Dosen Gaib

Dosen Gaib
65.Kemarahan Arine


__ADS_3

Happy Reading semuaa🤗


Mama Lia merasa aneh dan khawatir dengan sikap anaknya tersebut.Tak biasanya Arine seperti ini.Dia selalu mau diantar kakaknya,Aline.Namun hari ini dia tidak mau bahkan tidak berpamitan dengan Aline.Sementara Aline masih menyantap menu breakfastnya dengan ekspresi biasa aja.Aline menunjukkan ekspresi biasa seolah-olah tidak ada apa-apa padahal didalam hatinya.


Dia sangat penasaran dengan sikap Arine barusan.Mama Lia yang dari tadi memperhatikan sikap Arine.Lantas ia menanyakan sesuatu pada Aline.


“Kamu lagi ada masalah sama Arine,lin?”Tanya Mama Lia pada Aline sembari meneguk segelas air putih yang ada dihadapannya.


Aline masih mengunyah makanannya.Setelah menelan makanannya secara benar-benar ia pun menjawab pertanyaan Mama Lia dengan begitu santai.


“Aku juga enggak tau ma,kemarin dia masih kayak biasanya cerewet,lebay,alay apa mungkin Arine lagi dapet lagi ya jadi,kayak gitu,”ucap Aline dengan santainya sambil membersihkan mulutnya dengan tissue yang sudah tersedia.


“Mama khawatir lin,kalau sampai kalian rebut semoga aja nanti Arine enggak kayak gitu lagi,”ujar Mama Lia penuh harapaan dan memasang ekspresi cemas.


Mama Lia tidak bisa menyembunyikan kekhawatirannya.Aline yang sebagai anak sulung mencoba menenangkan mamanya itu bahwa semua akan baik-baik saja.Aline memeluk mamanya itu dengan tulus dan penuh kasih sayang sembari mencium kening sang mama di tengah suasana sunyi karena di rumah hanya ada mereka berdua.Papa Lukman sedang ada tugas di luar kota selama 1 minggu.Al hasil jika Aline dan Arine pergi Mama Lia sendirian di rumah.


“Ma,enggak usah khawatir semua akan baik-baik aja kok Arine pasti Cuma sementara kayak gitu lagian yang dicuekin kan aku bukan mama.Aku aja santai kok percaya deh,sama aku,”ucap Aline sambil memeluk mamanya.


“Mama cuma khawatir lin,kalian berdua kan jarang beramtem liat sikap Arine seperti itu mama jadi,kepikiran,”ujar Mama Lia sambil memeluk anak sulungnya itu dengan sangat erat.


DI Kursi sebelah Aline muncul sosok tak kasat mata dan sosok itu adalah Lili,anak Almh.Bu Rossa(Dosen Gaib).Dia nampak tersenyum melihat kedekatan Aline dan Mama Lia.Aline tidak menyadari kehadiran Lili.Dia masih memeluk mamanya sambil terus menenangkan mamanya.Lili nampak terus tersenyum disisi lain dia juga sedih karena teringat akan ibunya yang kematinnya masih menjadi misteri dan membuatnya tidak tenang.


“Aww…Sweet banget kalian jadi,keinget Almh.Mama coba aja mama jasadnya bisa ditemukan mungkin aku bisa kayak gitu ma….Lili kangen,”ujar Lili dengan mata berkaca-kaca.


“Kok gue ngerasa ada lili ya disini?” tanya Aline dalam hati.


Aline nampak merasakan kehadiran Lili disekitar meja makan.Namun dia memutuskan untuk bergegas pergi ke kampus karena takut terlambat.Dia pun berpamitan ke Mama Lia dan mencium pipi mamanya begitu pun sebaliknya.Rasa sedih Lili makin bertambah melihat momen itu.Dia pun menaruh harapan besar kepada Aline agar bisa menemukan ibunya.Lili pun menghilan disaat Aline keluar rumah.Aline langsung tancap gas menuju kampusnya.


Di kelas Arine nampak murung dan banyak diem padahal biasanya dia heboh dan cerewet.Teman segenk nya pun merasa aneh dengan sikap Arine yang seperti itu.Mereka ingin sekali menghampiri Arine.Namun merekan sungkan dan hanya berbisik-bisik di tempat duduk mereka yang berada tepat di belakang tempat duduk Arine.

__ADS_1


“Si Arine tumben diam aja lagi biasanya juga heboh,”ujar salah satu teman Arine sambil memperhatikan Arine dengan tatapan heran.


“Lagi kesambet kali kalau enggak galau gara Kak Justin loe tau kan kalau sekarang dia lagi bucin banget sama Kak Justin,”bisik teman Arine.


“Tau lah,tapi biasanya kan dia cerita dengan suara nya yang cempreng,”ucap teman Arine.


Arine nampak memainkan bolpoint di jari-jemarinya.Dia sangat kesal dan marah ingin rasanya dia teriak sekencang-kencangnya dan melampiaskan kemarahannya.Arine pun keluar dari kela.


.Rupanya dia ingin ke toilet.Sesampainya di toilet Arine nampak meluapkan kemarahannya dia berteriak di toilet.Kebetulan kondisi toilet sepi dan sunyi.Suasana di toilet nampak seram dan horror kareena sedikit minim cahaya,namun Arine tidak peduli.Dia terus meluapkan kemarahannya.


