
"Si Aline kok lama banget gue jadi khawatir." ucap Karina agak panik.
"Iya ya coba aku susulin aja." ucap Raisa.
"Gue temenin ya." ucap Sovia.
"Enggak usah loe disini aja,sov." ucap Raisa.
"Iya loe disini aja biar Raisa aja yang nyusulin." ucap Tania.
"Ati-ati,sa." ucap Karina.
"Iya gue pasti hati-hati kok." ucap Raisa yang langsung bergegas pergi menghampiri Aline.
Sementara itu Aline mencoba berkomunikasi dengan Bu Rossa.
"Saya baru tau kalau ibu itu ibunya Lili." ucap Aline dengan nada gemetar.
Bu Rossa hanya diam dan tidak menanggapi apa yang diucapkan Aline.Wajahnya menunduk.
"Gimana ya caranya supaya Bu Rossa mau berkomunikasi sama aku apa aku harus panggil Lili?" tanya Aline dalam hati
"Lin,loe ngapain bengong di sini?" tanya Raisa.
"Ssttt....ada Bu Rossa dia lagi ngeliatin kita." ucap Aline.
"Hah jangan bercanda dong diperkemahan aja dia masih bisa muncul." ucap Raisa.
"Gue serius,sa sekarang dia lagi ada depan kita daripada loe ngoceh terus sini gue buka mati batin loe." ucap Aline.
Aline pun membuka mata batin Raisa tanpa mendengar persetujuan dari Raisa.
"Eehhh jangan dong." ucap Raisa panik.
Nasi sudah menjadi bubur mata batin Raisa pun sudah terbuka.
"Aaaaaaaaaaaa....lin ngapain Dosen ini ada disini." teriak Raisa.
"Aduhhh jangan berisik dong dia mau ngajak kita komunikasi." ucap Aline sambil menutup mulut Raisa.
"Udah yuk,lin kita ke lapangan acara nya mau dimulai." ucap Raisa.
Rupanya Raisa tidak hanya melihat Dosen Gaib itu tapi juga melihat makhluk-makhluk halus lainnya.
"Oh iya malam ini kan api unggun gue kok bisa lupa ya." ucap Aline.
"Mikirin setan terus,sih jadi lupa udah yuk gue udah enggak kuat." ucap Aline sambil memegang tangan Aline.
"Gue enggak mikirin setan terus ya bentar dulu." ucap Aline.
"Ya udah kalau loe belum mau ke lapangan gue tinggal ya gue bener-bener udah enggak kuat." ucap Raisa.
Bu Rossa tiba-tiba hilang dan membuat Aline dan Raisa kaget.
"Lho kok ilang gara-gara loe,sa Bu Rossa ngilang." ucap Aline.
__ADS_1
"Kok jadi gue,sih mending sekarang loe tutup mata batin gue cepet." ucap Raisa.
"Iya-iya ni gue tutup." ucap Aline.
Aline pun menutup Mata batin Raisa.
"Alhamdulillah sekarang gue enggak bisa liat apa-apa." ucap Raisa.
"Gimana rasanya,sa seru kan?" tanya Aline.
"Buat loe emang seru tapi buat gue amit-amit." jawab Raisa.
"Terserah loe sa yang penting loe udah nyoba kurang Fauzan yang belum gue buka mata batinnya." ucap Aline.
"Gue enggak bisa bayangin kalau dia dibuka mata batin ya." ucap Raisa.
Aline tidak menghiraukan omongan Raisa dan langsung bergegas pergi.
"Ehh kok gue ditinggalin lin, tungguu." teriak Raisa.
Sementara itu di lapangan suasananya sangat ramai apalagi regunya Fauzan sangat semangat dan pastinya heboh.
"Kok gue enggak liat barang hidungnya Aline sama Raisa Andriana KW kemana mereka?" tanya Fauzan pada teman satu regunya.
"Mana gue tau,zan loe kenapa khawatir banget?" tanya salah satu teman seregu Fauzan.
"Ya kan mereka temen gue ya walaupun temen baru." ucap Fauzan.
"Ohh gue kira ada yang loe taksir makanya loe khawatir banget." ucap salah satu teman seregu Fauzan.
"Jujur emang gue agak gimana gitu sama Aline apa mungkin gue naksir sama dia?"tanya Fauzan dalam hati.
"Lin,dari mana aja,sih?" tanya Tania agak curiga.
"Ya dari tenda cari senter lah." jawab Aline.
"Kok lama banget,lin kayak nyari harta karun?" tanya Sovia.
