
Happy reading semuaaa đ¤.
Selamat bermalam mingguđ.
Jangan lupa like dan vote.
Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 16.45 WIB Arine kelelahan karena dari tadi terus membrontak hingga ia ketiduran.Terdengar suara berat dari kedua laki-laki bertubuh besar membangunkan Arine dengan suara sangat keras.
âEh,bangun-bangun malah tidur,âbentak salah satu laki-laki bertubuh besar dengan nada kasar.
âWoy,bangun pantesan dari tadi enggak ada suara ternyata molor,âucap laki-laki bertubuh agak kurus dengan nada tinggi.
âIh,apaan ganggu orang lagi tidur aja,âucap Arine dengan kondisi mata masih tertutup dan setengah sadar.
âAstaga,cantik-cantik tukang molor loe ambilin gelas yang di depan,âucap laki-laki bertubuh besar.
Laki-laki itu langsung mengambil gelas yang berisi air dan menyerahkan ke temannya.Awalnya dia berniat untuk menyemburkan air ke arah gadis itu,namun karena tidak tega akhirnya dia memilih mencipratkan air ke arah wajah Arine.Arine pun kaget karena ada cipratan air di wajahnya.
âApaan nih,kok gue di ciprat-ciprat kayak gini?âtanya Arine dengan kondisi wajah penuh cipratan air.
âSiapa suruh loe tidur?âtanya laki-laki bertubuh besar sambil menatap tajam Arine sehingga membuat Arine ketakutan.
âSantai dong,tadi enggak sengaja ketiduran,âucap Arine dengan ekspresi ketakutan.
âBanyak alesan loe jangan main-main ya sama kita,âucap laki-laki bertubuh kurus sambil menatap tajam.
âSebenarnya maksud kalian nyulik gue itu apa?âtanya Arine dengan nada tinggi.
âRahasia intinya loe diem di sini jangan harap bisa kabur dari sini,âucap laki-laki bertubuh besar dengan nada emosi.
Mereka pun keluar dari ruangan tersebut.Arine sangat penasaran sebenarnya siapa pelaku di balik ini semua sekaligus kesal dengan kedua laki-laki tersebut.Kondisi ruangan itu sangat kotor dan berdebu banyak
barang-barang bekas seperti kardus,tong kosong,botol-botol bekas,dll membuat
Arine tidak nyaman apalagi ada nyamuk
yang sangat menganggunya.Seketika Arine teringat kakaknya Aline yang sangat
menyayanginya.
âJadi,inget Kak Aline kak,tolongin aku,âbatin Arine sambil meneteskan air mata.
Di kampus Aline,Raisa,dan Fauzan sudah selesai kelas.Sekarang mereka sedang berjalan di koridor kampus sambil
__ADS_1
berbincang-bincang.Aline masih sedikit canggung dengan Fauzan begitu pula
dengan Fauzan yang dari tadi tidak banyak bicara dan kalem.
âLin,in sekarang kita mau kemana?âtanya Raisa sambil menatap lembut Aline yang nampak cantik dengan kemeja warna hitam dipadukan dengan celana tidak terlalu ketat.
âSekarang gue mau pulang mau nenangin mama gue dulu,soal pencarian Arine dan mantan suami serta anak sulung Almh.Bu Rossa bisa kita lakukan besok,âucap Aline
dengan suara tegas.
âYa udah lin,kasihan mama loe nanti coba gue tanyain temen kost gue siapa tau mereka tau tadi ngeliat Arine di jalan,âucap Raisa dengan
nada pelan.
Raisa merasa aneh dengan sikap Fauzan yang dari tadi tidak banyak bicara dan menatap Aline dengan tatapan tidak biasa.Namun tiba-tiba ia ada urusan di kost membuatnya harus pulang duluan.Sekarang tinggal Aline dan Fauzan di parkiran.Suasana berubah jadi canggung.Beberapa saat kemudian suasana berubah cair karena Fauzan membuka
obrolan.
âLin,sebelumnya maaf soal perkataan gue yang tadi,gue tau ini bukan saat yang tepatâucap Fauzan dengan nada pelan.
âEnggak papa zan,makasih loe udah mau jujur sama perasaan loe cuma kali ini kan lagi ribet urusannya jadi,gue belum bisa jawab
sekarang,âucap Aline dengan suara pelan.
âAammin iya gue bakal positive thingking zan,makasih,"sahut Aline sambil tersenyum.
"Alhamdulillah Aline enggak marah sama gue semoga dia punya perasaan yang sama,"batin Fauzan sambil tersenyum.
Fauzan pun menghantar Aline pulang ke rumah karena hari sudah hampir malam.Kondisi kampus sudah mulai sepi hanya ada beberapa orang saja.Di rumah Mama Lia nampak gelisah karena Arine tak kunjung pulang dan tidak ada kabar sama sekali apalagi Papa Lukman masih ada di luar kota.Selain ketakutan Mama Lia pun nampak ketakutan karena di rumah sendirian.
âIni Arine kemana ya jam segini belum pulang,âucap Mama Lia dengan ekspresi khawatir sambil mondar-mandir.
