Dosen Gaib

Dosen Gaib
70.Almh.Bu Rossa bertamu Lili


__ADS_3

Happy Reading semuaaa 🤗.


 “Kalian duluan aja gue ada urusan,”ujar Aline pada kedua rekannya.


Raisa  dan Fauzan nampak kebingungan dengan sikap Aline yang mendadak menjadi aneh.Mereka pun melihat sekeliling ruang kelas dan memang di  kelas  hanya ada mereka bertiga.


“Loe mau ada urusan sama siapa,lin?”Tanya Raisa penasaran.


"Gimana ya jelasinnya ya pokoknya ada lah,”ujar Aline dengan nada tegas.


“Wah!Gue mencium kemunculan makhluk halus disini loe pasti mau berkomunikasi sama makhluk halus itu?”Tanya Fauzan dengan nada suara aneh.


“Berarti disini ada setan dong loe jangan nakut-nakutin dong zan,”ucap Raisa sambil mepet-mepet Fauzan.


“Ya gitu,”ucap Aline singkat dengan ekspresi santai.


“Ya udah lin,apaa pun hantu itu bilangiiin jangan ganggu gue.Gue mau keluar filling gue enggak enak,”ucap Raisa dengan ekspresi ketakutan.


“Loe juga mau keluar ya lin,salam buat hantunya,”ucap Fauzan yang langsung keluar dari kelas.


Aline nampak geleng-geleng kepala melihat kedua temannya itu dan tertawa .Beberapa saat kemudian dia mengalihkan pandangan pada sosok yang sekarang berada di depannya.Almh.Bu Rossa nampak tenang dan memandang Aline penuh kelembutan.Perlahan dia mendekati Aline seakan ingin menanyakan hal tersebut pada Aline.Aline terkejut melihat Almh.Bu Rossa perlahan mendekatinya.


“Mana Lili?”Tanya Almh.Bu Rossa dengan suara lembut dan halus.


“Eeeeee,coba aku panggil ya,”jawab Aline sambil bersiap-siap memanggil roh Lili.


Sebenarnya Aline kaget mendengar suara Almh.Bu Rossa yang begitu lembut.Namun dia langsung bersiap-siap memanggil Lili.Aline memejamkan matanya dan menarik nafasnya dalam-dalam biasanya Aline memanggil roh Lili dengan sebuah nyanyian kesukaan Lili.Tak butuh lama Lili pun muncul.Lili nampak kaget sekaligus senang bisa melihat ibunya dari dekat.


“Ibuuu Lili kangen banget sama ibu,”ucap Lili sambil mengeluarkan air mata.


“Ibu juga kangen banget sama kamu li,semoga kita bisa cepat ketemu disurga,”ucap Almh.Bu Rossa yang juga mengeluarkan air mata.


Aline ikut sedih dan terharu melihat Almh.Bu Rossa dan Lili yang melepas rindu walau mereka belum bisa bersama.Dalam hati Aline ia  bergumam siapa yang tega membunuh secara keji Almh.Bu Rossa hingga saat ini jasadnya tidak ditemukan dan tidak ada satu orang pun yang menemukan.Almh.Bu Rossa dan Lili nampak memperhatikan ekspresi Aline.


"Kak ini saatnya kakak bongkar siapa yang udah ngebunuh ibu ku kak,”ucap  Lili pada Aline.


“Iya li,bangkai yang selama ini ditutupi pasti akan kecium juga aku udah nyiapin rencana kok,”ujar Aline.

__ADS_1


Almh.Bu Rossa nampak tersenyum manis dengan muka pucatnya dan menghilang dan membuat Lili kaget padahadia masih ingin mengobrol dengan Aline nampak sedikit jongkok untuk menyamakan posisinya dengan Lili dan mengatakan suatu hal untuk Lili agar Lili tersenyum kembali.


“Kamu jangan sedih  kakak yakin secepatnya kamu akan tenang sama ibu kamu disurga nanti,”ucap Aline sambil


tersenyum.


Di koridor kampus Fauzan dan Raisa nampak berjalan dengan langkah cukup pelan,namun langkah mereka terhenti dan akhirnya mereka berdua  berhenti ditengah jalan yang saat itu cukup sepi  karena beberapa mahasiswa dan mahasiswi yang lain sudah pada pulang.Mereka nampak penasaran dengan rencana Aline dan  makhluk halus apa yang berkomunikasi dengan Aline.


“Gue penasaran rencana Aline apa ya?”Tanya Raisa sambil berpikir.


“Udah lah kita nurut aja sama Aline biar kasus ini tuntas sampai ke akar-akarnya  kalau perlu itu jeblosin


pelakunya ke penjara,”ucap  Fauzan dengan suara cukup keras.


“Sstt…jangan kenceng-kenceng ngomongnya mentang-mentang sepi,”bisik Raisa.


“Pelaku apa?”Tanya Kak Justin yang kebetulan lewat koridor yang sama dengan Raisa dan Fauzan.


Raisa dan Fauzan nampak terkejut dengan kehadiran Kak Justin yang datang tiba-tiba .Mereka nampak bingung  harus menjawab apa dan saling menatap satu sama lain.Kak Justin terus memperhatikan mereka dengan sorot mata tajam.Setelah cukup lama diam dan saling menatap mereka pun langsung nyelonong dan melanjutkkan langkah mereka.


