
Happy reading semuaaa đ¤.
Maaf masih banyak kekurangan đ.
Aline,Raisa,dan Fauzan pun memutuskan pulang untuk beristirahat karena mereka bukanlah makhluk super yang kuat mereka juga manusia yang pasti merasakan kelelahan.Mereka akan berangkat pagi-pagi buta sebelum kondisi kampuramai.Sementara dua satpam masih ada di belakang kampus dan berniat kembali ke depan.
âAyo kita ke depan lagi,tapi kalau loe mau di sini ya monggo nemenin Bu Rossa,âucap satpam bertubuh kurus dengan ekspresi menakut-nakuti.
âNemenin Bu Rossa?Hahahahaah ya enggak lah udah kekita depan lagi nanti kalau ada maling masuk gimana?âtanya satpam bertubuh agak gemuk sambil merangkul temannya itu.
Mereka pun berjalan menuju depan kampus.Baru saja mereka melangkahkan kaki tiba-tiba ada suara aneh seperti suara wanita
terdengar cukup nyaring membuat dua satpam itu merinding ketakutan.
âHaaaaaaaaaaaaa,âucap suara itu dengan nada menyeramkan.
âEh, loe denger suara enggak?âtanya satpam bertubuh kurus sambil melihat sekeliling
sudut belakang kampus dengan tatapan ketakutan.
âHaaaaaaaaaaaaa,âucap suara itu lagi dengan nada suara yang sangat jelas.
âIya gue denger disini kan cuma kita berdua jadi,itu suaraaaa setannnnnnnn!âteriak
satpam bertubuh agak gemuk yang langsung lari meninggalkan temannya.
âEh,kok gue di tinggalin,âucap satpam bertubuh kurus yang ikut lari ngibrit dengan eksprsi
ketakutan.
Terlihat Almh.Bu Rossa sedang berdiri di tempat ia di kubur dengan ekspresi dingin dan datar,namun terlihat senyum simpul
di bibirnya seperti Almh.Bu Rossa senang melihat Justin sudah di tangkap dan Jennie sudah meninggal.Almh ia pun menghilang.Di tempat berbeda Aline sudah berada di depan pintu rumahnya di ikuti Lili duduk di jok belakang motor metic Aline yang terparkir diteras depan rumah.Aline pun mengetuk pintu dengan sangat perlahan.
âRin,ini kakak bukain dong pintu nya,âpinta Aline sambil terus mengetuk pintu rumah dan
melihat sekitar teras.
Tidak ada jawaban dari Arine padahal Aline sudah mengetuk lebih dari 3 kali.Aline pun
duduk termenung di teras dengan muka sedih sambil berpikir bahwa Arine sangat
kecewa dan marah karena pestanya hancur lebur tidak sesuai ekspetasi dan itu semua karena dirinya.
âKak,jangan sedih ini semua bukan salah kakak,âucap LilI sambil memegang tangan Aline.
âIni bukan masalah salah cuma Arine pasti sedih dan kecewa karena pestanya hancur buktinya dia enggak bukain pintu enggak njawabâucap Aline dengan mata berkaca-kaca.
__ADS_1
âBaru kali ini ngeliat Kak Aline nangis aku harus berbuat sesuatu buat Kak Aline ya walaupun aku sebel banget sama adiknya,âbatin Lili yang langsung berjalan menuju pintu rumah dan menerebos masuk untuk melihat situasi dan kondisi.
ââSi Lili kemana ya?âtanya Aline sambil clingak-clinguk mencari keberadaan Lili walaupun dia bukan manusia namun hilangnya dia secara tiba-tiba membuat Aline kaget.
Lili sudah berada di dalam rumah Aline dan Arine terlihat ada seorang gadis bermata sembap nampak tertidur pulas di bawah sofa dengan posisi duduk dan rambut acak-acakan.Lili pun menghampiri gadis itu dan ternyata di adalah Arine.
âTernyata dia lagi tidur pantesan dari tadi
pintunya enggak dibukain dasar menyebalkan ya udah aku bukain aja pintunya,âucap Lili sambil beranjak dari sofa dan langsung membuka pintu yang terkunci lalu keluar dari dalam rumah.
Aline masih termenung di depan rumah.Tiba-tiba ia dikagetkan dengan kemunculan Lili yang terlihat tersenyum manis di hadapan Aline.Lili pun menceritakan semua dan dia juga berkata bahwa pintu sudah tidak terkunci.Aline pun terharu dan memeluk Lili dengan sangat erat.Aline sudah menganggap Lili sebagai adiknya sendiri.
âKak makasih ya sudah membantu ibu ku,âucap Lili sambil tersenyum ke arah Aline.
