Dosen Gaib

Dosen Gaib
101.Kecurigaan Aline


__ADS_3

Happy reading semuaaa 🤗.


Mohon maaf bila masih banyak kekurangan 🙏.


Yuk mampir ke novel terbaruku "Dear Jaka"


Aku tunggu ya guys thank you😍


Arine terus berlari menghindari kejaran


orang-orang itu.Kedua orang it uterus mencari keberadaan Arine dengan menyusuri sekitar sambil memantau kondisi.


“Tuh,anak kemana ya?Kalau boss tau bisa habis kita,”ucap laki-laki bertubuh besar.


“Ya jangan sampai tau gue yakin dia masih ada di sekitar sini,”ucap laki-laki bertubuh kurus.


Arine muncul di belakang orang-orang itu niatnya dia ingin lewat,namun karena ada orang-orang itu Arine memilih bersembunyi di belakang tanaman.Wajahnya sangat panik dan khawatir kaki Arine tidak sengaja menginjak ranting pohon hingga menimbulkan suara yang membuat orang-orang itu menoleh ke belakang.


“Astaga,pakai acara nginjek ranting segala mending gue lari,”ucap Arine sambil beranjak dari persembunyian dan berlari.


“Woy!Jangan kabur,”teriak laki-laki bertubuh besar


“Dari loe cuma terian-teriak mending kita kejar,”ucap laki-laki bertubuh kurus.


Mereka pun mengejar Arine dengan sangat sigap.Di tempat berbeda Aline terus memakai ilusinya untuk mencari keberadaan Arine.Kondisi sudah siang dan matahari sudah menunjukkan sinarnya dengan sempurna,namun itu tidak menyurutkan semangat Aline,Raisa,dan Fauzan untuk menemukan keberadaan Arine,mantan suami,dan anak sulung Almh.Bu Rossa.


“Gue udah coba lagi hasilnya sama cuma tadi Arine dibawa ke suatu tempat yang cukup jauh dair sini,”ucap Aline dengan nada pelan.


“Kalau lokasinya aja udah jauh kemungkinan kita bakal kesulitan buat nyari keberadaan Arine mending kita lapor  polisi aja dan kita focus mencari target selanjutnya,”ucap Raisa sambil membuka ponselnya.


“Iya lin,biar polisi aja soalnya kita enggk tau tempatnya di mana,”ucap Fauzan dengan nada pelan.


“Di ilusi gue ada seseorang kenapa jadi,mikir kalau hilangnya Arine ada hubungannya dengan keberadaan mantan suami dan anak sulung Almh.Bu Rossa ya?”tanya Aline dalam hati.


Terdengar bunyi ponsel seseorang milik Aline.Aline pun memeriksa ponselnya dan menemukan nomor tidak di kenal.Aline pun bertanya pada Raisa dan Fauzan mengenai nomor tersebut,namun Raisa dan Fauzan tidak tau dan salah satu dari mereka menyarankan untuk mengangkat telefon tersebut siapa tau


penting.


“Hallo,ini siapa ya?”tanya Aline dengan wajah serius.


“Hallo,kamu pasti lagi cari Arine ya adik kesayangan kamu?”tanya seorang laki-laki dalam ponsel tersebut.


“Ha?Kok aku bisa tau?Sebenarnya kamu siapa?”tanya Aline dengan nada tinggi.


“Kamu enggak perlu tau aku tau dari mana yang jelas banyak-banyak berdoa aja supaya adik kamu selamat,’ucap seorang laki-laki

__ADS_1


dengan suara berat.


“Apa maksud mu?Sebenarnya kamu siapa?”tanya Aline dengan nada emosi.


Seseorang tersebut menutup telefonnya secara tiba-tiba sambil tersenyum.Aline nampak kesal karena orang tersebut mematikan telefonnya secara tiba-tiba dan berbicara yang tidak-tidak padahal dia sedang khawatir dengan kondisi adiknya yang sampai sekarang tak kunjung di temukan.


“Lin,kenapa kok muka loe kesel gitu?”tanya Raisa dengan muka penasaran.


“Ini orang tau kalau kita lagi nyari keberadaan Aline,"sahut Aline dengan wajah yang masih kesal.


“Wah!Jangan-jangan dia yang nyulik Arine kalau iya parah banget ni orang,”ucap Raisa penuh keyakinan.


“Bisa aja orang iseng zaman sekarang banyak orang iseng modusnya nelefon,”ucap


Fauzan dengan perkataan positive thingkingnya.


“Ya  bisa juga orang asing,tapi bisa juga dia yang nyulik Aline terus dia minta tebusan


duit,”ucap Raisa penuh percaya diri.


“Dari pada kita cuma menerka-nerka enggak jelas mending loe nelefon orang ini lagi zan,gue kirim nomornya”ucap Aline sambil mengirim nomor tersebut.


“Oke lin,buat kamu apa sih,yang enggak,”sahut Fauzan sambil tersenyum.


