
Happy reading semuaaa 🤗.
Maaf masih banyak kekurangan 🙏.
“Lin,kenapa loe enggak bilang yang sebenarnya?”tanya Fauzan penasaran.
“Gue enggak mau banyak ngomong zan,biar pihak kepolisian yang ngejelasin,”sahut Aline dengan nada pelan.
“Iya zan,mending kita pura -pura enggak tau aja,”sambung Raisa.
Mereka berdiri tepat di ruang rektor di dalam ada dua polisi yang sedang mengobrol dengan rektor Universitas Merah Putih membahas perihal penangkapan Justin tadi malam dengan saksi Aline,Raisa,Fauzan,dan dua satpam serta kematian pelaku kedua
yaitu Jennie.Di dalam rektor terlihat bingung dan sedikit ketakutan apalagi setelah pihak kepolisian menjelaskan maksud dan tujuan mereka.Rektor terlihat sangat tercengang.
“Selamat pagi pak,kami dari pihak kepolisian sengaja datang ke sini dengan maksud untuk memberitahu bahwa tadi dini hari kami melakukan penangkapan saudara Justin yang diketahui salah satu mahasiswa di sini perihal kasus kematian Almh.Bu Rossa satu tahun yang lalu,”ucap salah satu polisi
dengan suara tegas.
“Astagfirllullah haladzim jadi,pelaku sebenarnya itu Justin?”tanya rektor tidak percaya.
“Betul pak,saudari Justin sendiri yang mengaku bahwa dia pelakunya serta penjelasan dari saudari Aline sebenarnya kami juga ingin melakukan penangkapan pada saudari Jennie,namun dari penjelasan Aline dia sudah meninggal duni’sahut polisi tersebut.
“innallilahi wainna illahi roji’un ternyata Jennie jugaa saya benar-benar enggak nyangka apalagi sama Justin dia itu salah mahasiswa terbaik di Universitas ini terus bagaimana keadaan Justin,pak?”tanya rektor
yang masih syok dan masih menahan emosi.
“Sekarang saudara masih di kantor dan masih di tahan dan kami di sini selain memberitahu bapak kami juga ingin mengangkat jenazah
Almh.Bu Rossa yang di kubur oleh pelaku di belakang kampus,”ucap polisi tersebut.
“Ya allah jadi,selama ini jenazah Almh.Bu Rossa di kuburkan di belakang bisa-bisanya mereka menguburkan jenazah dosen mereka sendiri di tempat seperti itu,”ujar rektor yang mulai geram dengan sikap tersembunyi
Justin dan Jennie.
__ADS_1
“Iya pak,kami pun juga tidak menyangka kalau begitu kami izin untuk mengangkat jenazah Almh.Bu Rossa,”ucap polisi tersebut sambi
beranjak dari tempat duduk.
“Silahkan pak,terima kasih sudah mau menyelidiki kasus ini lagi,”ucap rektor yang ikut beranjak dari kursi kerjanya.
“Sama-sama pak,bapak juga harus berterima kasih dengan saudari Aline karena berkat dia kami bisa langsung melakukan penangkapan,”ucap salah satu polisi
dengan nada tegas.
Rektor dan pihak kepolisian pun keluar dari ruangan sementara Aline,Raisa,dan Fauzan nampak salah tingkah dan berusaha melanjutkan perjalanannya.Pihak kepolisian dan rektor pun bergegas ke belakang kampus.Sementara Aline,Raisa,dan Fauzan
melanjutkan perjalanan mereka ke kelas.Sesampainya di kelas.Suasana di Sana
nampak riweh banyak dari mereka yang bertanya-tanya tentang kehadiran kepolisian di kampus mereka.Aline,Raisa,dan Fauzan nampak kalem dan tenang seolah tidak tau apa-apa.
“Eh,di kampus kita kok ada polisi ya jangan-jangan ada kesandung masalah?”tanya salah satu mahasiswi yang duduk paling depan.
“Gue juga enggak tau,kalaupun iya moga aja bukan dari falkutas ekonomi,”sahut mahasiswi yang satunya.
“Sama zan,gue juga enggak sabar,”bisik Raisa penuh antusias.
“Udah lah gyus daripada kita bahas kejadian yang kemarin sekarang kita harus cari mantan suami dari Almh.Bu Rossa dan anak
sulungnya,”ucap Aline dengan nada santai.
Terdengar suara cukup nyaring yang menyuruh semua mahasiswa dan mahasiswi untuk menuju sumber suara yaitu belakang kampus.Semua pun begegas ke sumber suara termasuk Fauzan dan Raisa nampak sangat semangat hingga meninggalkan Aline yang nampak asyik membaca buku.Aline pun tersadar bahwa dia sendirian di kelas dan menyusul teman-temannya ke sumber suara.Di tempat berbeda Arine sangat tidak bersemangat di sekolah bahkan dia sering melamun di sertai ekspresi sedih.Teman-teman akrab Arine pun merasa aneh dan cemas dengan
kondisi Arine yang biasanya ceria.
