rossa,”bentak Fauzan dengan tatapan tajam.


“Sabar zan,jangan emosi biar Kak Justin jelasin secara berurutan biar semuanya jelas,”ujar Aline sambil mendekat ke arah Fauzan.


“Ayo kak,dilanjut,”ujar Raisa dengan ekspresi muka datar.

__ADS_1


“Waktuu itu gue sangat bahagia bisa pacaran sama Hanna karena dia orang ny baik,pinter,dan sholehah dan selama gue menjalin hubungan sama dia hampir enggak ada kendala,tapi pada saat itu gue nolongin cewek dan cewe itu adalah Jennie berawal dari situlah gue dekat sama Jennie,”ujar Kak Justin masih dengan wajah menunduk dan pasrah.


*flash back*


Justin dan Hanna memang pasangan yang sangat serasi kedua nya sama-sama berprestasi.Tak sedikit ada yang iri melihat kekompakkan Justin dan Hanna hingga mereka dijuluki smart couple.Pada waktu hari sudah malam Justin sedang dalam perjalanan pulang dengan motor kesayangannya seorang diri karena Hanna sedang ada urusan penting.Di perjalanan dia melihat ada seorang perempuan berteriak minta tolong. Dipingir jembatan.Tanpa pikir panjang Justin pun menghampiri perempuan itu.


“Loe kenapa?”Tanya Justin dengan wajah panik.


“Tolong tas gue dijambret,”sahut perempuan berparas cantik dan berambut panjang itu dengan wajah ketakutan dan sangat panik.


“Astaga,loe tunggu sini ya biar gue kejar jambretnya,”ujar Fauzan sambil menaiki motornya.


Perempuan itu pun mengangguk sedangkan Justin langsung tancap gas mengejar jambret itu.Terlihat ada seorang laki-laki berbadan kekar sedang berlari sempoyongan karena di kejar beberapa orang.Setelah cukup


lama kejar-kejaran akhirnya orang itu ditangkap dan dihajar masa.Melihat kejadian itu Justin pun bertindak dan menangkap  jambret itu dan mengembalikan tas perempuan tadi.


“Ini tas loe lain kali hati-hati ya bahaya perempuan jalan sendiri apalagi malam-malam gini,”ujar Justin sambil menyerahkan tas ransel berukuran sedang berwarna merah terang.


“Makasih banyak ya udah nolongin mungkin kalau enggak ada loe tas gue enggak bisa diselametin,”sahut Perempuan itu sambil tersenyum manis.


“Sama-sama oh ya nama gue Justin,"ucap Justin sambil menjulurkan tangannya  sambil tersenyum.


“Saat itu gue benar -benar terpesona dengan kecantikannya Jennie hingga gue lupa kalau gue masih menjalin hubungan dengan Hanna  hari demi hari guelewatin sama dia hingga benih-benih cinta itu muncul akhirnya gue menjalin hubungan dengan Jennie disaat gue masih pacaran sama Hanna,tapi di posisi itu Jennie udah tau kalau gue pacaran sama Hanna,”ucap Kak Justin dengan nada


pasrah.


Raisa dan Fauzan sangat terkejut mendengar penjelasan Kak Justin apalagi Aline dia  tidak percaya apa perkataan Kak Justin.Tiba-tiba Aline melayangkan tamparan cukup keras di pipi Kak Justin.Raisa dan Fauzan kaget melihat Aline yang tiba-tiba menampar Kak Justin.Sementara Kak Justin  memegangi pipinya yang sakit akibat tamparan tangan Aline.Aline mendekati Kak Justin dengan tatapan sangat tajam.


“Aku bener-bener enggak nyangka kalau orang yang selama ini kelihatan baik,ramah ke semua orang ternyata punya sikap kayak setan coba aja kalau Arine tau soal ini mungkin dia udah ilfeel banget sama loe,”geram Aline dengan wajah ketus.


“Kan gue udah bilang jangan ngeliat orang itu dari luarnya doang,tapi dalem juga,”ujar fauzan dengan nada santai.


“Terserah kalian mau ngomong apa yang jelas gue bener-bener minta maaf,”ucap Kak Justin dengan muka pasrah.


“Ini bukan waktunya kakak kayak gini sekarang cepet kakak jelasin kenapa kakak bunuh Almh.Bu Rossa secara keji?”Tanya Aline dengan wajah menahan emosi.


“Waktu itu hari sudah gelap,tapi gue memutuskan untuk enggak pulang karena gue ada janji sama Jennie karena saat itu gue bener-bener lagi bucin banget sama dia kondisi kampus saat  itu cukup sepi sunyi,”ucap Kak Justin sambil memegang pipinya yang sedikit kesakitan.


