
Happy reading semuaaa đ¤.
Sesekali boleh lah mampir di novel ku"Dear Jaka" tinggalkan like,vote,dan coment
thank you đ.
âSsstâŚjangan keras-keras intinya di sini aku mau selamatin kamu,âucap Luna dengan nada suara pelan.
âIya tolong bebasin aku dari sini,âucap Arine dengan nada suara pelan.
Luna pun mencoba melepaskan beberapa ikatan di tangan dan kaki Arine,namun sepertinya Luna mengalami kesulitan agar ikatan tersebut sangat kuat.Kedua orang yang tertidur tadi diam-diam sudah bangun dan
mengetahui kehadiran Luna dan berusaha mendekati Luna dengan langkah pelan.
âAwas,di belakang kamu,âucap Arine dengan wajah panik serta suara panik.
âNgapain loe ada di sini?âtanya laki-laki bertubuh gemuk dengan suara tegas sambil memegang tangan Luna.
âLepasin akuuu!" teriak Luna sambil membrontak agar di lepaskan.
âLoe pegangin dia ya gue mau panggil boss dulu,âucap laki-laki bertubuh kurus dan berlalu pergi meninggalkan mereka.
âDiem!â ucap laki-laki tersebut dengan suara tegas dan berat sambil terus memegang tangan Luna dengan sangat erat.
Di luar terlihat Justin sedang duduk dan memikirkan sesuatu hal.Salah satu anak buahnya menghampirinya dengan langkah terburu-buru ia memberitahu bahwa ada orang asing yang masuk secara diam-diam untuk menyelamatkan Arine.Justin menaikkan alisnya dan memperlihatkan wajah penuh amarah.
âSial!Ada orang yang mau menyelamatkan bocah ingusan itu apa orang itu Aline?âtanya
Justin dalam hati dengan sorot mata tajam.
âBoss?Kok diem aja?Enggak ada niatan mau ngeliat orang itu,âucap laki-laki bertubuh kurus dengan nada pelan.
âYa loe juga ngapain masih ada di sini bukannya ngambil tindakan,â bentak Justin sambil melangkah masuk untuk melihat orang itu.
âSabar-sabar untung loe boss gue kalau bukan udah gue pukul,âujar laki-laki bertubuh kurus dengan nada pelan sesaat kemudian ia
mengikuti langkah Justin.
Di dalam Luna memutar otaknya agar bisa kabur dan membawa gadis itu keluar dari sini sempat terlintas di benaknya untuk mengelabuhi orang yang memegang tangannya,namun sayang ia masih bingung cara mengelabuhinya seperti apa.Luna
terus berusaha mencari cara untuk mengelabuhi orang tersebut akhirnya ia punya cara.
âGue pura-pura pingsan aja kali ya terus nanti gue tending aja dia,âbatin Luna sambil tersenyum.
__ADS_1
âKok dia malah senyum-senyum semoga aja dia bisa bebasin gue dari sini,âbatin Arine sambil memperhatikan wajah Luna.
Luna pun melancarkan aksinya dengan pura-pura pingsan tubuhnya tiba-tiba tergeletak di lantai yang dingin secara tiba-tiba membuat laki-laki bertubuh gemuk panik dan terheran-heran begitu pula dengan Arine yang bingung dan heran kenapa gadis itu tiba-tiba pingsan.
âEh!Kok pingsan?Bangun-bangunnn woy,âucap laki-laki tersebut sambil menggoyang-nggoyangkan tubuh Luna sambil berusaha menyadarkan Luna.
âMana orang asing itu yang katanya mau nyelamatin dia?â tanya Justin dengan suara lantang.
âNi,boss dia malah enggak sadarkan diri tiba-tiba kayak gini apa dia udah mati?â tanya laki-laki bertubuh gemuk sambil memegang kepala Luna.
âSembarangan kalau ngomong enggak mungkin dia tiba-tiba mati kalau di lihat-lihat cakep juga yaâucap laki-laki bertubuh kurus dengan nada sewot sambil memperhatikan wajah Luna.
âTernyata bukan Aline ku pikir Aline yang akan menyelamatkan Arine siapa ya gadis ini?Sepertinya aku mengenali wajahnya,âbatin Justin sambil berjalan mendekati gadis itu dan melihat gadis itu dengan jaraj cukup dekat.
Sebuah tendangan cukup keras mengenai perut Justin hingga tubuh Justin terpental.Luna pun langsung bangkit dari
lantai saat kedua orang itu ingin memegang tangannya dengan gerak cepat Luna menarik tangan anak buah Justin hingga mereka terjatuh.Tendangan yang di terima Justin cukup kuat hingga perutnya terasa perih.Luna pun mencari sesuatu untuk membuka ikatan di tangan dan kaki Arine agar bisa di lepaskan.
âAyo cepetan,âucap Arine dengan nada panik.
âEnggak akan gue biarin loe lepasin dia,ârintih Justin sambil beranjak dari lokasinya terpental dengan kondisi menahan rasa sakit.
