
"Kamu jangan bohong ya mana mungkin Dosen gaib itu ibu kamu." ucap Aline.
"Haaa.....serius,lin?" tanya Raisa tak percaya.
"Aku enggak bohong,kak jujur aku kayak gini ya karena aku pengen cari ibu aku." ucap Lili.
"Ya ampun aku benar-benar enggak nyangka,li." ucap Aline.
"Ya malah dikacangi ini beneran apa enggak ?" tanya Raisa.
"Bener,sa jadi dosen gaib yang sering kita liat itu ibunya lili." jawab Aline.
"Astagfirullah kok bisa kebetulan gini ya kasian banget si Lili ya walaupun dia hantu" ucap Raisa.
"Jujur aku juga enggak nyangka kalau kakak sering liat ibuku."ucap lili.
"Terus kak Hanna itu siapa?" tanya Aline.
Tiba-tiba lili menghilangkan dan membuat Aline dan Raisa bingung.
"Lho kok ilang,li aku belum selesai bicara." ucap Aline.
"ilang? kebiasaan ya hantu kalau lagi penting aja malah ngilang giliran enggak penting tiba-tiba muncul." ucap Raisa.
"Ini gimana ya kok aku tambah bingung apa cuma aku yang bakal pecahin misteri ini?" tanya Aline dalam hati.
"Woyy bengong aja." ucap Raisa yang langsung membuat Aline kaget.
"Liliii." ucap Aline spontan.
"Ya ampun sampai segitunya ya ku kira bakal muncul nama Kak Justin." ucap Raisa.
"Ih apaan,sih kok jadi Kak Justin." ucap Aline.
"cie-cie salting." goda Raisa.
"Udah yuk mending kita balik ke perkemahan udah mau malem,nih." ajak Aline sambil berjalan dan meninggalkan tempat itu.
"Cie-cie Aline gue tau diem-diem loe itu naksir Kak Justin." ucap Raisa sambil tersenyum.
Mereka berdua meninggalkan tempat tersebut.Diperkemahan Tania, Sovia,dan Karina panik karena Aline dan Raisa tak kunjung kembali,hingga membuat Fauzan terheran-heran karena melihat gerak-gerik mereka.
"Oii kalian kenapa? kok kayak orang lagi panik?" tanya Fauzan.
"Emang lagi panik zan, ini Raisa sama Aline belum balik-balik." jawab Tania.
"Mereka cari kayu apa lagi cari harta karun lama banget?" tanya Fauzan.
"Zan masih sempet-sempetnya bercanda mending loe balik ke tenda sana." ucap Sovia kesal.
"Gitu aja emosi gue sumpahi loe semua ketemu sama dosen itu." ucap Fauzan.
Mendengar ucapan Fauzan.Tania,Sovia,dan Karina kaget sekaligus terheran-heran.
"Dosen siapa,zan? gue enggak ngerti maksud loe?" tanya Karina.
__ADS_1
"Eeeeee aduh kok gue keceplosan kalau gue kasih tau Aline pasti marah." ucap Fauzan dalam hati.
"Kok loe malah diem aja,zan jawab dong." ucap Tania penasaran.
"Ya dosen itu pokoknya." ucap Fauzan terbata-bata.
"Enggak jelas banget loe,zan mending sekarang loe balik ke tenda!!" perintah Sovia.
Kak Justin mendengar suara gaduh yang ada di daerah tenda perempuan dan dia langsung menghampiri.
"Ini ada apa kok ribut-ribut?' tanya Kak Justin.
"Ini,kak Aline sama Raisa belum balik-balik." ucap Tania khawatir.
"Lho bukannya tadi Aline bareng sama Karina dia kan ngambil kayu nya sama Karina?" tanya Kak Justin.
"Iya,kak tapi Aline tiba-tiba enggak ikut kesini mungkin dia nyari Raisa atau enggak dia lagi ada urusan." jawab Karina.
"Fillingku kok enggak enak ya jangan-jangan Aline penasaran sama gundukkan tadi wah, ini bahaya." ucap Kak Justin dalam hati.
"Kak,maaf ya kalau lancang tadi Fauzan nyumpahin kita ketemu sama dosen maksudnya apa ya?" tanya Sovia.
"Kok gue,sih." ucap Fauzan.
"Ah si Fauzan pasti mau ngomong soal hantu Bu Rossa gue harus jawab apa ya?" tanya Kak Justin dalam hati.
