
Happy reading semuaaa 🤗.
Mohon maaf bila masih banyak kekurangan 🙏.
Sebenarnya episode ini saya update kemarin karena NT eror jadi baru ke update hari ini mohon maaf 🙏
Ini Kak Aline ada dimana sih?”Tanya Arine dengan eskpresi kesal sambil berbaring di tempat tidurnya.
Aline nampak menggerutu terus dan bertanya-tanya di mana kah kakaknya sekarang apalagi jam sudah menunjukkan pukul 00.00 WIB.Namun disisi lain dia juga punya pikiran apa mungkin kakaknya sekarang Bersama Kak Justin.
Tok-tok….
Terdengar dari luar rumah membuat Arine sedikit merinding dan ketakutan apalagi ini sudah tengah malam.Namun Arine berusaha berpikir positif bahwa yang mengetuk pintu adalah kakaknya Aline.Arine melangkahkan kakinya dengan sangat pelan dengan diselimuti perasaan takut.Sampai di depan pintu Arine tidak langsung membukakan pintu ia malah merasa ragu dan takut.
“Tadi siapa ya yang ketok-ketok?Moga aja manusia yang ngetok bukan dedemit,”ucap Arine sambil menggigit bibir dan clingak-clinguk.
Arine pun membuka pintu secara pelan-pelan,namun tidak ada satu orang pun di luar yang ada hanya suara jangkrik dan hembusan angin malam yang menusuk tulang.Arine nampak memandang setiap sudut dan tidak ada satu orang pun.Arine pun langsung masuk ke dalam.Saat ia baru melangkahkan kaki tiba-tiba ada yang memanggilnya.
“Kamuuuuu,”ucap suara misterius itu dengan nada menyeramkan.
“kok kaya ada yang manggil gue ya?Jangan-jangannnnn setannnnnn,”ucap Arine yang langsung masuk ke rumah dan langsung mengunci rapat-rapat.
Terdengar suara ketawa seorang perempuan misterius berbaju merah dan berambut hitam sangat panjang mungkin sekitar 50-100 cm di depan teras rumah Arine dan Aline rupanya perempuan itu yang memanggil Arine dengan nada menyeramkan.Perempuan itu sengaja mengerjai Arine.Namun bukannya hanya Arine warga-warga sekitar juga dikerjai setiap jam tengah malam seperti ini.Di duga perempuan itu sudah lama menjadi penunggu teras depan rumah Aline dan Arine.Dia sangat tidak suka melihat Arine yang selalu membuang sampah di teras depan.Perlahan perempuan itu menghilang.
“Kak Aline kok enggak pulang-pulang sih?”Tanya Arine dengan wajah panik sambil menginggit jari dengan ekspresi ketakutan.
Di belakang kampus Aline,Raisa,dan Fauzan sangat tercengang dan semakin emosi ketika tau kalau gundukkan yang waktu itu mereka liat adalah makam Almh.Bu Rossa.Sementara Kak Justin nampak pasrah dan tidak diam seribu Bahasa dengan wajah menunduk.Aline nampak mendekati gnduksedangkan Raisa hanya diam dengan ekspresi muka datar sedangkan Fauzan berusaha mengendalikan emosinya.
“Aku bener-bener enggak nyangka kalau gundukkan yang waktu itu aku liat ternyata makam Almh.Bu Rossa,”ucap Aline dengan mata berkaca-kaca.
“Lin,ini udah enggak bisa dibiarin sekarang loe harus nelefon polisi,”ucap Fauzan dengan nada emosi pada Aline.
__ADS_1
“Kali ini gue setuju sama Fauzan lin,semua udah jelas kan tinggal kita suruh Kak Justin mengakui semuanya ke pihak polisi,”sambung Raisa.
“Bentar sa,zan gue mau ngomong sebentar kak,mana hati nurani kakak waktu itu bisa-bisa kakak punya pikiran buat nyembunyiin ini semua?”Tanya Aline dengan nada suara tinggi dan emosi.
“Lin,waktu itu aku lagi panik dan enggak tau harus ngelakuin apa apalagi waktu itu banyak banget orang yang percaya sama aku.”ucap Kak Justin yang mulai mendongakkan kepalanya menatap Aline,Raisa,dan Fauzan.
“Apa pun alasan kakak tep aja salah dan aku akan panggil polisi ke sini untuk nangkep kakak,”ucap Aline yang langsung mengambil ponsel dari saku celananya.
“Lin,saya mohon jangan laporin saya ke polisi,”pinta Kak Justin sambil memohon-mohon pada Aline yang sedang menelepon polisi.
“Eh,oe mending sadar diri kalau tindakan loe itu salah lin,”ucap Fauzan sambil memegang tangan Kak Justin yang terus memohon-mohon pada Aline agar tidak di laporkan ke kantor polisi.
“Iya kak,walaupun muka kakak ganteng kayak oppa oppa korea,tapi kalau jahat enggak akan kata maaf,”ucap Raisa yang ikut memegang tangan Kak Justin.
“Lin,saya tau kalau saya salah,tapi tolong jangan laporin saya ke polisi.”ucap Kak Justin sambil terus membrontak.
