Dosen Gaib

Dosen Gaib
86.Arine salah paham


__ADS_3

Happy reading semuaaa 🤗.


Maaf masih banyak kekurangan 🙏.


Aline,Raisa,dan Fauzan pun memutuskan pulang untuk beristirahat karena mereka bukanlah makhluk super yang kuat mereka juga manusia yang pasti merasakan kelelahan.Mereka akan berangkat pagi-pagi buta sebelum kondisi kampuramai.Sementara dua satpam masih ada di belakang kampus dan berniat kembali ke depan.


“Ayo kita ke depan lagi,tapi kalau loe mau di sini ya monggo nemenin Bu Rossa,”ucap satpam bertubuh kurus dengan ekspresi menakut-nakuti.


“Nemenin Bu Rossa?Hahahahaah ya enggak lah udah  kekita depan lagi nanti kalau ada maling masuk gimana?”tanya satpam bertubuh agak gemuk sambil merangkul temannya itu.


Mereka pun berjalan menuju depan  kampus.Baru saja mereka melangkahkan kaki tiba-tiba ada suara aneh seperti suara wanita


terdengar cukup nyaring membuat dua satpam itu merinding ketakutan.


“Haaaaaaaaaaaaa,”ucap suara itu dengan nada menyeramkan.


“Eh, loe denger suara enggak?”tanya satpam bertubuh kurus sambil melihat sekeliling


sudut belakang kampus dengan tatapan ketakutan.


“Haaaaaaaaaaaaa,”ucap suara itu lagi dengan nada suara yang sangat jelas.


“Iya gue denger disini kan cuma kita berdua jadi,itu suaraaaa setannnnnnnn!”teriak


satpam bertubuh agak gemuk yang langsung lari meninggalkan temannya.


“Eh,kok gue di tinggalin,”ucap satpam bertubuh kurus yang ikut lari ngibrit dengan eksprsi


ketakutan.


Terlihat Almh.Bu Rossa sedang berdiri di tempat ia di kubur dengan ekspresi  dingin dan datar,namun terlihat senyum simpul


di bibirnya seperti Almh.Bu Rossa senang melihat Justin sudah di tangkap  dan Jennie sudah meninggal.Almh ia pun  menghilang.Di tempat berbeda  Aline sudah berada di depan pintu rumahnya di ikuti Lili duduk di jok belakang motor metic  Aline yang terparkir diteras depan rumah.Aline pun mengetuk pintu dengan sangat perlahan.


“Rin,ini kakak bukain dong pintu nya,”pinta Aline sambil terus mengetuk pintu rumah dan


melihat sekitar teras.


Tidak ada jawaban dari Arine padahal Aline sudah mengetuk lebih dari 3 kali.Aline pun


duduk termenung di teras dengan muka sedih sambil berpikir bahwa Arine sangat


kecewa dan marah karena pestanya hancur lebur tidak sesuai ekspetasi dan itu semua karena dirinya.


“Kak,jangan sedih ini semua bukan salah kakak,”ucap LilI sambil memegang tangan Aline.


“Ini bukan masalah salah cuma Arine pasti sedih dan kecewa karena pestanya hancur buktinya dia enggak bukain pintu enggak njawab”ucap Aline dengan mata berkaca-kaca.

__ADS_1


“Baru  kali ini ngeliat Kak Aline nangis aku harus berbuat sesuatu buat Kak Aline ya walaupun aku sebel banget sama adiknya,”batin Lili yang langsung berjalan menuju  pintu rumah dan menerebos masuk untuk melihat situasi dan kondisi.


‘’Si Lili kemana ya?”tanya Aline sambil clingak-clinguk mencari keberadaan Lili walaupun dia bukan manusia namun hilangnya dia secara tiba-tiba membuat Aline kaget.


Lili sudah berada di dalam rumah Aline dan Arine terlihat ada  seorang gadis bermata sembap nampak tertidur pulas di bawah  sofa dengan posisi duduk dan rambut acak-acakan.Lili pun menghampiri gadis itu dan ternyata di adalah Arine.


“Ternyata dia lagi tidur  pantesan dari tadi


pintunya enggak dibukain dasar menyebalkan ya udah aku bukain aja pintunya,”ucap Lili sambil beranjak dari sofa dan langsung membuka pintu yang terkunci lalu keluar dari dalam rumah.


Aline masih termenung di depan rumah.Tiba-tiba ia dikagetkan dengan kemunculan Lili yang terlihat tersenyum manis di hadapan Aline.Lili pun menceritakan semua dan dia juga berkata bahwa pintu sudah tidak terkunci.Aline pun terharu dan memeluk Lili dengan sangat erat.Aline sudah menganggap Lili sebagai adiknya sendiri.


“Kak makasih ya sudah membantu ibu ku,”ucap Lili sambil tersenyum ke arah Aline.