"Gimana,kak?" tanya Sovia.
Tiba-tiba....
"Wah ini ni yang dicari-cari akhirnya muncul juga dari mana aja kalian?" tanya Tania.
"Ceritanya panjang sepanjang jalan kenangan nanti gue ceritain." jawab Aline.
"Loe ternyata bisa juga ya bercanda kayak gitu enggak nyangka gue." ucap Sovia.
"Beneran ya nanti cerita." ucap Tania.
"Iya." ucap Aline singkat.
"Kamu enggak papa,lin?" tanya Kak Justin agek cemas.
"Enggak papa kok,kak." jawab Aline sambil tersenyum.
"Kalian berdua enggak papa kan?" tanya Karina.
"Santai,rin dan enggak papa kok." jawab Raisa.
"Ya udah Aline sama Raisa kan udah kembali jadi sekarang kalian prepare ya buat acara nanti saya permisi dulu." ucap Kak Justin sambil tersenyum.
"Untung aja Aline dan Raisa udah balik mungkin mereka bakal curiga sama hal tadi." ucap Kak Justin dalam hati.
Fauzan yang melihat gerak-gerik Kak Justin tampak terheran-heran.
"Kayaknya Kak Justin lagi mikirin sesuatu tapi mikirin apa ya? mikirin Aline? Ah enggak mungkin." ucap Fauzan dalam hati.
__ADS_1
"Zan,loe ngapain ditenda cewek? wah loe mau modus ya sama temen baru kita." tanya Raisa yang langsung membuyarkan pikiran Fauzan.
"Sembarangan aja kalau ngomong mereka-mereka itu bukan tipe gue." jawab Fauzan.
"Udah,zan mending sekarang loe balik ke tenda loe." ucap Aline.
"Iya,lin ini juga mau balik." ucap Fauzan sambil bergegas pergi.
Waktu sudah menunjukkan pukul 19.30.
Para peserta kemah pun berkumpul dilapangan untuk menerima pembinaan.Regu Aline pun sedang berada disana dengan semangat yang membara dan menyanyikan yel-yel regu mereka.Namun Aline masih ada di tenda.
"Gue yakin yel-yel kita ini paling the best." ucap Raisa dengan penuh semangat.
"Pastinya dong siapa dulu yang punya ide yel-yel ini." ucap Tania.
"Bukannya yang buat si Aline ya." ucap Karina.
"Ya emang Aline yang buat tapi gue kan juga ikut berpartisipasi." ucap Tania.
"Tapi ini Aline kok lama banget ya ditenda apa kita susulin aja?" tanya Sovia.
"Mungkin bentar lagi kesini kalian yang sabar." jawab Tania.
"Ya kan kita khawatir kalau Aline kenapa-napa." ucap Sovia.
Sementara itu Aline masih ada didalam. tenda.Rupanya dia sedang mencari senter karena regunya hanya ada 1 senter.
"Aduh ini senternya mana ya kok dari tadi enggak ketemu-ketemu?" tanya Aline.
"Apa mungkin gue lupa? Ah enggak mungkin kemarin aja udah aku cek kok aneh banget,sih." ucap Aline agak panik.
Aline pun terus mencari senter itu semua barang-barang yang ada ditasnya dia keluarkan semua.Namun dia merasa hawa aneh.
"Kok kayak ada yang merhatiin aku ya?" tanya Aline pada dirinya sendiri.
Ternyata takdir memihak padanya 1 buah senter bisa ia temukan setelah mencari-cari, walaupun senternya kecil.
"Nah, akhirnya ketemu juga tapi kok kecil ya." ucap Aline sambil memegang 1 buah senter.
"Enggak papa,deh yang penting ada." ucap Aline senang.
Aline pun keluar dari tenda dan menyalakan senter kecil itu.Namun matanya langsung terbelalak dan kaget.Saat ia mengarahkan senter itu ke depan ada sesosok wanita paruh baya berbaju dosen sedang menatanya.Mukanya penuh darah.
"Aaaaaaa.....ibu ngapain disini?" tanya Aline dengan terbata-bata.
"Tolong sayaaaaa....." jawab Bu Rossa.
Aline pun mendekati Bu Rossa dengan perasaan campur aduk.
Happy Reading semuaaa π€.
Jangan lupa Vote dan like.
Ditunggu kritik dan sarannya π.
__ADS_1
Mohon maaf belum bisa update setiap hari dan masih banyak kekurangan π.