Dosen Gaib

Dosen Gaib
107.Misi Aline dkk part 3


__ADS_3

Rupanya Lili yang tidak sengaja menjatuhkan sebuah barang berupa vas bunga yang ada di kantor.Lili  nampak tersenyum tanpa dosa dan semua mata tertuju pada vas tersebut.Aline geleng-geleng kepala melihat perilaku Lili di dalam kantor dan bertanya


sesuatu pada receptionis.Terlihat wajah beberapa orang di sana nampak ketakutan


dan kebingungan dan terus memandang vas tersebut.


“Maaf kak,aku enggak sengaja hihihihi,”ucap Lili sambil tertawa.


“Kalau mau cari alamatnya Pak Ali di mana  ya?”tanya Aline dengan nada pelan.


“Coba mbak ke alamat kontrakan Pak Ali saja ini alamatnya,”ucap receptionis sambil menyodorkan sebuah kertas pada Aline.


“Ohhh jadi,Pak Ali ini pernah tinggal di kontrakan makasih ya mbak,”ucap Aline sambil menerima sebuah kertas.


“Iya sama-sama,”ucap recepitionis sambil tersenyum.


Aline,Raisa,dan Fauzan diikuti Lili pun keluar dari kantor tersebut.Mereka cukup lega dan senang bisa menemukan alamat kontrakan Pak Ali.Sebelum mereka tancap gas menuju kontrakan Pak Ali terdengar suara minta


tolong dari atas pohon dekat kantor.Aline pun mendongakkan wajahnya dan melihat


ada sosok perempuan tak kasat mata di atas pohon sosok itu menatap Aline sambil


tersenyum.


“Ih!Dia senyum,”ucap Aline yang lansung menundukkan wajahnya.


“Haiii tolongin aku dong aku udah ada di atas lama banget aku kepengen turun,”ucap sosok perempuan itu dengan suara pelan dan tersenyum.


“Siapa yang senyum,lin?”tanya Raisa sambil clingak-clinguk melihat  keadaan.


“Itu yang di atas dari tadi ngeliat kita wkwkwkwk,”ucap Aline sambil menunjuk ke arah atas.


Raisa dan Fauzan pun melihat ke arah atas dan melihat ada sosok perempuan berambut panjang sambil tersenyum ke arah mereka bukannya tersenyum Raisa dan Fauzan langsung meminta naik ke motor dan tancap gas saja.Aline tertawa  terbahak-terbahak melihat ekspresi kedua temannya yang ketakutan hingga hampir saja menabrak orang.Mereka pun sudah dalam perjalanan menuju kontrakan Pak Ali.


“Yah!Kok aku di tinggalin sedih tau ditinggalkan kayak gini,”ucap sosok perempuan tersebut dengan muka cemberut.


“Lin,kok kamu masih aja ketawa,”ucap Fauzan dengan muka sedikit kesal.


“Hahahaaah ya habisnya kamu sama Raisa lucu banget padahal tadi dia enggak nyeremin lho,”ucap Aline sambil tertawa.

__ADS_1


“Yang namanya hantu mau nyeremin mau enggak tep aja hantu,tapi aku seneng liat kamu ketawa kayak gini,”ucap Fauzan sambil tersenyum dengan nada sedikit kencang.


“Apaan sih,oh ya kayaknya kita mau sampai nih,semoga aja ada petunjuk di sana,”ucap Aline dengan nada cukup kencang.


“Aamiin lin,”sahut Fauzan dengan nada pelan.


Luna terlihat sedang termenung di dalam kelas posisi tangan menopang dagu padahal saat itu kondisi kelas cukup ramai ada yang


mengobrol,bermain ponsel,tidur,dan termenung seperti Luna.Dia sedang melamunkan sesuatu hingga enggan berkumpul dengan teman-temannya.Luna bersekolah di SMAN 3 Bogor kelas XI IPA 3 dia memang anak yang rajin dan pintar serta ramah dan ringan tangan pada semua orang.


“Gimana ya caranya nyelamatin orang yang ada di dalam bangunan itu?Apa aku lapor ke ketua RW aja ya?”tanya Luna pada dirinya sendiri sambil berpikir.


“Woyy!Ngelamun aja ,”ucap teman Luna dengan nada mengagetkan sambil menepuk pundak Luna.


“Astagfirullah ih!Kamu bikin kaget aja,”ucap Luna dengan ekspresi kaget.


“Kamu ngelamun apa,lun?Dari tadi aku liat diem aja cerita dong,”ucap teman Luna


sambil menempelkan pantatnya ke kursi kosong yang ada di sebelah Luna.


