Dosen Gaib

Dosen Gaib
36.Kecurigaan mereka


__ADS_3

"Aline sama Raisa lagi ngobrol sama Fauzan tapi gue enggak tau mereka ngobrolin apa," jawab Karina.


"Kayaknya mereka lagi nyembuiin sesuatu," ucap Tania.


"Gue juga ngerasain kayak gitu tan,kayaknya mereka itu nyembuiin sesuatu," sambung Sovia.


"Itu privasi mereka lagi pula kita juga baru kenal kan sama mereka mending kita fokus buat kegiatan nanti daripada ghibah in orang," ucap Karina.


"Ya kan ngomong gue juga enggak ada niatan buat cari tau," ucap Tania agak sinis.


Justin masih merasakan sakit pada pergelangan tangannya,hingga membuat rekan-rekannya curiga apalagi tadi pagi dia tidak ikut senam.


"Jus,kok loe tadi enggak ikut senam?" tanya Petter yang langsung duduk didekat Justin.


"Gue tadi ikut kok loe aja yang enggak tau," jawab Justin.


"Tadi gue udah keliling dan loe enggak ada jadi loe enggak usah mengelak," ucap Petter.


"Ya jujur tadi gue sama Jennie enggak ikut," ucap Justin.


"Loe kenapa enggak ikut ini kan bagian dari kegiatan?" tanya Petter.


Saat Justin sedang ngobrol dengan Petter tiba-tiba Justin merasakan kesakitan di tangannya.


"Aww!" ucap Justin kesakitan sambil memegang pergelangan tangannya.


"Loe kenapa jus,tangan loe sakit?" tanya Petter agak panik.


"Gue enggak papa kok," ucap Justin sambil menahan sakit.


"Beneran nih,coba gue liat tangan loe," ucap Petter sambil mencoba memegang pergelangan tangan Justin.


Dengan sigap Justin menghempaskan tangan Petter yang cukup besar agar Petter tidak memegang tangannya.


"Gue kesana dulu ya," ucap Justin yang langsung beranjak dari tempat duduknya.


"Aneh banget sih, Justin coba gue tanya sama Jennie ajalah," ucap Petter.


Petter mencari Jennie untuk mencari tau soal Justin yang hari ini sikapnya sangat aneh.Justin memilih untuk menemui Aline dan bergegas ke tendanya Aline.


"Jadi,kita ketemu kayak gini cuma buat ngomongin kejadian tadi malam?" tanya Raisa.


"Yaa iya sa,Emang loe pikir kita mau ngomongin apa?" tanya balik Aline.


"Gue pikir kita mau ngomongin soal apa gitu selain hal-hal mistis," ucap Raisa.


"Ya enggak lah sa,kalau loe mau ngomong hal-hal kayak gitu mending loe ngobrol sama temen-temen di regu loe," ucap Fauzan.


"Maaf ya guys kalau kalian jadi ikut terlibat dalam hal ini makasih juga kalian mau temenan sama gue," ucap Aline.

__ADS_1


"Eh,enggak gitu lin,maksud gue jujur gue seneng banget bisa kenal sama loe," ucap Raisa sambil memeluk Aline.


"Iya lin,loe jangan kayak gitu lah gue seneng bisa kenal sama loe apalagi loe kan bisa liat hal-hal mistis," ucap Fauzan yang reflek memeluk Aline.


"Eh,jangan curi-curi kesempatan dalam kesempitan ya," ucap Raisa yang langsung mendorong badan Fauzan agar menjauh dari tubuh Aline.


"Aline aja gpp iri bilang boss," ucap Fauzan.


Aline hanya tertawa melihat kelakuan 2 temannya itu,lalu ia berkata.


"Gyuss kita balik ke tenda yuk kayaknya kegiatan selanjutnya udah mau dimulai," ajak Aline.


"Oh iya ada kegiatan selanjutnya ya udah yuk kita balik ke tenda," ucap Raisa.


"Oke," ucap Fauzan singkat.


Mereka pun bergegas kembali ke tenda karena tidak mau menimbulkan kehebohan karena mereka menghilang secara tiba-tiba seperti kejadian tadi malam.Di tenda regu Aline Kak Justin tiba-tiba membuat Kaget Karina,Tania,dan Sovia.


"Hai semua kok kalian cuma bertiga Aline sama Raisa kemana?" tanya Kak Justin.


