
Happy reading semuaaa 🤗.
Mohon maaf bila masih banyak kekurangan 🙏.
“Ini kan kampusnya Kak Justin kok orang dalam foto ini miripseseorang,”ucap Arine sambil memastikan postingan di instagram.
Beberapa teman Arine menghampiri Arine yang sibuk melihatlayer ponsel.Sepertinya Arine tidak tau kalau ada beberapa temannya.Merekanampak kepo dengan postingan yang dilihat Arine hingga Arine tersadar bahwa ada yang ikut melihat layar ponselnya.
“Ih!Kalian apa-apaan sih,kepo banget,”ucap Arine sambilbangkit dari tempat duduknya.
“Ya sorry rin,kalau kita kepo habisnya loe dari tadi anehbanget biasanya ceplas-ceplos certain Kak Justin,”ucap salah satu teman Arine.
“Gue Cuma lagi galau aja gara-gara Kak Justin,”ucap Arineyang langsung kembali ke posisi duduknya tadi.
“Mending loe move on rin,dan terima kenyataan kalau KakJustin itu enggak ada perasaan apa-apa sama loe,’ucap salah satu teman Arineyang satunya lagi
“Enggak segampang itu apalagi kemarin Kak Justinterang-terangan bilang kalau dia suka sama Kak Aline padahal menurut gue Kak
Aline cewe yang aneh dan enggak ada menarik,”ucap Arine secara spontan.
“Tega banget loe rin,ngomong kayak gitu bagaimana pun jugadia kan kakak loe sendiri,”ucap salah satu teman Arine.
“Bodo amat eh,coba cek ig ada berita soal penangkapanmahasiswa di Universitas Merah Putih,”ucap Arine sambil melihat ponselnya.
“Eh iya nih,kok mukanya mirip Kak Justin ya?”tanya teman Arine sambil menatap tajam ponselnya.
“Ha?Jangan asal ngomong loe enggak mungkin ini Kak Justin dia kan orangnya baik,”ucap Arine yang tidak percaya dengan temannya dengan nada emosi.
“Kalau menurut gue sekilas mirip Kak Justin coba tanya kakak loe rin,pasti dia tau,”ucap teman Arine.
“Ya sorry rin,ini kan pendapat gue,”ucap teman Arine dengan
nada santai.
“Tanya Kak Aline?Ogah ngapain tanya ke dia yang ada gue malah emosi,”batin Arine sambil beranjak dari tempat duduknya dan masuk ke kelas.
“Si Arine main pergi aja-aja dasar aneh,”ucap salah satu teman Arine dengan eksprei kesal.
Mereka berdua pun ikut beranjak dari tempat duduk dan pergi meninggalkan lokasi.Di kampus Aline,Raisa,dan Fauzan serta nampak sudah selesai pembelajaran.Sekarang mereka berada parkiran motor sambil berbincang di tempat duduk yang sudah di sediakan.
“Kalian mau ikut ke rumah sakit?”tanya Aline sambil mengikat tali sepatu yang lepas.
“Gue enggak ikut lin,hari ini gue mau bersih-bersih kamar,”ucap Fauzan.
“Gue juga enggak ikut lin,tadi kata bu kos gue orang tua gue mau datang,”ucap Raisa dengan nada pelan.
“Uuuuuu bilang aja kalau takut,”ucap Lili sambil menjulurkan lidah.
“Ya udah enggak papa kok ya udah gue duluan ya,”ucap Aline sambil beranjak dari tempat duduknya dan memakai helm.
“Loe mau langsung ke rumah sakit,lin?”tanya Fauzan yang ikut bangkit dari tempat duduk diikuti Raisa.
“Enggak gue mau pulang dulu mau liat keadaan Arine sama mau ngecek apa ibu gue udah datang apa belum duluan ya guys,”ucap Aline yang langsung naik ke motor matic dan tancap gas menuju rumahnya.
“Zan,gue salut sama Aline walaupua kelakuan adiknya kayak gitu,tapi tetap care dan sayang sama adiknya belum lagi soal yang kemarin
ternyata Aline itu orangnya tenang,cuek buktinya dia bisa ngungkap misteri
kematian Almh.Bu Rossa,”ucap Raisa sambil tersenyum.
“Iya sa,pertama kali gue ketemu sama Aline gue pikir dia itu orangnya aneh ternyata dia orangnya seru walaupun kadang nyeremin,”ucap Fauzan sambil tersenyum.