Arine terus berlari dengan sangat kencang dengan wajah kelelahan.Di belakangnya terlihat ada dua orang berlari mengejarnya dengan cukup kencang.Arine sangat panik dan terus berlari,mungkin karena ketakutan


Arine pun tersandung batu dan terjatuh dengan luka di bagian siku dan dengkul.


“Aduh!Sakit banget ih,pakai acara kesandung segala,”ucap Arine dengan wajah kesal.


Arine pun menengok ke belakang dan melihat  dua orang tersebut sudah hampir dekat.Arine pun nekat berlari dengan kondisi pincang karena  terjatuh.Dua orang itu tiba-tiba memegang pergelangan tangan Arine dengan sangat kuat.Usaha Arine untuk kabur sia-sia karena ia tertangkap


kembali.


“Lepasin!Tolong…..tolong,”ucap Arine sambil terus membrontak.


“Lepasin?Jangan mimpi mau usaha kayak gimana pun loe enggak bakal lolos sambil memasang sapu tangan di mulut Arine”ucap laki-laki bertubuh besar.


“Usaha gue sia-sia buat kabur Kak Aline tolongin akuuu,”batin Arine dengan wajah berkaca-kaca .


Arine pun di bawa ke tempat yang kemarin dengan kondisimulut di bekap.Di warung Fauzan sudah menelefon orang yang tadi,namun hasilnya nihil nomor itu sudah tidak aktif padahal sudah di coba beberapa kali.Terdengar bisikakan tepat di telinga Aline.


“Enggak aktif nomornya lin,terus gimana?”tanya Fauzan menatap wajah Aline yang sedang bengong.


“Si Aline kenapa ya?”tanya Raisa sambil menatap Aline.

__ADS_1


“Dia penculik adikmu,”bisik suara tersebut dengan nada yang menyeramkan rupanya sosok itu adaah Almh.Bu Rossa.


“Ibu tau?Siapa,bu?”tanya Aline secara spontan.


“Orang jahat itu,”ucap Almh.Bu Rossa dengan wajah menyeramkan dan tatapan tajam.


“Kata Almh.Bu Rossa orang jahat itu apa mungkin Kak Justin,”batin Aline sambilberpikir.


“Lin,loe kenapa?”tanya Fauzan sambil menyentuh pundak Aline.


“Eeeh gue enggak papa kok cuma ada filling aja kalau Kak Justin tau soal hilangnya Aline,”ucap  Aline dengan nada


tegas.


“Kak Justin?Ya enggak mungkin lah dia kan di penjara,”ujar Raisa dengan nada agak ngegas.


“Kok kamu bisa beramsumsi kalau Kak Justin?”tanya Fauzan sambil menatap tajam Fauzan.


“Almh.Bu Rossa dia bilang kalau orang jahat itu ya udah sekarang kita cari lagi yuk,”ucap Aline dengan nada pelan sambil bangkit dari kursi.


“Parah banget sih,kalau bener,”batin Raisa denga ekspresi datar.


“Kalau emang bener ini parah sih,udah jadi pembunuh sekarang jadi penculik harusnya dia di hukum mati,”batin Fauzan dengan ekspreis menahan emosi.


Di rumah Mama Lia terus mondar-mandir dengan ekspresi panik sekaligus khawatir karena tidak ada kabarvdari Aline soal anak bungsunya.Terdengar bunyi kendaraan di luar wajah Mama Lia berubah drastis dan berpikir bahwa itu adalah Aline dan teman-temannya ternyata Papa Lukman yang datang.Pak Lukman ada tugas di luar kota sehingga baru pulang hari ini.


"Ternyata Papa aku kira Aline," ucap Mama Lia sambil mencium punggung tangan papa Lukman dan memeluknya.


"Lho?Emang Aline kemana?"tanya Papa Lukman sambil melepaskan pelukannya dengan Mama Lia.


"Masuk dulu yuk pa, enggak enak ngobrol disini," ucap Mama Lia.


Mama Lia dan Papa Lukman pun masuk ke rumah dan duduk santai di ruang tamu.Mama Lia pun membuatkan teh hangat untuk suaminya.Setelah selesai Mama Lia nampak terdiam sejenak dengan perasaan campur aduk dan Papa Lukman yang memulai pembicaraan.


"Sebenarnya ada apa ma selama papa pergi?"tanya Papa Lukman sambil menyeruput teh hangat.


"Kenapa aku jadi ragu gini ya ngomong sama papa takutnya papa marah,"ucap Mama Lia sambil berpikir.


"Ma,ditanya kok diem aja ayo jawab kalau ada masalah ngomong biar papa bantu," ucap Papa Lukman dengan nada pelan.


Kira-kira respon Papa Lukman seperti apa ya?Terus jika benar Kak Justin penculik nya maksud dia menculik apa ya?


Tunggu terus kelanjutannya ❤️.


Jangan lupa like dan vote 🙏.

__ADS_1


__ADS_2