“Rin,loe kenapa?sedih gara-gara pesta loe berantakan?"tanya teman karib Arine.
Bukannya jawaban yang di dapat Arine malah pergi meninggalkan teman-temannya itu dengan mata berkaca-kaca.Dua teman Arine nampak bingung dan heran dengan sikap Arine yang seperti itu.
__ADS_1
"Rin,kok malah pergi?Padahal kita nanya nya baik-baik," ucap teman Arine berambut panjang bergelombang.
"Mungkin dia lagi pengen sendiri ya udah kita keluar yuk," ucap teman Arine berambut sebahu memakai kacamata.
Mereka berdua pun keluar dari kelas.Di kampus Aline mahasiswa dan mahasiswi nampak berbaris di dekat gundukkan yang nampak asing bagi mereka yang belum pernah ke belakang kampus.Di sana terlihat ada rektor, beberapa polisi,dua satpam, beberapa dosen,degan berjejer rapi.Setelah semua sudah terkumpul rektor pun memberi sebuah penjelasan mengapa mahasiswa dan mahasiswi yang hadir ada pagi ini di minta untuk berkumpul dibelakang kampus.
"Selamat Pagi semua,hari ini saya mengumpulkan kalian di sini untuk memberitahu informasi penting seperti yang sudah diceritakan kakak tingkat kalian bahwa kampus kita baru saja di tinggalkan salah satu dosen terbaiknya yaitu Ibu Rossa Fatmawati yang kematiannya masih menjadi misteri,namun secara mengejutkan pihak polisi mengatakan bahwa salah satu mahasiswa dan mahasiswi di kampus ini adalah pelaku yang sebenarnya," ujar Rektor dengan suara lantang dan jelas.
"Hah?Siapa ya"tanya salah satu mahasiswa bertubuh ideal dengan wajah cukup tampan.
"Udah pak,to the point aja enggak usah ngajak kita main tebak-tebakan," ucap Fauzan dengan suara cukup lantang.
Semua mahasiswa dan mahasiswi sangat kebingungan dengan perkataan rektor hingga pada akhirnya rektor menjelaskan bahwa pelaku sebenarnya adalah Justin dan Almh.Jennie.Mahasiswa dan Mahasiswi serta Dosen sambil terkejut mendengar perkataan rektor tak sedikit dari mereka yang meragukan penjelasan rektor.
"Hah?Kak Justin?Kok gue enggak percaya ya?"tanya Sovia tidak percaya dan syok.
"Iya sov,Kak Justin kan ganteng terus baik banget enggak mungkin dia pembunuh," sahut teman Sovia.
"Pak,sebelumnya mohon maaf kalau saya lancang Almh.Jennie?Bapak doain Jennie meninggal ya?" tanya teman baik Jennie.
"Sesuai dari pernyataan polisi tadi malam Jennie di temukan meninggal karena jatuh dari lantai 3 dan sekarang jenazahnya masih ada di rumah sakit Citra Medika," ujar Rektor dengan nada tegas.
Mahasiswa dan mahasiswi tambah terkejut dengan pernyataan rektor tentang kematian Jennie.Mereka makin dibuat syok dan kaget mengetahui bahwa gundukan yang ada dihadapan mereka adalah tempat Almh.Bu Rossa dimakamkan setelah dibunuh oleh Kak Justin dan Almh.Kak Jennie.
"Saya kok enggak nyangka ya kalau selama ini Justin dan Jennie pelakunya dan ternyata di sini tempat Almh.Bu Rossa di makamkan," ucap salah satu dosen fakultas ekonomi.
"Aku juga masih enggak nyangka kalau ternyata Kak Justin adalah pelaku nya apalagi Kak Justin itu orang yang sangat baik,ramah,"batin Aline dengan wajah datarnya.
"Pada kaget ya hahahaha pasti mereka enggak nyangka kalau orang yang selama ini dipuja-puja aslinya pembunuh," ujar Fauzan yang terlihat sangat senang.
Pihak kepolisian pun di bantu beberapa satpam membongkar gundukkan tersebut agar jenazah Almh.Bu Rossa bisa dimakamkan dengan layak.
Kira-kira Aline dkk bisa menemukan keberadaan mantan suami dan anak sulung Almh Bu Rossa enggak ya?Terus bagaimana keadaan Justin di kantor polisi?
__ADS_1
Tunggu terus kelanjutannya ❤️.
Jangan lupa like dan Vote 🙏.