Raisa nampak memperhatikan wajah Fauzan sambil tersenyum sebenarnya Raisa ingin menanyakan soal perasaan Fauzan selama mengenal Aline walaupun masih tergolong baru.Namun Fauzan sudah menaiki motornya dan berlalu.Raisa pun ikut menaiki motor scoopy kesayangannya dan pergi
__ADS_1
meninggalkan kampus.Di perjalanan Lili nampak sangat gembira mungkin karena
jenazah Almh.Ibunya sudah di temukan.Aline pun ikut senang melihat kebahagiaan
Lili dan Almh.Bu Rossa.
“Kakak seneng liat kamu bahagia kayak gini,”ucap Aline dengan nada yang tidak terlalu jelas.
“Makasih ya kak,udah may bantu ibuku dan udah nangkep pelakunya aku pengen jenazah ibuku dimakamkan di sebelah makamku kak,”ucap Lili dengan suara pelan.
“Sama-sama li,kalau kamu maunya kayak gitu kaka usahin ya nanti kamu tunjukkin makam kamu ada di mana,”ucap Aline dengan nada yang sudah cukup jelas karena motor Aline berhenti karena lampu merah.
Lili pun mengangguk tanda bahwa ia setuju.Lampu pun berganti hijau itu Aline pun melanjutkan perjalanan ke rumahnya.Tak perlu waktu lama Aline pun sampai di rumahnya terlihat ada mobil berwarna putih terpakir di depan rumah Aline dan Arine.Keluarlah sosok perempuan paruh baya dari dalam rumah rupanya sosok tersebut adalah Mama Lia yang habis pulang dari luar kota.
“Mama aku kira siapa udah dari tadi ma?”tanya Aline sambil mencium punggung tangan mamanya.
“Iya lin,mama udah dari tadi oh ya mama mau ngobrol sama kamu di ruang tamu,”ucap Mama Lia dengan muka serius.
“Tumben mama ngajak ngobrol ada apa ya?”tanya Aline dalam hati.
“Kak,lama enggak soalnya aku pengen banget ngeliat jenazah ibu,”ucap Lili dengan muka masam.
“Ma,kalau nanti aja gimana soalnya aku ada urusan penting,”ujar Aline dengan nada pelan.
“Kali ini mama enggak mau ada penolakan lin,karena ini masalah serius mama tunggu kamu di ruang tamu ya,”ucap Mama Lia yang langsung melangkah kan kakinya ke ruang tamu.
“Li,maaf ya aku enggak bisa sekarang mungkin nanti kalau enggak besok,”ucap Aline dengan wajah sedih sambil menyamakan posisi tingginya denga Lili.
“Ya udah kak,enggak papa maaf ya kalau selama ini aku ngrepoti kakak,”ucap Lili dengan nada suara pelan.
“Enggak ngrepoti kok justru kakak seneng bisa kenal sama kamu,”ucap Aline sambil tersenyum.
Beberapa tetangga yang melewati rumah Aline nampak memperhatikan Aline dengan tatapan tak biasa.Aline nampak cuek dan langsung masuk ke rumah.Aline memutuskan untuk bersih-bersih diri dengan mandi setelah
itu ia menemui ibunya di ruang tamu.Terlihat Mama Lia sedang duduk santai di
sosok yang ada di samping mamanya.Sosok wanita paruh baya memakai baju dosen
dengan rambut berantakan dan wajahnya pucat serta luka tusukan di perut.Sosok
itu nampak menatap Aline dengan tatapan biasa.
“Bu Rossa,”ucap Aline secara tiba-tiba.
“Bu Rossa?Sejak kapan mama ganti nama?”tanya Mama Lia
keheranan.
“Eee-enggak kok mah,maaf aku agak ngelantur,”ucap Aline sambil menempelkan bokongya di sofa samping Bu Rossa.
“Kok di situ ini masih ada tempat,”ucap Mama Lia sambil menyuruh Aline berpindah.
“Aline di sini aja ma,enggak papa kok,”ucap Aline sambil tersenyum.
“Kayaknya Aline liat penampakan makanya sikapnya jadi aneh,”batin Mama Lia sambil menatap heran.
“Ma,mama mau ngomong apa?”tanya Aline sambil sesekali melirik Almh.Bu Rossa yang terus menatap Aline.
“Ada deh,kita tunggu adik kamu dulu ya tumben jam segini belum pulang,”ucap Mama Lia sambil melihat ke arah jam.