*flash back*


Terlihat ada satu mahasiswa dan satu mahasiswi di balkon koridor lantai 3.Mereka terlihat sangat mesra seakan dua serasa milik berdua.Ternyata mereka adalah Justin ketua BEM dan Jennie mahasiswi cantik dan hits blasteran luar negeri.Mereka sudah menjalin hubungan cukup lama padahal waktu itu Justin masih berstatus pacar Hanna mahasiswi jurusan ekonomi tingkat 3 yang terkenal punya banyak prestasi dan sholehah.Namun entah apa yang merasuki pikiran Justin ia bisa tertarik dengan Jennie.

__ADS_1


“Jus,kamu kan sekarang jadi pacar aku kamu enggak ada niatan buat mutusin Hanna?”Tanya Jennie dengan nada manja sambil bersandar di bahu Justin.


Justin pun menatap Jennie sambil memegang tangan Jennie.Hembusan angin yang kencang dan matahari yang hendak tenggelam  menjadi saksi kebersamaan Justin dan Jennie saat itu.Jennie membalas tatapan Justin dia berharap Justin menuruti permintaanya untuk mengakhiri hubungannya dengan Hanna  dan melanjutkan hubungan gelap dengannya.


“Jen,soal itu aku benar-benar bingung aku sayang sama,tapi aku juga sayang sama Hanna karena dia itu baik banget jadi,aku mohon kamu sabar ya,”pinta Justin dengan  nada lembut.


“Sabar-sabar sampai kapan aku harus sabar,Jus?”Tanya Jennie sambil melepaskan tangannya dan menjauh dari


Justin.


Tanpa pikir panjang Justin pun langsung memeluk Jennie dan meyakinkan Jennie bahwa cepat atau lambat ia akan mengakhiri hubungannya dengan Hanna.Di saat yang bersamaan Almh.Bu Rossa sedang naik tangga untuk ke lantai 3 karena ada urusan disana.Sesampainya disana dia syok melihat Justin bermesraan dengan gadis lain bukan dengan Hanna.Almh.Bu Rossa pun menghampiri Justin dengan Jennie dengan langkah tidak santai dan wajah penuh emosi.


“Apa-apaan ini siapa ini,jus?”Tanya Almh.Bu Rossa dengan wajah emosi.


Justin melepas pelukannya secara  tiba-tiba membuat Jennie kaget.Sekarang mereka berdua benar-benar tidak bisa berkutik mereka  seperti maling yang ketangkap basah.Wajah Justin nampak bingung harus mengatakan apa.Sementara Jennie nampak salah tingkah dan juga bingung.


“Jus,kenapa kamu diam aja?”Tanya Almh.Bu Rossa penuh emosi.


“Sayaaaa pacarnya Justin bu,nama saya  Jennie,”ucap Jennie dengan muka dingin.


“Kamu pacarnya Justin?Jus,apa benar gadis ini pacar kamu?”Tanya  Almh.Bu Rossa dengan nada emosi.


“Iiiiyaa bu,saya mohon ibu jangan bilang kesiapa-siapa ya terutama Hanna,”jawab Justin sambil mohon-mohon.


“Astagfirllullah!Kenapa kamu tega menyelingkui Hanna?Pasti gadis ini ya yang merayu kamu”bentak Almh.Bu


Rossa.


Almh.Bu Rossa benar-benar syok dan kaget melihat mahsiswa yang sering ia puji di depan dosen lain tega berbuat seperti itu.Apalagi dia sering mendengar berita bahwa ada mahasiswa yang melihat sepasang mahasiswa dan mahasiswi sering bermesraan di sekitar kampus ditambah akhir-akhir ini prestasi Justin menurun drastis dan dia jarang aktif di organisasi kampus ternyata dia sibuk berpacaran dengan mahasiswi baru jurusan sastra Inggris.Almh.Bu Rossa berniat membongkar hubungan gelap Justin dan Jennie.Namun Justin dan Jennie malah membawa Almh.Bu Rossa ke sebuah ruangan.


“Lepasinkan sayyaaa," teriak Bu Rossa dengan suara kencang.


Tubuh Almh.Bu Rossa dihempaskan begitu saja di lantai.Justin dan Jennie menatap tajam Almh.Bu Rossa.


"Ibu bener-bener enggak nyangka sama kamu jus,kenapa kamu bisa kayak gini?" Tanya Almh.Bu Rossa.


Ini cerita nya Justin sedang menceritakan masa lalunya pada Aline,Raisa,dan Fauzan kira-kira apa ya yang bakal Aline dkk lakukan setelah ini?


Tunggu terus kelanjutannya ❤️.


Jangan lupa like dan Vote🙏.

__ADS_1


__ADS_2