
Silahkan masuk,”ucap Laki-laki itu yang ternyata Dekan falkutas Ekonomi.
Kak Justin dan Aline pun masuk ke ruangan tersebut.Aline nampak sangat tegang karena ini adalah kali pertama ia masuk ke ruangan Dekan.
“Rupanya kamu Jus,ada apa?”tanya laki-laki itu.
“Selamat pagi pak,sebelumnya maaf menganggu waktu bapak saya cuma mau lapor kalau di kelas teori jurusan Ilmu Ekonomi ada bercak-bercak darah misterius yang lumayan banyak dan belum tau penyebabnya apa ini fotonya,”ucap Kak Justin sambil menyerahkan beberapa foto hasil jepretannya tadi dengan ekspresi tegang.
“Kok bisa ya ada bercak-bercak darah kayak gini ini?Bener-bener aneh,”ucap Laki-laki itu.
“Mohon maaf pak,kalau saya lancang perkenalkan saya Aline Dwi Sanjaya dari falkutas Ekonomi jurusan Ilmu Ekonomi. Saya mahasiswi baru berca-kbercak darah kayak gitu emang udah sering apa baru kali ini terjadi ?”tanya Aline.
“Sebenarnya bercak-bercak darah seperti ini sering muncul dikelas teori jurusan….apa lagi semenjak kematian Bu Rossa ya bisa dibilang sudah cukup lama mengajar disini, akhir-akhir ini sudah jarang muncul bercak-bercak darah seperti itu,”jawab Dekan Falkutas Ekonomi panjang lebar.
Dekan menjelaskan sedikit soal Almh.Bu Rossa yang ternyata Dosen jurusan Ilmu Ekonomi beliau sudah lama mengajar di kampus itu.Almh.Bu Rossa sangat disenangi oleh mahasiswa dan mahasiswi serta rekan-rekan sesama dosen karena sifatnya yang baik hati dan bijaksana.Kematian Bu Rossa sangat mengejutkan seluruh warga kampus.
“Oh begitu ya pak,berarti kematian Bu Rossa itu cukup mempengaruhi kampus ini jujur saya pengen banget ketemu sama Almh. Bu Rossa,"ucap Aline.
Membahas kematian Bu Rossa yang hampir satu tahun membuat raut muka Justin berubah serratus delapan puluh derajat.Dia pun mengalihkan topik pembicaraan.Aline yang ingin bertanya lagi soal kematian Bu Rossa akhirnya mengurungkan niatnya karena tidak enak menyela omongan Kak Justin.
“Apa kelasnya Aline harus pindah, pak?”tanya Justin.
“Ya jelas harus dipindah enggak mungkin kelas seperti digunakan untuk pembelajaran emmm sepertinya kita bisa pakai ruangan di lantai 3 karena masih layak untuk dipakai,”ucap Dekan Falkutas Ekonomi.
Justin sangat tercengang mendengar pernyataan Dekan.Sementara Aline hanya mengangguk-ngangguk.
“Kalau saya pribadi enggak masalah pak,yang penting kita bisa menerima mata kuliah dengan baik,”ucap Aline.
“Saya agak keberatan pak,eeee.soalnya kondisi ruaangannya agak kurang layak," ucap Kak Justin.
"Kamu itu kenapa ya?Setiap saya bahas soal lantai 3 kamu selalu seperti itu," tanya Dekan falkutas Ekonomi.
"Iya kak,menurut ruangan itu masih layak kok
__ADS_1
lagi pula aku yakin yang lainnya juga enggak masalah," ucap Aline.
"Eeee ya eenggak papa pak,ya udah saya setuju," ucap Kak Justin terbata-bata.
"Kak aneh banget ya kayak ada yang disembunyiin," batin Aline.
"Duh,kenapa jadi kayak gini sekarang mereka malah disuruh ke ruangan lantai 3 dan gue bener-bener cuma bisa ngikut aja kalau gue enggak setuju pasti ada yang curiga," batin Kak Justin dengan ekspresi sedikit khawatir*.
Kak Justin dan Aline pun keluar dari ruangan Dekan.
"Lin,mending kamu cari ruangan yang lain jangan dilantai 3," ucap Kak Justin menatap Aline dengan tatapan lembut.