Matahari menyinarkan sinarnya cukup terang di iringi musik bergenre slow membuat suasan hati menjadi tenang dan tentram dengan kondisi jalan yang ramai lancar menemani perjalana Aline,Raisa,Fauzan,dan Almh.Bu Rossa,serta Lili sedang menuju Bogor tidak hambatan berarti selama mereka
melihat pemandang yang ada.Mata Fauzan tidak bisa terlepas dari Aline saat ia
menyetir matanya sesekali melirik Aline,sedangkan Raisa terlihat mengantuk berat karena musik yang ia dengarkan bergenre slow dan heningnya suasana.
âAku yakin sekarang ini Aline lagi khawatir banget sama kondisi adiknya kalau nanti gue ketemu sama Justin akan kasih pelajaran buat dia,âbatin Fauzan dengan muka menahan emosi dan tidak sengaja menginjak gas.
âLoe kenapa,zan?â tanya Raisa yang kaget karena tiba-tiba mobil berjalan dengan kecepatan tinggi.
âSorry-sorry tadi enggak sengaja lin,kita mampir ke warung dulu ya kamu pasti laper kan?âtanya Fauzan dengan nada pelan.
âEnggak usah zan,kita lanjut aja enggak papa kok supaya lebih cepet,âucap Aline dengan nada pelan dengan ekspresi muka datar.
âCuma Aline doang yang di tawarin hello di sini ada orang,âucap Raisa dengan ekspresi
kesall.
âSorry sa,bukannya gue lupa Cuma dari tadi gue liat Aline diem terus makanya gue tawarin dia makan,âucap Fauzan dengan nada pelan dan lembut.
âCie-cie perhatian banget Kak Fauzan,âucap Lili sambil tertawa kecil dan meyenggol Raisa.
__ADS_1
âOke udah biasa kok lin,kira-kira nanti kita cari kemana ya?Enggak mungkin kan kita muter-muter bogor?Btw ini kok kayak ada yang nyenggol gue?" tanya Raisa dengan wajah masih kesal.
âYa enggak lah habis ini gue coba terawang siapa tau ada petunjuk,âucap Aline dengan nada pelan dengan ekspresi masih datar.
Aline pun mencoba menerawang untuk mendapatkan informasi soal keberadaan Arine,mantan suami dan anak sulung Almh.Bu Rossa serta Kak Justin.Setelah cukup lama menerawang Aline mendapatkan sedikit informasi.
"Guys,menurut menerawang gue Arine di sekap di sebuah bangunan rumah di sebuah kampung dan kampungnya enggak jauh dari pusat kota," ucap Aline dengan nada tegas.
"Pusat kota? Berarti nanti kalau enggak besok kita cari di sekitar pusat kota Bogor," ucap Fauzan penuh keyakinan.
"Bener zan,nanti kita tanya-tanya orang sana," ucap Aline sambil tersenyum ke arah Fauzan dan Raisa.
"Ya semoga aja iya lin,gue mau tidur dulu ya ngantuk banget kalau udah sampai bangunin," ucap Raisa sambil menguap.
"Dasar kebo," ucap Fauzan dengan nada pelan.
"hihihi iya nanti gue bangunin," sahut Aline sambil tertawa kecil.
Sementara itu Luna berhasil menemukan sebuah silet untuk membuka ikatan di kaki dan tangan Arine tanpa pikir panjang ia membuka ikatan tersebut.Namun saat ia berusaha keras membuka tiba-tiba Justin memegang tangan Luna dengan sigapnya Luna menggoreskan silet tersebut ke tangan Justin hingga terluka.
"Aww kurang ajar!"ucap Justin menahan rasa sakit di bagian tangan yang berdarah.
"Ayo cepat lepasin aku," ucap Arine dengan muka panik.
Kedua laki-laki tadi nampak tak sadarkan diri.Luna kembali berusaha membuka ikatan tersebut.Usahanya tak sia-sia Arine sudah bebas.Arine nampak tersenyum dan memeluk Luna dengan cukup erat.Di belakang sudah ada Justin yang siap menahan mereka untuk pergi.Saat Arine melepaskan pelukannya tiba-tiba Justin memegang tangan Arine kembali.
"Gue enggak biarin kalian berdua lolos," ucap Justin dengan sorot mata tajam.
Lagi dan lagi Luna menendang perut Justin hingga Justin terpental dan meggandeng tangan Arine serta melangkah keluar sambil berlari kecil.
"Astaga!Kenapa mereka bisa lolos?Awas aja kalian gue akan kejar kalian," batin Justin sambil menahan rasa sakit.
Arine dan Luna berhasil lolos akankah mereka tertangkap? Bagaimana kelanjutan perjalanan Aline dkk? Bagaimana juga perasaan Almh.Bu Rossa dan LiLi ketika melihat orang yang mereka cari selama ini?
Tunggu terus kelanjutannya â¤ď¸.
Jangan lupa like dan vote thank you đ.
Mohon maaf kalau terbelit-belit saya masih belajar menulis đ.
Makasih untuk kalian semua yang masih setia menunggu kelanjutan cerita ini
I love youđ
__ADS_1