Dosen Gaib

Dosen Gaib
61.Rencana Menjebak Kak Justin part 1


__ADS_3

Sebelumnya maaf chapter 61 aku ulang soalnya kemarin ada doublešŸ™.


"Gue enggak nyangka kalau Kak Justin bisa bikin karangan seindah ini gue aja nyampek terharu,"ucap Raisa dengan mata berkaca-kaca.


" Dasar baperan gue malah enggak paham sama isi file ini loe gimana,lin?tanya Fauzan sambil melirik Aline.


Aline nampak tercengang membaca dan melihat isi file tersebut.Fauzan yang tidak digubris pertanyaan langsung mengangetkan Aline.


"Lin,gimana?" tanya Fauzan sambil menepuk pundak Aline.


"Eh,sorry-sorry zan,loe tadi tanya apa?" tanya Aline yang kaget saat Fauzan menepukĀ  pundaknya.


"Menurut loe ini file tentang apaan?Soalnya gue bener-bener bingung?" tanya Fauzan sambilĀ  menunjuk ke arah file itu.


"Setelah gue analisis ini bener-bener curhatan Kak Justin bukan sekedar karangan yang dimaksud Raisa dan bisa jadi pembunuh Almh.Bu Rossa adalah Kak Justin dan dia enggak sendiriĀ  ada orang yang nemenin dia,"ucap Aline dengan suara tegas.


"Kayak enggak mungkin lin,Kak Justin kan orangnya ganteng,pinter,baik lagiĀ  nah,modelan-modelan kayak Fauzan patut dicurigaiĀ  mukanya pas-pasan soalnya ,"ujar Raisa membela Kak Justin sambil tertawa.


Fauzan nampak tidak terima dengan perkataan Raisa yang membela Kak Justin karena fisiknya saja danĀ  memberikan pernyataan menohok.


"Jangan pernah loe banding-banding gue sama Kak Jusin gue tau gue enggak seganteng,dan sepinter Kak Justin,tapi seenggaknya gue enggak bermuka dua kayak dia dan saran gue jangan pernah liat orang itu dari luarnya doangĀ  PAHAM ENGGAKĀ  LOE!" ujar Fauzan dengan nada emosi dan bangkit dari kursinya.


Sambil bangkit dari kursinya Raisa berkata"Gue paham zan,gue cuma bercanda ya kok loe nangkep nya serius?" tanya Raisa dengan nada santai.


"BERCANDA?Itu bukannya bercanda tapi ngehina,"ucap Fauzan dengan nada tinggi.


"Udah-udah jangan beramtem lagian sa loe kalau ngomong itu dipikir-pikir dulu loe juga zan,jangan gampang emoi udah sekarang duduk sa,loe minta maaf sama Fauzan.,"ucap Aline dengan nada tinggi.


"Aku kerjain ah, salah siapa ribut-ribut,"ucap Lili yang tiba-tiba muncul dan berniat mengerjai Raisa dan Fauzan.


Saat Raisa dan Fauzan akan duduk akan duduk tiba-tiba kursi tertarik ke belakang dan membuat mereka terjatuh.


"Aduhhh!" teriak Raisa kesakitan.


"Aduhhhh!" teriak Fauzan yang jugaĀ  kesakitan


Lili nampak tertawa terbahak-bahak melihat Fauzan dan Raisa terjatuh.


"Lucu banget mereka,"ucap Lili,

__ADS_1


"Eh,kok kalian bisa jatuh?" tanya Aline khawatir dan langsung membantu Fauzan dan Raisa.


Raisa dan Fauzan masih kesakitan dan tidak tau kenapa mereka bisa terjatuh.Aline nampakĀ  melihat sekeliling sudut ruangan kantin dan menemukan Lili duduk manis disalah satu meja tidak jauhĀ  Ā dari meja dia tersenyum ke arah Aline.


"Pasti ini ulah Lili dasar hantu iseng,"batin Aline sambil geleng-geleng kepala.


"Loe liat siapa,lin?" tanya Raisa.


"Enggak liat siapa-siapa kok udah sekarang loe minta maaf sama Fauzan,"ucap Aline.


Raisa pun meminta maaf pada Fauzan atas perkataannya tadi.Fauzan pun memaafkan Raisa walapun dalam pikirannya dia masih terbayang-bayang pernyataan Raisa.Aline pun berencana untuk menjebak Kak Justin supaya Kak Justin mau jujur.Dari kejauhan Kak Justin melihat mereka sedang berbincang-bincang serius.


"Itu kok ada Aline juga ya jangan-jangan mereka liat isi flashdisk itu," batin Kak Justin panik.