“Kamu tenang ada saya disini,”ucap
Almh.Bu Rossa dengan nada suara lembut.
__ADS_1
Aline nampak tersenyum dan mengangguk mendengar suara
Almh.Bu Rossa.Tak lama kemudian orang
yang di tunggu-tunggu pun tiba dengan santainya Arine berjalan melewati Mamanya
dan kakaknya sendiri.Namun Mama Lia
gerak cepat memberhentikan langkah
Arine.
“Rin,mama mau bicara sama kamu ayo duduk sebelah kakak kamu,”ucap Mama Lia dengan nada tegas.
“Nanti aja ya ma,lagi males,”ujar Arine sambil melanjutkan langkahnya ke kamar.
“Mama enggak mau ada penolakan duduk!”perintah Mama Lia sambil bangkit dari tempat duduknya.
Arine pun menuruti perintah mamanya dengan sangat terpaksa.Saat ia berjalan tiba-tiba Arine terjatuh untung saja dia tidak
kenapa-kenapa.Ternyata Almh.Bu Rossa sengaja membuat Arine jatuh,namun saat
Aline menolong Arine menolak dan menuduh bahwa kakaknya sengaja mengerjai Arine
padahal itu semua ulah Almh.Bu Rossa yang nampak tersenyum begitu pula dengan
Lili yang nampak tertawa terpingkal.Mama Lia pun ikut tertawa melihat anak bungsunya terjatuh tiba—tiba.
“Ih mah,kok malah ketawa ngeliat aku jatuh kayak gini," ucap Arine dengan wajah kesal..
“Mama sengaja ngajak kalian berdua ngobrol disini karena mama tanya soal pesta Arine tadi malam," ucap Mama Lia dengan nada lembut.
"Hancur sehancurnya ma,dan itu semua gara-gara dia," ucap Arine sambil menunjuk kakaknya.
"Rin,kalau menurut kamu aku penyebabnya kakak bener-bener minta maaf kakak juga enggak tau kalau kejadiannya bakal kayak gini," ucap Aline sambil meminta maaf pada Arine.
"Iya emang kakak penyebabnya kalau kakak enggak buang kue Kak Justin kejadiannya enggak bakal kayak gini," ucap Arine dengan nada emosi.
"Soal itu kakak udah pernah bilang sama kamu bukan kakak yang buang," gumam Aline dengan wajah sedikit emosi.
"Eh kok kalian kok jadi adu mulut kayak gini apa pun alasan dan penyebab mama harap kalian itu saling saling menjaga satu sama lain mama juga mau tanya sama kamu lin, apa benar semalam kamu keluyuran?" tanya Mama Lia dengan nada sedikit emosi.
Saat Aline ingin menjawab tiba-tiba Arine menjawab pertanyaan Mama Lia padahal yang ditanya Kakaknya.
"Iya ma,semalem Kak Aline sibuk pacaran," ujar Arine dengan nada cukup keras.
"Sabar lin,ini adik loe sendiri jangan sampai kepancing emosinya," batin Aline sambil menarik nafas dalam-dalam.
"Apa benar,Lin?"tanya Mama Lia dengan nada tegas.
"Itu enggak benar ma,aku lagi sama temen-temen maaf kalau di ceritain bakal panjang banget," ucap Aline dengan suara pelan.
"Mama enggak tau mana yang bener mana yang salah pada intinya mama pengen liat kalian itu akur lagi apa pun alasannya," ucap Mama Lia dengan nada suara lembut.
"Iya ma,kita bakal akur kok," ucap Aline sambil merangkul adiknya .
Arine pun nampak mengangguk walaupun dengan ekspresi masam dan terpaksa.Mama Lia pun beranjak dari sofa dan masuk ke kamar untuk istirahat setelah memeluk kedua anak gadisnya.Arine pun beranjak dari tempat duduknya,namun Aline secara tiba-tiba memegang pergelangan tangan Arine.
"Asal kamu tau rin,Kak Justin bukan orang baik dia itu seorang pembunuh dan dia udah di penjara," bisik Aline dengan maksud menyadarkan adiknya.
Arine nampak tercengang mendengar bisikan Aline dan menatap tajam kakaknya.
Apa benar ya Fauzan suka sama Aline?Akankah Arine membenci Kak Justin?
__ADS_1
Tunggu terus kelanjutannya ❤️.
Jangan lupa like dan vote 🙏.