
Happy reading semuaaa 🤗.
Mohon maaf bila masih banyak kekurangan 🙏.
Sekali lagi jangan lupa mampir ke novel terbaru aku "Dear Jaka"Di jamin ceritanya menarik
Thank you.
“Jadi,gini pa Arine dari kemarin enggak pulang ke rumah pihak sekolah juga kemarin telefon mama katanya Arine enggak masuk
sekolah,”ujar Mama Lia dengan ekspresi masam.
“Paling dia ke rumah temennya ma,namanya anak remaja kayak enggak pernah muda aja,”ucap Papa Lukman dengan santainya.
“Ih!Kok malah bercanda pa,ini mama serius,”ucap Mama Lia dengan ekspresi kesal.
“Terus kita harus gimana,ma?Kalau disuruh nyari sorry ma,papa enggak bisa ini papa baru aja pulangdari luar kota ini badan rasanya
capek banget papa mau ke kamar dulu ya,”ucap Papa Lukma sambil bangkit dari
sofa dan melangkahkan kakinya ke arah kamar.
“Kasihan juga si papa pulang-pulang dapat berita kayak gini semoga aja Aline bisa menemukan keberadaan Arine,”ucap Mama Lia dengan ekspresi penuh harap.
Hati dan Pikiran Mama Lia tidak akan pernah bisa tenang jika anak bungsunya belum juga pulang.Mama Lia terus memandang jadinding sambilsesekali memandang arah pintu berharap pintu itu segera terbuka dan orang yang membuka adalah kedua anak perempuannya.Di kamar Papa Lukman membaringkan tubuhnya di kasur.
“Tuh,anak kemana ya?Jadi,khawatir gini semoga tidak terjadi apa-apa sama mereka,”batin Papa Lukman sambil memejamkan matanya.
Di perjalanan Aline,Raisa dan Fauzan terus menyusuri jalanan untuk mencari keberadaan Arine.Kondisi Jalanan sangat ramai dan macet sekaligus panas yang luar biasa menambah kelelahan mereka.Mereka sedang menuju kantor polisi untuk menemui Kak Justin orang yang dicurigai sebagai dalang penculikan Arine.Tak perlu waktu lama untuk mereka ke kantor polisi hanya perlu 3-5 menit saja.Dari wajah Raisa dan Fauzan mereka sudah malas dan muak melihat muka Kak Justin walaupun muka Kak Justin tetap tampan seperti biasa.
“Lin,loe yakin mau nemuin Kak Justin?”tanya Raisa denganmuka bete sambil berjalan menuju kantor.
“Iya lin,nanti dia geer lagi dia kira kamu masih peduli sama dia,”sambung Fauzan dengan muka bete sambil berjalan menuju kantor.
“Ya gue yakin semisal kalau kalian enggak mau enggak masalah gue bisa sendiri,”ucap Aline dengan santai.
“E—enggak kamu enggak boleh sendiri lin,kalau terjadi sesuatu sama kamu gimana?Ya udah akutemenin,”ujar Fauzan secara tiba-tiba dengan ekspresi wajah khawatir.
“Cie cie ada yang khawatir nih,ya udah kalau loe mau nemenin Aline silahkan gue mau duduk di sini aja siapa tau ada yang cocok gitu,”ujar Raisa sambil melangkah ke arah kursi yang tersedia dan menempelkan pantatnya ke kursi tersebut.
Aline dan Fauzan pun masuk ke kantor polisi yang nampak lengang sementara itu Raisa nampak dusuk manis di kursi depan sambil bermain ponsel di temani Lili yang duduk manis di sampingnya sambil memperhatikan Raisa dengan ekspresi datar.
__ADS_1
“Kayaknya Fauzan emang beneran suka sama Aline buktinya dari panggilan,perlakuan beda dari biasanya,tapi si Aline udah tau belum ya kalau Fauzan suka sama dia kenapa gue yang ribet ya?Jujue gue sedih banget ternyata Kak Justin bukan orang yang gue
harapkan dan dia juga suka sama Aline,”gumam Raisa dengan wajah masam.
“Kasihan juga ya Kakak ini suka sama orangyang salah,”ucap Lili sambil terus memperhatikan wajah Raisa.
Di dalam Aline dan Fauzan duduk di kursi yang sudah di sediakan tak perlu waktu lama muncullah sosok yang mereka ingin temui yaitu Kak Justin.Penampilan Kak Justin sangat berbeda dengan wajah penuh luka lebam dan tubuh sedikit kurus,namun tidak mengurangi ketampanan Kak Justin karena dia tersenyum manis ke arah Aline.Aline nampak iba melihat penampilan Kak Justin.Sedangkan Fauzan nampak
membuang muka menghindari kontak mata.
“Lin,aku enggak nyangka kamu ke sini jujur aku seneng banget,”ucap Kak Justin sambil mencoba memegang tangan Aline.
Sambil menghela tangan Kak Justin,”Maaf kak,aku ke sini buka pengen ngejenguk kakak aku ke sini cuma pengen tanya apa kakak tau keberadaan Arine?”tanya Aline.