"Maaf kak,aku enggak bisa Dekan kan udah mutusin buat makai ruangan lantai 3 aku permisi dulu ya," ucap Aline yang langsung bergegas pergi.
Namun tiba-tiba Kak Justin memegang pergelangan tangan Aline.Aline pun kaget karena tiba-tiba Kak Justin memegang pergelangan tangannya.
"Ada apa,kak?" tanya Aline yang langsung membalikkan badannya.
"Ya udah lah terserah kamu yang penting kamu semangat ya buat nerima materi kuliahnya," ucap Kak Justin sambil tersenyum manis.
Aline berkata" iya kak,terima kasih."
Kak Jennie yang kebetulan lewat tepat dibelakang Aline dan Kak Justin dibakar api cemburu karena kedekatan Kak Justin dan Aline.
"Ngapain coba mereka pakai senyum-senyum kayak gitu ini bener-bener enggak bisa dibiarin," ucap Jennie dari kejauhan.
Aline pun berlalu pergi meninggalkan Kak Justin.Sementara Jennie menghampiri Justin yang sedang senyum-senyum sendiri.
"Jus,kok kamu ada di ruangan dekan?" tanya Jennie.
"Bukan urusan loe," ucap Justin yang langsung bergegas pergi,namun dicegah Jennie.
"Kamu pasti udah liat ya kelas teori prodi ekonomi yang ada bercak-bercak darahnya?" tanya Jennie.
__ADS_1
"Bukan urusan loe jen,mending sekarang loe enggak usah ganggu hidup gue lagi semenjak gue kenal sama loe hidup gue HANCUR!" bentak Justin sambil menatap Jennie dengan tatapan tajam.
"Ganggu?Sejak kapan aku ganggu hidup kamu toh waktu itu kamu kita sama-sama saling cinta dan perasaan aku enggak akan pernah berubah sampai saat ini," ucap Jennie sambil berkaca-kaca.
"Sekarang kita udah enggak ada
hubungannya apa-apa dan sayangnya gue udah enggak ada perasaan apa-apa lagi sama loe," ucap Justin sambil berlalu pergi meninggalkan Jennie yang matanya berkaca-kaca.
Ditempat berbeda Aline pun memberikan tahu teman-temannya bahwa hari ini kelas pertama akan dipindah di salah satu ruangan di lantai 3.Ruangan itu erletak tepat samping tangga naik lantai 3.Ruangan itu memang dulunya adalah kelas,namun sejak kematian Bu Rossa ruangan itu tidak digunakan lagi.Suara angin sangat terasa diruagan itu.Sebelumnya ruangan itu sudah dibersihkan oleh Pak Ridho jadi tidak terlalu kotor.
"Lin, loe yakin kita bisa kuliah disini?" tanya salah satu teman Aline sambil melihat sekeliling ruangan.
"Iya,gue yakin lagi pula dekan dan dosen udah setuju kok," ucap Aline berusaha meyakinkan temannya.
"Emang enggak ada ruangan lain ya lin? Tuh loe liat kursi sama bangkunya aja banyak yang rusak," tanya Raisa sambil menunjuk beberapa kursi dan meja.
"Kata Dekan enggak ada sa,dan menurut gue kita lebih baik disini daripada kita nempatin ruangan yang tadi," ucap Aline.
"Kalau saran gue ya mending kita enggak usah kelas saja itung-itung ditunda gitu," ucap Fauzan.
"Kalau loe mau bolos boleh kok zan,tapi nanti gue bakal lapor ke dosen,dekan sama rektor," ucap Aline.
"Serius banget sih lin,gue cuma bercanda," ucap Fauzan sedikit panik.
"Bercanda loe itu enggak lucu," ucap Raisa.
Aline hanya menggeleng-nggelengkan kepala.Dia pun bertanya pada rekan-rekannya.
"Jadi gimana kalian mau kan?" tanya Aline pada teman-temannya.
Akhirnya mereka pun setuju dan menempati kursinya masing-masing walaupun dalam hati mereka sangat tidak nyaman.
Happy Reading semuaa🤗.
__ADS_1
Jangan lupa like dan vote🙏.
Tunggu terus kelanjutannya ya❤️.