“Aku akan kasih tau,tapi kamu janji ya enggak kasih tau ke siapa-siapa ya,”bisik Luna pada temannya.


“Lun,aku enggak ngerti apa yang kamu ucapin tadi,kamu lagi nyeritain tentang drama korea ya?”tanya teman Luna dengan nada pelan.


“Aduh!Percuma ya aku jelasin ya intinya itulah kamu mau bantuin aku enggak?”tanya Luna dengan nada  pelan.


“Aku takut lun,kalau kita di apain-apain gimana?Toh,aku juga enggak percaya sama omongan kamu,”ucap teman Luna dengan nada suara agak keras.


“Kayaknya percuma aku ngomong sama dia bakal panjang urusannya mending aku sama ayah aja,”batin Luna sambil berpikir.


“Ke kantin yuk lun,laper nih,”ucap teman Luna sambil menggandeng tangan Luna.


“Kamu duluan aja nanti aku nyusul," ucap Luna dengan nada pelan.


"Ya udah dadah Luna," ucap teman Luna sambil bergegas ke kantin.


"Nanti aku coba ngomong sama Ayah moga-moga aja ayah mau," ucap Luna penuh keyakinan.


Aline,Raisa,dan Fauzan berhenti di depan gang.Mereka ingin memastikan bahwa gang itu adalah tujuan mereka.

__ADS_1


"Lin,ini bener gangnya?"tanya Raisa dengan nada cukup keras.


"Iya ini gangnya kok mending sekarang kita masuk aja semoga kita bisa ketemu sama Mantan suami dan anak sulung Almh.Bu Rossa," ucap Aline penuh keyakinan dengan nada suara tegas.


Mereka bertiga pun masuk ke dalam gang tersebut.Gangnya cukup sempit dan mungkin hanya bisa dilalui motor saja,namun soal kebersihan daerah gang ini cukup bersih.Mereka pun bertanya-tanya pada warga sekitar tentang rumah kontrakan Pak Ali.Seorang bapak-bapak yang sedang berada di luar menghantarkan mereka ke rumah Kontrakan Pak Ali dan anaknya.Mereka bertiga menatap rumah kontrakan Pak Ali yang sangat sederhana dan tidak terlalu luas berbeda sekali dengan rumahnya dulu yang elegan dan cukup mewah.Lili dan Almh.Bu Rossa yang muncul tiba-tiba menatap rumah tersebut dengan mata berkaca-kaca.


"Bu,aku enggak nyangka kalau kondisi Ayah sama Kakak jadi, kayak gini," ucap Lili dengan air mata yang mulai menetes di pipinya.


"Ibu juga enggak nyangka semenjak Ibu dan Ayah bercerai kita sudah tidak berkomunikasi lagi sampai saat ini," ucap Almh.Bu Rossa sambil memeluk Lili.


"Ini rumah nya neng, tapi penghuni rumah ini bukan Pak Ali dia sudah pindah," ucap Bapak-bapak itu.


"Lho?Kok pindah lagi,pak?"tanya Aline dengan ekspresi sedikit kaget.


"Iya pak,kok pindah lagi emangnya ada apa?"tanya Fauzan penasaran.


"Setahu saya dia pergi dari sini karena alasan dia sudah berhenti bekerja dan sudah bercerai dengan istrinya," ucap Bapak-bapak itu dengan nada pelan.


"Ooooo bapak tau Pak Ali sekarang tinggal di mana?"tanya Aline penuh antusias.


"Waktu itu dia pernah bilang akan pindah ke bogor,tapi sekarang saya enggak tau neng," ucap Bapak-bapak dengan nada tegas.


"Ha? Bogor?"tanya Mereka bertiga secara bersamaan.


"Iya,saya permisi dulu ya ada urusan," ucap Bapak-bapak itu dan langsung melangkahkan kakinya untuk pergi dari lokasi.


"Pak,tunggu bapak tau alamat lengkap nya?"tanya Aline yang langsung mencegah bapak-bapak itu agar tidak pergi.


"Mohon maaf neng, untuk masalah alamat saya kurang tau permisi," ucap Bapak-bapak itu dan langsung melanjutkan langkahnya.


Aline pun membiarkan bapak-bapak itu pergi.Mereka nampak terdiam sejenak dan kaget karena mengetahui Pak Ali berada di luar kota.


Apa yang akan di lakukan Aline dkk dan Luna? Terus bagaimana keadaan Arine saat ini?


Tunggu terus kelanjutannya ❤️.


Jangan lupa like dan vote 🙏.


Thank you 🙏.

__ADS_1


__ADS_2