“GUEE ENGGAK NYANGKA KAK ALINE NUSUK GUE DARI BELAKANG TERNYATA DIA JUGA SUKA SAMA KAK JUSTIN POKOKNYAAA GUE HARUS GAGALIN HARUSSSS!” Ucap Arine penuh emosi dan langsung keluar dari toilet.


Di kampus Aline langsung bergegas ke kelas.Namun dipertengahan jalan tepat di dekat tangga dia hampir terpeleset.Untung saja ada yang menariknya secara tiba-tiba sehingga Aline tidak jadi jatuh.Kondisi saat itu cukup sepi hanya ada bebarapa orang yang berlalu-lalang.Aline pun duduk sejenak dikursi dekat kampus.


“Tadi ada yang narik gue supaya gue enggak kepeleset apa mungkin Bu Rossa?” tanya Aline pada dirinya sendiri.


“Ini beneran ibu?Terima kasih ya bu sudah menolong saya hari ini ibu sangat berbeda,”ucap Aline tidak percaya.


Dari kejauhan Kak Jennie sangat kesal karena rencananya gagal.Dia sengaja meletakkan cairan pembersih lantai agar Aline terpeleset.Namun hasilnya nihil.Sebelumnya dia sudah tau bahwa Aline akan lewat jalan ini makanya dia langsung menyusun rencana tersebut walaupun akhirnya gagal.


“Ih,kok bisa gagal padahal gue yakin banget pasti dia akan kepeleset,”ucap Kak Jennie dengan ekspresi kesal.


Aline pun bergegas menuju kelas.Dalam hatinya dia sangat bersyukur karena tidak jadi terpeleset


Sementara itu Almh.Bu Rossa (Dosen Gaib) nampak senang karena bisa menyelamatkan Aline.Dia berdiri tepat di lokasi jebakan untuk Aline.Wajahnya tidak seseram kemarin hanya saja masih pucat.Tatapan Almh.Bu Rossa sangat lembut.


“Dasar bermuka dua kalian berdua pantas untuk mati,”ujar Bu Rossa.


Disampingnya muncul sosok tak kasat mata seorang laki-laki bertubuh besar dan berkumis lebat bertelanjang dada menyapa Bu Rossa.Ekspresi wajahnya lumayan menyeramkan dengan banyaknya luka dibagian wajah dan dada bidangnya.Belum diketahui siapakah sosok tak kasat mata itu.Dia pun menyapa Bu Rossa dengan suara beratnya.Bu Rossa nampak kaget dengan kehadiran sosok tak kasat mata itu.

__ADS_1


“Sepertinya kamu kenal dengan gadis itu,”ucap laki-laki itu.


“Aku baru saja kenal dengan dia.Dia bisa melihat aku,kamu,dan makhlus halus di kampus ini,”ucap Bu Rossa.


“Beruntung sekali kamu ada orang yang ingin memecahkan kematian mu beda sekali dengan aku kematian ku sudah hampir 5 tahun,namun tidak ada yang mau bantu aku,”ucap laki-laki itu.


“Memang kenapa kau bisa meninggal?” tanya Bu Rossa.


Sosok tak kasat itu tiba-tiba menghilang diikuti dengan Bu Rossa.Kak Jennie pun menghampiri lokasi jebakannya.Rasa kesalnya semakin memucak sehingga dia terpeleset dijebakan buatannya sendiri kalaa diperibahasa senjata makan tuan.Beberapa orang yang berlalu Lalang nampak tertawa termasuk Justin.Jennie tau ada Justin dilokasi ia jatuh dia nampak kesakitan agar bisa digendong Justin.Namun Justin tidak menghiraukan dan memilih pergi.Kekesalan Jennie bertambah karena kejadian itu.


Dikelas Raisa dan Fauzan sudah berangkatMereka nampak sibuk dengan ponselnya.Raisa dan Fauzan pun bertanya pada Aline kenapa jam segini baru berangkat.Aline nampak membaca sebuah buku.Kondisi kelas saat ini tergolong cukup sepi karena 1 kelas aja berisi 15-20 orang itu pun dibagi.Jumlah mahasiswa dan mahasiswi yang datang pagi ini 10 orang.


“Lin,tumben jam segini baru berangkat?” tanya Raisa yang jiwa kekepoannya meronta-ronta.


“Ceritanya panjang deh,kalau diceritain sekarang enggak bakal cukup waktunya,”ucap Aline dengan mata tetap terfokus pada sebuah buku mata kuliahnya hari ini.


“Pasti loe ketemuan dulu kan sama Kak Justin,”ucap Fauzan secara spontan sembari bermain gam diponselnya.


“Beneran lho cerita sampai ke akar-akarnya awas kalau cuma omong doang,”ucap Raisa dengan nada cukup tinggi hingga membuat orang-orang yang ada dikelas menoleh secara bersamaan.


Aline pun mengangguk,dia pun membuka ponsel dan mengecek besok tanggal berapa.Betapa kagetnya Aline bahwa besok adalah ulang tahun Arine ke-17 alias sweetseventeen.Mata Aline melotot kearah ponsel hingga membuat kedua temannya penasaran.Aline pun berpikir apa ini ada hubungannya dengan perubahan sikap Arine hari ini.Hari ini Aline dibuat bingung dengan sikap adiknya.


Wah,kira-kira Arine marahnya lama enggak ya?Terus gimana kelanjutan rencana Aline dkk?


Tunggu terus kelanjutannya❤


Jangan lupa like dan vote🙏


Maaf masih banyak kekurangan🙏.

__ADS_1


__ADS_2