"Eh lin,itu ada Kak Justin loe mau balikin flashdisknya sekarang?" tanya Raisa.


"Kok gue aja jadi deg-degan gini ya takutnya Kak Justin curiga ya udah gue balikin aja,"ucap Aline.


Aline pun menghampiri Kak Justin untuk mengembalikan flashdisk kak Justin.


"Permisi kak,"ucap Aline.


"Saayaaa ada urrussan jadi berangkat jam segini oh ya ini saya mau ngembaliin flashdisk kemarin ketinggalan dirumah saya," ucap Aline sambil menyodorkan sebuah flashdisk.


"Makasih ya lin saya kita flashdisk ini hilang ternyata ketinggalan dirumah kamu," ucap Kak Justin.


" iya kak,saya permisi dulu ya," ucap Aline sedikit canggung dan berbeda dari biasanya.


Aline pun pergi menuju mejanya semula.Sementaa Kak Justin merasa aneh dengan sikap Aline.


"Semoga aja Aline dan teman-temannya itu enggak buka isi flashdisk ini," batin Kak Justin.


Aline dan teman-temannya pun meninggalkan kantin.Saat mereka keluar Aline melihat sosok tak kasat mata di belakang Kak Jennie yang sedang berjalan ke arah mereka.Sosok itu wanita dengan wajah berlumuran darah,memakai seragam dosen dan berambut panjang.Dan ternyata sosok itu adalah Almh.Bu Rossa si Dosen gaib itu,dia menatap tajam ke arah Jennie,Aline,dan teman-temannya.


"Bu Rossa," ucap Aline spontan.


"mana Bu Rossanya,Lin?" tanya Raisa kaget.


"Loe jangan ngada-mgada deh,ini masih pagi mana ada dosen gaib," ucap Fauzan.

__ADS_1


"Eh,loe cewe aneh loe tadi ngomong apaan sama Justin?" tanya Kak Jennie sambil mendorong Aline dengan ekspresi judesnya.


"Mau tau aja atau mau tau banget," jawab Aline dengan dengan santai.


"Loe itu punya sopan santun enggak kalau ditanya itu ya jawab," ucap Kak Jennie dengan nada tinggi.


"Maaf ya kak,dari awal kakak ketemu sama saya kakak aja enggak pernah ngomong dengan sopan santun,maaf kalau saya agak ngegas," ucap Aline dengan nada tegas.


"Berani banget loe ya sama gue rasain nih!" ucap Kak Jennie yang akan melayang tamparan cukup keras dipilih Aline.


Saat Kak Jennie ingin melayangkan tamparan cukup keras dipipi Aline.Tiba-tiba tangan berhenti secara mendadak seolah-olah ada yang memegang tangan Jennie.Jennie nampak kaget ketika ada yang memegang tangannya.


"ini kenapa tangan aku enggak bisa digerakkan," ucap Jennie sambil berusaha menggerakkan tangannya.


"Bu Rossa yang megang tangan Kak Jennie kayaknya Bu Rossa emang sengaja megang tangan Kak Jennie," batin Aline.


Sementara Raisa dan Fauzan nampak kebingungan dengan kondisi Kak Jennie yang tangan tiba-tiba tidak bisa digerakkan.Mereka berasumsi bahwa memang ada Bu Rossa ditempat mereka berdiri sekarang.


"Lin,kita pergi aja yuk," ajak Raisa.


"Biarin aja Kak Jennie kayak gitu wkwkwk," ujar Fauzan.


Aline pun menyetujuinya.Mereka pun pergi meninggalkan Kak Jennie.Sementara Kak Jennie masih berusaha menggerakkan tangannya.Orang-orang yang berlalu-lalang di kampus nampak tertawa geli melihat apa yang terjadi dengan Jennie.


"Eh,kalian mau kemana?Awas ya kalian terutama loe cewe aneh," teriak Kak Jennie dengan suara cukup keras.


Aline kembali berunding dengan teman-temannya untuk menjebak Kak Justin agar dia mau jujur supaya kasus kematian Almh.Bu Rossa dapat segera terungkap.Mereka sedang duduk dikursi koridor samping kelas.


"Lin, kita mau ngejebak Kak Justin gimana?" tanya Fauzan antusias.


Apa ya rencana Aline buat ngejebak Kak Justin?Akan kah rencana itu berhasil?


Tunggu terus kelanjutannya ā¤ļø.


Happy reading semuaa šŸ¤—.


Jangan lupa like dan votešŸ™.


Maaf masih banyak kekurangan dan belum bisa update setiap hari.

__ADS_1


__ADS_2