“Iya sama-sama ngomong-ngomong makasih ya udah bantuin aku ya udah yuk masuk,”ucap


Aline sambil beranjak masuk ke rumah Bersama Lili.


Sesampainya di dalam Aline kaget melihat Arine tertidur di sofa karena tidak tega


membangunkannya Aline pun membopong tubuh Arine agar Arine bisa tidur dengan


nyaman di kamarnya.Setelah selesai merebahkan tubuh Arine di Kasur.Aline pun


mengusap lembut rambut Arine dan mencium kening Arine dan beranjak keluar darikamar Arine untuk beristirahat.


“Rin,semoga kamu percaya kalau Kak Justin itu bukan orang yang baik,”batin Aline sambil


Tak terasa jam menunjukkan pukul 05.00 WIB matahari sudah menunjukkan keberadaannya


ayam-ayam sudah mulai bernyanyi ria membangun orang-orang yang sedang bermimpi ria begitu pula dengan Arine terbangun dari tidur nya dia kaget karena sekarang ia sudah ada di ranjang padahal dia merasa tidur di sofa sambil clingak-clinguk


mengamati kondisi kamarnya.


“Kok gue bisa ada di sini seinget gue tidur di sofa?”tanya Arine dengan ekspresi bingung


dan mendengar sesuatu dari dalam dapur.


Arine pun keluar dari kamarnya dan menuju dapur karena ada yang janggal.Arine pun


menyiapkan sapu untuk berjaga-jaga siapa tau itu maling atau orang jahat.Ketika Arine


sudah hampir sampai di dapur ia mencium bau masakan yang menggoda.Ekspresi


Arine berubah ia pun menghempaskan sapu yang ia pegang dan menghampiri meja


makan yang sudah di penuhi makanan yang enak.Baru beberapa detik ia melihat

__ADS_1


makanan-makanan yang begitu menggoda wajah Arine berubah masam dan kesal ketika


tau siapa yang memasak makanan yang ada di meja makan.


“Ngapain loe pulang mending sana pacaran terus sama Kak Justin,”gumam Arine dengan wajah


kesal.


“Maksud kamu apa,lin?”tanya Aline sambil menuangkan air putih ke gelas goblet yang ada dihadapannya.


“Udah kak,enggak usah pura-pura enggak tau aku udah tau semuanya kalau kakak itu udah


jadian kan sama Kak Justin dan sekarang kakak mau pamer kan sama aku?”tanya


Arine sambil menatap tajam kakaknya.


“Siapa bilang kakak jadian Kak Justin justru kakak mau mengungkap fakta yang


sebenarnya kalau Kak Justin bukan orang yang baik plis percaya sama kakak,”ucap


Aline sambil memegang pundak Arine.


Sambil melepaskan tangan kakaknya dari pundak Arine berkata,”Enggak usah sok tau


kak,ini pasti akal-akalan kakak buat nutupin hubungan kakak sama Kak Justin aku


bener-bener kecewa sama kakak."Sambil beranjak dari meja makan.


“Rin,kenapa kamu jadi kayak gini?Apa perlu kakak nyeret kamu ke kantor polisi supaya kamu percaya?”tanya Aline  sambil duduk di


meja makan dengan mata berkaca-kaca.


Arine nampak masuk kembali ke kamarnya dan menangis karena merasa sangat kecewa pada kakaknya.Di meja makan Aline menyiapkan Arine sarapan agar Aline tidak jatuh sakit dan menulis sebuah surat untuk Arine.Isi surat tersebut :


“Lin,kakak tau kamu marah banget sama kakak,tapi asal kamu tau kakak ngelakuin hal ini karena kakak sayang sama kamu ini sarapan buat kamu jangan lupa di makan


semangat belajarnya di sekolah(emot hati),”ucap Aline dalam surat itu.


Aline pun langsung tancap gas menuju kampus seperti biasa Lili berada di jok belakang motor Aline.Di perjalanan Aline bertemu dengan Raisa dan Fauzan mereka kompak menuju kampus.Sesampainya di kondisi kampus masih sepi karena waktu baru menunjukkan pukul 6 pagi baru ada beberapa mahasiswa dan mahasiswi di sana.Namun ada beberapa mobil polisi yang berjejer rapi di parkiran mobil.


"Eh,Lin ini ada apa ya kok banyak polisi?"tanya salah satu mahasiswa bertubuh gemuk berkacamata di koridor kampus dekat lobi.


"Gu--e enggak tau mungkin nanti ada pengumuman," ucap Aline pada mahasiswa dengan nada terbata-bata.


"Oh gitu ya udah gue duluan ya," ucap mahasiswa itu yang langsung melanjutkan jalannya.


Apa Justin bakal di benci semua orang bahkan dibenci Arine?

__ADS_1


Tunggu terus kelanjutannya ❤️.


Jangan lupa like dan vote 🙏.


__ADS_2