Semua terdiam rupanya mereka bingung harus menjawab apa.Mereka pun mengalihkan pembicaraan.


"Eh,kak tadi kok enggak ikut senam?" tanya Tania sambil menatap Kak Justin penuh keraguan didalam lubuk hatinya dia sangat mengagumi sosok Kak Justin.


"Kalian gimana sih,saya tanya apa malah jawab apa," ucap Kak Justin sambil menahan sakit dibagian pergelangan tangannya.


"Kakak kenapa?" tanya Karina khawatir.


"Tapi ekspresi muka kakak kayak orang nahan sakit," ucap Sovia.


"Tenang saya enggak papa kok," ucap Kak Justin sambil tersenyum.


Aline,Raisa dan Fauzan pun tiba di tenda.Mereka bingung dengan kehadiran Kak Justin.


"Kak Justin ada apa ya?" tanya Aline.


"Kamu dari mana aja dari kok enggak ada di tenda?" tanya Kak Justin.


"Sebelumnya maaf kak Saya,Raisa dan Fauzan tadi ngobrol sebentar disebalah sana," ucap Aline dengan nada lembut.


"Ohh santai kalau sama saya aww,"ucap Kak Justin sambil tersenyum dan memegang pergelangan tangan sebelah kiri.


"Sok baik banget Kak Justin," batin Fauzan**.


"Kak Justin kenapa?kok kayak kesakitan gitu," ucap Aline yang langsung menghampiri Kak Justin.


"Eh,Kak Justin kenapa?" tanya Raisa.


"Dari dari Kak Justin kayak kesakitan gitu lin,tapi pas kita tanya katanya enggak papa," ucap Tania.

__ADS_1


"Itu kenapa ya tangan Kak Justin kayaknya kemarin baik-baik aja?" tanya Fauzan dalam hati.


"Cuma agak sakit tapi enggak papa kok nanti juga sembuh," ucap Kak Justin.


"Beneran kak? Ini kenapa kok bisa kayak gini?" tanya Aline.


"Gue enggak mungkin ngomong soal kejadian kemarin kalau ini semua gara-gara Bu Rossa," ucap Kak Justin dalam hati.


"Kak Justin?" tanya Aline sambil melambaikan tangannya ke arah wajah Kak Justin.


"Eeee aku ada perlu sama kamu lin,bisa kan?" tanya Kak Justin.


"Bisa,kak gyus gue ada urusan sama Kak Justin,"ucap Aline.


"Ya udah sana," ucap Raisa.


"Kok malah Aline yang diajak ngobrol kenapa bukan gue," ucap Tania dengan ekspresi sedih.


"Next time loe bakal diajak ngobrol sama Kak Justin udah jangan sedih," ucap Karina sambil merangkul teman barunya itu.


"Sini ngobrol sama gue aja," ucap Fauzan dengan pedenya.


"Ogah ngomong sama loe mending gue sama pohon," ucap Tania sewot dan bergegas masuk tenda yang diikuti Karina dan Sovia.


"Ya udah sana ngomong sama pohon," ucap Fauzan.


"Udah zan, mending loe balik ke tenda," ucap Raisa.


"Iya ini juga gue mau balik ati-ati sa,ada Dosen gaibbb kalau enggak temennya si Aline,"ucap Fauzan sambil menakuti Raisa.


"Apaan sih, jangan nakut-nakutin," ucap Raisa sambil menengok kebelakang.


Hembusan angin yang cukup kencang membuat suasana agak mencekam walaupun hari masih siang.Tiba-tiba Raisa melihat sosok bayangan di belakang tendanya dan itu adalah....


"Aaaaaaaaaaaa zan,itu dibelakang!" teriak Raisa.


"Loe kenapa teriak-teriak? belakang emang ada apa dibelakang?" tanya Fauzan kebingungan.


"Itu dibelakang tenda," ucap Raisa sambil menunjuk kebelakang.


Fauzan menengok ke belakang dan dia pun...


"Astagfirullah aaaaaaaaaaaa setan!" teriak Fauzan dan berlari meninggalkan Raisa.


Happy Reading semuaaa πŸ€—


Jangan lupa like dan vote yaπŸ™


Ditunggu kritik dan sarannya πŸ™

__ADS_1


Mohon maaf belum bisa update setiap hari dan masih banyak kekurangan.


__ADS_2