Langkah Raisa dan Fauzan terhenti sementara itu Kak Justin langsung menghampiri Raisa dan Fauzan dan mencegah mereka untuk pergi.Raisa dan Fauzan nampak panik dan berharap Aline segera datang agar salah satu mulut mereka tidak ember mengatakan yang sejujurnya.Apalagi pada Kak Justin orang yang yang sedang dicurigai mereka saat ini.Kak Justin terus mendesak mereka untuk menjawab.Raisa dan Fauzan masih saja diam dan bingung.


“Apa yang tadi kalian omongin itu pelaku pembunuhan yang terjadi disini?”Tanya Justin secara spontan.


“Kok Kak Justin tau ya firasat gue jadi enggak enak,”batin Raisa.


“AYOO!Jawab malah diam aja,”ucap Kak Justin dengan nada tinggi.


Mendengar ucapan Kak Justin dengan nada emosi.Fauzan tersulut emosinya dan mendorong Kak Justin dengan sedikit kasar.Kak Justin pun ikut terpancing emosinya hingga adu mulut pun terjadi.Raisa terlihat sangat panik melihat Fauzan dan Kak Justin yang sama-sama emosi.


“Santaiii dong kak,kalau kita enggak mau njawab enggak masalah dong suka-suka kitaaa,”ujar Fauzan dengan nada emosi.


“Tata krama kalian gimana ya,percuma kalian kuliah disini kalau tata krama kalian enggak ada,”ucap Kak Justin dengan nada tak kalah emosi.


“Apa seorang pembunuh keji bisa dikatakan punya tata krama?”Tanya Fauzan spontan.


Kak Justin sangat kaget dengan perkataan Fauzan begitu pula Raisa yang tidak habis pikir dengan  Fauzan yang bisa mengatakan hal seperti itu.Kak Justin langsung pergi tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.Sementara Fauzan nampak lega bisa mengatakan hal tersebut pada Kak Justin.Raisa sangat bingung mengapa Kak Justin tiba-tiba pergi padahal tadi dia  keke menanyakan pelaku yang dimaksud mereka.Aline menghampiri dua rekannya yang berdiri ditengah jalan koridor.

__ADS_1


“Zan,kok loe ngomong kayak gitu  sama Kak Justin?”Tanya Raisa pada Fauzan.


“Ya gue cuma ngomong kayak gitu salahnya dimana sa,tuh orang kebanyakan jaga image kelihatannya baik aslinya


parah ,”ucap Fauzan  yang masih tersulut emosinya.


“Kok kalian ada disini?”Tanya Aline yang baru saja dari kelas.


Aline,Fauzan,dan Raisa pun duduk di tepi koridor dan menceritakan kejadian barusan pada Aline.Raisa yang memulai  pembicaraan bahwa tadi mereka bertemu dengan Kak Justin secata tidak sengaja berawal dari ucapan Fauzan yang cukup keras.Raisa juga menceritakan perihal adu mulut Kak Justin dengaan Fauzan hingga Fauzan mengatakan hal yang cukup menganggetkan.Fauzan diam membisu karena masih emosi dan membiarkan Raisa  mengatakan semua kejadian yang barusan terjadi.


“Gimana ya?Disini enggak ada yang salah dan enggak ada yang bener lain kali kita harus hati-hati dalam


berbicar jangan asal ceplas-ceplos”ucap Aline.


“Tapi lin,dugaan gue emang bener kalau dia pembunuh yang sebenarnya dan dia itu bermuka dua loe harus sadarin


adik loe sebelum terlambat,”ucap Fauzan.


“Kalau soal itu pasti zan,kita liat aja nanti perkataan loe tadi bener apa enggak,”ucap Aline.


“Zan,kalau menurut gue dia bukan pembunuhnya mungkin Kak Justin tau atau kenal gitu sama pembunuh itu,”ucap  Raisa seakan-akan membela Kak Justin.


“Kita taruhan aja gimana sa,kalau dugaan gue  bener loe harus traktir gue sama Aline di kantin selama 1  bulan kalau dugaan loe yang bener gue yang traktir loe dikantin selama  1 minggu,”ucap Fauzan.


“Ya enggak adil dong gue traktir loe 1 bulan loe traktir gue 1 minggu,”ucap Raisa dengan nada sewot.


“Udah-udah jangan ribut ini kita lagi di kampus gue mau ke perpus dulu habis itu pulang nanti sebelum acaranya mulai kita kumpul  dulu.”ucap Aline dan langsung pergi menuju perpustakaan.


Justin nampak berjalan menuju toilet dengan ekspresi datar.Petter yang berpapasan dengan Justin saat itu nampak bingung dengan ekspresi Justin.Di dalam toilet Justin nampak frustasi dan merasa sangat menyesal atas perbuatannya di masa  lalu.Ingin rasanya dia mengaku pada semua orang,namun Justin belum siap menerima akibatnya.


Jam yang ditunggu pun tiba.Arine nampak sangat senang dan bahagia karena ulang tahunnya yang ke-17 tahun dirayakan secara meriah apalagi ada Kak Justin.Lokasi pesta Arine dipinggir kolam renang dihiasi lampion-lampion,balon-balon serta ada banyak makanan dan minuman yang tersaji disana.


Rencana Aline dkk berhasil apa enggak ya?Apa Arine akan percaya pada kakaknya?


Tunggu terus kelanjutannya ❤️.


Jangan lupa like dan vote🙏.

__ADS_1


__ADS_2