Sepertinya usaha Kak Justin gagal karena Aline sudah menelepon polisi dan polisi pun siap datang ke lokasi kejadian.Kak Justin nampak sudah pasrah dan menerima semua yang terjadi karena ini memang kesalahan dia sendiri.Fauzan nampak senang dan tersenyum melihat Aline sudah
bertindak,sedangkan Raisa nampak terdiam sebenarnya dia senang ,namun di sisi lain dia juga sedih.
“Apa kita harus ngelaporin Pak Ridho,lin?”Tanya Raisa sambil memegang tangan Kak Justin.
“Lepasin tangan Kak Justin gue yakin dia enggak bakalan kabur dan soal Pak Ridho kita enggak perlu ngelaporin dia ke polisi karena dia statusnya saksi dan enggak terlibat dalam kasus ini,”ujar Aline dengan nada tegas dan tatapan tajam.
“Bener lin,seharusnya Kak Jennie juga kita laporin ke polisi,tapi berhubung dia udah end alias mati jadi,cuma dia yang dilaporin,”ucap Fauzan sambil menunjuk wajah Kak Justin.
Yang ditunggu-tunggu pun datang ada beberapa polisi dan satpam penjaga kampus.Mereka nampak gagah dan tegas.Namun Kak Justin belum bisa langsung di tangkap karena para satpam merasa bingung dan aneh karena tengah-tengah malam Aline,Raisa,dan Fauzan berada di kampus.Satpam itu pun menanyakan beberapa hal pada mereka.
“Kalian pada ngapain disini?Terus ini polisi kalian yang manggil?”Tanya salah satu satpam bertubuh agak gemuk dengan ekspresi bingung.
“Sebelumnya saya minta maaf pak,kalau membuat bapak bingung kalau soal polisi memang benar saya yang manggil terus kita di sini karena ingin mengungkap kematian Almh.Bu Rossa hampir setahun lalu dan ternyata dia,”ucap Aline sambil menunjuk wajah Kak Justin yang nampak tidak menunjukkan ekspresi apapun.
__ADS_1
“Astagfirullah haladzim ini serius pelakunya?”Tanya Satpam bertubuh agak kurus dengan kumis di wajahnya dengan ekspresi tidak percaya.
“Ya serius pak,enggak mungkin kita bohong kita kan anak sholeh dan sholehah,”ucap Fauzan dengan penuh keyakinan.
“Eh,bocah sontoloyo muka ganteng ,prestasinya banyak ternyata pembunuh Bu Rossa bener-bener enggak nyangka aku,”ucap satpam bertubuh kurus dengan kumisa sambil memaki-maki Justin.
“Sama aku juga enggak nyangka otak mu itu ada di mana di dengkol bisa-bisanya ngelakuin hal kayak gitu," sambung satpam bertubuh gemuk dengan muka emosi.
Kak Justin nampak biasa saja saat dua satpam yang ada di depannya memaki-maki dirinya .Sementara Aline dan Raisa langsung menghampiri polisi yang dari tadi berdiri, sedangkan Fauzan nampak tertawa dan senang melihat Kak Justin di maki-maki dua orang satpam.
"Pak,jadi orang itu sudah melakukan pembunuh ya hampir setahun lalu,namun dia baru mengakui sekarang," ucap Aline dengan nada tegas
"Sebenarnya kami dulu pernah menyelediki kasus ini,tapi tidak ada hasilnya dan memutuskan untuk memberhentikan apa perkataan mbk bisa dipertanggung jawabkan?" Tanya salah satu polisi berparas tampan dengan tubuh tinggi wajahnya sekilas mirip Kak Justin hingga membuat Raisa ternganga.
"Bisa pak,semua sudah jelas kok dan dia sendiri sudah mengakui oh ya pak saya hampir lupa sebenarnya pelakunya 2 cuma yang satunya perempuan sudah tewas dan sekarang di rumah sakit Citra Medika ini orangnya pak" ucap Aline penuh keyakinan sembari memperlihatkan wajah Almh.Jennie.
"Baik lah,ayo tangkap dia," ucap polisi tampan itu sambil mengajak rekan-rekannya untuk menangkap.
Polisi pun menangkap Kak Justin.Namun Kak Justin meminta waktu sebentar ada yang ingin ia bicarakan apa Aline.Setelah mohon-mohon polisi pun mengizinkan Kak Justin dan hanya diberi waktu 3 menit.Terlihat wajah Fauzan nampak sangat kesal.
"Ni,orang mau apa lagi?" Tanya Fauzan dengan ekspresi kesal.
"Lin,dari lubuk hati aku paling dalam aku bener-bener minta maaf soal masalah ini terlepas dari masalah ini aku pengen jujur sama kamu kalau sebenarnya aku suka sama kamu dari awal kita ketemu," ucap Kak Justin sambil menatap wajah Aline.
Aline sangat terkejut dengan perkataan Kak Justin.Raisa nampak syok mendengar perkataan Kak Justin yang suka pada Aline
Sementara rasa kesal Fauzan semakin bertambah dan meminta polisi segera membawa Kak Justin ke polisi.
Kak Justin suka sama Aline😳. Kira-kira gimana ya tanggapan Aline?Terus gimana juga tanggapan warga kampus soal masalah ini?
Tunggu terus kelanjutannya ❤️.
__ADS_1
Jangan lupa like dan vote 🙏.
Mohon maaf ya kemarin tidak update karena sedang kurang fit🙏.