âIya sama-sama ngomong-ngomong makasih ya udah bantuin aku ya udah yuk masuk,âucap
Aline sambil beranjak masuk ke rumah Bersama Lili.
Sesampainya di dalam Aline kaget melihat Arine tertidur di sofa karena tidak tega
membangunkannya Aline pun membopong tubuh Arine agar Arine bisa tidur dengan
nyaman di kamarnya.Setelah selesai merebahkan tubuh Arine di Kasur.Aline pun
mengusap lembut rambut Arine dan mencium kening Arine dan beranjak keluar darikamar Arine untuk beristirahat.
âRin,semoga kamu percaya kalau Kak Justin itu bukan orang yang baik,âbatin Aline sambil
Tak terasa jam menunjukkan pukul 05.00 WIB matahari sudah menunjukkan keberadaannya
ayam-ayam sudah mulai bernyanyi ria membangun orang-orang yang sedang bermimpi ria begitu pula dengan Arine terbangun dari tidur nya dia kaget karena sekarang ia sudah ada di ranjang padahal dia merasa tidur di sofa sambil clingak-clinguk
mengamati kondisi kamarnya.
âKok gue bisa ada di sini seinget gue tidur di sofa?âtanya Arine dengan ekspresi bingung
dan mendengar sesuatu dari dalam dapur.
Arine pun keluar dari kamarnya dan menuju dapur karena ada yang janggal.Arine pun
menyiapkan sapu untuk berjaga-jaga siapa tau itu maling atau orang jahat.Ketika Arine
sudah hampir sampai di dapur ia mencium bau masakan yang menggoda.Ekspresi
Arine berubah ia pun menghempaskan sapu yang ia pegang dan menghampiri meja
makan yang sudah di penuhi makanan yang enak.Baru beberapa detik ia melihat
__ADS_1
makanan-makanan yang begitu menggoda wajah Arine berubah masam dan kesal ketika
tau siapa yang memasak makanan yang ada di meja makan.
âNgapain loe pulang mending sana pacaran terus sama Kak Justin,âgumam Arine dengan wajah
kesal.
âMaksud kamu apa,lin?âtanya Aline sambil menuangkan air putih ke gelas goblet yang ada dihadapannya.
âUdah kak,enggak usah pura-pura enggak tau aku udah tau semuanya kalau kakak itu udah
jadian kan sama Kak Justin dan sekarang kakak mau pamer kan sama aku?âtanya
Arine sambil menatap tajam kakaknya.
âSiapa bilang kakak jadian Kak Justin justru kakak mau mengungkap fakta yang
sebenarnya kalau Kak Justin bukan orang yang baik plis percaya sama kakak,âucap
Aline sambil memegang pundak Arine.
Sambil melepaskan tangan kakaknya dari pundak Arine berkata,âEnggak usah sok tau
kak,ini pasti akal-akalan kakak buat nutupin hubungan kakak sama Kak Justin aku
bener-bener kecewa sama kakak."Sambil beranjak dari meja makan.
âRin,kenapa kamu jadi kayak gini?Apa perlu kakak nyeret kamu ke kantor polisi supaya kamu percaya?âtanya Aline sambil duduk di
meja makan dengan mata berkaca-kaca.
Arine nampak masuk kembali ke kamarnya dan menangis karena merasa sangat kecewa pada kakaknya.Di meja makan Aline menyiapkan Arine sarapan agar Aline tidak jatuh sakit dan menulis sebuah surat untuk Arine.Isi surat tersebut :
âLin,kakak tau kamu marah banget sama kakak,tapi asal kamu tau kakak ngelakuin hal ini karena kakak sayang sama kamu ini sarapan buat kamu jangan lupa di makan
semangat belajarnya di sekolah(emot hati),âucap Aline dalam surat itu.
Aline pun langsung tancap gas menuju kampus seperti biasa Lili berada di jok belakang motor Aline.Di perjalanan Aline bertemu dengan Raisa dan Fauzan mereka kompak menuju kampus.Sesampainya di kondisi kampus masih sepi karena waktu baru menunjukkan pukul 6 pagi baru ada beberapa mahasiswa dan mahasiswi di sana.Namun ada beberapa mobil polisi yang berjejer rapi di parkiran mobil.
"Eh,Lin ini ada apa ya kok banyak polisi?"tanya salah satu mahasiswa bertubuh gemuk berkacamata di koridor kampus dekat lobi.
"Gu--e enggak tau mungkin nanti ada pengumuman," ucap Aline pada mahasiswa dengan nada terbata-bata.
"Oh gitu ya udah gue duluan ya," ucap mahasiswa itu yang langsung melanjutkan jalannya.
Apa Justin bakal di benci semua orang bahkan dibenci Arine?
__ADS_1
Tunggu terus kelanjutannya â¤ď¸.
Jangan lupa like dan vote đ.