“Kkook ka-kamu nanya kayak gitu?Emang Arine hilang ya?Kapan hilangnya?”tanya balik Kak Justin dengan nada terbata-bata.
“Malah nanya balik udah deh,mending loe jawab yang sejujur-jujurnya enggak usah
basa-basi,”sesal Fauzan dengan ekspresi wajah emosi dan bangkit dari kursi sambil
memegang kerah baju Kak Justin sembari menatap tajam.
“He!Aline aja biasa kenapa loe yang sewot,”ucap Kak Justin sambil mendorong tubuh Fauzan dengan kasar.
“Zan,udah kenapa loe jadi,kepancing emosi kayak gini,”ucap Aline sambil melerai mereka berdua.
“Orang kayak dia enggak bisa di diemin lin,seharusnya orang
kayak dia di hukum mati,”bentak Fauzan.
“Mati?Loe yang harusnya mati,”bentak Kak Justin sambil menatap tajam Fauzan.
Beberapa pihak polisi melerai mereka berdua Justin di masukkan kembali ke sel sedangkan Aline menarik Fauzan keluar dengan sedikit emosi.Raisa nampak menikmati es dawet yang baru saja ia beli.Nikmat mana yang kau dustakan bisa menikmati es dawet yang menyegarkan di tengah terik matahari yang mengganas.
“Emang ya paling enak kalau lagi bosen plus panas-panas gini minum es dawet kayak gini rasanya suegerrr banget,”ucap Raisa sambil meminum es dawet tersebut.
“Kayaknya seger banget ya aku jadi pengen beli,”ucap Lili sambil memperhatikan Raisa minum sambil memegang tenggorokannya.
“Zan,loe kenapa bisa semarah itu?"tanya Aline dengan nada emosi.
"Ya habisnya dia ngeselin banget lin,aku pikir dengan dia dipenjara dia bakal berubah ternyata malah makin parah," ucap Fauzan dengan nada kesal.
__ADS_1
Melihat kedua temannya sedang mengobrol serius Raisa pun menghampiri Aline dan Fauzan.Saat ia melangkah kan kaki tiba-tiba
brukkk....
"Aduhhh....basah semuaaa," ucap Raisa sambil tersungkur di lantai dengan kondisi baju basah karena es dawet yang ada di genggamannya tumpah di baju dan lantai.
Suasana yang tadi nampak serius tiba-tiba penuh tawa karena Raisa tiba-tiba terjatuh.Aline dan Fauzan pun menghampiri Raisa.
"Hahahaha Kok loe bisa jatuh,sa?"tanya Fauzan sambil tertawa.
"Lili lili suka banget ngerjain orang enggak di rumah enggak di sini," batin Aline sambil melirik Lili yang tertawa.
"Uupss sorry kak,aku enggak sengaja," ucap Lili sambil menutup mulutnya.
"Kok loe malah ketawa sih,bukanya bantuin," ucap Raisa dengan wajah kesal dan baju basah kuyup.
"Ya ampun sa,lain kali ati-ati sini aku bantuin," ucap Aline sambil menolong Raisa.
"Makasih ya lin,gue juga enggak tau kayak ada kaki atau benda gitu di situ makanya gue jatuh aduhh mana basah semua,"ucap Raisa sambil melihat baju dan celananya.
"Hahahaha ini mungkin karma buat loe karna minum es dawet enggak ngajak-ngajak kita," ucap Fauzan yang kasih saja tertawa.
"Apaan sih,loe eh btw gimana udah ada titik terang?"tanya Raisa dengan wajah penasaran.
"Belum ada sa,soalnya si Fauzan malah ribut sama Kak Justin," ucap Aline dengan wajah kesal.
"Kalau menurut gue bukan Kak Justin deh,soalnya dia kan di penjara enggak mungkin dia ngelakuin hal kayak gitu," ucap Raisa dengan penuh keyakinan.
"Permisi,saya mau tanya tadi saya dengar ada orang hilang apa benar?"tanya Polisi berbadan tegap dengan nada suara tegas.
"Iya pak,adik saya yang hilang dari kemarin pagi dia enggak kunjung pulang dan kamu mencurigai Kak Justin,"sahut Aline dengan nada tegas.
"Baik,saya dan rekan-rekan akan membantu menyelediki kasus ini boleh saya liat foto adik nya,?"tanya Polisi tersebut.
Aline pun memperlihatkan wajah adiknya ke pihak polisi agar bisa lebih mudah menyelediki hilangnya Arine.Raisa nampak kagum melihat polisi tersebut matanya tidak lepas dari wajah polisi itu.Sementara itu di dalam sel Justin sangat panik dan khawatir.
"Malam ini gue harus kabur dari sini apapun caranya gue enggak akan biarin Aline menemukan orang-orang yang ia cari," batin Justin sambil tersenyum licik.
Aline,Raisa,dan Fauzan memutuskan untuk ke kost Raisa karena melihat kondisi baju Raisa yang basah kuyup sekaligus beristirahat.
Apakah Justin bisa kabur dari penjara?Lantas,Apa yang akan dilakukan Aline dkk selanjutnya?
__ADS_1
Tunggu terus kelanjutannya ❤️.
Jangan lupa like dan vote serta comentnan ya🙏.