"Ya ampun,sov ya kali gue nyari harta karun ni gue nyari senterrr." jawab Aline sambil memperlihatkan senter ke Sovia.
"Hehehe iya-iya,lin maaf bercanda enggak lucu." ucap Sovia.
"Kak Justin tadi nanyain kita enggak?" tanya Raisa.
"Enggak,tapi tadi dia sempet curiga tapi untungnya dia enggak ke sini." ucap Tania.
"Alhamdulillah kalau gitu." ucap Raisa.
"Ya udah sekarang kita ikuti acara yuk ini acara apa, tan?" tanya Aline.
"Lin,loe belum jawab pertanyaan gue yang tadi." ucap Sovia agak curiga.
Aline langsung terdiam mendengar perkataan Sovia.Wajahnya biasa saja,namun dalam hati dia bingung harus menjawab apa.Dia tidak mungkin menceritakan semuanya hanya dia,Raisa,Fauzan,dan Kak Hanna yang tau.
"Gue kira Sovia udah lupa harus jawab apa, nih." ucap Raisa dalam hati.
__ADS_1
"Aduhhh jawab apa ya biar mereka enggak curiga dan makin kepo." ucap Aline dalam hati.
"Lin? kok loe diem ayo jawab." ucap Sovia.
"Masalah omongan loe tadi kita terusin nanti atau enggak besok sekarang kita fokus ke acara ini." ucap Tania.
"Nah,iya mending kita fokus buat acara ini aja." ucap Raisa.
"Gimana,sov?" tanya Karina
"Ya kan gue penasaran emang kalian enggak penasaran,rin,tan?" tanya Sovia.
"Enggak tuh malah menurut gue pertanyaan loe enggak penting buat dijawab." ucap Tania.
"Udah-udah kenapa jadi ribut sebelumnya maaf ya sov bukannya gue enggak mau jawab cuma mending kita fokus buat acara ini." ucap Aline agak tidak enak.
"Iya,lin gue juga enggak maksa loe kok buat jawab." ucap Sovia agak kecewa.
Melihat ekspresi muka Sovia,Aline sangat tidak enak harus menyembunyikan ini semua karena ini masalah yang besar.
"Maafin gue ya semua gue enggak bisa cerita gue enggak mau Bu Rossa malah jadi ganggu kalian." ucap Aline dalam hati.
Tak terasa jam menunjukkan pukul 20.15 WIB pada jam ini para peserta kemah bermain game bersama kakak-kakak senior.Mereka nampak senang.Suasan tambah riuh disaat Kak Justin bernyanyi sebuah lagu bergenre pop.
"Ternyata Kak Justin bukan hanya ganteng, berwibawa tapi punya suara bagus." ucap Raisa terkagum-kagum.
"Iya sa,di makin kagum sama Kak Justin." sambung Tania.
"Suara Kak Justin bagus banget enggak nyangka dia bisa nyanyi." ucap Aline dalam hati sambil tersenyum-senyum.
Para peserta tampak menikmati lantunan suara Kak Justin.
"Woyy senyum-senyum aja terpesona ya." ucap Raisa dengan suara agak lantang.
"Enggak,biasa aja kok." ucap Aline.
"Beneran,nih tadi gue lihat-lihat loe senyum-senyum gitu." ucap Raisa.
"Lha emang kenapa kalau gue senyum-senyum." ucap Aline.
"Ya enggak papa." ucap Raisa sambil tersenyum.
Sementara itu Jennie menatap Justin dengan muka terpesona rupanya Jennie tidak bisa move on dari Justin.
"Ini yang buat aku enggak bisa move on dari kamu,jus kamu selalu bisa buat orang terpesona." ucap Jennie.
Aline yang tadi menatap Kak Justin mengalihkan pandangannya ke arah Kak Jennie.
"Gue lihat-lihat Kak Jennie bucin banget sama Kak Justin tapi Kak Justin kayaknya cuek banget kasihan ya Kak Jennie." ucap Aline dalam hati.
Kak Justin dari tadi menatap Aline selama bernyanyi.Namun Aline tidak menyadari.Sementara itu Bu Rossa Dosen gaib itu rupanya juga ikut dalam acara tersebut dengan menjadi seorang Dosen.Para peserta nampak tidak merasakan keanehan,termasuk Aline.
Happy Reading ๐ค
Jangan lupa Vote dan Like๐
__ADS_1
Ditunggu Kritik dan sarannya.
Sekali lagi mohon maaf tidak bisa update setiap hari ๐ dan masih banyak kekurangan.