Terdengar suara seperti barang jatuh di dapur membuat Mama Lia terkejut dan memutuskan untuk mengecek di dapur.Setelah di cek ternyata tidak ada apa-apa membuat Mama Lia nampak ketakutan dan merinding padahal tadi terdengar suara sesuatu yang cukup nyaring di dapur.
âKok enggak ada apa-apa padahal tadi suaranya nyaring banget,âucap Mama Lia sambil melihat sekeliling dapur.
Aline sudah sampai di rumah dan mengetuk pintu dengan cukup keras karena tidak ada jawaban akhirnyabAline nyelonong masuk dan melihar tidak ada satu orang pun di ruang tamu.Aline pun mencari mamanya di ruang tamu dan dapur dan menemukan mamanya sedang berdiri di depan pintu dapur sambil melihat sesuatu.Aline pun menghampiri mamanya dengan langkkah perlahan dan menyentuh pundak mamanya.
âMa,âucap Aline dengan suara pelan.
âAstaga,ampun-ampun jangan apa-apain saya,âucap Mama Lia dengan ekspresi ketakutan.
âMa,ini Aline bukan orang jahat,âucap Aline dengan suara kelas.
__ADS_1
Sambil menghadap ke depan,âAstaga,Aline ngaget-ngagetin aja kamu,âucap Mama Lia
âYa habisnya aku panggil-panggil enggak nyaut,âucap Aline dengan muka sedikit kesal.
Mama Lia pun mengajak Aline ke ruang tamu untuk membahas Arine yang tak kunjung pulang dan tidak ada kabar.Mama Lia sangat khawatir dengan kondisi putri bungsunya yang masih remaja.Pikiran Mama Lia sudah
kemana-mana.Sebagai anak sulung Aline
berusaha menenangkan mamanya dan mengatakan bahwa Arine pasti baik-baik
saja.Lili yang muncul tiba-tiba di samping Aline nampak ikut menenangkan mama
Lia walau Mama Lia tidak bisa melihat dia.
âMa,pokoknya mama jangan negative thingking ya aku pasti cari Arine sampai ia ketemu,âucap Aline sambil memeluk hangat mamanya.
âIya lin,mama udah berusaha positive thingking,tapi ngelihat keadaanya kayak gini mama jadi,overthingking terus apalagi papamu lagi di luar kota,âucap Mama Lia sambil menangis dipelukan Aline.
âDek,sekarang kamu ada dimana mama sama kakak khawatir banget sama kamu,ââbatin Aline dengan mata berkaca-kaca.
âKasihan banget kak Aline kayaknya aku harus bantu Kak Aline buat nyari adiknya walaupun adiknya super duper nyebelin,âbatin Lili sambil memandang wajah Aline yang berkaca-kaca.
Aline pun mengajak mamanya untuk delivery makanan dan dia yang membayar agar mamanya tidak terus larut dalam kesedihan.Setelah selesai makan Aline menemani mamanya di kamar dan memutukan nanti tidur di kamar mamanya.Tak terasa jam menunjukkan pukul 21.00 WIB Mama Aline sudah tertidur pulas.Aline ke luar dari kamar menuju ruang tamu untuk berpikir rencana besok di temani
beberapa makhluk halus yang sering muncul di rumahnya seperti,Lili,Almh.Bu Rossa(Dosen Gaib),Perempuan penunggu pohon jambu di belakang rumahnya,Sosok
besar yang sering muncul di dapur,dll.Aline sudah biasa ada di dekat mereka.
âKira-kira Arine kemana ya apa dia nginep di rumah temennya?âtanya Aline sambil berpikir.
âBisa jadi tuh,remaja seusia Arine pasti sering banget nginep di rumah temennya,âucap hantu perempuan penunggu pohon jambu dengan kondisi wajah hancur setengah dan baju penuh dengan darah.
âKalau menurut ibu bisa jadi,dia di culik,âucap Almh.Bu Rossa(Dosen Gaib) dengan wajah tidak seseram seperti kemarin wajahnya nampak seperti manusia normal,namun bekas tusukkan masih menancap di perutnya.
Aline pun berpikir dan merasa kalau Arine memang di culik karena jika ia menginap di rumah temannya dia pasti memberitahu mama Lia.Arine pun berencana untuk mencari di sekitar jembatan yang kemarin.Sekarang Aline mengganti topik pembicaraan tentang mantan suami dan anak sulung Almh.Bu Rossa(Dosen Gaib) dan bertanya sesuatu pada Almh.Bu Rossa (Dosen Gaib)
Akankah Aline menemukan adiknya dalam waktu dekat atau malah ia menemukan mantan suami dan anak sulung Almh.Bu Rossa(Dosen Gaib)?Lantas bagaimana perasaan Aline pada Fauzan?
Tunggu terus kelanjutannya â¤ď¸.
Jangan lupa like dan vote.
Ditunggu juga kritik dan saran.
__ADS_1
Thank you buat kalian yang udah ngikutin cerita ini dari awalđ